
"Ayo kita ganti restoran saja, ya?"
Lia menyarankan.
Robert langsung mengangguk, begitu banyak hal yang terjadi di sini, dia tidak punya selera untuk makan di sini.
Setelah beberapa saat, keduanya tiba di restoran lain.
Setelah memasuki kamar pribadi, Lia terus menatap Robert dengan perasaan bingung.
Robert menyentuh wajahnya dan bertanya dengan bingung, "Apakah ada sesuatu... di wajahku?"
Lia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada."
Selesai berbicara, dia masih saja terus menatap Robert.
Robert: "..."
Kalau tidak ada sesuatu di wajahku, untuk apa menatapku seperti ini?
Robert menggaruk kepalanya, merasa malu karena terus-terusan ditatap Lia, dan berkata: "Apakah... wajahku kotor?"
"Tidak juga," jawab Lia.
Selanjutnya, dia terus memiringkan kepalanya dan menatap Robert.
Sambil menatapnya, dia mengedipkan kedua matanya yang besar dari waktu ke waktu.
Robert sangat pemalu, dia tidak tahan ditatap terus-terusan oleh Lia, wajahnya langsung memerah.
Apa maksud dari tatapannya ini?
Wow, kalau ada sesuatu, katakan saja secara langsung, tidak perlu terus menatapku, oke!
Tunggu sebentar!
Apakah dia tertarik padaku?
Atau ingin minta dicium?
Robert menjadi bersemangat dalam sekejap!
Haruskah aku mengambil inisiatif?
Tapi apa yang harus aku lakukan jika bukan?
Ketika Robert menatap pipi halus Lia dan bibir merahnya yang cantik, tiba-tiba hatinya berdetak kencang.
Lupakan saja!
Tidak mau peduli!
Robert menarik napas dalam-dalam dan menyemangati diri sendiri!
Satu tarikan napas, dua, tiga, empat...
Ketika dia menghirup napas sampai 999, Lia tiba-tiba membungkukkan badan, lalu berkata dengan tulus: "Tuan Robert, kali ini untung ada Anda, jika tidak, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana menyelamatkan diri! Terima kasih, Tuan Robert."
Robert terkejut, dan kemudian wajahnya sedikit memerah.
Apa? Bukankah kamu ingin menyatakan cinta padaku?
Hampir saja!
Hampir saja membuat kesalahan besar!
Robert bergegas memapah tangan kecil Lia dan berkata, "Tidak perlu berterima kasih, kejadiaan hari ini benar-benar tidak ada hubungannya denganku!"
Bercanda!
Robert tidak ingin Lia salah paham dan mengira bahwa dirinya bisa memakai sihir.
Namun, tangan kecil Lia benar-benar sangat lembut.
Saat memegangnya di Sky Hotel tadi, dia tidak terlalu memperhatikan karena terlalu gugup.
Robert meremas tangannya tanpa sadar.
__ADS_1
Lia sama sekali tidak tahu apa yang dipikirkan Robert, dan berkata dengan tulus: "Tuan Robert terlalu merendahkan diri, hari ini aku baru tahu kekuatan Tuan Robert! Bagaimana Anda tahu bahwa Steven akan mengalami kecelakaan?"
Ketika Robert mengingatkannya akan terjadi kebakaran di gudang, dia sudah merasa bahwa Robert bukan orang biasa.
Saat ini, Lia semakin merasa takjub, Robert mengatakan bahwa Steven akan tertimpa bencana, dan yang dikatakannya benar-benar menjadi kenyataan!
Lia tidak percaya jika Robert mengatakan bahwa itu hanya kebetulan saja!
Robert kemungkinan besar adalah seorang yang memiliki ilmu tinggi tapi berpura-pura menjadi orang biasa.
"Tidak peduli apakah kamu percaya atau tidak, yang terjadi hari ini benar-benar hanya kebetulan. Aku tidak tahu apa yang terjadi sama sekali, aku hanya berkata asal-asalan saja." Robert tertawa.
Lia: "..."
Benar saja, orang yang biasanya suka menyombongkan diri bahwa betapa hebatnya mereka, seringkali tidak kompeten!
Semakin kuat seseorang, semakin merendahkan diri, sama seperti Robert saat ini.
Orang seperti ini harus dijadikan teman baik!
