
Beri orang pertama yang membuka permainan memilih dare. Dia harus berkenalan dengan orang orang di sekitar danau ala militer. Jadilah Beri teriak teriak dari satu tenda ke tenda lain.
"Ijin memperkenalkan diri. Nama saya Beri Setia Nugroho. Umur 27 tahun status jomblo," kata Beri pada sepuluh tenda di dekat tenda mereka. Tim Revan cekakakan mendengarnya.
Revan dipaksa memilih truth. Karena mengorek informasi darinya bisa dikatakan mustahil.
"Apa yang paling kamu sesali dalam hidup?" tanya Ine. Revan menghela nafas sejenak. Menghadap danau yang memantulkan cahaya bintang dan kerlip lampu dari tenda.
"Tidak bisa menyelamatkan ibu dan adikku dari kematian. Tidak mengenal mereka secara dekat. Hidup berkalang dalam penyesalan yang panjang. Merindukan orang yang tidak terlalu kamu kenal, namun mereka orang terdekatmu," kata Revan sendu. Hening.... Semua anggota grup tidak percaya kalau dibalik Revan yang pendiam dan terkesan kejam, menyimpan kerinduan yang amat dalam pada sosok ibu dan adiknya.
"Oke, sekarang giliran Jon," kata Ine. Setelah beberapa saat.
"Dare!!" kata Jon yakin.
"Lari keliling danau gak pakai kaos," sahut Revan. Mereka semua setuju. Jon gak jadi memilih Dare. Bisa pingsan dia dengan hawa sedingin ini.
"Kapan terakhir kamu onna nni? Dan siapa yang ada dalam khayalan kamu?" tanya Ine yang jadi mc dadakan.
"Anj ing pertanyaan macam apa itu!!" Jon ngamuk. Mereka meneriaki Jon agar konsisten dengan pilihannya.
"Kemarin malam sebelum kesini. Dan…. khayalanku…..," Jon tidak berani membuka mulutnya.
"Lepas kaosnya!!" kata Boby. Beri dan Nando yang ada di dekat Jon langsung sigap mengapit.
"Fantasiku… Gina," kata Jon akhirnya. Kelompok itu hening sesaat, kemudian tertawa terbahak bahak.
"Go blok!!" umpat Revan.
"Gak usah kamu khayalin Jon. Tidurin aja dia mau kok," kata Boby yakin. Matanya sudah bisa membedakan mana cewek bispak dan mana cewek baik baik.
"Udah pernah?!!" tanya Clara sengit.
"Ya belum lah…. Aku tolak dia. Aku mengharapkan bidadari, masak dapat bispak," kata Boby sambil mengelus elus bahu Clara. Biar adem Pociknya.
Selanjutnya giliran Nando. Kalau memilih dare, dia harus melepas kaosnya dan lari juga. Akhirnya Nando memilih truth.
"Siapa orang yang kamu cintai saat ini?" tanya Ine. Matanya lekat memandang Nando. Berharap kejantanan Nando di depan Revan. Nando mengerti maksud Ine dengan baik, namun dia tidak siap. Mereka berpandangan beberapa saat.
"Ibuku, Rosianah," jawab Nando. Semua orang melengos dengan caranya masing masing. Ine langsung memalingkan wajahnya…kecewa.
Giliran Clara tiba. Dare untuk Clara adalah merayu cowok lain diluar kelompok mereka. Sampai dapat nomor hp masing masing. Boby langsung mencegah dengan memegangi tangan Clara. Tidak rela Pocik merayu cowok lain.
"Siapa mantan pacar yang susah dilupakan? Dan ciuman siapa yang paling membekas?" tanya Ine. Berharap memanas manasi Boby.
"Jawabanya hanya satu nama dua pertanyaan. Boby Adya Haryanto. Dia mantan yang tidak bisa aku lupakan walaupun menukar tambahkan aku dengan kakak kelas dulu. Juga orang pertama yang menciumku," kata Clara. Semua orang terkejut.
