
Di perpustakaan.
Begitu suara Elysia jatuh, seisi perpustakaan menjadi sunyi dalam sekejap.
Tidak peduli siswa yang sedang membicarakan, atau Freya yang sedang menggenggam tangan Robert, mata semua orang langsung melebar.
Apa yang dia katakan?
Lepaskan pacarnya?
Elysia adalah pacar Robert?
Kapan mereka mulai pacaran?
Pada saat ini, semua orang menatap mereka dengan tidak percaya.
Tidak hanya orang-orang ini, termasuk Robert sendiri juga ikut tercengang.
Ini……
Aku? Pacarnya?
OMG!
Aku tidak salah dengar?
Kapan? Kenapa aku tidak tahu?
Kebahagiaan selalu datang secara tiba-tiba!
Seolah orang-orang di sekitar tidak dapat memahami apa yang dia maksud, Elysia langsung berkata dengan suara dingin yang mendominasi: "Apakah kamu tidak mendengar apa yang aku katakan? Sekarang Robert adalah pacarku, ke depannya tolong jauhi dia, jangan ganggu dia lagi!"
Selesai berbicara, Elysia langsung mendorong Freya yang masih kebingungan, dan berjalan keluar perpustakaan sambil menarik Robert.
Freya menatap dengan linglung ke arah Elysia dan Robert yang telah pergi, dan tercengang dalam sementara waktu!
Elysia sudah menjadi pacar Robert?
Pada saat ini, Freya hanya merasa dirinya seperti orang paling bodoh di dunia ini!
Robert miskin yang yang baru putus tidak lama dengannya, langsung direbut oleh primadona kampus dalam sekejap! Dan memperlakukannya penuh cinta.
__ADS_1
Padahal sebelumnya, Robert hanya miliknya seorang!
Jika dia tahu ini sejak lama, dia tidak akan pernah putus dengan Robert.
Tetapi, dia malah melepaskannya begitu saja!
Adapun pikiran untuk bersaing dengan Elysia, dia sama sekali tidak berani!
Di seisi kampus, siapa yang tidak tahu bahwa Elysia adalah kekasih impian semua anak laki-laki?
Hanya saja sangat disayangkan, selama empat tahun di kampus, dia tidak pernah berpikir untuk pacaran. Dan tidak pernah terdengar dia memiliki skandal dengan siapa pun.
Bahkan ada beberapa bos besar ingin menarik perhatiannya, tetapi semuanya dia tolak.
Dan oleh karena itu, begitu mendengar Elysia mengatakan bahwa Robert adalah pacarnya, Freya langsung menyerah dan tidak berani bersaing dengannya.
Sedangkan Robert, sampai saat ini masih dalam keadaan tercengang.
Mengikuti Elysia, Robert menatap punggung Elysia yang tinggi dan menawan, mencium aroma segar rambut panjang Elysia yang ada di udara, dan merasakan tangannya yang lembut, seolah-olah berada dalam mimpi.
Kekasih impiannya sedang menariknya pergi?
Jika ini mimpi, dia berharap selamanya tidak bangun dari mimpi indah ini!
Sampai mereka berdua keluar gedung, Elysia baru melepaskan tangan Robert, dan menghela napas lega.
Ketika Elysia melepaskan tangannya, Robert baru sadar kembali.
Dia menelan ludah, dan berkata dengan gembira. "Elysia... ini ..."
Elysia menepuk dadanya, wajahnya yang halus dan cantik memerah, dan berkata dengan panik. "Jangan salah paham, aku mengatakan itu karena tidak ingan Freya terus mengganggumu."
Begitu mendengar ini, kegembiraannya langsung tenggelam.
Dia kira bisa berkencan dengan Elysia. Ternyata hanya membantunya melepaskan diri dari Freya...
Sia-sia begitu bersemangat!
"Terima kasih, Elysia, jika bukan karena kamu membantuku, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa." Robert berkata dengan memaksakan senyum di wajah...
Pada saat kondisi seperti tadi, jika Elysia tidak membantunya, dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, apapun yang dia lakukan, Freya pasti akan terus mengganggunya.
__ADS_1
Elysia terkekeh pelan. "Tidak usah sungkan, kita kan teman."
Robert menyeringai, lalu berkata sambil tersenyum. "Ya! Kita kan teman!"
Robert merasa menjadi teman lebih baik daripada menjadi orang asing. Dia merasa bisa menjadi teman biasa Elysia sudah cukup baginya untuk membual untuk waktu yang lama.
Elysia melihat kembali ke arah perpustakaan, dan berkata, "Freya tidak mengejar lagi, dia seharusnya tidak akan mengganggumu lagi!"
Selesai berbicara, Elysia menoleh untuk menatap Robert, lalu memiringkan kepala dan bertanya, "Oh ya, aku tidak berbuat salahkan barusan? Freya kan mau balikan dengan kamu."
"Tentu saja tidak! Aku hanya takut kata-kata kamu barusan merusak reputasimu di kampus, kamu kan bilang aku pacarmu," kata Robert.
Elysia melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak masalah, aku tidak peduli. Bagaimanapun, itu tidak berpengaruh pada ujian masuk pascasarjana-ku, aku tidak peduli omongan orang lain, apa yang harus kulakukan akan tetap aku lakukan."
Robert merasa apa yang dikatakan Elysia memang benar.
Dengan pengaruh Elysia di kampus, bahkan jika ada rumor, mana mungkin bisa mempengaruhi reputasinya?
Dia masih kekasih impian semua pria di kampus ini!
“Oh ya, Robert, aku sudah membantu, lalu bagaimana kamu akan berterima kasih padaku?” Elysia tiba-tiba bertanya, matanya yang besar dan cantik berkedip-kedip dan menatap Robert.
"Ini... bagaimana kalau aku mentraktirmu makan malam saja?" Robert berkata dengan ragu-ragu.
Pada saat yang sama, Robert membayangkan makan malam berduaan dengan Elysia, suasana di bawah cahaya lilin, dan mengagumi wajah cantik Elysia, akan betapa indahnya perasaan seperti itu?
“Boleh!” Elysia menjawab sambil tersenyum.
"Hah? Apakah kamu bersedia?" Robert langsung bersemangat.
Jawaban Elysia benar-benar diluar dugaannya.
Dia tidak menyangka Elysia langsung menerima ajakan makan malam bersamanya.
Lagi pula, ini baru pertama kalinya dia berbicara dengan Elysia, dan mereka masih tidak terlalu akrab.
“Ya, bisa makan gratis, kenapa tidak, kan?” Elysia tersenyum sambil membelai poni di depan dahinya.
“Oke! Kalau begitu nanti malam ya!” Robert langsung menepuk pahanya dengan penuh semangat.
“Kalau begitu aku kembali dulu!” Selesai berkata, Elysia berbalik dan lari dengan gembira.
__ADS_1