
Kepala manajer Hotel Fantasy mungkin tidak dikenal oleh orang biasa.
Tetapi, Junius dan anaknya sangat akrab dengannya. Karena ketika mereka datang, Andi yang menangani penerimaan mereka.
Bukan hanya mereka, 26 artis lainnya dari perusahaan Starway Entertainment juga ditangani oleh Andi.
Dikatakan bahwa kartu VIP ini adalah kartu VIP yang dipesan langsung oleh bos besar perusahaan Starway dan bos besar hotel Fantasy, Andi sangat mementingkan hal ini jadi memilih untuk menangani semuanya sendiri.
Namun, hal ini tidak menghalangi Junius menggunakan topik kartu VIP untuk membual.
Saat melihat Andi, Junius segera berkata dengan antusias. "Oh, Tuan Andi sudah datang?"
Setelah itu, dia segera memperkenalkan kepada Antonius dan istri. "Aku akan memperkenalkan kepada kalian, ini adalah Tuan Andi, kepala manajer Hotel Fantasy! Seluruh hotel di bawah kepemimpinannya, dia datang untuk menemui Alexander!"
Antonius yang berdiri di pintu terkejut mendengar kata-kata itu.
Mereka hanya makan di sini, tetapi kepala manajer hotel bintang lima datang langsung untuk memberi dukungan?
Apakah Alexander begitu hebat?
Menghadapi kepala manajer hotel bintang lima, Antonius tidak berani ceroboh sedikit pun, dia segera berkata dengan sopan. "Halo Tuan Andi."
Junius juga segera memberikan isyarat kepada Alexander, agar dia segera menyapa Andi.
Jika ingin membual, tentu saja harus berakting sepenuhnya agar terlihat meyakinkan. Jika tidak, bukankah mudah terbongkar? Selain itu, saat mereka datang sebelumnya, saat Alexander menunjukkan kartu VIP, ekspresi hormat di wajah Andi bukan pura-pura. Bagaimanapun, Jusnaidi satu keluarga tidak mengerti apa-apa, sekedar bersikap sopan pada Andi, Antonius dan yang lainnya juga tidak akan bisa mengetahuinya.
Saat melihat tatapan ayahnya, Alexander segera berdiri dari tempat duduknya, dengan antusias menyambut Andi dan berkata, "Tuan Andi, apakah ada hal yang ingin dibicarakan denganku? Aku ...."
Namun, Alexander belum sempat menyelesaikan ucapannya.
Andi tidak menghiraukannya, dia memindai ruangan, seketika wajahnya langsung bersinar, lalu langsung melewati Alexander.
Kemudian, dia langsung menuju ke arah Robert, lalu menunduk dan bersikap sangat sopan. "Maafkan aku Tuan Robert, tidak tahu Anda akan datang, mohon maaf karena tidak datang menyambut."
"Ini ...."
Saat melihat adegan ini, semua orang di ruangan terkejut dengan membelalakkan mata.
Bukankah Andi datang untuk menemui Alexander?
Kenapa dia pergi menemui Robert?
Bahkan bersikap sopan dan meminta maaf?
Apa yang terjadi?
Terutama Antonius dan istrinya, mereka sangat terkejut.
__ADS_1
Jika bukan karena diperkenalkan oleh Junius sebelumnya, Antonius tidak akan percaya bahwa Andi yang terlihat ketakutan saat ini adalah kepala manajer Hotel Fantasy.
Ini adalah kepala manajer hotel bintang lima!
Tidak perlu membandingkan hal lain, hanya dengan identitas ini saja, sudah cukup untuk mengalahkan sebagian besar orang di dunia ini.
Namun sekarang, Andi terlihat ketakutan di depan Robert?
Apakah salah orang?
Ayah dan ibunya paling memahami Robert daripada siapa pun, dia hanya seorang mahasiswa semester empat yang masih dalam masa magang dan belum memiliki pekerjaan tetap.
Dilihat dari penampilan Andi, jika bukan salah mengenal orang, lalu apa yang terjadi?
"Tuan Andi, kurasa Anda salah mengenal orang, bukan?" Antonius bertanya dengan hati-hati, khawatir menyinggung Andi.
Junius juga segera berkata, "Iya, Tuan Andi, anakku Alexander ada di sini, itu Robert, hanya seorang mahasiswa miskin saja!"
"Diam! Tidak boleh menghina Tuan Robert!"
Andi menegaskan dengan dingin, kemudian melihat Junius. "Aku datang ke sini untuk menyambut Tuan Robert, bagaimana mungkin salah orang? Kalau masih berani menghina Tuan Robert, percaya tidak, aku akan mengusir kalian?"