__ADS_1
"Kalian pernah berpacaran sebelumnya?" tanya Jon. Clara mengangguk.
"Ah, ulang pertanyaannya gak seru!!" kata Beri.
"Gak!!! Satu orang satu kali bertanya!" bela Boby. Mukanya bersemu merah. Tahu benar arti dirinya untuk Pocik. Ah, dia emang setampan itu mau gimana lagi…. Sombooong.
Giliran Ine sekarang. Darenya masih sama. Mengajak orang disekitar mereka berkencan. Ine memilih itu. Walaupun mata Nando mau lepas karena melotot. Ine berjalan mendekati seorang pemuda yang lagi merokok santai. Agak terpisah dari teman temannya.
"Hai, aku boleh duduk situ?" tanya Ine.
"Eh, Mbaknya, boleh Mbak," kata pemuda itu. Mereka duduk berdua beberapa lama. Perkenalan singkat itu benar benar dapat nomor hp masing masing.
Ine kembali ke tenda sambil senyum senyum.
"Siapa nama Bajiii nngan itu? Kerja apa dia? Orang mana? Jangan mudah dirayu dengan apapun Ne, banyak lelaki bereng ssek daripada yang baik," kata Revan. Mukanya sudah tegang waspada. Padahal hanya melihat Ine tukeran nomer hp dan ngobrol.
"Aku cuma main permainan Van," kata Ine.
"Kalau gitu blok saja nomernya," kata Revan sambil berusaha merampas hp Ine. Gadis itu mempertahankannya.
"Gak mauuuu…. Gak boleh… katamu aku harus cari pacar. Aku mau cari pacar yang gentle. Yang berani mengakui cintanya dihadapan kamu sekalipun," sindir Ine. Teman temannya langsung cekikikan minus Nando.
"Lanjooottt tinggal Mas Boby," kata Nando.
"Nanti masuk angin lho Kak. Truth aja… aku udah siap dengerin apapun dari mulut kamu," bisik Clara, sambil menggenggam tangan Boby disampingnya.
"Berapa orang wanita yang sudah kamu tiduri? Siapa yang paling membekas?" tanya Ine. Jon langsung ketawa ngakak.
"Mati kau Bob, nyemplung danau sana," kata Jon. Boby mengeratkan pegangannya pada Pocik. Teman temannya sudah tidak sabar dengan jawaban Boby.
"Banyak… seingatku ada 8 mantan pacar. PS Sk aku tidak hitung. Dan yang membekas adalah seorang PS SK yang keluar air asinya… dia mengaku anaknya baru berusia dua bulan," kata Boby.
"Saat aku tanya kenapa ditinggal kerja, jawabannya cukup mengharukan. Katanya anaknya itu anak haram yang tidak diketahui siapa bapaknya. Kalau bukan dia yang menghidupi, tidak ada yang peduli. Orang lain hanya bisa menghujat. Sedang dia sudah dijual sejak umur 15 tahun. Tidak tahu kerja lain selain melayani orang dengan tubuhnya," kata Boby.
Hening.... Mereka bingung siapa yang paling kejam didunia ini. Orang yang menghujat, atau ibu yang memberi makan anaknya dari hasil pelacuran.
Clara langsung melepas cengkraman tangan Boby dengan paksa. Berjalan menjauh sejenak mengambil air minum. Teman temannya langsung berdecak dan geleng geleng kepala. Mengomentari betapa bobroknya Boby. Clara menghembuskan nafas pelan. Sudah tahu Boby bobrok, tapi kenapa sesakit ini mendengarnya.
Boby mendekati Pocik. Memeluk tubuhnya dari belakang.
