
''TUTUP MULUT KAMU CI, PLEASE AKU MOHON.. PERGI DARI SINI, PERGI DARI HIDUPKU SEPERTI DULU, JANGAN GANGGU HIDUPKU LAGI'' Teriak Rasyid yang membuat cicih,Titi, dan Risya terperanjat kaget,saat itu Rasyid dalam kondisi duduk.
''Apa apaan kami mas, enak aja nyuruh aku pergi, aku ngga terima diperlukan kayak gini!!! awas saja ya.. aku akan membalas perlakuanmu ini''Sahut Cicih dengan aura penuh kemarahan,dia tidak terima di campakan, kemudian dia berlalu keluar dan saat melewati Titi dia sengaja menabrakan bahunya pada bahu Titi sampai Titi nyaris terjatuh menabrak tembok, untung saja kedua tangan Titi sigap menumpu tembok jadi badannya tidak terhempas begitu saja
''Cicih apa yang kau lakukan, awas saja kalau istriku sampai terluka,aku tidak akan pernah membiarkan mu'' seru Rasyid yang masih bisa di dengar oleh Cicih, dan wanita itu malah berhenti berjalan, membalikan lagi badannya dan dengan gerakan cepat menghampiri Rasyid dan
PLAKKK
Cicih menampar pipi Rasyid dengan sekuat tenaga sampai wajah Rasyid menengok ke arah samping saking kerasnya tamparan itu
''LAKI LAKI PECUNDANG, SAAT DI RABA RABA MENIKMATI,SETELAH KETAHUAN MELEMPAR KESALAHAN HANYA PADAKU, NAJISS TAU NGGA GUA SAMA LU, BAGUS DULU GUE NINGGALIN LU, BRENGSEK.. LAKI LAKI KALAU MEMANG DIA SETIA DIGODAIN BAKALAN NOLAK DENGAN TEGAS, LAH ELU MAU AJA, BILANG AJA ELU JUGA NIKAMTIN KAN? CIHHH.. PISANGNYA SEDENGAN DOANG JUGA, KAGAK GEDE GEDE AMAT.
umpat Cicih kemudian dia berlalu pergi setelah membanting pintu
Risya hanya terbengong di tempat duduknya, sedangkan Titi malah bersandar di dinding seakan kakinya tidak mampu lagi memahan berat badannya, lemas!
Rasyid memegang pipinya yang terasa panas dan berdenyut sakit,sudut bibirnya bahkan sedikit mengeluarkan darah, Titi melirik ke arahnya dan melihat luka itu, tapi dia enggan untuk menunjukan kepedulian nya, Titi malah memilih untuk membuang pandangannya ke arah lain, dan tetap diam di tempatnya
''De sayang.. maafin aku..'' ucap Rasyid lirih,dengan air mata yang mengalir di pipinya, Rasyid tau lelaki seharusnya tidak mudah untuk menangis, tapi dia sungguh pasrah dengan sebutan apa saja yang orang lain pikir cocok untuknya yang penting! istrinya mau memaafkannya dan tidak pernah berpikir untuk meninggalkan nya
Dan Titi juga tau, seorang istri yang baik tidak akan menyebabkan suaminya mengalirkan airmatanya, karena airmata laki laki sangatlah berharga bagi harga diri mereka,
Tapi Titi merasa tidak mampu untuk hanya mengusap airmata itu, tangannya tidak mau digerakan untuk melakukannya, hatinya terasa berat untuk sekedar berucap'janganlah menangis kepada pria yang baru saja menghancurkan kepercayaan nya itu
Dia ingin sekali lari dan pergi jauh darisana, tapi Titi mengingat tentang anaknya, anaknya bahkan tidak boleh tau sedikitpun tentang kelakuan ayah mereka.. Tidak!
