Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
185


__ADS_3

Di panggung yang gelap, Robert duduk di depan piano, suara yang berisik di telinga hilang seketika, hanya ada piano di depan matanya.


Di tengah panggung. Setelah lagu yang dinyanyikan Jasmine selesai, suara Ricky terdengar di headphone-nya.


"Jasmine, pianis telah diganti menjadi Tuan Robert, kau harus mengendalikan situasi di panggung, jangan sampai terjadi kesalahan!"


Jasmine mengangguk, lalu menatap ke arah posisi piano yang tersembunyi di dalam kegelapan.


Di sana, bisa samar-samar terlihat sosok seseorang yang berpakaian jas hitam.


"Jasmine!"


Saat Jasmine selesai bernyanyi, penonton di tempat langsung berteriak.


Jasmine tersenyum dan berkata, "Apakah kalian masih mau dengar?"


"Mau!"


"Jasmine, lanjut! Penonton sudah ribuan!"


"...”


Satu kata dari Jasmine langsung menghidupkan kegembiraan penonton.


Mengendalikan situasi panggung, berarti mengendalikan waktu, suasana di tempat, dan menangani kejadian mendadak.


Dalam hal ini, Jasmmine telah menjalani pelatihan profesional dan tahu dengan pasti apa yang harus dilakukan di setiap langkah.


"Baiklah!"


Jasmine tersenyum kecil dan berkata, "Terima kasih kalian menyukaiku, selanjutnya, aku akan menyanyikan lagu [Berjanji untuk Tetap Tersenyum] untuk kalian semua."


Melodi lagu ini agak lembut, dan lebih banyak menggunakan suara vokal, membutuhkan kemampuan menyanyi yang sangat baik, tetapi tidak memiliki permintaan yang terlalu tinggi untuk piano, orang yang memiliki dasar bermain piano sudah dapat memainkannya.


Setelah mendengar Jasmine akan menyanyikan lagu Berjanji untuk Tetap Tersenyum, penonton di bawah panggung langsung bersorak.


"Baik!"


"Aku suka lagu ini!"


"Kami datang ke konser ini hanya untuk lagu ini!"


"..."


Ini adalah lagu yang membuat Jasmine terkenal, lagu yang mengekspresikan kisah seorang gadis yang berjanji untuk tersenyum saat putus dengan pacarnya, tapi tidak bisa melakukannya.


Tidak ada kata "menangis" di seluruh lirik lagu.


Namun, rasa sakit dan kesedihan gadis di lagu tersebut terungkap dengan jelas, terutama dengan suara vokal Jasmine yang membuat gempar pendengar di seluruh negeri, menjadi lagu yang harus dinyanyikan banyak remaja, dan masuk ke dalam daftar musik terpopuler.


Di tengah panggung.


Jasmine mengangkat tangannya dan memberikan isyarat OK.


Di saat berikutnya, cahaya di atas panggung seketika menjadi gelap, hanya tersisa satu sorotan cahaya biru, disertai dengan sedikit cahaya yang bersinar, menyorot ke tubuh Jasmine dari atas ke bawah.


Konser terlihat seperti hanya menampilkan penampilan satu orang artis.

__ADS_1


Namun di baliknnya, ada sebuah tim yang mendukungnya.


Tidak jauh di sana.


Di sudut panggung.


Robert, yang duduk di depan piano, juga mengangkat tangannya perlahan-lahan dan meletakkannya di atas tuts piano.


[Berjanji untuk Tetap Tersenyum] adalah lagu favoritnya juga, bahkan dia pernah memakai lirik lagu di dalamnya sebagai bio-nya sendiri.


Dia tidak pernah berpikir bahwa suatu saat dia bisa bekerja sama dengan Jasmine dalam lagu ini.


Robert yang memiliki kemampuan 'Dewa Penyayi', pemahamannya tentang lagu ini bahkan bisa dikatakan lebih dalam daripada pemahaman Jasmine.


Meneruskan sesuatu dengan baik, seringkali bukanlah orang yang menciptakannya sendiri.


Di tengah panggung.


Di tengah-tengah cahaya biru, Jasmine menutup mata dan mencari mood terbaik dalam menyanyikan lagu ini.


Menyanyikan lagu dengan baik tidak semudah mengucapkannya, dan tentu saja tidak cukup hanya dengan membuka mulut dan bernyanyi kuat, terutama untuk lagu yang tidak memiliki musik latar dan hampir seluruhnya dinyanyikan dengan vokal, jika mood-nya tidak tepat, tidak akan bisa menyanyikan makna yang tersirat dalam lagu.


Jasmine masih bisa dengan mudah menemukan mood itu di studio rekaman.


