
Begitu Robert mendengar Jacky memperkenalkan Yusuf kepadanya, hatinya tiba-tiba terkejut.
Ternyata Steven dari keluarga Anderson yang terkemuka itu!
Sepertinya kepala pelayan ini datang untuk membalas dendam!
Namun, Robert sudah menduga sejak awal, gara-gara Stiker Kesialan Super, Steven terluka parah dan dibawa pergi dengan ambulans.
Sejak itu, Robert tahu bahwa keluarga Anderson pasti akan mencarinya kelak.
Meskipun dia tidak menyentuh Steven sedikit pun pada waktu itu, Steven terluka para dengan cara yang aneh, dialah orang yang paling dicurigai, ditambah dengan hasutan kedua bersaudara keluarga Setiawan, keluarga Anderson pasti datang mencarinya.
Namun, mereka tidak dapat menemukan bukti, jadi Robert tidak takut pada mereka.
“Ya, benar.” Robert mengangguk.
Melihat ekspresi Yusuf yang muram, Lia buru-buru berdiri di depan Robert, dan segera berkata kepada Yusuf. "Tuan Yusuf, kami juga sangat menyesal terhadap apa yang terjadi pada Tuan Muda Anderson, tetapi masalah ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan kami. Kami tidak menyentuhnya sama sekali, aku tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mengalami kecelakaan separah itu!"
Yusuf mengangguk dan berkata sambil tertawa kecil. "Jangan panik Direktur Lia, aku tidak bermaksud apa-apa. Kami dan polisi telah melihat dari rekaman cctv pada waktu itu! Kami juga telah menyelidiki semua kamera lain di sekitar, kami tahu masalah ini tidak ada hubungannya dengan kalian! Kalau tidak, kalian juga tidak mungkin masih bisa berdiri di sini!"
Lia menarik napas lega setelah mendengar ini.
Tetapi kemudian, Yusuf melanjutkan. "Cedera Tuan Muda membuat Tuan Besar Anderson dan istrinya sangat sedih. Baru-baru ini, Tuan Besar dan istrinya menemani Tuan Muda mengobati cederanya di Malaysia, dan mereka telah mencari para ahli medis hebat dari seluruh dunia, hanya dalam beberapa hari mereka telah menghabiskan biaya ratusan miliar!"
Robert mengangkat alisnya, dia akhirnya mengerti kenapa sudah lewat begitu lama keluarga Anderson masih belum mencarinya, ternyata mereka sibuk mengobati cedera Steven.
__ADS_1
Fraktur kominutif pada betis, fraktur kominutif pada paha, fraktur kominutif pada kedua lengan!
Cedera yang begitu serius, meskipun bisa disembuhkan, diperkirakan juga akan setengah cacat.
“Aku sangat bersimpati dengan apa yang terjadi pada Tuan Muda Anderson, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan kami. Kami hanya bisa mengatakan bahwa ini adalah malapetaka yang tidak bisa dihindari!” Robert berkata langsung.
"Jangan berbicara omong kosong!"
Jacky di sebelahnya mencibir. "Tuan Muda Anderson sangat mulia, dia tidak mungkin terkena malapetaka! Perkataanmu-lah yang mengakibatkan Tuan Muda Anderson menjadi cacat! Beraninya kamu mengatakan semua itu tidak ada hubungannya denganmu? Aku bisa memastikan bahwa kamulah yang melakukannya!"
"Jangan asal bicara!"
Robert langsung menjawab, "Kamu tidak punya bukti, kamu tidak boleh asal menuduhku?"
Yusuf berkata, "Aku juga ingin menanyakan hal ini, Tuan Robert, sejauh yang aku tahu, setelah Tuan Muda Anderson bertengkar denganmu, kamu tiba-tiba mengatakan bahwa Tuan Muda Anderson bernasib buruk, dan akan segera terkena malapetaka! Kemudian Tuan Muda Anderson benar-benar mengalami serangkaian kecelakaan yang mengerikan! Bagaimana kamu menjelaskan hal ini?"
Begitu mendengar perkataan Robert, sudut bibir ketiga orang itu berkedut tanpa sadar.
Sihir?
Mengambil nyawa orang dari ribuan kilometer jauhnya?
Berani sekali dia berkata seperti ini!
Melihat penampilan orang-orang ini, Robert diam-diam tertawa di dalam hatinya.
__ADS_1
Kadang manusia itu sangat aneh, jika kamu tidak mengatakan kebenarannya, mereka akan menebak yang bukan-bukan, tetapi jika kamu mengatakannya secara terang-terangan, mereka tidak akan percaya.
"Jangan salah paham, Tuan Robert."
Yusuf berkata, "Aku hanya mewakili Tuan Besar Anderson untuk mencari tahu apa yang terjadi pada saat itu. Bagaimanapun, apa yang terjadi pada Tuan Muda Anderson pada waktu itu benar-benar terlalu aneh!"
Robert merentangkan tangannya dan berkata, "Bukankah kalian mencurigai bahwa aku yang melakukannya? Kalau aku benar-benar memiliki kemampuan seperti itu, bukankah aku sudah menjadi dewa? Apakah kamu percaya kalau aku mengatakan bahwa kamu akan segera mengalami malapetaka?"
Kemudian, Robert menoleh ke Jacky dan berkata, "Dan kamu, kalau aku bilang kamu akan segera mati, apakah kamu percaya?"
"Robert! Perhatikan identitasmu, jangan menunjuk dengan jarimu! Dia adalah kepala pelayan keluarga Anderson!" Jacky berkata dengan marah.
Robert merentangkan tangannya dan berkata, "Aku hanya ingin kalian melihat apakah perkataanku bisa berubah menjadi kenyataan atau tidak."
"Tuan Robert."
Yusuf berkata, "Aku akan melaporkan kepada Tuan Besar Anderson dengan jujur! Adapun apa yang akan dia lakukan, aku tidak bisa ikut campur."
"Terserah," kata Robert dengan acuh tak acuh.
"Tuan Besar Setiawan sudah datang!"
Entah siapa yang berteriak, perhatian semua orang yang hadir, termasuk Robert dan lainnya langsung tertuju pada pria tua yang sedang berjalan masuk ke manor dengan langkah kaki yang energik, pria tua itu tidak lain adalah Bambang, kepala keluarga Setiawan, dia masuk dengan ditemani para senior tua yang memiliki kedudukan tinggi di Jakarta, termasuk Wiranto juga ada di antara mereka.
“Tuan Robert, kita ngobrol lagi kalau ada kesempatan.” Melihat tamu-tamu besar sudah datang, dia tidak lagi menghiraukan Robert lalu berbalik dan pergi.
__ADS_1
Jacky mendengus kuat lalu juga berjalan pergi.