Akulah Pelakornya

Akulah Pelakornya
Baper


__ADS_3

Clara dan Bayu kian dekat.  Mereka sering bercanda di tempat kerja. Saling goda saat salah satu sibuk dengan pekerjaannya. Bayu datang mengendap ngendap saat Clara sibuk dengan gambar desain baju yang akan diproduksi. Bayu mengkerudungkan plastik besar sisa kain di kepala Clara. Wanita itu terkejut. Sontak membuat orang orang diruangan itu tertawa.


"Wooo HRD edan!! Tak pecat kamu!!" kata Clara ngomel ngomel.


"Emang kamu yang punya kantor?" ejek Bayu.


"Ya iya lah…. Kenalin istri mudanya BRM Bisma Arkananta Danajaya. Kamuh… Bayu lesus tak pecat!!" kata Clara pede. Teman temannya senyum senyum canggung.


"Sejak kapan saya beristri kamu?" tanya suara yang dikenali Clara sebagai bosnya. Clara berjingkat kaget. Berbalik pelan sambil nyengir. Langsung berhadapan dengan muka bosnya yang berlesung pipi. Teman temannya langsung ngakak berjamaah.


"Pagi Pak…. Hehehe saya cuma akting jadi istri muda," kata Clara nyengir. Plastik kain masih anteng di atas kepalanya.


"Saya gak level sama bocah ingusan kaya kamu. Jaga bicaramu lain kali," kata Bisma kemudian berlalu dengan senyuman. Sebenarnya mau tertawa juga dengan tingkah karyawan barunya yang ada ada saja itu.  Apalagi gaya bicara Clara yang mirip ketoprak (wayang orang) membuat dia makin lucu. Akan tetapi dia harus jaga wibawa. 


"Maaf Pak, tidak akan terulang," jawab Clara sebelum Bisma menghilang. Teman temannya kembali tertawa ngakak.


"Untung gak di sihir jadi kodok kamu. Berani beraninya ngaku jadi istri muda calon penerus tahta keraton," kata Mbak Gendis sambil nyekikik. Akuntan itu kemudian melanjutkan kerjanya. Bisma memang keturunan ningrat.


"Emang dia bisa sihir?" tanya Clara kepo. Meraba kepalanya merasa ada yang aneh. Baru sadar kalau masih ada plastik kain menjuntai dari kepalanya.


"Oh…. Noo…. Masih ada dia di kepalaku," kata Clara nanar. Lagi lagi membuat teman temannya terpingkal pingkal. Kantor itu selalu ramai sejak ada Clara. Desainer baru yang kocak.


Bayu dan Clara makan berdua saat jam makan siang tiba.

__ADS_1


"Pak sayur pare, sama ikan lele yak," kata Clara sambil memperhatikan menu warteg itu. Menunjuk sayur pare dan lele goreng dibalik kaca. Seolah menunjuk layar touchscreen.


"Seneng banget sama pare," komentar Bayu.


"Pahitnya pare tak sepahit hidup ini," jawab Clara sok pujangga. Bayu tertawa mendengarnya. Mereka memilih meja lesehan sambil membawa makanannya.


Bayu terus memperhatikan Clara yang lahap makan oseng pare campur tempe itu. Agak meringis membayangkan rasa pare yang pahit. Bayu bukan orang yang suka makanan ekstrim. Dia saja ambil menu sayur sop dan ayam goreng tadi.


"Gak pahit ya Ra?" tanya Bayu kepo. Clara mendongak dari piringnya.


"Nggak, enak tau dicampur nasi sama ikan lele," jawab Clara.


"Mau coba?" tanya Clara sambil menggantung sendoknya di depan mulut Bayu. Sendok yang ada nasi, pare dan cuilan ikan lele. Bayu menggeleng kuat. Gak mungkin tahan sama rasa pahitnya. 


"Gimana enak kan? Hahahaha," kata Clara puas sekali karena memasukkan potongan cabai rawit juga ke mulut Bayu. 


Rasa di mulut Bayu campur campur. Mirip rasa di dadanya. Bayu minum es tehnya dengan muka memerah. Tanpa sadar mereka makan di sendok yang sama…. Mereka…. Bertukar saliva….. Bayu jadi baper. Dekat dengan Clara saja sudah membuat hatinya berbunga. Wanita itu adalah teman yang asyik. Ah…. Andai belum bersuami. Batin Bayu sambil melanjutkan makan mereka dengan Clara yang tersenyum puas karena berhasil mengerjainya.


