
Setelah berhasil melepaskan diri dari gangguan gadis-gadis itu, Robert akhirnya menghela napas lega.
Kemudian, Robert segera berjalan ke Elysia dan berkata sambil tersenyum: "Terima kasih, untung ada kamu, kalau tidak aku juga tidak tahu harus berbuat apa."
Elysia tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, aku hanya pas lewat sini, dan menyapamu, semoga tidak mengganggumu."
Berdiri dekat dengan sang dewi, begitu melihat pipi lancip Elysia, dan sepasang mata yang cantik, jantung Robert berdetak kencang.
Dia buru-buru melambaikan tangan dan berkata, "Tidak kok? Aku lagi pusing bagaimana cara menyingkirkan mereka. Untungnya, kamu datang tepat waktu! Oh ya, kamu telah membantuku di forum kemarin, aku masih belum sempat berterima kasih padamu. Dan, aku ada meninggalkan pesan di kotak pesanmu, mungkin kamu tidak melihatnya, terima kasih banyak ya!"
"Tak usah sungkan."
Elysia terkekeh dan berkata, "Aku sudah lama tidak senang melihat perilaku Hardi, mentang-mentang dia ketua Osis, selalu saja menggunakan wewenangnya untuk membully mahasiswa lain! Jangan simpan di hati kata-katanya, selama kamu tidak berbuat salah!"
"Aku tahu, awalnya aku sedikit marah, tetapi ketika aku melihat kamu membawa tim-mu memarahi mereka, aku tidak marah lagi! Oh ya, Elysia, kamu mau kemana? Mana tahu kita bisa bareng." Robert bertanya.
“Aku… aku mau ke perpustakaan, jadi kebetulan lewat sini!” Jawab Elysia.
Sebenarnya, dia sengaja kemari untuk melihat situasi Robert, karena mendapat kabar bahwa Robert dipanggil oleh kepala sekolah.
Setelah melihat Robert keluar dari kantor kepala sekolah, dia baru merasa lega, tapi siapa tahu dia malah melihat Robert diganggu gadis-gadis itu, dan terpaksa maju membantu.
Mendengar kata-kata Elysia, Robert langsung berkata, "Aku juga mau ke perpus, ayo pergi bareng?"
Elysia mengangkat alisnya dan mengangguk. "Boleh."
Kemudian, kedua orang berjalan berdampingan ke arah perpustakaan.
Di sepanjang jalan, banyak gadis ingin memperkenalkan diri kepada Robert, tapi begitu melihat Elysia di sebelahnya, mereka tahu diri dan tidak berani.
Itulah kekuatan primadona kampus!
Sebaliknya, banyak pria yang mencaci maki Robert begitu melihat adegan ini.
"Brengsek! Sungguh menyebalkan! Bukankah hanya karena mengendarai Bugatti?!"
"Bung! Itu Bugatti seharga lebih dari 160 miliar! Apakah kamu yakin kata 'hanya' kamu gunakan dengan tepat?"
"Eh......"
Uang 160 miliar itu bagi 99% orang di dunia ini adalah angka yang tidak mampu dibayangkan. Uang yang hampir tidak mungkin diperoleh oleh kebanyakan orang dalam satu kehidupan ini.
"Hei... aku tidak menyangka hati primadona kampus akan tergerak oleh uang!"
__ADS_1
"Iya, primadona kampus benar-benar mengecewakanku!"
"Sang dewi yang suci, sederhana, dan baik yang ada dalam pikiranku, apakah akan meninggalkanku dengan cara seperti ini?"
"..."
Sekelompok pria menatap ke langit dan menghela nafas.
......
Pada waktu bersamaan.
Di ruangan siaran, Freya duduk di bangku, dan bergumam pada diri sendiri: "Tidak mungkin...tidak! Bagaimana mungkin Robert pemilik Bugatti itu? Bagaimana ini bisa terjadi?"
