Akulah Pelakornya

Akulah Pelakornya
The day


__ADS_3

Mereka pulang kerumah Clara. Gadis itu langsung menuju kamar mandi. Mandi dengan tenang. Mereka makan malam di angkringan dekat rumah. Boby beneran gak mau pulang. Dia nekat tidur sekamar dengan Clara.


"Kak," kata Clara saat Boby memeluknya dari belakang dengan sayang.


"Hummmmm," gumam Boby. Sambil menciumi pundak Pocik.


"Kok aku gak kenapa kenapa ya? Padahal kata Hani begituan sakit. Perih sampai berhari hari. Aku kok kayak biasa aja," kata Clara heran. Boby menyembunyikan senyumnya dibalik punggung Clara. Tahu benar maksud Pocik. Gadis itu penasaran dengan percintaan.


"Tidur yuk, besok acaranya ada kumpulan panitia kan?" kata Boby mengalihkan pembicaraan. Clara heran sendiri. Biasanya Boby paling semangat membicarakan hal hal mesum. Kenapa sekarang malah menghindar??


"Kak," kata Clara lagi.


"Apa Sayang aku ngantuk," jawab Boby dengan mata setengah terpejam.


"Aku kemarin gak sadar…. Aku… gak inget…. Boleh….minta lagi?" tanya Clara terbata bata. Mukanya sudah merah padam. Malu….tapi penasaran. Boby tidak bisa menahan tawanya. Ngantuknya sudah menguap entah kemana. Boby tertawa ngakak sampai mengeluarkan air mata. 


"Kakak!! Aku udah nahan malu lho!! Kok kamu malah ketawa ngakak," kata Clara. Mukanya sudah manyun ngadep Boby. Memukuli dada Boby dengan tangannya. 


Boby menangkap tangan Pocik. Memeluk tubuh mungil kekasihnya itu dengan sayang. Menghujani dengan ciuman di seluruh mukanya.


"Mau tau rasanya?" tanya Boby. Clara pelan mengangguk. 


"Udah siap?" tanya Boby lagi. Mata mereka bertemu.


"Udah terlanjur juga kan," jawab Clara polos. Boby kembali tersenyum. Melepas semua pelukannya pada pocik. Tidur membelakanginya. 


"Aku ngantuk!" kata Boby jahil. Clara langsung memukul bahu Boby dengan guling. Boby tidak membalas dan langsung pura pura tidur.

__ADS_1


Selama itu sampai hari H, Boby tidak pernah menyentuh Clara untuk begituan. Semakin membuat Clara penasaran. Padahal mereka tinggal bersama dan tidur seranjang.


***


Clara dihias dengan bunga melati panjang. Menjuntai sampai dadanya yang disebut tibo ndodo. Paes khas Solo putri melekat dengan cunduk mentul atau kembang goyang yang biasanya dipasang ganjil. Hiasan ini memberi arti bahwa setiap mempelai pengantin perempuan diberkahi dengan kecantikan dari depan maupun belakang.


Clara dihias dengan headpiece berbentuk gunungan. Biasanya dipasang di depan cunduk mentul. Yang berarti setiap istri wajib dihormati keberadaannya oleh suami. Centung yang di gambar di sisi pelipis mengartikan seorang istri yang sanggup menjalankan hak dan kewajibannya. Sedang gajahan, bentuk setengah lingkaran yang digambar di dahi mengartikan harapan bahwa seorang perempuan perlu ditinggikan derajatnya dan dihormati. Citak yang biasanya berbentuk belah ketupat dari daun sirih bermakna harapan bahwa seorang wanita dapat fokus, setia dan pandangan yang selalu lurus kedepan. Sumping, yang biasanya berbentuk daun pepaya  akan dipasang di depan telinga yang memiliki harapan bahwa perempuan sanggup mengarungi pahitnya kehidupan. Dan masih banyak lagi makna dibalik riasan pengantin jawa. Yang othor tidak bisa jabarkan satu satu disini…. Sekian… kembali ke nopel nikahan Clara….. biar kebagian sop sama hidangan lain. Hihihihi


Mata Clara ngantuk luar biasa. Semalam Boby mengadakan pesta lajang dengan teman teman kantornya di rumah. Clara sudah masuk kamar dari pukul 10, namun tidak bisa tidur karena berisik.


WO sudah mengkode Clara untuk keluar. Clara diapit oleh Hani dan Rina. Duduk bersanding dengan Boby yang siap di depan penghulu. Ijab qobul berlangsung lancar. Clara sah menjadi istri dari Boby seutuhnya.


