Akulah Pelakornya

Akulah Pelakornya
Udan nyawang srengenge


__ADS_3

"Mau?" tawar Clara sambil menyodorkan snack kentangnya di hadapan Bayu. Pria itu hanya menggeleng pelan.


"Kenapa gagal di rumah tanggamu yang pertama?" tanya Bayu lebih mendalam. Tahu kalau Clara pernah menjanda.


"Karena aku diselingkuhi, pernikahan pertama itu sebuah kesalahan di awal. Komitmen yang dipaksakan dari kedua belah pihak. Jadinya…. Yah, begitulah. Gagal bahkan belum menginjak tahun pertama," jelas Clara sambil mengenang keputusannya dulu. Tempat yang sepi dengan musik gemericik air terjun membuat enak sekali buat curhat. Apalagi pemandangan alami yang memanjakan mata. Membuat Clara dengan mudah mengungkapkan isi hatinya.


"Apa kamu sungguh mencintai Boby?" tanya Bayu lagi. Clara jadi menoleh pada lawan bicaranya. Benar benar bukan Bayu yang biasanya.


"Aku kayak di introgasi hahahaha," jawab Clara sambil ngakak. Hatinya sudah berdesir aneh dengan sikap Bayu lain daripada yang biasa.


"Aku emang introgasi hatimu," kata Bayu tanpa canggung. Mereka bertatapan. Clara baru tahu kalau pria disampingnya itu menyimpan sebuah rasa.


"Aku…. Bahagia…. Tentu saja. Boby adalah cinta pertama dan terakhirku," kata Clara yakin sambil menatap mata Bayu. Clara memalingkan muka duluan.


"Maaf, aku tidak tahu perasaanmu sebelumnya," kata Clara lirih. Merasa bersalah karena memberi harapan dengan kedekatan mereka.


"Emang apa perasaanku?? Perasaanku kamu adalah wanita terkoplak yang pernah aku temui. Desainer tapi gak modis sama sekali. Nyesel ngajak jalan kamu. Kostum mu mirip bocah ilang," kata Bayu sambil menarik narik lengan baju Clara yang gombrong. Balik mode Bayu yang biasanya.


"Yee… salah sendiri nge acc cuti yang gak aku minta. Lagian bosen tau pake baju rapi terus. Begini lebih santai. Masih mending aku gak pakai daster," kata Clara panjang kali lebar. Bayu tersenyum. Menikmati omelan Clara yang sederas air terjun. Andai dia memiliki hak mencium bibir yang terlihat manis itu…. Ah, Bayu langsung memalingkan muka. Takut beneran mencium Clara. Bisa kena tabok dia. Itupun hal yang minimal terjadi. Maksimalnya akan merusak pertemanan mereka yang manis. Bayu tidak mau itu. Dia mencintai Clara dan harus cukup puas menjadi temannya.


"Fotoin aku disitu!" kata Bayu. Clara pun bersiap dengan kameranya. Mengambil potret Bayu dan dirinya sendiri. Juga beberapa kali selfie bersama.


Mereka bercanda tentang apa saja sambil menikmati tempat itu dari beberapa sudut. Mendung tidak terlalu tebal di langit, namun menumpahkan rintik hujan kecil yang membuat mereka berdua kalang kabut. Bayu terus menarik tangan Clara untuk mencari tempat berteduh. Sampailah mereka pada mushola mini di dekat pintu masuk. Bergantian akhirnya mereka sekalian melaksanakan sholat. Usai sholat bukannya hujan mereda, malah kian deras. Padahal langit di atas sana cerah. Matahari pun bersinar dengan cerahnya. Mereka berdua duduk di emperan masjid menunggu hujan reda.

__ADS_1


"Aku…. Mau bertunangan Plak," kata Bayu membuka topik pembicaraan. Wajahnya sendu, bukan khas orang mau tunangan yang bahagia. Clara mengangkat alisnya. Menunggu cerita Bayu berikutnya.


Bayu bercerita kalau dia dijodohkan dengan Nana, sepupu jauhnya. Sudah lama hal itu terjadi. Akan tetapi Bayu selalu menolaknya.


"Aku mau cari yang lain selain Nana. Sejak kecil aku sama dia… rasanya bosen saja kalau sama dia seumur hidupku," kata Bayu.


"Masalahnya kamu cinta gak?" tanya Clara. Mau lihat seumur hidup kalau cinta ya gak masalah. Pikir Clara.


"Aku tentu saja sayang sama Nana. Dia gadis yang baik, manis dan manja. Aku tahu benar wataknya. Dan bukan hal yang sulit untuk mencintai Nana. Anggap saja dia loveable," kata Bayu sambil menatap langit yang agak unik siang itu. Panas, tapi juga berair.