Mungkin di masa depan, Robert akan dapat banyak membantunya, seperti saat ini, dia berhasil menyelamatkannya dari tangan Steven.
Tak lama kemudian, makanan segera dihidangkan.
Setelah duduk, Lia tampak khawatir dan berkata: "Tuan Robert, kali ini Steven mengalami kecelakaan parah. Dia pasti tidak akan melepaskanmu. Sangat mungkin dia akan mencari masalah denganmu! Aku yang menyebabkan kamu terlibat! Tolong maafkan aku!"
Robert menyeringai dan berkata: "Aku sudah mengatakan bahwa kejadian hari ini tidak ada hubungannya denganku, bukan aku yang melukainya, hanya kebetulan dia tertimpa sial hari ini, bahkan jika mereka ingin mencari masalah, mereka juga tidak dapat menyalahkanku!"
Sebelum berurusan dengan Steven, dia sudah mempertimbangkan kemungkinan ini, jadi dari awal hingga akhir, dia menjaga jarak lebih dari satu meter dari Steven.
Bahkan jika keluarga Anderson ingin menyelidikinya dan mencari masalah dengannya, mereka juga tidak memiliki alasan yang kuat.
"Keluarga Anderson tidak akan peduli dengan semua itu."
Lia menghela napas: "Steven telah menderita cedera yang begitu parah. Keluarga Anderson pasti akan mencari seseorang untuk melampiaskan amarah mereka, Julfikar dan yang lainnya pasti akan menemukan cara untuk menyalahkanmu!"
Mendengar perkataan Lia, Robert sedikit terkejut.
Benar juga, tidak semua orang bertindak sesuai aturan.
Namun, dia sama sekali tidak menyesal dengan apa yang telah dilakukannya!
“Kalau begitu biarkan mereka datang mencariku!” Robert berkata dengan yakin.
Dengan memiliki Sistem Berita Besok, dia tidak percaya tidak mampu menangani keluarga Anderson!
Lia merenung sejenak, dan bertanya dengan rasa ingin tahu: "Tuan Robert, Anda seharusnya tahu bahwa latar belakang Steven benar-benar luar biasa. Apakah kamu tidak memikirkan konsekuensinya setelah membantuku?"
"Aku tentu saja sudah memikirkannya. Tapi, mana mungkin aku bisa melihatmu pergi dibawa pria bejat itu? Kamu keluar bersamaku. sebagai seorang pria, tentu saja aku harus melindungimu! Benar, kan?"
Lia terdiam beberapa saat ketika mendengar perkataan Robert.
Meskipun perkataan yang dikatakan Robert sangat sederhana, tapi ada berapa orang yang mampu melakukannya?
Saat bertemu dengan gangster, Robert mengabaikan keselamatan pribadi, dan menyelamatkannya, dan kali ini pun Robert menyelamatkannya lagi!
Lia tidak tahu harus berkata apa.
Lia terdiam sejenak, lalu berkata denga tak berdaya: "Tuan Robert, di masyarakat sekarang ini, hanya ada sedikit orang yang sepolos Anda!
Robert tertegun sejenak, lalu tertawa, "Tidakkah menurutmu lebih keren seperti ini? Aku tidak peduli apa yang orang lain lakukan, aku hanya peduli dengan apa yang ingin aku lakukan, tidak peduli bagaimana hasilnya, asalkan sudah berusaha, itu sudah cukup!"
Lia mengangguk dan berkata, "Benar-benar sangat keren! Paling keren se-Jakarta! Tapi apa yang harus kamu lakukan selanjutnya? Mereka adalah keluarga Anderson. Apakah Tuan Robert tidak khawatir?"
"Apa yang perlu dikhawatirkan? Karena semuanya telah terjadi, khawatir tidak ada gunanya!"
Lia mengacungkan jempol kepada Robert: "Tuan Robert memiliki mentalitas yang hebat!"
"Apa boleh buat! Ini semua karena paksaan kehidupan!"
Dia sudah banyak memakan derita sejak kecil, jika dari kecil dia suka peduli dan membandingkan dirinya dengan orang lain, maka dia tidak mungkin bisa bertahan hidup sampai sekarang!
Lia menghela napas tak berdaya, dan berkata, "Untuk mengungkapkan permintaan maaf dan terima kasihku, aku akan bersulang untuk Tuan Robert."
Selesai berbicara, Lia berdiri dan menuangkan segelas anggur.
