
Pintu kamar mandi terbuka. Boby selesai mandi dengan handuk yang membelit pinggangnya. Clara langsung melempar bantal ke arahnya. Walaupun sedikit meringis karena tubuh bagian bawahnya bergerak. Boby menghindar dengan cepat. Bantal jatuh ke lantai.
"Kakak bohong!!! Katanya kita sudah pernah! Ternyata ini yang pertama kan?" tanya Clara bersungut sungut. Boby nyekikik saja. Justru mengejek Pocik dengan menjulurkan lidahnya.
"Kak Boby!!!" Clara ngamuk. Tapi mau turun juga enggan. Intinya perih luar biasa. Kakinya juga pegal seperti habis lari puluhan meter.
"Kenapa??? Kejar aku sini. Ayo lari larian," tantang Boby sambil berlari lari kecil mengejek Clara. Tahu benar Clara tidak bisa bergerak bebas.
"Tahu begitu aku gak mau nikah sama kamu!! Aku kira beneran udah!!!" kata Clara kesal. Salah satu faktor dia mau melanjutkan pernikahan juga karena sudah dibuka segel sama Boby. Walau mulutnya sempat berkata tidak masalah, namun hatinya tetap tidak terima.
"Aku tahu kamu pasti memikirkan itu, karena itu aku berbohong. Maaf. Anggap saja bohong yang menyelamatkan pernikahan kita," kata Boby sambil nyengir. Mendekati Pocik dan menghujani mukanya dengan ciuman.
"Mandi yuk…. Aku mandikan. Sambil nyicil hukumanmu tadi," kata Boby membopong tubuh Clara menuju kamar mandi. Nyuu usu sebentar sambil menghidupkan keran air. Mengatakan kalau hukuman buat Clara yang salah sebut adalah melayaninya sebanyak salah sebut kakak tadi.
"Gak mau!!!" Clara protes ngeri. Tadi dia salah sebut tiga kali.
"Mau gak mau, yuk nyicil satu dulu," kata Boby sudah melepas handuknya. Ikut masuk dalam bak yang masih sedikit terisi air. Dan cipratan cinta memenuhi kamar mandi hotel itu.
Clara pasrah dimandikan Boby setelah itu. Tubuhnya terasa tanpa tulang. Kakinya pegal luar biasa. Boby memakaikannya baju handuk dan menggendong Clara duduk di sofa.
"Kakak aku lapar," kata Clara lemas. Tadi dia salah sebut lagi sebanyak dua kali. Padahal hutangnya masih dua kali. Dua dikali dua….. Ah... Tidaaakkk angka kecil yang membuatnya makin lemas.
Boby memesan makanan via telepon. Duduk disamping Pocik yang pucat. Kasihan juga. Batin Boby. Wanitanya ini belum bisa mengimbangi permainan selalu kalah telak 3 lawan satu. Dia dua kali, Pocik sudah enam kali dalam setengah hari ini. Pantas saja jadi selemah itu.
Makanan datang. Boby menyuapi Pocik dengan sayang. Mereka berdua makan dengan lahap.
__ADS_1
"Kakak aku mau pipis," kata Clara setelah makan. Berdiri pelan pelan. Perih dan mengganjal masih saja terasa. Juga rasa mau pipis terus. Seolah hisapan Boby masih terasa disana. Clara merasa sudah benar benar diobrak abrik.
"Mau aku gendong?" tanya Boby sedikit kasihan. Clara menggeleng. Menyeret kakinya menuju kamar mandi. Berjalan tidak normal dan terlihat kesakitan.
"Masih perih?" tanya Boby saat Clara kembali. Wanita itu hanya mengangguk saja. Kembali meringis saat duduk. Kenapa sesaakit ini? Batin Clara.
"Mau aku bikin perihnya hilang?" tanya Boby sambil senyum. Clara mengangguk antusias. Dia mau jalan kaya biasa. Malu kalau jalan sambil kangkang kaya gini. Boby langsung menggendong tubuh Clara menuju kasur.
"Cara menghilangkan perihnya adalah sesering mungkin melakukannya," kata Boby sambil menyeringai mesum.
"Kakak!!!" jerit Clara yang terlambat menghindar.
