
Di perumahan Pulomas Residence.
Robert merasa lega ketika mendengar notifikasi di ponselnya yang menandakan transaksi berhasil.
Satu lot setara dengan 100 lembar saham, minimum pembelian saham adalah satu lot. Dalam waktu kurang dari setengah jam, ribuan lot telah dia dapatkan.
Dengan kecepatan ini, tugasnya bisa selesai kurang dari dua jam, bagaimana mungkin dia tidak bahagia?
Saat itu, ponselnya berdering. Robert mengeluarkannya dan melihat bahwa yang menelepon adalah OJK.
"Halo, Tuan Robert? Kami mendeteksi bahwa Anda membeli 40.000 saham Hontaro. Apakah Anda yang mengoperasinya sendiri?" tanya orang di ujung telepon.
Robert tahu bahwa ini adalah pemeriksaan biasa, wajar saja dia diperiksa karena membeli begitu banyak saham sekaligus.
"Iya, aku yang membelinya sendiri." jawab Robert.
"Lalu tahukah Anda seberapa berisiko saham ini? Kalau Tuan Robert membutuhkan bantuan, kami dapat memperkenalkan tim manajemen keuangan profesional dan pakar saham kepada Anda!" kata orang itu di ujung telepon.
Membeli enam miliar saham sekaligus, investor seperti ini sudah bisa dikatakan adalah paus besar.
Jika mereka bisa mendapatkan investor besar seperti ini, mereka bisa mendapatkan uang banyak hanya dari komisi yang mereka peroleh.
Robert menggelengkan kepala, "Tidak, aku hanya tertarik pada saham Hontaro."
"Oke, kalau begitu aku tidak akan mengganggu Anda."
Kemudian, telepon ditutup.
Begitu telepon ditutup, Kelvin meneleponnya, suaranya penuh ketidakpercayaan.
"Halo? Robert, apakah kamu yang membeli saham Hontaro sebanyak enam miliar?"
"Ya, bukankah aku sudah memberitahumu kemarin?" kata Robert sambil tersenyum.
"Sialan!"
__ADS_1
Kelvin mengucapkan kata-kata kasar, "Ada apa denganmu, kamu tidak bilang padaku bahwa kamu akan membeli enam miliar sekaligus! Apakah kamu gila?"
Robert mendengus dan berkata, "Lalu apa yang bisa kulakukan? Paling banyak hanya bisa membeli enam miliar."
Kelvin, "..."
Di ujung telepon, terdengar Kelvin menarik napas dalam-dalam, bisa dibayangkan betapa tak berdayanya si Kelvin ini.
Setelah beberapa saat, Kelvin baru berkata dengan santai, "Kalau tidak ada batasan, apakah kamu masih berencana untuk membeli semua saham Hontaro?"
“Iya, mungkin!” jawab Robert.
"Kamu ... kamu benar-benar hebat! Aku senang sekali melihat ada seseorang membeli saham Hontaro, akhirnya aku bisa menjualnya! Ternyata kamu yang membelinya!"
"Apa? Kamu akan menjualnya? Jika benar, aku akan membelinya sepuluh kali lipat," kata Robert.
"Jangan omong kosong!"
Kelvin mendengus dan berkata, "Aku memang ingin menjualnya, tapi tidak ingin merugikanmu! Tidak masalah saham ini tersangkut dua tahun di tanganku! Aku sudah pasrah."
Kelvin, "...kamu adalah orang yang paling bodoh! Siapa lagi yang berani membeli saham Hontaro selain kamu!"
“Oh, itu belum tentu benar. Jika ada spekulan yang melihat aku membeli dalam jumlah banyak, mana tahu hati mereka juga tergerak?” kata Robert.
"Terserah, bagaimanapun itu uangmu! Tapi jika nanti kamu kehilangan uangmu, jangan salahkan aku karena tidak mengingatkanmu!" kata Kelvin.
Robert terkekeh dan berkata, "Tidak akan! Oh ya, kamu bilang mau membeli perusahaan cangkang untukku, jangan lupa, semuanya kuserahkan padamu!"
Setelah eksperimen Hontaro berhasil, sahamnya pasti akan mengejutkan semua orang!
Semua ini akan terungkap dalam empat hari.
"Jangan khawatir, aku akan menemukannya dalam tiga hari!" kata Kelvin sambil tertawa.
Setelah menutup telepon, Robert tersenyum, semuanya sudah selesai.
__ADS_1
Sekarang yang terpenting bagi Robert adalah menemukan tempat untuk meletakkan emas.
Bagaimanapun, ini hanyalah rumah sewaan. Pemilik rumah dapat mengusirnya kapan saja dan sampai saat itu terjadi tak mungkin baginya untuk mengeluarkan semua emas itu lagi.
Juga, tak mungkin dia tinggal di sini mengingat selalu ada orang yang meletakkan setumpuk barang di depan pintu rumahnya.
Setelah siap, Robert langsung keluar dan menuju Boulevard.
Boulevard adalah area apartemen elit di kota ini. Hanya orang kaya yang tinggal di sana. Belum lagi fasilitas keamanan yang berteknologi tinggi sehingga Robert tak perlu khawatir untuk menyimpan emasnya di sana.
Dulu, dia sama sekali tidak berani membayangkan bisa membeli rumah di sini.
Namun sekarang berbeda, dia tidak hanya memiliki lebih dari enam puluh miliar, tapi juga memiliki satu ton emas. Selain itu, saham Hontaro akan melonjak tajam, jadi bukan masalah besar untuknya membeli vila di sana.
Dalam setengah jam! Robert sampai di Boulevard.
Di pintu masuk, sebuah Ferrari terparkir di sana. Seorang pria dan wanita tampak sedang melaporkan diri. Di samping mereka seorang satpam berdiri tegak menjaga posnya.
Robert memandang satpam, dia hendak turun dari mobil untuk melapor.
Pagar gerbang tiba-tiba terbuka, kemudian satpam memberi hormat padanya.
Robert, "???"
Bisa langsung masuk?
Melihat bahwa satpam tidak bermaksud menghentikannya, dan bahkan tidak meliriknya sama sekali, Robert pun mengendarai mobil dan langsung masuk.
Di sebelah satpam.
Gadis berpinggang ramping yang sedang melapor, menoleh dan melihat mobil Robert masuk, dia segera mengerutkan kening dan bertanya kepada satpam, "Kenapa dia bisa langsung masuk tanpa melapor? Sedangkan kami harus melapor untuk bisa masuk ataupun keluar!"
Satpam meliriknya dan tidak menjawab.
Gadis berpinggang ramping itu tampak marah, lalu pria di sebelahnya segera menariknya dan berbisik, "Sudahlah Lina, jangan ribut-ribut lagi! Kalau kamu mengendarai Bugatti Chiron, kamu juga bisa langsung masuk!"
__ADS_1
Pria itu bernama Saputra, dia datang ke sini untuk melihat-lihat apartemen atas perintah ayahnya dan sekaligus pamer pada pacar barunya.