Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Bab 116


__ADS_3

Di saat Robert dan Lia sedang berbelanja.


Terjadi kekacauan besar di pasar saham.


Dua hari yang lalu, karena pembelian gila-gilaan Robert atas saham Hontaro, saham yang sudah lama tidak bergerak melonjak selama dua hari berturut-turut, bahkan mencapai ARA harian. Banyak orang telah memesan di harga rendah, dan menjual di harga tinggi untuk memperoleh profit dari lonjakan harga pembelian Robert.


Lagi pula, Robert sudah beberapa hari berturut-turut membeli saham sebesar 6 miliar, jelas dia adalah paus besar!


Alhasil, mereka berencana menunggu Robert membeli lagi hari ini dan memperoleh profit, tapi Robert tak melakukan apa pun.


Semua orang yang membeli saham berteriak-teriak karena merasa tertipu.


"Brengsek! Aku ditipu lagi!"


"Aku benar-benar bodoh! Sudah pernah ditipu sekali oleh saham Hontaro aku masih berani membelinya lagi!"


"Saham Hontaro benar-benar sialan! Yang membelinya pasti terjebak!"


"Haha, kurasa ikan paus itu pasti merasa bahwa saham Hontaro tidak bisa memberikan profit untuknya, jadi memilih untuk berhenti membeli! Tapi justru mengakibatkan begitu banyak orang ikut terjebak!"


...


Hal ini bahkan mengakibatkan pemegang saham minoritas Hontaro juga tidak bisa duduk diam.


Di hari pertama ketika mereka melihat ada paus yang membeli saham Hontaro, mereka sebenarnya ingin menjualnya, tetapi kebanyakan dari mereka memilih untuk menunggu harga naik. Alhasil, tidak ada tanda-tanda Robert membeli saham hari ini, semua orang langsung panik.


"Sial! Kalau tahu aku akan menjualnya di hari pertama!"


"Aku juga! Sungguh menyesal! Kalau paus itu membeli lagi, aku pasti akan menjualnya secepat mungkin!"


"Ini namanya predator bukan paus, apakah kamu mengerti? Siapa yang punya nomor kontak predator ini? Apakah bisa mendapatkannya? Aku sudah cemas setengah mati!"


"Seorang temanku bekerja di perusahaan sekuritas, dia sedang mencoba mendapatkan nomor kontak predator itu."


"..."


Restoran Belle.


Robert mengenakan pakaian merek terkenal dan jam tangan bernilai lebih dari satu miliar, sedang makan bersama Lia dengan senang.


Hari ini dapat dikatakan adalah hari yang sibuk. Pagi hari ditelepon oleh ayah, lalu buru-buru menyewa rumah, dan kemudian pergi berbelanja dengan Lia. Akibatnya, dia belum sempat membeli saham Hontaro .


Tetapi dia tidak perlu terburu-buru karena setiap hari dia hanya bisa membeli saham sebesar 6 miliar, tidak memerlukan banyak waktu untuk membeli saham.


Dia menghitung bahwa dalam lima hari dia menggunakan uang sebanyak 30 miliar, dan bisa membeli lebih dari 90% saham Hontaro yang beredar di pasar saham.

__ADS_1


Bahkan jika ada kenaikan harga saham pada saat pembelian, setidaknya dia bisa memperoleh sekitar 85 % saham Hontaro!


15% sisanya hanya milik pemain kecil, semua itu sudah tidak lagi penting.


Saham yang diterbitkan ini menyumbang 70 % dari saham perusahaan Hontaro sebelum go public. Dia mengambil 85 % saham Hontaro di pasaran, setara dengan 60% keseluruhan saham Hontaro, dan menjadi pemegang saham terbesar!


Oleh karena itu, dia sangat yakin dan tidak terburu-buru sama sekali.


Tetapi dia tidak tahu sama sekali bahwa gara-gara hari ini dia belum membeli saham, terjadi kekacauan besar di pasar saham.


"Nona Lia, kamu menghabiskan begitu banyak uang hari ini, aku benar-benar merasa tidak enak!"


Robert sedikit malu.


Di pagi hari, uang yang dihabiskan Lia untuknya hampir 2 miliar!


Tidak perlu dihitung yang lain, hanya satu jam tangan saja sudah menghabiskan lebih dari 1 miliar!


Ditambah lagi dengan pakaian, sepatu, dan ikat pinggang, dapat dikatakan bahwa semuanya diganti baru, kecuali gaya rambut.