Kemudian, Robert langsung terpana...
__ADS_1
Wow, Lia benar-benar sangat cantik!
Masih belum minum anggur, Robert sudah merasa mabuk!
Setelah meminum dua gelas anggur, Robert hampir saja tak sadarkan diri.
Ada wanita cantik dan anggur yang menemaninya, ditambah dirinya yang tidak kuat minum anggur, bagaimana mungkin dia tidak mabuk?
Namun, ada bagusnya jika mabuk, setidaknya bisa melepaskan segalanya, mengobrol dengan Lia tanpa khawatir, dan tidak malu-malu seperti sebelumnya!
Ada anggur dan makanan, keduanya mengobrol dan tertawa, dari topik keluarga Anderson, hingga Grup Setiawan, lalu sampai ke Universitas Indonesia...
Robert adalah mahasiswa senior yang lagi magang, Lia baru saja lulus kuliah tidak lama, keduanya memiliki banyak topik pembicaraan yang sama.
Tentu saja, itu semua karena dua gelas anggur itu, jika tidak, Robert yang biasanya pemalu tidak mungkin berani mengobrol dengan lepas!
Keduanya mengobrol selama satu jam penuh.
Setelah itu, Lia langsung mengantar Robert kembali ke rumah, sekalian dia ingin mengetahui tempat tinggalnya!
Pintu belakang perumahan Pulomas Residence.
Robert turun dari mobil, Lia tiba-tiba mengeluarkan sebuah amplop dan menyerahkannya kepada Robert, dan berkata, "Tuan Robert, ini sebagai tanda terima kasihku. Anda buka setelah sampai di rumah!"
Setelah mengucapkan selamat tinggal, Lia langsung pergi!
Robert menatap Maserati yang telah pergi, dan melihat amplop di tangannya.
Tanda terima kasih?
Apakah ini surat cinta yang ditinggalkan Lia untuknya?
Memikirkan hal ini, Robert langsung bersemangat, lalu segera berlari kembali ke ruang bawah tanah.
Mencuci tangan! Lalu membuat teh!
Kemudian duduk di sofa dan mengeluarkan amplop itu.
Dalam hidup, juga perlu memperhatikan ritual.
Baru setelah dia membuka amplop itu, dia menemukan bahwa tidak ada surat cinta di dalam amplop itu sama sekali, hanya ada selembar kertas.
Semangat Robert langsung padam dalam sekejap.
Hanya saja setelah melihat dengan jelas isi dari kertas itu, semangat yang baru saja padam, hidup kembali, dan berseru 'Wow'!
Ini adalah selembar cek dengan nilai 20 miliar!
20 miliar!
Robert langsung kegirangan.
Terakhir kali, Lia memberinya 10 miliar.
Sekarang Lia memberinya 20 miliar lagi, jadi totalnya 30 miliar, ditambah 1,4 miliar milikinya, begitu banyak uang, villa biasa tidak lagi cukup!
Pada saat ini, ponselnya berdering, ternyata Lia yang menelepon.
"Halo, Tuan Robert, apakah Anda sudah melihat ceknya?"
"Sudah Nona Lia, Anda benar-benar terlalu segan, memberiku begitu banyak uang sekaligus! Aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih padamu!"
"Tuan Robert tidak perlu sungkan. Tuan Robert tidak hanya membantuku menghindari bencana kebakaran di gudang Grup Setiawan, tetapi juga menyelamatkanku dari tangan Steven. Bantuan sebesar itu, 20 miliar ini sama sekali tidak seberapa, tetapi sangat disayangkan, tidak terlalu banyak likuiditas yang bisa kugunakan. Jadi hanya ini yang bisa kuberikan."
"Ini sudah sangat banyak!"
"Baiklah Tuan Robert, sampai disini dulu, kita bicarakan lagi jika ada kesempatan. Ada lampu lalu lintas di depanku. Aku harus menutup telepon dulu."
Selesai berbicara, panggilan terputus.
Robert memegang cek senilai 20 miliar, dan berbaring di tempat tidur sambail tertawa lebar, lalu tertidur dalam waktu singkat.
Meskipun dia mudah mabuk, tapi dia tidak pernah membuat masalah saat mabuk, biasanya akan langsung tertidur jika menemukan tempat tidur.
Di dalam mimpi,
Tempat tidur di bawah badannya telah menjadi lutut Lia...
__ADS_1