Namun di panggung konser yang dipenuhi penonton dengan teriakan ribuan orang, Jasmine menyadari bahwa dia tidak bisa masuk ke dalam mood itu dalam waktu singkat. Hal ini bahkan membuatnya cemas, tetapi semakin cemas, dia semakin tidak bisa masuk ke dalam mood itu.


Di ruang kontrol.


"Apa yang terjadi? Kenapa Jasmine belum mulai bernyanyi?" tanya Ricky dengan cemas.


Lagu vokal seperti ini tidak perlu intro musik, tetapi memerlukan mood yang tepat untuk bisa bernyanyi.


"Apakah Jasmine tidak bisa memasuki mood?" Orang di sampingnya menebak.


"Pasti karena Jasmine tahu Tuan Robert naik ke atas panggung, jadi mentalnya terpengaruh!"


"Benar-benar semakin cemas semakin banyak masalah! Aku sudah bilang tidak boleh membiarkan Tuan Robert tampil! Lagu ini bisa dinyanyikan dengan bagus hanya dengan suara vokal Jasmine, tanpa menggunakan iringan piano."


"Lalu bagaimana sekarang? Apakah harus membiarkan Tuan Robert turun?"


Ricky menarik napas dalam-dalam. "Aku saja yang naik, aku ...."


Ricky belum menyelesaikan kata-katanya.


Pada saat ini, terdengar suara piano di atas panggung yang tenang.


"Gawat!"


Mendengar suara itu, Ricky langsung terkejut.


Menit pertama lagu ini tidak memerlukan iringan musik, hanya perlu suara vokal, hanya bagian akhir baru memerlukan sedikit iringan piano.


Jasmine sudah tidak bisa masuk ke mood yang tepat, sekarang ditambah iringan piano Robert, bukankah akan lebih kacau?


Namun di menit berikutnya, mereka tiba-tiba terkejut.


"Eh?"

__ADS_1


Mereka tiba-tiba menyadari bahwa musik yang dimainkan oleh Robert ternyata sangat cocok dengan lagu ini.


"Lumayan merdu, bukan?"


"Piano yang dimainkan oleh Bos Robert terlalu merdu!"


"Wah! Bosku hebat!"


"..."


Semuanya terkejut.


Di atas panggung.


Setelah mendengar musik yang dimainkan oleh Robert, Jasmine merasa terkesan.


Karena lagu ini sendiri merupakan lagu yang dibuat dan dinyanyikan sendiri olehnya, cukup mendengar beberapa nada yang dimainkan Robert, dia langsung terkejut dan menyadari bahwa musik yang dimainkan oleh Robert seolah-olah dibuat khusus untuk lagu ini.


Sebelumnya, dia hanya bernyanyi dengan vokal karena dia tidak bisa menemukan musik yang cocok dengan suaranya, dan terpaksa hanya bisa memilih untuk tidak memakai iringan musik.


Tetapi sekarang, suara piano yang terdengar saat ini langsung membawanya ke dalam mood lagu ini.


Di kursi penonton.


Saat suara piano terdengar, orang-orang di bawah panggung mulai berbisik.


"Hei? Bukankah lagu ini tidak memiliki intro musik?"


"Ya! Aku juga ingat bahwa lagu ini tidak memiliki intro musik, apa yang terjadi dengan suara piano ini?"


"Tidakkah kalian menyadari bahwa musik piano ini terdengar sangat bagus? Benar-benar cocok dengan lagu ini!"


"..."


Di tengah-tengah kursi penonton.


Pemilik Rose Restaurant, Ryan, setelah mendengar suara piano yang terdengar di atas panggung, tiba-tiba terkejut dan membelalakkan mata, lalu bertanya kepada wanita di sampingnya. "Santi, apakah kau merasa suara piano ini mirip dengan yang dimainkan oleh pemuda di restoran kita bebarapa waktu yang lalu?"


Santi berkata dengan wajah serius. "Aku merasa tidak hanya mirip ..."


Di atas panggung.


Jasmine menutup mata dan menarik napas dalam-dalam.


Kemudian, suara nyanyian Jasmine yang mengesankan terdengar mengikuti suara piano yang indah, dan langsung menyentuh jiwa semua penonton yang hadir, membuat semua orang terharu.


"Merdu sekali!"


"Awalnya hanya merasa lagu ini adalah lagu sedih, tidak disangka akan terdengar begitu bagus!"


"Wah! Suara ini terlalu mempesona!"


"Piano ini, suara ini, luar biasa!"


"Terasa berbeda sekali! Seperti menambahkan jiwa baru! Perasaan ini, membuat orang ingin menangis!"


"Lagu ini kemungkinan akan kembali populer!"

__ADS_1


"..."


__ADS_2