Bagaimana mungkin dia salah mengenal bos sendiri?
Beraninya dia mengatakan bahwa bos besar hanya seorang mahasiswa miskin.
Untuk bos barunya ini, dia hanya pernah bicara melalui telepon sekali saja dan tidak pernah bertemu.
Saat mendengar satpam di depan pintu mengatakan bahwa bosnya datang, dia terkejut dan segera datang.
Di mata orang biasa, dia adalah seseorang yang terhormat.
Namun di mata bos besar, dia hanya alat yang dapat diganti kapan saja, jika ada yang menyinggung bosnya, satu kata dari bos saja dia akan dipecat dari kursi kepala manajer.
"Ini ...."
Alexander terkejut setelah mendengar ucapan Andi.
Junius bertanya dengan bingung. "Tuan Andi, apa maksud kata-katamu itu?"
Tetapi, Andi tidak memedulikannya sama sekali, dia langsung berkata dengan hormat kepada Robert. "Tuan Robert, apakah ada yang ingin Anda perintahkan?"
Dia datang ke sini hanya untuk Robert, tidak ada hubungannya dengan Alexander dan lainnya.
Jika tidak ada kartu VIP dari Starway Entertainment milik Alexander, Andi bahkan tidak akan menghiraukan mereka sama sekali.
Robert melambaikan tangannya. "Tidak ada, kau kembali saja, kalau ada keperluan aku akan memberitahumu."
__ADS_1
"Baik! Aku tidak akan mengganggu Tuan Robert menikmati hidangan!"
Setelah Andi selesai berkata, dia pun sekali lagi membungkuk hormat kepada Robert sebelum keluar dari ruangan.
Setelah Andi pergi, ruangan tersebut tiba-tiba jatuh ke dalam keheningan.
Dari enam orang, lima orang menatap Robert dengan mata terbelalak.
Mereka semua terkejut oleh apa yang baru saja terjadi.
Sama sekali tidak tahu apa yang terjadi!
Hasilnya, di bawah tatapan mereka, Robert seolah-olah tidak merasa terjadi apa-apa, dia dengan santai duduk di depan meja sambil minum teh dengan santai.
Akhirnya, Junius tidak bisa menahan penasaran, dengan ragu-ragu bertanya kepada Robert. "Robert, kau ... juga kenal dengan kepala manajer hotel ini?"
Sebenarnya sebelumnya mereka yang berpura-pura hebat, tetapi sekarang tidak hanya tidak berhasil, malah dipermalukan.
Junius sebenarnya tidak dapat menerima hasil ini.
Saat Junius selesai berkata, wajah semua orang juga terlihat penasaran.
"Boleh dikatakan kenal," jawab Robert.
Robert menjawab sambil tersenyum kecil. "Aku pernah membantunya beberapa kali, dia berutang budi padaku."
Dia belum melihat apa yang diinginkan keluarga Junius.
Jika mereka ingin berakting, dia akan membiarkan mereka berakting terus.
Menonton pertunjukan, tentu saja harus menonton seluruhnya, jika tidak, tidak akan menarik.
"Hutang budi apa? Manajer hotel besar seperti ini bagaimana mungkin bisa berutang budi padamu?" Antonius bertanya dengan penasaran.
Robert mengangkat tangan sambil berkata, "Dia pernah kehilangan dompetnya, aku yang membantunya mendapatkan kembali."
Wajah Antonius terlihat mengerti, dan berkata, "Oh, ternyata itu sebabnya!"
Keluarga Junius yang ada di sampingnya, setelah mendengar kata-kata Robert, juga menunjukkan ekspresi yang sama.
Jadi itu sebabnya Robert bisa mengenal Andi.
"Heh!"
Paman dan bibi Robert tiba-tiba tertawa dingin, lalu berkata sinis. "Robert juga hebat! Bahkan bisa membantu Tuan Andi ! Tetapi, hutang budi akan berkurang kalau sudah dibalas! Berbeda dengan Alexander, dia disukai Tuan Andi karena kemampuan dan kepintarannya!"
Junius segera melanjutkan, "Dia juga mempunyai kartu VIP, kartu seperti ini tidak mudah didapat oleh orang biasa, Robert tidak punya, 'kan? Pemilik hotel ini juga menilai bahwa putraku akan menjadi artis terkenal di masa depan, jadi memberikan kartu yang begitu hebat kepada kami, tujuannya adalah untuk berkenalan dengan Alexander. Alexander, benar, 'kan?"
__ADS_1
Alexander dengan malu-malu berkata, "Ini hanya bisa dikatakan sebagai kerja sama! Perbedaan status antara aku dengan pemilik hotel ini masih terlihat sangat jelas."