Pesta berlangsung asyik dan seru. Penyanyi yang semalam diundang lagi. Mereka sama ngantuknya dengan teman teman Boby. Akan tetapi mengaku bahagia sekali mengisi acara seorang polisi. Seorang penyanyi yang dari tadi malam nempel sama Revan kembali minta nempel. Padahal Putri di sampingnya sudah melotot kesal. Revan sendiri tidak berkutik. Padahal tadi malam menanggapi dengan sangat agresif.


"Lihat!! Betapa cemennya Pak Revan kalau ada Putri," bisik Boby pada Pocik. 


"Halah, dia itu ikatan suami takut istri," bisik Boby.


"Kalau kamu takut istri gak?" tanya Clara.


"Iya lah jelas, aku takut banget kehilangan kamu," jawab Boby.


Teman teman SMK Clara datang. Semua datang dengan cowoknya masing masing. Minta foto gak kalah heboh dari para polisi narsis. Kempung jadian sama Faris. Orang yang bertemu di bis dulu. Nyak masih awet sama Babe. Dan Menis punya gandengan baru bernama Tiyan. Cowok yang sering antar jemput dan berdalih ngerjain tugas padahal ngapel. Lagi lagi Boby jadi kang foto. Mereka gak peduli sama pengantin cowok.


"Semoga ini yang terakhir. Kamu gila Ra, kita belum sold out, tapi kamu udah sold out dua kali," kata Kempung. 


"Sebentar lagi giliran kita Yang," kata Faris membocorkan. Clara kaget mendengarnya. Ternyata Faris dan Kempung akan menikah dalam waktu dekat.

__ADS_1


"Kamu kapan Nis?" tanya Clara Pada Menis.


"Ntar, kita masih sibuk foto foto sama main," jawab Menis. Yang memang paling narsis dan paling doyan main diantara mereka berempat.


Tama datang dengan gadis muda. Bukan Citra. Memberi selamat dan cipika cipiki sama Clara. Memukul perut Boby dengan pukulan pelan.


"Aku benci, tapi selamat. Mulai sekarang jaga Clara sebaik baiknya. Aku percaya sama kamu," kata Tama pada Boby. 


"Terimakasih Tam… terimakasih banyak. Gandengan baru??? Aku tahu makan daging yang sudah halal itu membosankan," kata Boby cengengesan. Tama cuma senyum sok keren.


Resepsi semakin seru karena ada doorprize yang dibagikan mempelai. Mulai dari gayung, sampai kotak besar yang katanya isi kulkas. Nina yang emak emak kaya saja ikut berebut doorprize. Dia rebutan sama Jon untuk maju menjawab pertanyaan.


"Kamu kan cowok!! Ngalah kek sama cewek!!" kata Nina pada Jon. Yang diajak bicara bengong. Terpukau oleh kecantikan Nina yang siang itu datang dengan dress hitam gold indah.


"Mas!!! turun panggung sana!!" usir Nina lagi. Jon langsung mengangguk patuh dan turun. Tidak jadi menjawab pertanyaan dari MC seputar Clara dan Boby. Hatinya kembali berdebar tidak menentu. Pesona Gina kalah telak dengan cewek tadi. Hah, apa semudah ini dirinya jatuh cinta lagi setelah dipermalukan???


Tamu yang paling akhir meninggalkan gedung adalah teman teman Boby. Sepertinya acara semalam kurang untuk mereka. Jadilah masih dilanjut disini. Joget joget, foto foto, plus digoda goda sama penyanyi dangdut. Ine sama Putri sampai jengah menunggu dibawah panggung.


***


Clara langsung hapus makeup dan mandi sore harinya. Rencananya mereka akan cuss menuju hotel yang sudah disewa sebelumnya. Menyerahkan segala bekas kericuhan resepsi pada Tito dan Hani. Walaupun harus mencak mencak dulu baru menerima tanggung jawab itu.


Boby sudah menunggu dengan pakaian casualnya. Tersenyum manis pada Clara yang selesai mandi.


"Tasku sudah Kak?" tanya Clara pada Boby.


"Sudah istriku," jawab Boby sambil senyum mesum. Clara tiba tiba merinding. Bukankah sebelumnya mereka pernah melakukannya?? Tapi kenapa Clara masih setakut ini?? Apa karena kemarin dia tidak sadar???

__ADS_1


"Aku tambah ganteng yaa??" tanya Boby sambil nyengir. Membuyarkan lamunan Clara.


__ADS_2