
Robert tidak memahami apa yang dikatakan Elysia sebelumnya, tetapi dia memahami bahwa Elysia ingin lanjut pascasarjana.
Di saat Sang dewi berkata ingin pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, Robert segera meninggalkan Kelvin sendirian dan mengikuti Elysia ke perpustakaan, dan ketika Sang Dewi berkata ingin lanjut pascasarjana, dua juga ingin lanjut pascasarjana bersamanya!
Robert tahu bahwa hanya dengan mengikuti keinginan Sang Dewi, dia baru bisa selalu bersamanya.
Kopi sudah disajikan.
Robert menyesap seteguk, rasanya cukup enak, tidak ada rasa pahit seperti kopi panas, yang ada hanya rasa manis.
"Robert, cepat sekali kamu mengambil keputusan? Tidak kamu pikirkan lagi?"
Elysia bertanya dengan curiga, dia tidak pernah menyangka bahwa Robert akan begitu bekerja sama dan mendengarkan nasihatnya.
Bukan hanya Elysia, bahkan Dewi juga sedikit terkejut ketika mendengar Robert bersedia ikut lanjut pascasarjana bersama Elysia.
‘Anak ini mengambil keputusan dengan cepat, apakah dia kira lanjut pascasarjana adalah hal yang mudah?’
‘Jangan-jangan tujuannya hanya untuk mendekati Elysia dan tidak sungguh-sungguh ingin lanjut pascasarjana, naif sekali!’
Pada saat ini, Robert menjawab sambil tersenyum. "Tidak cepat kok! Aku sangat tertarik dengan apa yang kamu katakan barusan! Seperti yang kamu katakan, orang yang tamak dan menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan uang pada akhirnya akan hancur dalam ketamakannya dan tidak pernah bisa bahagia! Kebahagian tidak didapatkan dari luar, kita hanya perlu menjadi diri sendiri yang sebenarnya! Aku mengambil keputusan untuk lanjut pascasarjana karena ingin menjadi orang seperti itu!”
Robert menunjukkan keteguhan di wajah untuk menyembunyikan niatnya sebenarnya yaitu hanya untuk mendekati Elysia, lalu berkata serius. "Sungguh! Kamu harus percaya padaku!"
Elysia mengangguk sambil tersenyum saat mendengar ini. "Aku tidak mengatakan bahwa aku tidak percaya padamu, kenapa kamu begitu bersemangat! Tapi, benarkah kamu telah memutuskannya? Tidakkah kamu akan menyesalinya kelak?"
“Tidak! aku tidak akan pernah menyesali keputusan yang kubuat!” kata Robert dengan tegas.
"Baguslah kalau begitu, tapi aku langsung diterima kampus dan tidak perlu mengikuti ujian masuk, Kalau ingin lanjut pascasarjana, kamu harus mengikuti ujian sendiri," kata Elysia.
“Kamu tidak perlu mengikuti ujian?” kata Robert tak berdaya.
Jika Elysia tidak mengikuti ujian, bukankah dia tidak bisa belajar bersamanya?"
"Aku pasti tidak perlu mengikuti ujian. Guru pembimbingku menyisakan satu kuota untukku!"
Robert. " ...."
Inilah orang pintar!
__ADS_1
"Tetapi ... aku bisa membimbingmu. Lagi pula, mengingat prestasi akademik-mu yang biasa-biasa saja, sulit untuk lolos ujian masuk pascasarjana! Jadi ... aku bisa memberikan bimbingan secara gratis."
“Benarkah?” Mata Robert langsung berbinar.
"Tentu saja!" Elysia terkekeh.
Pada saat ini, hidangan disajikan satu per satu, semua hidangan terlihat enak dimata mereka berdua.
Robert dengan antusias meletakkan semua hidangan di depan Elysia, lalu tertawa dan berkata, "Terima kasih banyak! Ayo, Elysia, makan apa pun yang kamu suka."
Elysia mengangkat alisnya, memandang Robert dan berkata, "Robert, apakah kamu sedang memberi makan babi?"
Ia tertawa.
