Akulah Pelakornya

Akulah Pelakornya
Keluarga Boby


__ADS_3

Akhirnya Santi terus mengejar ngejar Boby untuk diceritakan Clara sekilas. Mirip minum obat menyebut nama Clara sehari tiga kali. Lebih banyak lagi saat Boby ada dirumah.


"Ceritakan lah sedikit Bob, biar Papamu bisa tidur nyenyak. Gak tiap malam suruh tebak tebakan kaya apa Clara itu," kata Tono saat sarapan. 


"Iya Mas, aku juga penasaran kaya apa Clara itu. Mama juga menyebut nyebut dia terus kalau sama aku. Pake banding bandingin sama Jesi lagi. Katanya pasti cantikan Clara daripada Jesi," kata Dito manyun. Gak terima calon istrinya dibanding bandingkan sama Clara.


"Dia cantik, lucu, tegar dan rapuh disaat bersama," kata Boby sambil senyam senyum. Semua orang di rumah langsung pasang kuping termasuk Mbak Atun. Asisten rumah tangga di rumah itu. The phenomenal Clara!!! Gadis macam apa yang mampu mempesona anak majikan tertuanya yang terkenal buaya. Bahkan pernah diapelin dua wanita di saat yang sama sampai Atun pusing memikirkan alasan untuk dua wanita yang sudah saling lirik panas.


"Foto…. Fotooo…," Dito gak kalah kepo. Boby mengeluarkan ponselnya. Memainkannya sebentar kemudian menyerahkan foto Clara pada Mamanya.


"Aih…. Cantik sekali… putih, mungil," kata Santi. Atun langsung mendekat. Ndusel di tengah tengah Boby dan Santi.


"Rambutmu bau gorengan Mbak," kata Boby sambil menjauh. Atun nyengir.


"Kalau bau wangi aku habis keramas Mas, bukan habis masak," kata Atun. Boby mencebik


"Cantik Mas," komen Atun bahagia. Hp Boby mengitari meja makan itu. 


"Wes, seleramu Bob. Nanti bisa bantuin Papa ditoko," kata Tono sambil senyum senyum. Selera Boby selalu satu server dengan papanya.


"Sembarangan!! Dia itu desainer Pap. Kerja di sebuah butik. Masak suruh bantuin Papa di toko besi!" kata Boby gak terima.


"Cantikan Jesi lah," komen Dito.


"Haaa kenalmu cewek ya cuma Jesi To, jadi ya tetep dia yang paling cantik. Cari cewek lagi sana! Bandingkan… rasakan siapa yang paling menggetarkan hati dan nafsumu," kata Boby perlente. 


Dito memang hanya pacaran dengan Jesi. Hanya Jesi dari SMP sampai sekarang. Jadilah mereka dinikahkan semuda ini karena sudah terlalu lama dekat. Apalagi Jesi adalah anak dari sahabat karib Mama Santi.


"Hus!! Kok bawa bawa nafsu segala! Udah nafsu kamu sama Clara ini? Mau sekalian di lamarin?" tanya Santi.


"Jangan sekarang Ma, dia lagi dalam masa iddah," kata Boby santai. Berbanding terbalik dengan seisi rumahnya. Mereka menanggapi omongan Boby dengan beragam keterkejutan. Tono dan Dito melongo. Sedang Santi dan Atun membentuk paduan suara.

__ADS_1


"Masa iddah?!" 


"Iya, baru cerai sekitar dua minggu yang lalu," jawab Boby santai. Dito langsung tertawa.


"Owalah Mas, mantanmu segudang, isinya gadis cantik semua…. Cintamu mentok sama janda, hahahahaha iiiini parah sih," kata Dito mengejek.


"Dia janda rasa gadis. Aku sendiri yang memastikannya," kata Boby mulai serius. Ada selipan marah yang tidak bisa disembunyikan. Dito langsung bungkam. Merasa bersalah seketika.


"Apa gak ada yang lain Bob? Kamu itu kan polisi, ganteng, pilih lah yang minimal gadis. Jangan berstatus janda…. Aduh bisa jadi bahan ejekan. Dikira kamu gak laku nanti," Santi ikut protes. Boby menggeleng.


"Terserah!! Boby gak peduli omongan orang. Boby hanya mau Clara untuk diperistri," kata Boby berdiri dari kursinya kemudian berlalu. Semua orang melongo….


Santi semakin heboh membicarakan Clara pada Tono. Dia tidak terima anak sulungnya dapat janda. Haaa janda??? Secantik apapun statusnya tetap janda!!