"Maaf, tapi itu jujur dariku," bisik Boby pelan. Clara bungkam. Tak lama orang orang di danau itu bersiap menyalakan kembang api. Rombongan itu juga. Revan membeli beberapa kembang api panjang. Ine heboh menyalakannya. Hitungan mundur terdengar. Kemudian letusan kembang api terdengar dari berbagai penjuru danau. Langit menjadi cerah dengan berbagai warna. Boby masih anteng memeluk pocik dari belakang. Menciumi tengkuk Pocik yang terbuka. Meninggalkan satu kissmark disana. Saat orang orang sibuk melihat langit.
"Kak!!" protes Clara.
__ADS_1
"Maaf," lagi lagi kata kata itu keluar dari mulut Boby. Boby akan terus mengulangnya sampai Pocik mau memaafkannya. Clara akhirnya mengangguk. Boby tersenyum melihatnya. Mereka asyik menikmati langit setelah itu.
Clara dan Ine masuk tenda duluan. Sedang lima pria itu masih asyik makan kacang dan minum bir. Kedua gadis itu bersiap tidur dengan nyaman. Masuk dalam sleeping bag yang disewa Revan. Ine masih senyum senyum sambil memandangi hpnya.
"Udah mulai chat?" tanya Clara.
"Udah hehehe dia asyik juga," jawab Ine.
"Nando apa kabar?" tanya Clara.
"Biar dia nyemplung danau!!" jawab Ine judes.
"Kalau beneran nyemplung trus dicaplok ikan duyung kamu rela?" tanya Clara.
"Ya aku bedil duyungnya," jawab Ine cepat.
"Tapi kalau ketahuan kakakmu, Nando tetap dibedil juga," kata Clara sambil tertawa. Ine ikut tertawa. Matanya mengawasi leher Clara yang terdapat kissmark.
"Edan!!! Suasana seramai ini Boby masih bisa nyipok!!" kata Ine sambil geleng geleng.
"Nyusu PS SK aja sanggup Ne," kata Clara sedih.
"Yang penting sekarang Ra, setiap orang punya masa lalu. Dan Boby itu nekat karena mengakui masa lalu seburuk itu di hadapan kamu. Dia berusaha jujur, walaupun memang sangat menyebalkan. Aku tidak pernah melihat Boby secinta ini sama wanita," kata Ine dengan mata memberat.
"Huuummm," gumam Clara yang juga mulai ngantuk.
Boby mengecek tenda mereka beberapa saat kemudian. Menaikkan rit sleeping bag yang agak melorot. Revan menyuruh Boby mengambil hp Ine.
"Biarkan saja Pak, gak ada yang berani dekat Ine kalau kamu segarang ini," kata Boby.
"Aku cuma ngecek," kata Revan.
"Kalau ada yang beneran suka Ine, apa syarat darimu?" tanya Jon.
"Mudah, tidak pernah membuatnya bersedih. Cukup aku yang pernah membuatnya patah hati," kata Revan.
"Walaupun pangkatnya rendahan, bukan anak orang kaya dan mapan?" tanya Nando. Revan sudah mulai ngecek chat Ine.
"Berr renggsek!!! Mereka janjian ketemu!! Mana orang tadi??" tanya Revan sambil celingukan. Tidak mendengar pertanyaan Nando. Mengantongi hp Ine, berjalan menuju tenda orang tadi sambil membawa dua kaleng bir. Terjadi pembicaraan secara pribadi. Terlihat orang itu pucat pasi walaupun baru lima menit percakapan.
Jon menepuk pundak Nando.
"Semangat!!! Boby saja punya wanita cantik yang mau dengannya," kata Jon. Mereka ngakak lagi. Kemudian pergi tidur dengan sleeping bag masing masing dalam tenda yang lebih besar disamping tenda Clara dan Ine.
Revan kembali setelah berbincang. Masuk ketenda Ine. Meletakkan hp dengan hati hati.
__ADS_1
"Gimana? Dapat restu?" tanya Boby yang masih melek. Revan mengangguk.
"S2 jurusan teknik. Seorang yang jujur walaupun bukan pemberani. Biarkan mereka kenal dulu," kata Revan sambil memejamkan matanya.