Dewi tidak bisa menahan tawa ketika dia mendengar perkataan Elysia.
Dia tidak tahu bahwa keponakannya ternyata begitu menarik.
Memberi makan babi? Tak disangka dia berkata seperti itu!
Robert tidak mendengar suara tawa Dewi yang tiba-tiba, tapi Elysia dan Dewi telah hidup bersama selama bertahun-tahun, bagaimana mungkin dia tidak mendengar suara Dewi?
Hanya saja ada pembatas di tengah setiap meja, paling-paling hanya bisa melihat sudut meja makan saja.
Dia mengambil napas dalam-dalam dan berkata kepada Robert. "Robert, tunggu aku sebentar."
Selesai berkata, Elysia segera berdiri dan berjalan ke meja nomor 36.
Hanya ada dua meja di antara meja mereka, dan jaraknya hanya beberapa langkah.
Kemudian, Elysia melihat sekilas ke meja makan nomor 36, kepala Dewi bertumpu pada telapak tangannya, dan menatapnya sambil tersenyum.
“Bibi? Kenapa kamu ada di sini?” tanya Elysia dengan suara rendah dan ekspresi tegang.
Dewi balas berbisik, "Aku datang kemari untuk melihatmu, ini bukan hal yang memalukan, ‘kan?"
Elysia. " ...."
Awalnya Elysia ingin memarahi bibinya, tapi pada saat ini Robert tiba-tiba bertanya, "Ada apa, Elysia?"
__ADS_1
Elysia menoleh untuk melihat Robert, dan menemukan bahwa Robert menatapnya dengan curiga.
Kalau dia duduk dengan bibinya, Robert pasti akan salah paham dan sulit untuk menjelaskannya, jadi dia terpaksa melototi Dewi dan kembali ke mejanya.
Untuk perlawanan dan kecaman Elysia, Dewi hanya merentangkan tangannya dan tidak peduli.
Elysia kembali ke mejanya dan melanjutkan obrolan, bertanya tentang kejadian insiden bus kemarin.
Pada saat yang sama, dua mobil SUV diparkir di luar restoran.
Kemudian, tiga orang turun dari mobil.
Salah satunya adalah Hardi, dan dua lainnya, salah satunya mengenakan setelan putih dan terlihat sangat aneh.
“Tuan Muda Andrian, apakah perlu memanggil Elysia untukmu?” Hardi bertanya dengan suara rendah kepada pria itu, tatapannya terlihat dingin.
Pemuda di depannya bernama Dylan Andrian, anak orang kaya dan terkenal di Jakarta. Yang terpenting adalah dia sangat kejam dan memiliki latar belakang yang hebat. Pada dasarnya, tidak ada yang hal yang tidak bisa ditanganinya!
Hardi menghabiskan banyak uang baru menemukan Dylan untuk memberi pelajaran pada Robert!
Dari kecil hingga dewasa, Hardi selalu dipuji orang-orang!
Bahkan dalam empat tahun kuliah, dari ketua kelas hingga menjadi ketua BEM, dia selalu disegani, bisa dikatakan hidupnya mulus dan tidak pernah menderita pukulan apa pun.
Namun dalam dua hari terakhir, semua kebanggaannya telah hancur.
Dia dipermalukan di depan semua teman dan kemudian dipecat dari posisi ketua BEM, pacar barunya juga kembali mencari Robert dan menjilatnya di depan semua orang!
Sebagai seorang pria, bagaimana mungkin dia bisa menerima semua ini?
Dia ingin membalas dendam, dia ingin membiarkan Robert kapok!
Jadi dia mencari Dylan untuk membantunya.
Namun, permintaan Dylan adalah meminta Hardi membantunya mendapatkan Elysia.
Sebagai primadona kampus, Elysia telah menarik banyak perhatian dari anak-anak orang kaya, termasuk Dylan!
Dylan telah mengejar Elysia berkali-kali, dia bahkan pergi ke kampus untuk mencari Elysia, tapi ditolaknya.
__ADS_1
Untuk menghadapi Robert, Hardi menyetujui permintaan Dylan tanpa ragu-ragu!