"Papa jangan diam aja dong!! Berbuat apa kek!!" kata Santi sambil menggoyang tubuh Tono yang terkantuk kantuk.


"Biar lah Ma, Papa yakin dan percaya sama Boby. Daripada Boby terus terusan kesana kemari. Anakmu itu juga belum tentu perjaka," kata Tono sebelum jatuh ke alam mimpi. Dengan nyanyian nyaring dari Santi. 


***


Sampai di depan rumah Clara. Gadis itu sudah menunggu dengan kebaya cantiknya.


"Hai," sapa Boby gugup.


"Hai juga," jawab Clara sama gugupnya. Jarang sekali Clara melihat Boby serapi ini. Katanya polisi, namun sekalipun Clara belum pernah lihat Boby pakai seragam. Yang ada penampilannya mirip berandal. Pakai setelan jas begini membuat kadar tampan Boby meningkat drastis di mata Clara.


"Bbbbeeeerangkat yuk! Aku pamit sama orang rumahmu," kata Boby sedikit tergagap. Belum apa apa sudah membayangkan Pocik jadi pengantinnya dengan kebaya seperti itu.


Hening….   Saking gugupnya keduanya hanya terdiam. Padahal mobil sudah melaju sepuluh menitan. Boby menyalakan lagu. Suara Didi Kempot langsung mengalun. Clara tersenyum.


"Ini mobil siapa?" tanyanya sambil celingukan. Matanya mengitari mobil. Siapa tahu ada balsem gosok atau minyak kapak di dalamnya. Clara mengira ini mobil aki aki yang dirampas Boby.

__ADS_1


"Mobilku lah…." Kata Boby ngegas.


"Lha kok playlistnya Didi Kempot?" tanya Clara heran.


"Aku itu sekarang sobat ambyar yaa… lagian lagu Alm Didi Kempot itu sadis, dramatis, romantis," jawab Boby lebay. Clara tertawa. Gara gara playlist itu melumerkan kegugupan mereka berdua. Selanjutnya mereka bercanda seperti biasa.


Sampai di depan gedung resepsi. Sudah lumayan ramai orang. Akan tetapi rombongan besan belum datang. Boby membukakan pintu untuk Pocik. 


"Aku gugup Kak," kata Clara sambil menggandeng tangan Boby.


"Ya sama Poc, ini pertama kalinya aku mengenalkan calon istriku di hadapan keluarga besar," kata Boby. Clara melongo sesaat. Kata 'Calon istri' menggetarkan dadanya. Juga tangannya yang semakin gemetar hebat.


"Kamu belum makan?" tanya Boby sambil berjalan pelan. Mengimbangi langkah Pocik yang pakai jarik.


"Udah lah," jawab Clara singkat.


"Lalu kenapa tanganmu bikin gempa bumi gini?? Yakin gak pingsan nanti salaman sama orang rumahku?" tanya Boby sambil nyekikik.


"Kak Boby iihhh…. Aku pulang deh!" kata Clara ngambek. Boby mencengkram tangan Pociknya yang membelot dari lengannya.


"Jangan harap!! Jangan harap pulang, atau lari!! Enak saja mau main lari. Kamu sudah menetap di hatiku!! Aku kurung, aku kunci. Gak boleh kemana mana," ancam Boby yang membuat Clara semakin merona.


Clara disambut para among tamu yang kebanyakan bulik dan bude Boby. Diajak Boby keruang makeup dimana ada Mamanya disana. 


"Clara," kata Clara sambil mengulurkan tangan Mama Boby yang sedang dirias. Hanya sepintas lalu menanggapi. Perkenalan berlangsung lancar. Beberapa sepupu Boby menggoda Boby dengan titipan titipan salam dari cewek lain. 


"Berapa mantanmu Kak?" tanya Clara terpancing.


"Tidak banyak, aku hanya kepikiran kamu terus," kata Boby ngibul, sambil memegang tangan Clara dan membawanya ke pangkuan. 


"Yakin?" tanya Clara lagi gak percaya. Boby nyengir.

__ADS_1


"Aku mau keterbukaan. Aku mungkin lebih dari selusin mengencani cewek selama hidupku," kata Boby. Clara melorok. Boby menggenggam tangan Pocik lebih erat.


"Tapi percayalah aku hanya memikirkan kamu sejak perpisahan kita dulu. Aku mau serius sama kamu.... Aku..... Mencintaimu Clara Nessa dengan seluruh hatiku," kata Boby serius. Mereka saling tatap. Andai bukan ditempat ramai, maka Boby yakin sudah mencium Pocik dengan gemas.


__ADS_2