
Di Perusahaan Bursa Efek Jakarta.
Setelah Robert menutup panggilan Elysia, dia langsung membuka rekening.
Jika bukan karena buru-buru membuka akun, dia tidak akan menutup telepon Elysia.
Inilah saat yang paling ia nantikan!
Proses pembukaan rekening sangat cepat, hanya membutuhkan sekitar 10 menit.
Begitu mendapatkan akun rekening, Robert langsung merasa lega.
"He...hehe..." Dia tidak bisa menahan tawa.
Ini bukan akun rekening saham biasa, tetapi akun berisi uang triliunan!
“Hei, hei, bisakah kamu berhenti tertawa seperti ini? Melihatnya membuatku merinding!” Kelvin mengeluh.
Robert tertawa dan berkata, "Kamu tahu apa, hah? Ini adalah kunci gerbang kekayaan!"
"Huh...!"
Kelvin memutar matanya dan berkata, "Jangan mimpi siang bolong kamu. Kamu kira begitu membeli saham bisa langsung jadi kaya? Jangan bermimpi! Apakah kamu tahu harus beli saham apa baru bisa kaya?"
“Tentu saja! Baru-baru ini aku mendapatkan satu saham yang bagus, dan aku punya firasat saham itu akan meroket!” kata Robert.
"Hah? Saham yang mana? Coba kasi tahu, biar aku bantu analisis."
Kelvin berkata, lalu menarik Robert untuk melihat pasar hari ini.
Ada panel besar, dan ada banyak tampilan kecil di bawah, yang bisa langsung dioperasikan oleh mereka.
Saat itu sore hari, dan sudah ada banyak orang di bursa saham.
Mendengar Robert mengatakan bahwa ada saham yang akan meroket, banyak orang diam-diam mendekatkan telinga mereka.
"Hehe."
Robert tersenyum dan berkata, "Saham Energi Baru Hontaro, coba kamu cari! Aku akan membelinya!"
__ADS_1
"Um?"
Mata Kelvin melebar ketika mendengar kata-kata Robert, dan berkata dengan tidak percaya, "Saham yang mana? Energi Baru Hontaro? Hei, aku tidak salah dengar?"
Melihat reaksi Kelvin, Robert merasa heran.
Ekspresi macam apa ini?
Bukankah itu hanya saham energi baru?
Apakah perlu begitu bersemangat?
Pada saat ini, orang-orang yang berdiri di sebelah mereka langsung tertawa.
"Menarik, masih ada orang yang ingin membeli saham Energi Baru Hontaro!"
"Melihat anak muda itu begitu semangat, aku kira dia mendapatkan saham bagus. Ternyata saham energi baru!"
"Dan Energi Baru Hontaro lagi, haha!"
"..."
Orang-orang itu berkata sambil menggelangkan kepala.
Ada apa?
Melihat Robert bingung, Kelvin di sebelahnya menjelaskan dengan wajah muram. "Robert, apakah kamu gila? Kamu ingin membeli saham Energi Baru Hontaro?!"
“Apa maksudmu?” Robert bertanya.
Kelvin menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Kamu masih ingat kan, saat hari pertama masuk kuliah, aku kehilangan semua uangku di saham."
Robert menganggukkan kepalanya dan berkata, "Iya."
Selama beberapa hari itu, Kelvin menangis setiap hari, dan Robert yang menghiburnya dari hari ke hari.
Kelvin mengambil napas dalam-dalam dan berkata dengan wajah muram: "Tahun itu, saham konsep energi baru lagi panas-panas, dengar kabar beberapa tahun kedepan akan ada energi baru yang akan menggantikan energi minyak!"
Robert menganggukkan kepala.
__ADS_1
Masalah ini bukan rahasia, semua orang tahu tentang itu.
Namun, selang waktu tidak terlalu lama, tidak ada orang lagi yang membicarakan saham itu, karena keterbatasan sumber energi baru terlalu besar dan terlalu banyak masalah.
Kelvin melanjutkan, "Pada saat itu, semua saham energi baru meroket tinggi! Terutama Hontaro, aku menaruh semua uang di saham ini! Dan saham ini juga tidak mengecewakanku, melonjak terus sampai 6 kali lipat!"
“6 kali lipat, kok kamu malah rugi?” Robert bertanya.
Kelvin mengerucutkan bibirnya dan berkata, "Karena anjlok! Pada saat itu, saham energi baru lainnya naik perlahan dengan stabil, hanya saham ini yang melonjak tinggi. Saat itu aku sudah merasa ada yang tidak beres, aku curiga ada cukong di belakangnya. Tepat aku mau jual, saham langsung anjlok! Banyak orang yang takut dan ingin jual, tapi tidak ada bisa menjualnya! Sampai sekarang aku masih ada 400 juta di sana!"
Mendengar ini, seorang pria paruh baya di sebelahnya berkata dengan ekspresi sedih. "Kamu hanya 400 juta, aku beli 1 miliar pada saat itu! Sekarang, kalau ada orang yang mau beli akan aku jual semuanya, tapi sayang tidak ada yang mau membelinya!"
"Aku tidak beli sebanyak itu, aku hanya beli 200 juta! Tapi semuanya tertahan di sana, tidak bisa dijual sama sekali!"
"Oh... Energi baru hanya viral sesaat saja! Dua tahun ini sudah tidak ada yang main!"
"Iya, benar! Orang-orang yang sebelumnya menyerukan energi baru menggantikan bahan bakar minyak, sekarang mana ada terdengar lagi!"
Sekelompok orang menghela napas, dapat dilihat bahwa orang yang membeli saham Energi Baru Hontaro mengalami kerugian besar.
Termasuk Kelvin, juga menjadi depresi.
"Robert, sekarang kamu sudah tahu kan risiko perdagangan saham? Dengarkan kata-kataku, tidak peduli siapa yang merekomendasikan saham ini kepadamu, jangan percaya, dia pasti ingin menipumu! Jangan sentuh saham ini, tahu?" Kelvin berkata dengan serius.
Robert menggaruk kepalanya.
Mungkinkah dia salah baca? Dia mengeluarkan ponselnya dan membaca judul headline-nya sekali lagi.
Benar kok, memang saham Energi Baru Hontaro, kodenya juga benar.
Dengan kata lain, saham ini pasti akan meroket, tidak peduli seberapa buruk saham ini sebelumnya, itu adalah masa lalu.
Alasan mengapa energi baru semakin mengecil itu karena keterbatasan teknologi. Namun, menurut berita, seorang ahli di perusahaan Energi Baru Hontaro secara tidak sengaja mencapai terobosan baru!
Pada saat ini, Kelvin menepuk bahu Robert dan berkata, "Ayo balik dulu, aku akan mencarikan beberapa saham bagus untukmu. Besok kamu bisa beli dan coba dulu. Jangan sembarangan beli, nanti macam aku waktu itu."
Setelah berbicara, dia menghela napas dan berjalan keluar sendirian.
Robert buru-buru mengikuti dan berkata, "Kelvin, apakah kamu tidak percaya padaku?"
__ADS_1
"Tidak percaya!"
Kelvin langsung menggelengkan kepalanya dan berkata: "Tidak peduli apa yang kamu katakan, aku tidak akan menyarankan kamu membeli saham ini!"