
Clara tersenyum saat melihat mobilnya memasuki halaman hotel yang disewa. Dia turun dari balkon kamarnya untuk menemui Boby di lobby. Mukanya sudah terlihat segar. Pagi hari sampai siang dia tidur. Kemudian jalan jalan di tempat ini sampai capek. Bersantai menikmati waktu sendiri. Merenung dengan apa yang terjadi. Menangis sendiri, kemudian menyemangati diri sendiri setelahnya. Clara yakin langkah selanjutnya yang akan dia lakukan. Pasti sulit. Pasti ada pengorbanan.
Boby juga tersenyum melihat Clara. Rasa kantuk dan capek diseluruh badannya berangsur berkurang. Melihat gadisnya sudah dalam kondisi baik. Padahal dia tidak tidur semalaman. Lanjut bekerja sampai sore. Untung hari ini cuma hal hal ringan yang dikerjakan. Bukan sesi penangkapan atau penyamaran yang tentunya butuh tenaga dan konsentrasi full.
"Wow, kamu sudah segar Poc," kata Boby sambil ikut duduk disamping Clara. Gadis itu tersenyum. Memesan dua kopi pada pelayan.
"Iya, aku baikan dan kamu burukan Kak," kata Clara sabil nyekikik. Melihat lingkaran hitam dibawah mata Boby. Mengerti jelas kelelahan yang dialami lawan bicaranya itu.
“Gara gara drama rumah tanggamu dan Hani tersangka utamanya," kata Boby. Mereka tertawa bersama.
“Aku hampir gak mau berangkat kemarin. Aku awalnya gak tahu kalau kamu yang mau grebeg suamimu. Tak kirain emak emak gendut dan pria tua botak bersama kimcilnya,” kata Boby sambil nyekikik. Akan tetapi matanya lekat mengawasi ekspresi Clara. Demi melihat apa gadis itu pura pura tegar atau sudah tegar beneran. Ternyata Clara tersenyum kecut saja. Haa minimal sudah bisa tersenyum. Menghadapi masalah dengan senyum adalah tanda kalau dia sudah tenang sungguhan.
“Lalu kenapa berangkat?” tanya Clara.
“Entahlah, karena Hani merengek sih. Katanya kasihan banget sama temannya. Aku yang sebenarnya udah ngorok tiba tiba berangkat ambil jaket aja. Kayak ada yang nuntun. Mungkin cara Tuhan," ....
'Untuk menjadi penolongmu saat kamu hancur,' kata Boby yang kalimat terakhirnya tersampaikan dihati saja. Clara tersenyum. Kopi yang dipesan Clara sudah datang. Boby meminumnya perlahan. Segelas Kopi panas saat ngantuk seperti ini dan ditemani Clara…. haaa… begini saja Boby sudah bahagia.
“Makasih Kak, makasih banget buat yang kemarin,” kata Clara tulus. Boby mengangguk sambil tersenyum.
“Sebagai gantinya kau yang nyetir saat pulang. Aku mau tidur di mobil,” kata Boby sambil menyerahkan kunci mobil Clara.
Gadis itu kembali murung. Senyum kembali sirna dari bibirnya.
“Aku mau semalam lagi disini. kamu nginep aja disini Kak,” kata Clara. Jujur darah Boby berdesir tidak wajar. Nginep? Sama Clara? Apa sekamar? Hehehe pikiran mesum langsung menguasainya sesaat. Detik berikutnya logika yang jalan lagi.
__ADS_1
"Kamu mau menghindar sampai kapan?" tanya Boby sambil menghela nafas. Menenangkan pikiran liarnya tadi.
"Masalah itu dihadapi Poc, bukan dihindari. Sama halnya kayak utang. Dibayar bukan menghilang atau tiba tiba jadi musuh," kata Boby. Clara tersenyum.
"Kamu kok curcol Kak. Kamu jadi korban dihutangi?" tanya Clara.
"Bukan, aku jadi yang menghilang dan tiba tiba memusuhi hahahaha," jawab Boby sambil ngakak. Clara ikut tertawa dibuatnya.
"Selesaikan masalahmu Poc. Jika butuh bantuan bilang aku. Hadapi dengan kepala tegak. Jangan mau kalah dengan kesedihan. Kamu gak salah, kenapa harus menghindar? Ayo ambil tasmu dan chek out!" perintah Boby dengan tegas. Clara menurut saja walaupun berat.
