Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Bab 110


__ADS_3

Begitu mendengar apa yang dikatakan oleh si satpam, semua tamu di sekitarnya melebarkan mata mereka dalam sekejap, dan berseru.


"Sial! Bugatti?"


"Apakah dia pemilik Bugatti yang sedang viral itu?"


"..."


Semua orang tercengang.


Mereka semua awalnya berpikir bahwa Robert sedang membual, tetapi mereka tidak menyangka bahwa dia benar-benar begitu hebat, dan ternyata adalah pemilik Bugatti misterius itu!


Tadi Robert meminta maaf kepada mereka bukan karena dia mengakui kesalahannya, melainkan karena tidak ingin berdebat dengan mereka!


Tetapi yang membuat mereka terkejut adalah kenapa seorang pemilik Bugatti makan sate di sini.


Apakah tidak salah?


Hotel kelas atas apa yang tidak bisa dikunjungi, kenapa harus datang ke tempat seperti ini!


Jelas ingin mencelakai orang lain!


Terutama Wellion dan tiga lainnya, semuanya membuka mulut mereka lebar-lebar.


Mereka bertemu dengan Bugatti dan bahkan hampir menabraknya saat perjalanan ke sini, Wellion juga dimarahi oleh Irwan karena ini.


Tetapi mereka sedikit pun tidak menyangka bahwa pria yang mereka ejek dari tadi ternyata adalah pemilik bugatti itu.


Saat ini, mereka hanya dapat menahan perasaan malu, mereka segera menundukkan kepala, bahkan tidak berani melihat Robert.


Tetapi Robert tidak ingin berdebat dengan mereka, dia langsung berdiri dan berjalan keluar bersama satpam karena mobil orang lain masih menunggu di tempat parkir.


Begitu Robert pergi, banyak orang di tempat BBQ segera berdiri.


Termasuk Wellion dan yang lainnya.


"Ayo pergi!"


Wellion berkata dengan suara rendah, saat berikutnya, mereka berempat berdiri, dan berjalan keluar.


Mereka tidak berani tinggal di sini karena takut disalahkan oleh Robert.


Di luar kawasan BBQ.


Begitu Robert berjalan keluar, dia melihat sebuah mobil BMW berada di gerbang tempat parkir dari kejauhan.

__ADS_1


Seorang pria paruh baya berdiri di depan mobil dan menatap Bugatti.


Dia awalnya berpikir bahwa orang tersebut akan marah padanya.


Namun, begitu melihat Robert datang, pria paruh baya itu bukan hanya tidak marah, tetapi juga memberinya sebatang rokok, dia tersenyum dan berkata, "Kak, ini rokok, mobil ini milikmu??"


Robert mengambil rokoknya, mengangguk dan berkata, "Maaf, tadi tidak ada tempat parkir, jadi aku memarkir di sini."


"Tidak apa-apa, aku mengerti kok! Ini kartu namaku. Namaku Abidin, bekerja dalam bisnis penyewaan rumah. Kamu dapat menghubungiku kalau ingin menyewa rumah,” kata Abidin sambil tertawa.


Kemudian Robert memundurkan mobilnya sedikit, dan Abidin buru-buru mengendarai mobilnya keluar, kemudian melambaikan tangan ke Robert sebelum pergi.


Tiga menit kemudian.


Robert selesai memarkir mobil dan berjalan keluar.


Si satpam melihat Robert, dan berkata dengan hati bercampur aduk. "Ckck! Orang kaya benar-benar hebat!"


Dia menghalangi jalan orang lain, tetapi malah mendapatkan rokok dan kartu nama!


Jika diganti dengan orang lain pasti sudah dimarahi sejak awal.


Ketika Robert kembali ke mejanya, dia menemukan bahwa empat orang yang duduk di sebelahnya sudah pergi, tidak hanya itu, tamu juga jauh lebih sedikit.


"Di mana yang lainnya? Kenapa tiba-tiba berkurang begitu banyak tamu?"


Robert bertanya-tanya.