***
"Aku mau jalan jalan. Sayang sekali kita disini tapi terus terusan di kamar," kata Clara usai mereka melakukan aktivitas favorit terbaru. Benar saja. Selama dua hari Clara sudah tidak terlalu merasakan perih. Tubuhnya terbiasa karena sering digarap. Benar benar pro. Batin Clara pada Boby. Tak lupa Clara sudah ber KB dulu sebelum resepsi. Mereka sepakat menyelesaikan kuliah Clara dulu. Yang kurang sekitar lima semester lagi.
Pasangan pengantin baru itu keluar hotel disambut sejuknya hawa pegunungan di sekitar hotel. Mereka berada di sekitar objek wisata Jogja berjulukan Kaliurang. Banyak objek yang bisa dikunjungi. Sarapan di kopi klotok dengan view mahal, namun antriannya bikin pingsan sangking lamanya. Kemudian keliling keliling objek wisata dari telaga putri, merapi park, rumah hobbit, sampai petualangan dengan jeep mengelilingi beberapa objek dibawah kaki merapi. Boby dan Clara mencoba semua objek. Sampai malam dan pulang kelelahan di hotel. Clara langsung mandi. Dan Boby sejenak bersantai.
Melihat lihat foto yang tadi mereka ambil berdua. Cengar cengir sendiri. Tidak menyangka sudah punya istri yang secantik ini. Boby mengusap foto Clara dalam hpnya. Berjanji untuk selalu mencintai dan menjaganya sampai maut memisahkan….. Akan tetapi seberapa panjang umurnya untuk terus bersama Pocik? Seberapa lama hingga umur memisahkan mereka? Boby teringat tentang surga…. Hah!! Apa manusia bobrok seperti dia bisa hidup di surga?
"Kak Boby gak mandi?" tanya Pocik mengejutkan lamunan Boby. Pocik dengan cantiknya sibuk mengeringkan rambut bergelombangnya dengan handuk. Tiba tiba ada yang on saja dalam diri Boby. Entahlah…. Sekarang dia sendiri merasa terlalu mudah on kalau itu berhubungan dengan Pocik.
"Poc," kata Boby sambil mendekat.
"Hummm," jawab Clara yang masih sibuk dengan rambutnya.
__ADS_1
"Gak pingin ngerasain aku yang masih bau?" tanya Boby. Clara langsung berhenti dari aktivitasnya. Kaget melihat Boby yang sudah melepas kaosnya. Clara langsung beranjak kabur. Akan tetapi tertangkap Boby dengan mudah.
"Kkaaakk mandi dulu laahhh," kata Clara mengiba. Tubuhnya sudah diberi pemanasan Boby.
"Nanti. Mandi bareng kamu aja," kata Boby berhasil melepas handuk Clara.
"Bobbhiii… oh Booobbbhiiii…." Jerit Clara menjadi malam panjang untuk mereka.
***
Dua hari berlalu....
Clara sudah mengemas tas mereka. Sekarang saatnya check out dan kembali ke aktivitas masing masing. Boby sudah selesai mandi. Menyampirkan sembarangan handuknya di kepala Clara.
"Kak!! Rambutku basah lagi nanti," kata Clara protes. Boby tersenyum. Memiting dan mencium bibir Clara dengan gemas. Memangku istri mungilnya diatas kasur. Sambil terus berciuman.
"Aku males kerja Poc, aku males ngapa ngapain. Aku maunya sama kamu terus begini," kata Boby bucin.
"Kamu malah harus semangat kerja. Mauku banyak dan aku mau semuanya dituruti," kata Clara sambil bergelayut di leher Boby.
"Siap komandan cintaku…. Saya akan semangat bekerja demi memenuhi semua mau anda!" kata Boby formal ala militer. Kembali mencium Clara. Memberikan sedikit gigitan yang membuat Clara mengakhiri ciuman itu.
"Kakak!! Sakit ih," protes Clara. Boby melihat jam yang menggantung. Masih ada waktu main sebelum check out. Mulai membuka kancing kemeja yang Clara pakai. Wanita itu tidak lagi banyak protes. Tidur dengan nyaman. Dia sudah bisa menikmati enaknya akibat trainingan Boby yang pro. Juga terbiasa mandi bukan lagi dua kali sehari mirip manusia normal.
"Bobh... Kitahh boros sabun," kata Clara di antara dess aahannya. Membuat Boby tersenyum. Semakin memperdalam hentakannya. Yang membuat jeritan Clara semakin terdengar.
__ADS_1