
Author pov
"Ahh iya sekarang waktunya menjemput anak anak mas"Titi mengingatkan Suaminya dan dia melihat ke arah Titi seakan enggan meninggalkannya dengan Hendra hanya berdua saja
"Tapi maa.." ucap Mas Rasyid
''Assalamualaikum"Seru suara perempuan mengucap sallam
"Wa'alaikum sallam" mereka bertiga serempak menjawab salam
"Neng katanya tadi minta dibikinin kue cucur? jadi nggak neng?"Tanya bi Darmi pada Titi
"Jadi dong bi, kemarin anak anak minta bikinin, tapi badanku masih lemes, jadi tolong bibi aja yang bikin ya"ucap Titi pada bi Darmi, ini sesuai dengan permintaan Titi ditelpon tadi
"Ya sudah, bibi langsung ke dapur aja ya, bahan bahannya masih ditempat yang sama kan neng?"
"Iya bi.. masih disitu kok tempatnya"
"Iya, mari.. bibi ke dapur dulu, ehhh ada Nak Hendra.. apakabar nak?"Bi Darmi berpura pura baru menyadari bahwa ada Hendra di situ,dia mendekat dan menjabat tangan Hendra yang disambut dengan antusias oleh Hendra
"Iya bi aku lagi disini, jenguk Titi kata Robi dia kemarin sakit, dan kabar aku baik, kabar bibi bagaimana?" Hendra pun berbasa basi menanyakan kabar bi Darmi
"Bibi baik!,ya sudah bibi kedapur dulu ya" pamit bi Darmi
"Iya bi, silahkan" jawab Hendra disertai senyuman
Titi yang sedari tadi diam menyimak perbincangan antara bi Darmi dan Hendra kemudian teringat apa tujuan Bi Darmi disuruh datang ke rumah selain untuk membuatkan cucur
__ADS_1
"Mas sudah waktunya anak anak pulang loh, kalau aku sehat, aku dengan senang hati menjemput mereka, biasanya juga gitu, tapi kan sekarang aku masih kurang enak badan mas"Bujuk Titi lagi, dia tidak mau hanya karena rasa cemburunya maka anak anak yang akan jadi korban, kasihan kalau nunggu jemputan terlalu lama
Rasyid mendesah pasrah, dia harus rela istrinya dia tinggalkan dan dirumah sedang ada Hendra, tapi Rasyid agak sedikit tenang karena ada bi Darmi juga dirumah, Rasyid bukannya curiga pada istrinya tapi dia tidak bisa mempercayai Hendra yang mungkin saja bisa menyentuh tangan Titi
Rasyid merasa tidak rela walaupun hanya tangan istrinya disentuh oleh pria lain, apalagi Hendra yang terang terangan menampakan kalau dia punya perasaan lebih pada Titi
"Iya ini aku berangkat jemput, kamu jangan dekat dekat sama dia ya" ucap Rasyid setengah berbisik tapi masih bisa didengar oleh Hendra
Hendra pun mendengus sinis, Tapi Rasyid berlaga innocent lalu ngeloyor pergi bergegas agar bisa cepat pergi dan cepat kembali
"Kenapa si Rasyid Ti? emang aku mau ngapain kamu, kalau kamu dan aku ditinggal berdua? kalau aku ada niat ngga baik dan ngga bener, udah dari dulu lagi aku lakuin, dasar.. dianya sendiri yang mudah tergoda, dia pikir kamu juga sama kali"Hendra bergumam gumam yang hanya di acuhkan oleh Titi
"Sudah ngga usah dibahas,aku mau bahas yang lain yang lebih penting'' ucap Titi dengan menatap Hendra dalam di kedua matanya
''A.. kita kenal sudah dari dulu, walau kita sempat lost contact lama sekali tapi pada akhirnya ada sesuatu yang mengikat kita menjadi satu keluarga,Robi! aku bukannya tidak tau kalau dulu waktu masih sekolah di Mts, kamu suka sama aku kan A? dann dulu aku juga sama, suka sama Aa"
Mata Hendra terbelalak mendengar pengakuan Titi
''A apa? kamu juga suka sama aku?''ucap Hendra tergagap
''Iya A.. TAPI itu dulu, perasaanku padamu dulu mungkin sangatlah besar,sampai aku tidak bisa melupakanmu dengan mudah,tapi apa yang kuharapkan bahwa kamu mengatakan perasaanmu padaku ternyata tidak terjadi, kamu bahkan menghilang lama, dan lebih mengecewakan lagi ternyata kamu berhubungan dengan almarhumah ibunya Robi, sampai sampai kalian punya anak diluar nikah, jujur aja aku kecewa A, sangat kecewa!