Kelvin menyeringai dan berkata, "Mereka kabur ditakuti oleh Bugatti-mu. Tadi mereka telah mengejekmu dengan kata-kata pedas, mereka takut kamu menyalahkan mereka, jadi segera kabur saat kamu pergi memindahkan mobil."


Robert bergeming.


Lupakan, biarkan saja.


Lagipula itu tidak masalah bagi mereka.


Setelah makan, Robert membawa Kelvin pulang ke rumah.


Mobil Kelvin ada di vila, dan dia tidak boleh mengemudi setelah minum bir, jadi Robert ingin membawanya pulang ke kampus, tetapi Kelvin bersikeras ingin tidur di vila, dia mengancam akan bunuh diri seperti Jasmine jika tidak membiarkannya tidur di vila termewah di Jakarta.


Robert terpaksa mengaturnya untuk tidur di lantai dua.


Kemudian, Robert pergi mandi dan tidur.


Di hari berikutnya, Robert tiba-tiba terbangun oleh suara dering ponsel.

__ADS_1


Dia langsung mengangkat alisnya begitu melihat orang yang menelepon.


Hah?


Panggilan dari ayah!


Penelepon itu tidak lain adalah ayahnya, Antonius Kusnadi.


Robert segera menekan tombol jawab dan berkata sambil tersenyum. "Ayah, sudah sarapan belum?"


Di ujung telepon, Antonius tersenyum dan berkata, "Sudah sarapan, apakah kamu sudah menemukan tempat magangmu?"


"Hampir ketemu, ada apa Ayah?"


"Paman dan sepupumu akan datang ke Jakarta besok, kamu sudah lama di sana dan familer dengan Jakarta, jadi kamu harus menyambut mereka." Antonius tertawa.


"Apa?"


Mata Robert melebar lalu berkata dengan terkejut. "Pamanku dan Alexander akan datang? Apa yang mereka lakukan di sini?"


Untuk pamannya, Junius Kusnadi dan sepupunya, Alexander Kusnadi, Robert benar-benar tidak memiliki kesan yang baik terhadap mereka sama sekali.


Junius melakukan bisnis di kota, dan kondisi keluarganya sangat baik. Sebaliknya, ayahnya, Antonius, adalah seorang petani, kadang-kadang melakukan pekerjaan sampingan di luar, dan ibunya menjahit pakaian untuk orang lain di kampung halamannya, hidup mereka pas-pas saja.


Jadi setiap kali mereka bertemu, Junius selalu mencibir pada mereka, terutama Alexander, sepupu Robert, karena kondisi keluarganya yang baik, dan lebih tinggi dari Robert jadi sering menindasnya.


Meskipun Antonius pernah mencari Junius beberapa kali karena masalah ini, tetapi tidak membuahkan hasil. Bagaimanapun, mereka adalah saudara, tidak mungkin merusak hubungan antar saudara karena masalah sepele ini, hal ini membuat Alexander semakin berani menindas Robert.


Situasi ini baru berakhir ketika Robert memasuki SMP.


Karena saat itu Robert sudah tak bisa bersabar lagi, dia pergi ke rumah Junius dengan membawa pisau, hal ini membuat mereka takut setengah mati.


Oleh karena itu, Robert sangat tidak suka dengan paman dan sepupunya.


Antonius mendengar kata-kata Robert, dan segera tertawa terbahak-bahak, "Keluarga Kusnadi akan segera mempunyai masa depan yang cerah. Kamu tidak tahu ‘kan kalau sepupumu lulus seleksi dan berhasil menjadi trainee di Starway Entertainment beberapa hari yang lalu. Oh ya, kamu pasti tidak tahu apa itu Starway Entertainment, ‘kan? Apakah kamu tahu bintang besar, Jasmine?"


Robert berkata, "... Aku tahu."


Bagaimana mungkin dia tidak tahu!


Mereka makan bersama kemarin!


Alexander menjadi trainee di Starway?


Dia tiba-tiba teringat bahwa Alexander pindah ke jurusan musik karena prestasi akademiknya yang buruk.

__ADS_1


__ADS_2