Aku Menggali 1 Ton Emas

Aku Menggali 1 Ton Emas
Pahlawan Teladan


__ADS_3

Melihat penampilan tak berdaya Julfikar, Robert, Kelvin dan lainnya tertawa.


Barusan Julfikar begitu sombong, sekarang dia ketakutan seperti seekor tikus.


Pada saat yang sama, pandangan Robert terhadap Handoko juga sedikit berubah.


Tidak seperti penampilan luarnya yang terlihat baik, ternyata pria tua ini begitu licik, dia benar-benar hebat!


Untungnya, dia tidak memiliki pandangan buruk padanya, dan malahan membantunya beberapa kali, dia benar-benar orang yang baik.


"Lihat pekerjaan yang kalian lakukan! Bagaimanapun, kamu tidak boleh membawa emosi pribadimu ke dalam pekerjaan!" teriak Iskandar dengan marah kepada Julfikar.


Julfikar hanya bisa menundukkan kepala dan menjawab iya.


Di luar kantor, para mahasiswa yang melihat semua ini sangat terkejut.


Mana pernah mereka melihat Dekan Bidang Akademik dimarahi seperti ini?


Ini semua hanya karena Julfikar ingin membalas dendam pada Robert, tetapi sekarang Robert baik-baik saja, dan malahan dia yang di tegur habis-habisan!


Robert benar-benar hebat!


Tentu saja, yang lebih mengejutkan mereka adalah fakta bahwa Robert-lah pahlawan yang menyelamatkan penumpang dalam kecelakaan bus itu!


Berita menyebar dengan cepat di zaman sekarang ini, berita mengenai seorang pahlawan yang menyelamatkan nyawa 29 orang tersebar dalam kurun waktu kurang dari setengah hari!


Ternyata pahlawan itu ada di samping mereka, dan orang itu adalah Robert.


Ini sangat mengejutkan mereka!


Iskandar benar-benar marah besar, dia memarahi Julfikar hampir lima menit.


Kemudian, Iskandar memandang Robert dan berkata, "Anak muda, aku telah menegur Pak Julfikar dengan tegas, aku harap kamu tidak menyimpannya dalam hati! Kami telah mengatur wawancara denganmu, bagaimana kalau kamu menerimanya?"


Robert berpikir sejenak.


Di sini? Sepertinya hanya bisa begitu!


Adapun masalah ini, kesalahan tidak pada Julfikar, dia adalah Dekan Bidang Akademik yang memiliki hak untuk mengeluarkan mahasiswa. Hanya saja sialnya, dia bertemu Robert.

__ADS_1


Selain itu, begitu masalah ini menjadi masalah besar, nama baik kampus, bahkan kota akan tercemar, jadi semua orang harus menahan diri.


Hasil ini adalah hasil terbaik.


Namun, Robert ingat tamparan Julfikar terhadap Kelvin.


Tamparan ini akan dibalas cepat atau lambat!


Robert menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Semuanya mengikuti rencana Sekretaris Iskandar saja, tetapi untuk wawancara silakan bertanya dengan pihak kampus karena aku mahasiswa di sini."


Lontarnya seolah-olah berpihak pada kampus.


Ketika Handoko mendengar ini, dia segera berkata sambil tersenyum, "Oh, tidak... tidak, Robert adalah mahasiswa berprestasi! Untuk masalah wawancara, pihak kampus akan membantu."


"Kalian tangani sepenuhnya saja, aku masih ada urusan, telepon saja aku jika ada masalah." kata Robert.


Handoko menjawab dengan terpaksa, "Baiklah, karena Robert ada urusan, maka kampus yang akan mengatur sepenuhnya wawancara ini."


Ini adalah kesempatan terbaik untuk mempromosikan kampus mereka.


Iskandar juga tidak punya pendapat.


Setelah itu, Robert bergegas berpamitan dengan semua orang, lalu membawa Kelvin keluar dari kantor.


Hari semakin gelap dan Robert masih belum pulang.


Akan sangat disesalkan, jika malam ini dia melewatkan kencan dengan Elysia!


Setelah Robert pergi...


Iskandar menarik napas dalam-dalam, memandang orang-orang di kantor dan berkata, "Kalian sudah lihat, kan? Ini baru namanya melakukan kebaikan tanpa meminta imbalan apa pun! Apakah kalian pikir dia benar-benar ada urusan? Dia tidak ingin terkenal, makanya dia pergi. Lihat baik-baik, inilah sikap yang membuatnya begitu spesial!"


"Ya ya ya…"


Semua orang yang ada di tempat mengangguk berulang kali, termasuk Handoko.


Robert tidak akan pernah menyangka bahwa dia buru-buru pergi berkencan dengan Elysia dianggap sebagai tindakan tanpa pamrih oleh Iskandar.


Setelah meninggalkan kantor, Robert segera pulang.

__ADS_1


Dalam perjalanan, dia menelepon Elysia.


“Halo Elysia, ayo makan bareng?” tanya Robert dengan gugup.


"Robert, sekarang kamu baru meneleponku? Kukira kamu sudah melupakanku, aku hampir selesai makan di rumah. "jawab Elysia di ujung telepon.


“Hah?” Robert tak berdaya.


Sialan! Dia sudah buru-buru, tapi masih saja terlambat.


"Aku…"


Robert menjelaskan dengan cemas, "Bukannya aku lupa, sebenarnya aku ingin mengajakmu makan malam lebih awal, tetapi gara-gara Julfikar aku baru keluar sekarang, dan buru-buru meneleponmu! "


"Yah, tidak apa-apa, aku sudah mendengar kabar ini, dan Sekretaris Iskandar juga datang ke kampus, kan?"


“Ah? Kamu kok tahu?” Robert terkejut.


Dia ingat bahwa siang hari Elysia sudah pulang, sorenya dia tidak datang ke kampus.


Elysia tersenyum dan berkata, "Tentu saja, aku ini siapa, hah! Mata-mata-ku ada di seisi kampus!"


Elysia adalah primadona kampus, berita apa yang tidak dapat dia peroleh?


Diperkirakan ketika Julfikar mulai mencarinya, Elysia sudah menerima kabar itu.


Hanya saja, Robert tidak menyangka Elysia mengetahui kabar ini dengan begitu cepat.


Mungkinkah Elysia selalu memperhatikannya?


Memikirkan hal ini, Robert tiba-tiba menjadi bersemangat dan berkata, "Terima kasih Elysia, aku kira tidak ada orang yang memperhatikanku!"


“Hehe, kamu terlalu banyak berpikir, bukan karena aku memperhatikanmu, tetapi kejadian ini sudah menjadi viral, sulit untuk tidak mengetahuinya! Sudah, cepat pergi istirahat, kurasa kamu sudah cukup lelah seharian ini!"


"Jangan tutup telepon dulu!"


Robert buru-buru berkata, "Lalu tentang makan malam..."


"Kita bicarakan saja besok malam, kebetulan aku ada waktu. Aku harap kamu menepati janjimu ya," kata Elysia.

__ADS_1


Robert segera berkata, "Jangan khawatir! Bahkan jika besok ada masalah besar, itu bukan penghalang untuk mentraktirmu makan malam."


__ADS_2