Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Bab 83 Menerima Tantangan


__ADS_3

Robert tidak banyak menjelaskan untuk menghilangkan keraguan Elysia karena Elysia juga tidak akan mempercayainya.


"Elysia, tunggu aku di sini."


Selesai berbicara, dia berdiri dan berjalan menuju belakang panggung.


Pemuda itu telah mengganggu Elysia sampai di tempat ini, bagaimana mungkin ada alasan baginya untuk takut?


Elysia sedang janjian makan bersamanya, pemuda ini malah berani menyatakan cinta pada Elysia di depannya, berarti pemuda ini tidak menjaga harga dirinya! Dia tidak akan mengampuninya.


‘Aku tidak akan takut untuk bertanding nyanyi, aku akan menantangnya hingga akhir!’


Dewi mengerutkan kening dengan curiga ketika dia melihat apa yang dilakukan Robert.


‘Apa yang akan dilakukan anak ini?’


‘Mungkinkah dia akan bertanding dengan pria ini demi Elysia?’


‘Wah, usia muda benar-benar menyenangkan! Bisa memperjuangkan cinta sesuka hati!’


Pada saat ini, lagu sudah berakhir. Terdengar suara tepuk tangan di seisi restoran.


Di tengah tepuk tangan yang meriah, Dylan melihat ke arah Elysia dan berkata sambil tersenyum. "Elysia, terimalah cintaku? Aku akan selalu sayang padamu!"


"Terima!"


"Terima!"


"..."


Tamu di sekitarnya bersorak.


Pada saat ini, Robert melangkah ke atas panggung.


Melihat Robert, tamu di sekitarnya terkejut dan mulai berbisik.


"Wah! Bukankah ini pria yang duduk di sebelah Elysia?"


"Bukankah dia pacar Elysia? Apakah dia ingin berkelahi?"


"Tidak mungkin, siapa yang berani berkelahi di Rose Restoran? Jangan-jangan dia ingin bernyanyi."


"Iya, mungkin! Tapi pemuda itu bernyanyi dengan sangat baik barusan, apakah pria ini ingin dipermalukan?"


" ...."

__ADS_1


Sebaliknya, Elysia yang awalnya dalam suasana hati yang buruk dan ingin meninggalkan tempat ini tiba-tiba merasakan kehangatan dan menantikan apa yang ingin dilakukan Robert begitu melihat Robert memberanikan diri untuk menantang Dylan diatas panggung.


Dylan mengangkat alisnya saat melihat Robert, dia mengambil mikrofon dan bertanya, "Apakah kamu orang yang mengendarai mobil rendahan itu?"


Robert. " ...."


Mobil rendahan?


Mendengar perkataan Dylan, para tamu tertawa terbahak-bahak.


Mengendarai mobil rendahan untuk berkencan dengan primadona kampus?


Dylan tersenyum dan melanjutkan, "Kenapa? Kamu marah ketika melihat aku menyatakan cinta pada Elysia? Kamu ingin menantangku? Silakan saja."


Robert menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku tidak suka berkelahi, aku hanya ingin mengatakan bahwa suara nyanyianmu sangat jelek. Jangan membuat malu di depan begitu banyak orang kelak!"


Bibir Elysia berkedut saat mendengar ini.


‘Ada apa dengan Robert?!’


Dia berpikir bahwa Robert naik ke atas panggung untuk mengumumkan bahwa dia adalah pacarnya, dan tidak mengizinkan Dylan untuk mengganggunya lagi.


Tidak disangka Robert mengatakan bahwa Dylan bernyanyi dengan buruk.


Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Dylan sama sekali tidak buruk.


Pada saat yang sama, para tamu juga menggelengkan kepala dan berbisik.


"Ternyata dia naik ke atas panggung hanya untuk mengatakan bahwa pemuda itu bernyanyi dengan jelek."


"Mana mungkin nyanyian mahasiswa peringkat tiga besar jurusan musik jelek?"


"Geli sekali! Argumen yang tidak berdasar."