"Kalau gitu ya gas kuen," jawab Clara. Dia menjelaskan kalau tidak selamanya perjodohan itu buruk. Yah, meskipun terdengar jadul. Asal dua belah pihak saling menyukai.


"Nana nya keberatan gak?" tanya Clara lagi. Bayu menggeleng. Menyulut rokoknya dengan santai di samping Clara.


"Lalu apa yang membuatmu ragu?" tanya Clara heran.


"Kamu," jawab Bayu padat dan singkat. Juga secara tidak langsung mengakui perasaannya.


"Aku…. Suka caramu membawa sikap. Aku suka bercanda denganmu. Andai semuanya belum terlambat, maka aku lebih memilih kamu," kata Bayu lirih. 


Pernyataan cinta diantara pertemanan. Membuat Clara kelu bibirnya. Wanita itu bungkam di samping Bayu. Dia…. Mengenal Bayu hampir setahun ini. Bayu juga orang yang asyik tanpa dibuat buat. Mengisi kesepiannya ditinggal Boby. Kalau Clara mau jujur, dia juga menyukai Bayu. Akan tetapi semua rasa itu ditepisnya mengingat Boby. Cukup dekat sebagai teman saja Clara sudah puas.


"Aku… sudah bahagia sama Boby. Yah, walaupun untuk saat ini kami harus LDR. Tapi aku bahagia Bay, aku mencintainya," jawab Clara yakin.

__ADS_1


"Apa Boby pria yang pantas menerima cintamu?" tanya Bayu memastikan.


"Tentu saja. Dia pria yang baik, lembut dan perhatian. Yah, walaupun punya kekurangan tentu saja." Kata Clara. 


Clara juga menjelaskan kalau kekurangan Boby sanggup dirinya tolerir. Bukankah tidak ada manusia yang sempurna? Bayu manggut manggut. Puas mendengar jawaban Clara. Turut senang dengan kebahagiaan Clara. Meski ada yang harus dikorbankan cukup sakit. Yaitu rasa cintanya pada Clara.


"Maaf, tapi semua datang terlambat Bay. Dan aku masih berencana setia," kata Clara sambil memutar cincin pernikahannya dengan Boby. Berharap mendapat kekuatan lebih untuk tetap setia.


"Ya benar. Aku turut bahagia untuk cintamu. Aku juga akan tetap lurus pada Nana mungkin. Tapi aku masih suka begini dulu jomblo dan bebas. Kita…. Tetap berteman setelah ini bukan?" tanya Bayu sambil menyodorkan kelingkingnya disamping Clara. Wanita itu tersenyum menyambut kelingking Bayu dengan mengaitkan kelingkingnya.


"Tentu saja! Kita tetap teman dalam kekoplakan yang seru," jawab Clara yakin. Bayu dan Clara saling melempar senyuman.


"Ealah, udan kok jek isoh nyawang panase srengenge (ealah, hujan kok masih bisa melihat panasnya matahari)," kata Bayu mengalihkan topik.


Cuaca yang sebenarnya sama dengan perasaan mereka saat ini. Ada yang hujan deras karena harus memupus bara cinta yang mulai menyala. Akan tetapi ada yang masih hangat. Yaitu pertemanan mereka. Dua orang itu memutuskan untuk menjadi teman. Melanjutkan cinta yang terlanjur ada. Cinta itu memang pilihan. Dan pasti ada kata bertahan atau meninggalkan diantara jalan yang dilalui. Clara mau bertahan. Walaupun Bayu juga mengisi hari harinya. Cukup sebatas teman. Hanya teman saja. 


Dua orang teman itu memutuskan kembali setelah hujan reda. Ada ekspresi lega yang terpancar dari wajah Bayu. Haaa walaupun sudut hatinya tentu saja berdenyut perih.


***


Special part untuk seseorang. Yang mengisi hari hari Author dulu. Dengan puluhan canda dan kekonyolan. Terimakasih untuk hari yang indah. Keputusan kita untuk setia itu benar. Dia baru saja menikah dengan Nana. Memantapkan hatinya untuk seorang perempuan manis dan baik. Melepas status bujang lapuk yang lama bertengger dikeningnya hahaha. Selamat untuk Mr. R. Aku selalu menunggu berita bahagia darimu. Semoga pernikahanmu diberkati. Dipenuhi kebahagiaan, kemakmuran, dan bejo dunia sampai akhirat. Aamiin. Maaf aku dulu menikah duluan hahahaha. 


Untuk Suami, jika kamu membaca part ini jangan ngamuk yaaa….hahaha. Ini bukan part perselingkuhan. Part ini membuktikan cintaku padamu yang tidak tergoyahkan. Walaupun kita harus LDR cukup lama dulu. Terima kasih untuk dukunganmu. Walaupun dengan sikap diam, sok cuek, dan kulkas, aku tahu kamu menginstal aplikasi nopelton dihpmu. Hihihihi

__ADS_1


__ADS_2