Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Hadiah Dari Robert


__ADS_3

Saat suara itu jatuh, seorang pria agak gemuk berjalan masuk ke kantor.


Ketika Jamil dan yang lainnya melihat orang yang berjalan, mereka segera menyapa dengan hormat, "Halo, Pak Julfikar."


Handoko memicingkan mata dan menjawab, "Pak Julfikar? Kapan kamu kembali?"


Orang yang masuk tidak lain adalah Dekan Urusan Akademik mereka, Julfikar.


Yang membuat Handoko merasa bingung adalah bukankah Julfikar sedang menemani orang penting saat ini?


Dia sudah memberinya cuti seminggu, kenapa tiba-tiba kembali?


Handoko tidak tahu kalau tokoh penting yang ditemani Julfikar sedang terbaring di ruang ICU saat ini.


Semua ini berkat 'Stiker Kesialan Super' Robert.


Julfikar khawatir keluarga Anderson meminta pertanggungjawaban darinya, jadi setelah mengatur urusan di sana, dia segera kembali.


Dia juga memutuskan untuk mencari bajingan itu dan membalas dendam.


Sayang sekali dia tidak tahu siapa nama bajingan itu, jadi dia tidak bisa melakukan apa-apa.


Julfikar menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Aku baru saja kembali! Kudengar ada perkelahian di kampus! Kampus kita adalah kampus terkemuka, bagaimana bisa terjadi hal seperti ini?? Masalah ini harus diselidiki sampai tuntas!"


Amarah kemarin masih belum dia lampiaskan, sekarang kebetulan bertemu kejadian seperti ini, jadi pas dia bisa sekalian melampiaskan amarahnya.


Mendengar ini, Handoko menghela napas tak berdaya.


Julfikar adalah Dekan Urusan Akademik, pangkat mereka sama tinggi, Handoko juga tidak berani memprovokasinya.


“Baiklah, karena Pak Julfikar sudah kembali, masalah ini diserahkan sepenuhnya padamu saja.” Handoko langsung melempar tanggung jawab atas masalah ini.


Masalah ribet ini, Handoko juga tidak ingin mengurusnya. Karena Julfikar ingin mengurusnya, biarkan dia yang menanganinya.


Handoko percaya bahwa Robert mampu mengatasi masalah ini. Jika Robert tidak mampu, maka dia baru akan membantunya. Dengan begitu, dia bisa menghindari konflik langsung dengan Robert, tidak hanya itu, dengan bantuan yang dia berikan, mana tahu tokoh penting di belakang Robert akan mengingatnya, dan mungkin dia akan dipromosikan dari jabatan saat ini.


Julfikar tidak tahu apa yang dipikirkan Handoko, dia langsung mengangguk, "Oke!"

__ADS_1


Setelah berbicara, dia menoleh dan berkata kepada Jamil, "Dosen pembimbingmu Jackson, ‘kan?"


"Ya," jawab Jamil dengan ekspresi senang.


Julfikar mengangguk, mengeluarkan ponsel, dan langsung menelepon Jackson.


Jackson yang menerima panggilan segera bergegas ke asrama putra.


Pada saat yang sama, Jeffri, Louis dan yang lainnya bergegas ke UI secepat mungkin.


 ————


 Sebagai tokoh utama atas masalah ini, Robert tidak tahu apa-apa.


Awalnya, saat Jamil dan yang lainnya pergi, dia juga berencana untuk pergi.


Adapun apa yang dikatakan Jamil dan Antoni barusan, dia sama sekali tidak peduli.


Dia sedang ada janji makan malam dengan Elysia. Sekarang sudah hampir waktunya, dia harus kembali untuk mandi dan merias diri, setelah itu baru bisa berkencan dengan gadis cantik, bukan?


Namun, ketika hendak pergi, dia melihat wajah Kelvin yang tampak sedih.


Kelvin menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak apa-apa, terima kasih telah membantuku barusan," tapi wajahnya masih terlihat tidak senang.


Robert melirik wajah Kelvin, setelah memikirkan dengan cermat, dia langsung mengerti.


Tampaknya harga diri Kelvin terluka oleh kata-kata mereka barusan.


Semakin seseorang terlihat ceria, semakin sensitif mereka pula, dan Kelvin termasuk dalam tipe ini.


Robert berjalan ke arah Kelvin, dan berkata dengan wajah serius, "Bro, tidak perlu serius menanggapi kata-kata orang-orang itu, kamulah selamanya sahabat terbaikku.”


Kelvin mengangkat kepala dan mengambil napas dalam-dalam, lalu tersenyum, "Tidak apa-apa! Aku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan."


Meskipun telah mengatakan demikian, senyum di wajahnya masih tampak tidak senang.


Robert kembali berpikir selama beberapa saat.

__ADS_1


Tampaknya kata-katanya barusan sama sekali tidak berpengaruh.


Namun, saat ini dia mau pergi berkencan, tidak punya waktu untuk menghibur Kelvin lagi.


Robert menarik napas dalam-dalam lalu menggunakan senjata pamungkasnya.


Dia menepuk bahu Kelvin dan berkata dengan tatapan serius, "Bro, aku tahu kamu ahli dalam hal investasi. Aku butuh bantuanmu, apa kamu bersedia?"


Kelvin mengangkat kepala dan bertanya dengan penasaran, "Membantu apa? Menjelaskan saham padamu? Bukankah sudah kujelaskan!"


"Bukan saham."


Robert menggelengkan kepala, "Ini tidak ada hubungannya dengan saham! Aku ingin kamu...membantuku menangani sedikit emas!"


"Oh, emas..."


Kelvin tertegun sejenak, lalu tiba-tiba melebarkan mata dan berkata, "Apa?! Emas katamu?"


Robert mengangguk dan berkata, "Ya, emas."


Satu ton emas harus diuangkan.


Meskipun emas adalah aset yang paling berharga dan bisa disimpan dalam waktu lama, tapi untuk apa jika hanya tergeletak di gudang? Apa bedanya dengan tumpukan besi tua? Bukankah lebih baik diuangkan?


Namun, untuk satu ton emas terlalu banyak, Robert tidak punya cara yang bagus untuk menggantinya menjadi uang, jadi hanya bisa mencari seseorang untuk membantunya.


Meskipun Kelvin ternak sapi di kampung, itu adalah pekerjaan yang paling dia benci!


Menurutnya, ternak sapi tidak sesuai dengan kepribadiannya, jadi dia mati-matian belajar ilmu ekonomi dan cara berinvestasi agar bisa memperoleh posisi yang enak di Jakarta, lalu meninggalkan identitasnya sebagai peternak sapi profesional.


Robert merasa Kelvin adalah orang yang paling cocok untuk membantunya menangani satu ton emas ini.


Kelvin adalah satu-satunya orang yang dia kenal, dan satu-satunya sahabat yang paling dia percayai.


Tidak peduli kapan pun, dia akan tanpa syarat percaya pada Kelvin, sama seperti Kelvin percaya padanya.


Jika sebelumnya, dia tidak bisa menjelaskan darimana dia mendapatkan begitu banyak emas, saat ini dia memiliki alasan yang tepat untuk mengatakan bahwa dia berasal dari keluarga kaya dan terkemuka!

__ADS_1


Begitu mendengar kata ‘emas’, Kelvin segera menggosok tangannya dengan penuh semangat, "Berapa kilo emas? Jangan katakan padaku hanya beberapa gram saja, ya!"


Dia dari awal sudah ingin investasi emas, hanya saja belakangan ini dia kekurangan uang!


__ADS_2