"..."


Dylan mencibir, "Jangan hanya pandai ngomong! Buktikan kalau kamu lebih hebat dariku. Aku akan segera pergi dari sini kalau kamu bernyanyi lebih baik dariku!"


Robert tertawa, dia berbalik dan melambaikan tangannya ke arah belakang panggung.


Segera setelah, sebuah piano hitam besar dibawa keluar.


"Piano?"


Dylan mengerutkan kening dan berkata, "Bisakah kamu memainkan piano?"

__ADS_1


Bukan hanya Dylan, para tamu juga mengangkat alis mereka, termasuk Elysia, semuanya mengerutkan kening.


Untuk apa Robert membiarkan pihak restoran mengeluarkan piano?


Aku akan mengakui keberanianmu meskipun nyanyianmu jelek, tapi untuk apa piano ini? Jangan katakan kalau kamu ingin bernyanyi sambil memainkan piano.”


“Piano bukanlah gitar, kamu dapat memainkan gitar dengan baik hanya dengan latihan selama satu atau dua bulan, tapi bermain piano perlu latihan bertahun-tahun!”


“Nyanyian jelek ditambah suara piano yang asal-asalan akan membuatmu malu di depan semua orang!”


Elysia menutupi matanya dengan tangannya, dan tidak berani melihat lagi.


Benar-benar memalukan ...


Di atas panggung, menghadapi keraguan orang-orang di sekitarnya, Robert tidak menjelaskan apa pun.


Sebenarnya dia sendiri juga tidak yakin, karena dia tidak pernah menyentuh piano sama sekali, bahkan keyboard pun tidak pernah!


Alasan kenapa dia berani meminta pihak restoran menyiapkan piano sepenuhnya karena dia percaya pada sistem Berita Utama Besok!


Menguasai teknik bermain piano dan keterampilan bernyanyi!


Hadiah pemberian sistem pasti sangat mengesankan!


Dia mengambil napas dalam-dalam, berjalan ke piano, membuka penutup piano, dan duduk.


Ketika tangannya menyentuh tuts piano, teknik yang tak terhitung jumlahnya langsung muncul di benaknya, semuanya begitu teratur, seolah-olah semua ini telah sepenuhnya terpatri dalam benaknya.


Ini adalah keterampilan yang menyatu dengan jiwa!


Dia meletakkan tangannya di atas tuts dan perlahan menutup matanya.


Pada saat ini, dia hanya merasa bahwa dirinya langsung menyatu dengan piano, piano adalah dia, dia adalah piano, keduanya bersatu.


Di lantai dua, kantor Rose Restoran.


Pembawa acara wanita yang berpakain cheongsam berdiri dengan hormat di depan jendela kaca, dan disampingnya berdiri seorang pria berusia lima puluhan dengan kacamata berbingkai emas.


"Sungguh menarik."


Pria itu mendorong kaca matanya dan bertanya pada wanita di sebelahnya, "Santi, keahlian pianomu juga telah mencapai level 10. Apa menurutmu pemuda ini bisa bermain piano?"


Pria itu adalah Ryan Tan, pemilik Rose Restoran.


"Jelas tidak. Dia bahkan tidak tahu apa nama dari kaki piano, jadi dia tidak tahu apa-apa tentang piano! Tapi pemuda ini sangat kaya, dia langsung memberi kami 20 juta!" jawab Santi.

__ADS_1


Ryan mengangguk dan berkata, "Yang terpenting dia telah memberi uang, biarkan mereka bermain di atas panggung! Anggap saja sebagai pertunjukan gratis untuk tamu lain! Setelah pertunjukkan selesai, kamu baru pergi meminta maaf kepada para tamu, karena tidak semua tamu menyukai pertunjukkan seperti ini!"


Pada saat Santi hendak menjawab, dia tiba-tiba melirik Robert. Saat berikutnya, ekspresi wajahnya langsung berubah lalu berseru, "Dia ... dia ... bagaimana mungkin?!"


__ADS_2