Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Keinginan Freya


__ADS_3

Robert terkejut melihat Jennifer yang terjatuh. Dia secara refleks menghindar ke samping.


Bam!


Jennifer terjatuh ke lantai dengan kuat ...


Robert segera bertanya dengan khawatir, "Kamu baik-baik saja? Kok jatuh? Barusan aku ingin menangkapmu namun kamu sudah jatuh duluan."


Jennifer, "..."


Dia akhirnya sadar, Robert sama sekali tidak tertarik padanya.


"Aku baik-baik saja."


Jennifer menggertakkan giginya dan bangkit dari lantai sendirian, dia meminta maaf dan berkata, "Maaf, aku tidak hati-hati dan terjatuh, apakah membuatmu terkejut?"


"Tidak kok, kamu istirahat saja dulu, aku bisa lihat-lihat sendiri." kata Robert.


Jennifer mengangguk dan berkata, "Oke, kakiku sedikit terkilir, aku duduk dulu sebentar."


Dia perlu beristirahat sebentar, kalau tidak rasanya dia tidak tahan lagi, kejadian tadi benar-benar memalukan.


Dia duduk di sofa dan berpura-pura menggosok pergelangan kakinya.


Robert mengabaikannya dan melihat rumah sendirian. Bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya dia melihat rumah sebesar ini, jadi wajar dia harus melihat dengan seksama.


Setelah satu jam, Robert kembali ke ruang tamu, Jennifer masih duduk di sana.


"Apakah pergelangan kakimu sudah membaik?" tanya Robert.


Jennifer segera berdiri dan berkata, "Sudah membaik, apakah kamu suka rumah ini? Apakah ada yang perlu direnovasi lagi? Aku akan mencatatnya, paling lama dalam seminggu bisa diselesaikan.”


Robert menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, rumah ini sudah sangat bagus, benar-benar di luar dugaanku, cukup begini saja!"

__ADS_1


"Baik Tuan Robert, silakan ikuti aku kembali ke kantor  pemasaran untuk mengkonfirmasi serah terima rumah," kata Jennifer sambil tersenyum.


"Baiklah, ayo pergi."


Kemudian, keduanya meninggalkan rumah dan kembali ke kantor pemasaran.


Pada saat yang sama, di Kantor Pemasaran Artha Gading Villa Boulevard ...


Dua gadis muda yang cantik dengan pakaian kerja keluar dari ruang ganti.


 "Terima kasih, Kak, telah memperkenankanku bekerja di sini."


Seorang gadis dengan rambut pirang berkata kepada gadis gemuk lainnya.


Gadis yang sedikit gemuk melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak perlu sungkan, aku hanya sebagai perantara, ini semua karena kamu cantik, wawasanmu luas, dan emosimu stabil makanya bisa lolos seleksi dengan lancar, kalau tidak, aku juga tidak bisa merekomendasikanmu."


Gadis ini tidak lain adalah Freya.


Ketika dia pacaran dengan Robert, Robert bekerja empat sampai lima pekerjaan dalam satu hari untuk menghidupinya, tapi dia tidak pernah puas, makanya dia putus dengan Robert dan memilih Hardi. Bersama Hardi, dia menikmati kebahagian karena disanjung banyak orang. Namun, kebahagian ini hanya berlangsung selama satu hari. Di hari kedua, Robert mengendarai Bugatti ke kampus dan menarik perhatian semua gadis-gadis.


Baginya, perasaan ini seperti naik roller coaster.


Kemudian, dia mengabaikan perasaan Hardi, dan memohon untuk balikan dengan Robert, tapi dia tidak menyangka Robert menolaknya.


Dia cantik dan seharusnya disanjung teman-teman sekampusnya, tapi sekarang dia malah menjadi lelucon dan bahan ejekan semua orang.


 Jadi dia meninggalkan kampus dan atas rekomendasi dari seniornya, Yulina, dia bekerja sebagai marketing di Boulevard.


Yulina telah lulus selama dua tahun. Sejak lulus, dia bekerja di kantor pemasaran Boulevard. Dia mengajak Freya untuk bekerja di  sini lebih dari sekali, tapi Freya selalu meremehkan pekerjaan ini.


Namun sekarang, Freya tidak punya pilihan.


Dia ingin kembali hidup disanjung banyak orang, dan ini adalah kesempatan terakhirnya.

__ADS_1


Freya berkata, "Oh ya, bagaimanapun aku tetap harus berterima kasih kepada Kakak karena memberiku kesempatan ini."


Yulina tertawa dan berkata, "Sekarang kita adalah teman baik, Kakak masih harus mengandalkanmu! Tunggu kamu mendapatkan pelanggan kaya, Kakak juga bisa memperoleh keuntungan darimu, kamu benar-benar cantik, apalagi pantatmu ini, sungguh membuatku ngiler!"


Sambil berkata, Yulina mengulurkan tangan dan menepuk pantat Freya.


“Ah.” Freya mendesah, dia mundur dua langkah dan berkata, "Kakak ini suka bercanda, aku yang harus mengandalkan Kakak."


 "Tidak, aku serius, orang-orang yang tinggal di perumahan ini adalah orang-orang kaya, lebih kaya dari mantan pacarmu! Aku sudah melihat banyak karyawan di sini menjadi pacar orang kaya, Kakak percaya kamu juga akan segera mendapatkan pacar seperti itu. "kata Yulina sambil tertawa.


Hati Freya tergerak ketika mendengar ini.


Inilah alasan kenapa dia datang untuk bekerja di sini.


Dia tidak rela, dia ingin tetap tinggal di kota sebagai istri muda yang kaya, dia tidak ingin kembali ke desa dan menikahi seorang petani.


Dia datang bekerja di sini juga karena Yulina sering menceritakan hal-hal seperti ini kepadanya.


Dia ingin memberi tahu Robert bahwa tanpa mengandalkannya, dia juga mampu menjadi orang kaya.


Meskipun dia berpikir begitu, dia tetap berkata dengan rendah hati, "Aku tidak memiliki kemampuan itu, kelak aku tetap harus mengandalkan Kakak!"


"Freya, kali ini kamu datang tepat waktu!"


Yulina berbisik, "Baru saja ada seorang pemuda super kaya datang membeli rumah yang harganya ratusan miliar, dan dia langsung gesek kartu tanpa basa-basi! Kami semua terkejut. Tidak hanya itu, ketua direksi kami sangat menyukai pemuda itu, dia bahkan langsung memberikannya rumah paling mahal di sini, Artha Gading Villa No. 1!


“Ah? Benarkah?” mata Freya terbelalak karena tidak percaya.


Artha Gading Villa No. 1, dia sering mendengar Yulina menceritakannya.


Itu adalah rumah termahal di seluruh Boulevard, senilai 160 miliar, rumah nomor satu di Jakarta!


Rumah termahal langsung diberikan secara percuma, apakah kamu bercanda?

__ADS_1


__ADS_2