Boby tahu kedekatan Clara pada seorang teman lelakinya. Istrinya itu sering membicarakan Bayu saat bertelepon. Ada yang nyeri di dadanya. Tidak ada pertemanan yang tulus antara laki laki dewasa dan wanita dewasa. Salah satu pasti baper.


"Kamu masih sayang aku kan?" tanya Boby.


"Ya iya lah," jawab Pocik yakin dan cepat. Pertanda dia jujur. Boby tersenyum mengusap layar hp yang menampilkan wajah istri mungilnya.

__ADS_1


"Aku juga sayaaaaang banget sama kamu," jawab Boby ngegombal. Menyimpulkan kalau yang baper pasti pihak Bayu. Menghela nafas sedih. Siapa yang sanggup menolak pesona istrinya? Wanita mandiri yang ceria … yang selalu membuat suasana hidup dimanapun. Pocik itu seperti magnet yang banyak menarik hati lelaki dengan cepat. Boby hanya sanggup berdoa. Semoga cinta mereka tetap dikuatkan sampai saatnya bersama kelak. Berharap Pocik tidak menyadari pesonanya sendiri. Dan menukar tambahkan dirinya dengan lelaki yang lebih mapan.


"Poc, aku menyesal menukar tambahkan kamu sama kakak kelas dulu," kata Boby diantara ribut cerita Clara tentang kesehariannya kini. Yang banyak menyebut Bayu, Bayu, dan Bayu. 


Clara diam sejenak. Mengerutkan dahinya dengan perkataan Boby barusan.


"Haaaa kamu baru menyesal sekarang Kak???!!!! Sekarang???? Aku nangis sesenggukan hampir enam bulan dulu. Menatap nanar kamu yang menjemput kakak kelas dari halaman sekolah. Nangis lagi dan nangis lagi!!!! Mataku hampir bengkak setiap hari karena nangisin kamu!!! Aku dulu berdoa supaya kamu dapat istri jelek dan janda…… eh…. Berarti doaku dulu terkabul," kata Clara panjang lebar mengomel tentang monumen kesalahan Boby dulu. Pria itu tertawa. Menikmati omelan Pocik tentang dirinya dulu. Lebih aman untuk hatinya mendengarkan betapa cemburunya Pocik ditukar tambah daripada mendengar nama Bayu.


"Iya terkabul. Coba dulu kamu mendoakan aku dapat istri gadis cantik. Pasti kita tidak berjodoh, soalnya kamu jelek. Atau berjodoh tanpa kamu harus melewati fase menjanda sama Tama. Hahahahahaha," kata Boby tertawa senang.


"Kamu bilang aku jelek!!!" kata Clara ngegas. Boby hanya bisa tertawa ngakak.


"Kurang ajar!! Kenapa pula kamu mau sama janda jelek kayak aku!!" kata Clara berapi api.


"Lah, karena doamu sendiri kan?" balik Boby. Clara terbengong bengong bodoh. Pembicaraan mereka berakhir saat jam nelpon Boby habis.


"Tidur nyenyak ya Sayang," kata Boby mengakhiri panggilan. 


Clara tersenyum sendu. Berakhir juga…. Hal yang ditunggu tunggunya selama satu minggu penuh. Menuntaskan sedikit rindu dengan melihat wajah suami kesayangannya. Ah….. kenapa empat tahun begitu terasa lama??? Tanya Clara entah pada siapa. Clara menyemprotkan parfum Boby pada guling yang dia peluk. Ini adalah cara mengobati kerinduannya tidur tanpa sosok Boby selama berbulan bulan. Memeluk guling itu dengan sayang. Menenggelamkan mukanya pada guling dengan sedikit tetesan air mata.


Hape nya berbunyi. Pesan dari Bayu.


'Selamat tidur Plak.' Pesan Bayu dengan emosi peluk. 'Plak' adalah panggilan kesayangan Bayu untuk Clara. Kependekan dari koplak. Bayu tahu benar kalau malam minggu adalah jadwal Clara bertelepon dengan suaminya. Pesan pesannya tidak akan terbalas. Ada cemburu yang menelusup di dada. Cemburu yang….Bayu tahu benar tidak pada tempatnya. Bayu menatap foto profil Clara pada aplikasi chattingnya.

__ADS_1


'Selamat tidur juga Bay.' Pesan balasan dari Clara masuk. Bayu tersenyum senang.


__ADS_2