Dimobil Boby benar benar tertidur pulas sampai ngorok. Clara senyum senyum sendiri melihatnya. Sepertinya memang ngantuk tahap akut. Dua jam dihabiskan Clara mengemudi seorang diri. Garing…. Saat kamu melakukan perjalanan, tapi temanmu ngorok dan kamu melek seorang diri. Menyetir hanya ditemani radio atau musik blutut. Haaahhh..... Rasanya benar benar garing.
***
"Kak, udah sampai," kata Clara pelan. Akan tetapi sepertinya Boby masih tidur pulas. Clara mengamati wajah boby. Terlihat lebih dewasa dan macho dari dulu saat mereka sama sama belia. Ah, Clara jadi ingat ciuman pertama Boby. Clara nyekikik sendiri mirip orang gila.
Flash back on
Saat itu Boby meminta izin Clara untuk menciumnya.
"Aku takut hamil Kak," jawab Clara polos dan bodoh. Teringat kata kata ibunya. Mereka sama sama polos sebenarnya. Boby juga baru ini memberanikan diri mencium cewek.
"Kayaknya hamil gak semudah itu Poc," jawab Boby malu malu. Tiba tiba Clara mengambil buku tulis dari dalam tasnya. Menempelkan buku tulis itu ke bibir Boby dan mengecupnya. Jadilah mereka berciuman dengan buku tulis di tengahnya.
Itu ciuman pertama. Ciuman selanjutnya mereka sudah berani saling menempel bibir. Setelah sama sama belajar kalau ciuman itu gak bikin hamil. Itu hanya akal akalan orang tua agar anak mereka gak kebablasan.
__ADS_1
Flashback off
Clara nyekikik sendiri mengingatnya. Sekarang pria pengambil ciuman pertamanya ini sedang tidur pulas. Tiba tiba devil dalam diri Clara bergejolak. Persetan dengan pernikahan!! Persetan dengan Tama!! Suaminya itu yang pertama mengkhianati janji suci pernikahan. Dia gak salah!! Anggap saja saling balas dan inpas! Clara yakin Boby masih mencintainya. Dia merasa beruntung untuk itu. Ditengah kemalangan yang menimpanya. Perlahan Clara mendekat. Bermaksud memberi kecupan kecil di bibir Boby.
Saat wajah Clara semakin mendekat, Boby membuka matanya kaget. Refleknya menjadi polisi dan guru karate bekerja saat seperti ini. Kepala Clara justru ditangkis tangan Boby dengan keras. Membuat kepala Clara membentur dashboard mobil dengan keras.
"Aw!!!" Pekik Clara. Boby langsung tersadar kalau itu Clara.
"Astaga!!! Maaf Poc, maaf aku kaget. Aku gak sengaja," kata Boby sambil mengelus jidat Clara yang memerah.
"Kamu mengerikan Kak," kata Clara sebal. Boby justru tertawa.
"Ngapain juga kamu deket deket sampai secondong itu. Kamu punya niat apa sama aku Poc? Kamu mau apa?" kata Boby yang sebenarnya sudah bisa menebak apa yang mau dilakukan Clara.
"Aku…." Clara kebingungan sendiri. Boby sengaja diam menunggu apa yang akan dikatakan Clara. Lekat memandang Clara yang gugub luar biasa.
"Aku… auk ah gelap. Udah sampe. Sana turun!" kata Clara mengeluarkan jurus pamungkas cewek kalau terdesak. Ngambek tanpa alasan.
Boby tertawa ngakak.
"Gak lucu!!" kata Clara keras. Memalingkan muka. Maluuuu....
"Dengar Poc. Aku tahu kamu kecewa, aku tahu kamu marah, tapi jangan jadi breng ssek seperti Tama. Jangan meniru apa yang dia lakukan. Aku akan menunggumu menyelesaikan masalah. Kemudian memintamu secara terhormat bila kamu berencana mau ganti suami," kata Boby serius. Clara terdiam sejenak. Mukanya berubah menjadi semerah tomat. Pernyataan cinta yang….. jantan sekali. Boby turun setelah mengecup dua jarinya di bibirnya sendiri. Kemudian menempelkan jarinya itu pada bibir Clara sejenak.
Boby keluar dari mobil. Baru kedua kakinya menyentuh tanah tiba tiba.... buuughhh….. satu pukulan mengenai kepala belakangnya. Boby terhuyung kedepan. Berhasil menguasai kakinya untuk tetap berdiri.
__ADS_1