''Tapi aku berpikir lagi, buat apa aku kecewa padamu, aku bahkan bukan siapa siapamu dan tidak berarti apa apa padamu kan?! karena kalau ada tempatku dihatimu maka kamu tidak akan melakukan tindakan menjijihkan dengan perempuan itu, kalian berzina, naudzubillah himindzalik'' Hendra menatap Titi dengan mimik muka yang tidak bisa digambarkan oleh kata kata, antara kaget, malu dan juga menyesal kemudian Titi melanjutkan lagi perkataannya
''Saat kita bertemu lagi waktu itu yang aku menamparmu karena salah paham, mengira dirimu adalah mas Rasyid yang sedang selingkuh, haha.. tapi maaf aku tidak menyesali perbuatanku, anggap saja itu ungkapan rasa kecewaku padamu''
Hendra terpaku tidak bisa berkata apapun, dia teringat semua perbuatan bejatnya di masa lalu, dia terjerumus dalam gaya hidup dan se x bebas sejak mengenal almarhumah Dena
__ADS_1
Dan setelah lepas dari Dena pun dia terus saja mengulangi hal tersebut dengan beberapa perempuan lain, termasuk Cicih dan gadis lainnya
''A.. masa lalu biarlah berlalu,seperti apapun masa lalu itu, kalau dimasa lalu kamu melakukan hal buruk maka dimasa mendatang jangan lakukan lagi, tapi kalaj di masa lalumu kamu melakukan hal yang baik maka kedepannya tambahlah frekuensi kelakuan baik itu''
''Kita manusia hidup dengan menjalani takdir yang sudah tertulis sejak kita masih dalam kandungan, garis besar takdir yang sebenarnya masih bisa diubah oleh kita sendiri, kalau kita bertekad tentunya!''
''Dari orang yang tidak tau ajaran agama menjadi tau karena mau belajar! dari orang yang suka bermaksiat menjadi orang yang jauh dari maksiat bahkan menjadi orang sholeh''
Hendra tertunduk mendengarkan omongan dari wanita yang selalu ada dihatinya, tapi terabaikan karena nafsu sesaat yang mengantarkannya pada wanita yang menghancurkan hidupnya
Titi mendesahkan nafasnya untuk mengurai perasaan sesak yang ada di dadanya
''Aku tau, suamiku juga bukan orang paling baik di dunia tapi karena dia jodohku maka aku ada disisinya, karena dia menempatkanku menjadi istrinya, hal yang tidak pernah kamu lakukan padaku, tidakkah aku pantas menjadi istrimu? dan jawaban pasti iya kan? karena kalau aku memang pantas, maka disitulah posisiku akan berada''
Hendra masih terdiam menatap wajah Titi
dan Titi masih terus melanjutkan
''Sekarang aku sudah punya tempat yang tuhan tetapkan yaitu menjadi istri mas Rasyid, jadi sekarang kamu tolong jangan bersikap diluar batas, jangan sampai menimbulkan kecemburuan yang berakibat fatal,karena aku sudah mengalami hal yang sangat menyakitkan dikarenakan dicemburui dengan buta oleh suamiku,''
''Iya Ti aku ngerti, maafkan semua salahku ya! aku akan mengikhlaskanmu dimiliki Rasyid, dan aku akan berusaha terus memperbaiki diri, nanti jika tuhan berkenan memberikanku jodoh lagi, aku berdoa semoga jodohku adalah wanita yang sholehah melebihi dirimu, agar aku bisa menjadi pria yang beruntung melebihi beruntungnya Rasyid''
Dasar Hendra.. do'a nya gitu sih, tapi ada benarnya juga sih, terserah deh dia mau do'a apa, asal do'anya tentang kebaikan untuk semua orang.
Titi menganggukkan kepalanya pelan, Titi merasa lega setelah mengungkapkan isi hatinya yang sempat dirasa beban berat
♡♥Bersambung♥♡
__ADS_1