Hardi yang duduk di sebelah berkata dengan wajah muram. "Ada apa denganmu, Freya?"
“Dia hanya anak miskin, bagaimana mungkin dia pemilik Bugatti itu?” Freya terus bergumam pada dirinya sendiri dalam keadaan linglung.
Hingga kini, dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Robert adalah pemilik mobil Bugatti itu.
Dia berpacaran dengan Robert cukup lama, dan karena tidak tahan melewati hari-hari miskin, dia baru memilih putus dengan Robert, dan memilih Hardi.
Tapi baru lewat beberapa hari, Direktur Lia datang ke kampus mencari Robert, dan sekarang Robert datang ke kampus dengan membawa Bugatti.
Dan dia malah memilih putus dengan anak kaya, dan memilih orang lain, sepertinya dia benar-benar sangat bodoh!
Jadi bagaimanapun, dia tidak bisa menerima kenyataan ini.
Hardi mengerutkan kening dan terus membujuknya.
Pada saat ini, pintu ruang siaran tiba-tiba terbuka. Setelah itu, Sutarto masuk dari luar dan berkata kepada Hardi. "Hardi, kepala sekolah ingin bertemu denganmu, ikut aku ke sana."
Hardi melirik Freya, lalu mengangguk, "Baik, ayo pergi."
Selesai berbicara, dia langsung berjalan keluar bersama Sutarto, meninggalkan Freya sendirian dalam keadaan linglung.
Empat sampai lima menit telah berlalu, Freya tiba-tiba menggertakkan giginya.
"Tidak!" Dia meraung dengan suara rendah dan langsung bangkit. Dia tidak mau menerima kenyataan ini!
Ini semua seharusnya milik dia, Robert adalah miliknya, Bugatti juga adalah miliknya!
Dia adalah orang yang paling pantas mendapatkan semua ini, dan semua orang harus merasa iri padanya!
__ADS_1
Detik berikutnya, dia mengambil napas dalam-dalam, seolah-olah telah membuat keputusan yang sulit, dan kemudian langsung berjalan ke luar.
......
Di perpustakaan.
Saat ini masih pagi, tidak banyak orang di perpustakaan. Biasanya lebih ramai di sore dan malam hari.
Setelah sampai di perpustakaan, Elysia memilih sebuah buku, dan duduk membaca buku di dekat jendela.
Robert juga berpura-pura mengambil buku.
Sebenarnya, Robert datang ke pespustakaan bukan untuk membaca buku, dia datang untuk melihat Elysia.
Robert mengambil buku di rak buku, lalu sengaja duduk tepat di seberang Elysia, pura-pura membaca buku, tapi diam-diam melirik Elysia.
Wajah Elysia saat membaca buku benar-benar cantik.
Bulu mata kristal, mata yang suci, wajah yang cantik dan serius ...
Pada saat ini, Elysia tiba-tiba mengangkat kepala dan menatap Robert.
Ekspresi wajah Robert berubah seketika, seperti seorang siswa yang tertangkap basah saat menyontek, dia dengan panik menundukkan kepalanya.
"Um?"
Pada saat ini, Elysia tiba-tiba bergumam.
“Ada apa?” Saat Robert mengangkat kepalanya dengan bingung.
Elysia menunjuk ke buku Robert, dan berkata dengan ekspresi aneh: "Robert, apakah kamu suka membaca buku semacam itu?"
Robert mengernyitkan keningnya. "???"
Dia segera melirik sampul bukunya, dan langsung tercengang.
"Cara ternak sapi dan perawatan"
OMG! Kenapa mengambil buku ini?
"Ehem..."
Robert sengaja batuk, dan diam-diam melirik Elysia, mencoba membuat dirinya terlihat lebih tenang, dan berkata dengan ekspresi serius. "Yah... keluarga Kelvin kan peternak sapi, dia tidak suka baca buku, jadi dia meminta aku mempelajari terlebih dahulu lalu mengajarnya! Um... begitulah!"
__ADS_1