Lia menghela napas dan berkata, "Aku juga tak berdaya, kamu tidak mengerti situasi keluarga Setiawan! Kalau dilihat dari luar Grup Setiawan tampak sangat hebat, tapi sebenarnya Grup Setiawan tidak dapat menghindari nasib konflik keluarga, terutama putra pamanku, Alex, dia melakukan segala sesuatu untuk merebut kursi direktur Grup Setiawan dariku!"


Robert mengangkat alisnya, dia tahu siapa itu Alex.


Dia pernah melihat namanya di sistem Berita Utama Besok. Sebenarnya, Lia seharusnya telah diberhentikan dari jabatannya karena kejadian kebakaran di gudang Grup Setiawan, posisinya diganti oleh Alex, tapi kejadian itu berhasil dicegah oleh Robert.


Bahkan kejadian mencelakai Lia pada saat itu, sangat mungkin Alex adalah dalang di belakangnya!


Lia melanjutkan, "Kali ini, kakekku memberi tahu kepada semua orang kalau dia akan mencarikan pacar untukku di perjamuan! Aku curiga demi menghadapiku di perusahaan, Alex sengaja menghasut kakekku, aku takut masuk ke dalam jebakannya, itulah kenapa aku memintamu untuk berpura-pura menjadi pacarku."


Robert menyeringai dan berkata, "Kamu benar-benar memandang tinggi diriku, aku tidak punya kepercayaan diri untuk menghadapi Alex. Aku hanya bisa mengatakan bahwa aku akan mencoba yang terbaik untuk membantumu!"


"Selama kamu mau membantuku! Mari kita bersulang," kata Lia.


Robert mengangkat gelasnya dan berkata, "Mari."


Setelah meminum segelas jus, Robert hendak berbicara, tapi ponselnya tiba-tiba berdering.


Robert mengeluarkan ponsel, yang meneleponnya adalah sebuah nomor yang tidak dikenal, jadi dia mematikan panggilan.


Aku sedang mengobrol dengan direktur cantik, tidak boleh mengganggu kami!


Namun, baru saja menutup panggilan, ponselnya berdering lagi, mungkin orang yang meneleponnya ada hal yang mendesak!


"Maaf, aku menerima panggilan dulu."

__ADS_1


Selesai berkata, Robert menekan tombol jawab, dan berkata dengan nada marah, "Halo! Siapa kau!"


“Tuan Robert, mohon jangan menutup telepon, tolong beri aku waktu satu menit! Cukup satu menit!" Suara cemas seorang pria terdengar dari telepon.


Robert berkata, "Aku tidak tertarik, bye-bye!"


Pasti orang yang menjual asuransi!


"Tiga puluh detik! Beri aku waktu tiga puluh detik! Tolong!" Pria di ujung telepon itu memohon.


Pria di ujung telepon itu hampir menangis.


Mereka akhirnya menemukan nomor ponsel yang ditinggalkan Robert ketika dia membuka rekening di perusahaan sekuritas. Mereka berencana untuk melakukan tawar-menawar dengan Robert, dan kemudian mentransfer saham Hontaro yang ada di tangan mereka kepada Robert.


Saham ini bukan saham biasa, tetapi saham asli perusahaan Hontaro.


Tetapi begitu mereka menelepon, Robert langsung mematikan panggilan!


Setelah menelepon untuk kedua kali, sikap Robert sangat dingin, dia tidak tertarik untuk berbicara dengan mereka, sehingga membuat mereka ketakutan setengah mati.


Dia sudah kehilangan minat pada saham Hontaro kita?


Robert bergeming.


Robert merasa tak berdaya ketika mendengar suara orang di ujung telepon menangis.


“Oke, katakan, hanya tiga puluh detik!” Robert berkata dengan tak berdaya.


"Baik, Tuan Robert!"


Orang di ujung telepon segera berkata, "Aku adalah pemegang saham Hontaro, dan sekarang kami memiliki saham sebesar 10 miliar saham yang setara dengan 20% dari saham Hontaro! Kami bersedia mentransfer sepenuhnya dengan harga delapan ... enam miliar kepada Anda, apakah Anda bersedia mengambil alih?"


Dia ingin mengatakan delapan miliar!


Tetapi karena takut Robert akan menutup teleponnya, dan dia hanya punya waktu 30 detik, jadi jika dia tidak bisa membuat hati Robert tergerak, maka dia akan kehilangan semuanya!


Jadi lebih baik rugi sedikit daripada tidak mendapatkan apa-apa!


Setelah mendengar perkataan orang tersebut, Robert tertegun, kelopak matanya berkedut.


Woh!


20% saham hontaro?


Dan hanya 6 miliar?

__ADS_1


Jika ditambah 60% yang dia peroleh, bukankah itu berarti dia memiliki 80% saham Hontaro?


Kenapa dirinya begitu beruntung?


__ADS_2