Akulah Pelakornya

Akulah Pelakornya
Mencoba untuk setia


__ADS_3

Tiga bulan Clara ditinggal Boby. Sudah bisa berkomunikasi langsung walau hanya di akhir pekan. Boby menceritakan banyak pengalaman seru selama pendidikan. Tidak dengan pengalaman pahitnya.


"Disini dingin… adem bener dah pokoknya. Aku selalu bayangin bisa kemah disini sama kamu," kata Boby di seberang sana. Tidak menceritakan kalau sangking dinginnya dia selalu menggigil. Nyamuknya juga khas hutan. Gemuk gemuk kaya tawon.


"Oh ya, besok besok kalau sudah pulang kita piknik yuk," ajak Clara. Kemudian menutup speaker di telponnya. Menghela nafas dan isakan. Dia harus tetap ceria. Walaupun kerinduan panjang sudah berubah jadi kesedihan.


"Iya, nanti kita bicarakan. Makan juga enak enak. Aku disini tambah putih dan gendut," kata Boby. Yang putih rambutnya karena diajari teknik spionase dan ketelitiannya yang membuat otaknya berpikir lima kali lebih keras. Gendut karena tidak bisa bergerak bebas kemanapun. Terkurung dalam tembok dingin asrama setinggi dua meter dengan segala aturan dan hukuman.


"Ha… awas ya ngecengin cewek lain!" Jawab Clara berusaha sok marah padahal air mata deras merembes dari matanya.


"Kamu tetap satu satunya Poc. Satu untuk selamanya," rayu Boby. Hening…. Clara tersenyum dalam tangisnya.


"Kamu apa kabar?" tanya Boby lagi. 


"Aku… baik. Ibu juga baik… walaupun harus tetap kontrol gula tiap bulannya," jawab Clara.


"Mama? Ada bilang aneh aneh sama kamu?" tanya Boby.


"Mama…. Baik, sekarang aku kasih jatah bulanan buat beliau. Usaha toko besi Papa belum pulih…. Jadi… biar mama dapat uang jajan dari kita," kata Clara. Tidak menceritakan kalau Santi ngamuk minta uang dan mengata ngatai Clara mantu tidak tau diuntung, karena menyetop uang bulanan dari Boby. Padahal setau Santi Boby sudah kembali bekerja. Demi menjaga semua perdamaian dan rahasia, Clara akhirnya menjatah Santi dengan uang tiap bulannya.


"Oh, terimakasih buat perhatianmu Poc," kata Boby tenang. Clara juga tenang ternyata Boby menikmati pendidikannya. Tidak sekeras yang diceritakan orang orang. Mereka berdua saling menenangkan. Tidak ada yang mau mengaku kesakitannya.


"Sampai jumpa beberapa bulan lagi Sayang… aku mencintaimu….aku merindukanmu," ucap Boby sebelum jam menelponnya berakhir. 


"Aku menantikan perjumpaan kita. Love u suamiku," jawab Clara. Sambungan telepon terputus. Dua orang itu sama sama memeluk dan mencium telepon mereka. Seolah memeluk dan mencium orang yang baru saja mereka telepon. 


Rindu itu tidak berat, tapi menyiksa….. Clara.

__ADS_1


Tidak ada kata yang bisa menggambarkan kerinduan, kecuali merasakannya sendiri…. Boby.


***


Clara berjalan menuju kelasnya. Seperti biasa Rama akan menunggu di parkiran dan berjalan beriringan. Ada saja pembahasannya. Apapun dibahas sama Rama. Clara yang awalnya menanggapi biasa cenderung menghindar, lama lama menanggapi. Menjadikan Rama teman ngobrol ini itu. Selain Merlin dan Ita.


"Nonton yuk Ra, filmnya fast and furious lho," ajak Rama. Tahu benar kalau Clara tergila gila dengan Vin Diesel.


"Aku banyak tugas Mas, persiapan fashion show juga," tolak Clara.


"Ayolah…. Masak kamu gak penasaran aksi mereka," desak Rama. Pria itu semakin percaya diri mendekati Clara lagi. Karena Clara selalu terlihat bersedih tiap ditanya suaminya. Clara tidak lagi terlihat bersama suaminya. Bahkan bertelepon atau sekedar chat pun tidak pernah. Rama mengira hubungan mereka renggang. Atau bahkan berakhir. Clara hanya tersenyum sambil menggeleng.


Rama tidak menyerah. Datang dengan banyak es boba berbagai rasa. Membagikan secara gratis pada teman teman Clara yang meeting konsep fashion show. Mereka dengan senang hati menerima es itu.


"Ada acara apa ini sampai ada syukuran?" cletuk teman Clara. Melirik Rama dan Clara bergantian. Banyak yang tahu mereka jadian dulu. Banyak juga yang tahu Clara sudah menikah. Akan tetapi mereka tidak begitu ambil pusing juga kalau ada kata 'jadian' lagi. Bagi mahasiswa seperti mereka kisah cinta hanya sebagai pemanis. Mau jadian sama 10 orang juga gak masalah. Bukan urusan mereka juga.


"Tar dong Ram. Tungguin. Kami lagi penting. Nanti habis ini terserah kamu," kata pemimpin grup. Clara jadi salah tingkah. Bingung mau gimana. Menolak Rama rasanya tidak enak sekali karena perjuangannya.


Rama benar menunggu sampai mereka selesai meeting konsep dan bagi bagi tugas rata. Clara sudah menyuruhnya pulang secara halus tadi.


"Masih ada dua putaran film," kata Rama sambil melihat jam tangannya.


"Mas, tapi…. Aku…," clara bingung menyusun kata kata menolak.


"Udahhh ayookkkk!!!" kata Rama menarik tangan Clara. Mereka berboncengan menuju mall untuk menonton film.


Vin Diesel selalu menarik untuk Clara. Sepanjang film wanita itu terpaku dengan layar lebar di depannya. Tanpa sadar Rama sudah menggenggam tangannya dengan erat. Setahu Clara…. Sepanjang Clara mengingat, pria disampingnya itu Boby. Entah sangking kangen nya atau bagaimana. Clara berhalusinasi bersama Boby.

__ADS_1


Rama merasa tidak mendapat penolakan. Semakin erat menggenggam tangan Clara. Saat adegan romantis tiba dalam film, Rama menarik tengkuk Clara. Menenggelamkan bibir Clara dalam ciuman yang panjang. Clara terkejut saat tahu siapa yang menciumnya, saat ciuman itu berakhir. Tidak lagi berselera melanjutkan film yang tinggal sedikit. Berdiri meninggalkan kursi dan keluar dari studio film.


Rama mengejar langkah Clara. Menggandeng tangannya saat keluar dari area film. Clara menepisnya.


"Kenapa?" tanya Rama.


"Aku mau pulang Mas," kata Clara. Tidak bisa menyalahkan Rama juga karena dia yang terlena. Menganggap Rama itu Boby.


"Aku antar kalau gitu," kata Rama kembali menggandeng tangan Clara. Lagi lagi wanita itu menepisnya. Akhirnya mereka berjalan beriringan sampai parkiran. 


Hening sepanjang perjalanan… 


Clara enggan membuka mulutnya walaupun sampai di depan rumahnya. Rama menarik tangan Clara saat di halaman rumah.


"Aku pulang ya Cantik," kata Rama dengan senyuman. Clara hanya mengangguk. Rasa di dadanya bergemuruh. Merasa sudah menghianati Boby yang sedang berjuang. Kenapa kebodohan ini bisa tercipta!!! Bodoh!!! Bodoh!!! Umpat Clara dalam hatinya. Mematung melihat kepulan motor besar Rama yang tertinggal.


Clara masuk rumah dan mandi. Ada pesan dari Rama usai dia mandi. Mengabarkan bahwa dia sudah sampai rumah dan banyak lagi. Intinya rayuan dan mungkin juga harapan. Hp Clara langsung berbunyi saat Clara hanya membaca pesan Rama. Tidak berniat membalasnya.


"Mas, aku capek," kata Clara.


"Tidurlah…. Terimakasih untuk hari ini. Aku…. Bahagia sekali," kata Rama.


"Eh, maaf …. Tapi tidak ada yang berubah setelah… barusan. Anggap saja aku khilaf. Jangan berharap apapun dari aku. Ingat aku adalah wanita bersuami," kata Clara mencoba menjelaskan. Rama terdiam diujung sana.


"Selamat malam Mas, aku capek," kata Clara mengakhiri panggilan. 


Butiran air mata jatuh di pipinya. Rindu ini menyiksa. Dan rasa bersalah kian menghancurkan. Clara mengobrak abrik gallery hpnya. Memandangi foto Boby dan dirinya dalam banyak pose.

__ADS_1


"Aku setia Kak, aku setia," gumam Clara seorang diri. Tertidur dengan air mata yang belum mengering.


__ADS_2