Rasyid menangis sampai sesenggukan, Risya yang tidak tahan melihat apa yang ada di depannya akhirnya dia beranjak pergi
''Kak aku keluar dulu cari suamiku ya kak! kasihan daritadi aku abaikan!" ucap Risya berpamitan pada Titi, yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Titi
__ADS_1
''De.. hiks hiks..'' Panggil Rasyid lagi
''DIAM KAMU, TOLONG DIAMLAH.. ATAU AKU AKAN PERGI DARI SINI SEKARANG JUGA''seru Titi, Rasyid kaget dan seketika menghentikan tangisnya, karena dia juga khawatir kalau istrinya yang sedang diliputi emosi itu akan benar benar pergi
Tapi setelah itu Titi berjalan ke arah meja kecil tempat tasnya dia taruh tadi, dia mengambil handphone nya, duduk di kursi dan mengutak atik smartphone nya
Ada chat dari Hendra yang menyatakan bahwa dia akan datang bersama Robi untuk menjenguk Rasyid, mereka akan berangkat dari sana malam hari agar bisa sampai dirumah Titi pagi hari
''Robi akan sampai besok pagi disini, maksudnya dirumah kita, siang baru aku ajak dia kesini, biar dia istirahat sebentar dulu dirumah, kasihan takut dia kecapaian''ucap Titi seperti bergumam sendiri tapi Rasyid tau itu ditujukan padanya, tapi Rasyid tidak menjawab, hanya terdiam dengan segala pikiran yang berkecamuk
Rasyid tau dia harus siap dengan konsekuensi dari perbuatannya, dan dia harus siap denagn segala hukuman yang akan dia dapat
''Mama... ayah.. kami sudah kembaliii'' seru dua anak kecil yang datang dengan kantong plastik ditangannya
''Maa aku beliin ice cream coklat special buat mama, biar mama nggak sedih lagi nih ma''seru Putra
''Ehemm, untuk ayah tidak ada nih'' canda Rasyid pada anaknya sembari memonyongkan bibirnya pura pura marah
''Tapi ayah kan lagi sakit, nanti aku tanya dokter ya, apa ayah boleh makan ice cream atau tidak''sahut Putri, sedangkan Putra yang sudah agak besar, dia jadi canggung pada ayahnya dan enggan untuk mendekat
''Ya sudah nanti kita tanya dokter dulu, sini nak, apa tidak ada yang mau peluk ayah? ayah kangen loh sama kalian!'' ucap Rasyid dan Putri langsung menghampiri ayahnya dan segera memeluknya
Titi segera memberi isyarat pada Putranya agar mendekat ke arah ayahnya, lalu Putra pun segera memeluk ayahnya juga walau terkesan enggan.
''Ibu beli makanan tadi di warung depan sana, ini ada mie goreng sama nasi goreng ada juga tempe goreng/ mendoan dan juga tahu goreng isi sayuran/ tahu brontak
Dan mau tidak mau Titi harus berakting di depan anaknya dengan menawari makanan bahkan menyuapi Rasyid makanan yang dia inginkan dan itu menjadikan Rasyid seperti mendapat jackpot
Dia tidak menyia nyiakan kesempatan itu untuk mendapatkan perhatian istrinya dan bisa bermanja padanya
__ADS_1
Titi dengan menahan dongkol dihatinya menuruti semua permintaan Rasyid dengan berat hati dan dengan senyum yang di paksakan
Malam semakin larut untuk ukuran anak anak, jadi Titi berpamitan untuk pulang dan dia berkata akan kembali lagi besok bersama Robi dan Hendra, sedangkan Putra dan Putri akan pergi sekolah lalu akan tinggal dirumah ditemani istri mang ujang dan cucu cucunya
Putra dan Putri menyalami tangan ayah mereka yang terpasang selang infus dengan sangat hati hati, dan mereka mengucapkan harapannya agar ayahnya cepat sembuh dan pulang kerumah
Rasyid berjanji akan cepat sembuh agar bisa menemani mereka bermain lagi seperti dulu
♥♥♥♥♥
Waktu subuh tiba, adzan berkumandang dengan merdu terdengar ditelinga Titi, dia bergegas bangun lalu mandi kemudian menunaikan kewajiban nya terhadap Tuhan yang maha Esa
TOKK TOKK TOKK
''Assalamualaikum...
Suara ketukan di pintu dan sallam yang nyaring terdengar nyaring ditelinga, membuat Titi bergegas membukakan pintu
Robi dan Hendra berdiri di depan pintu, saat melihat Titi yang membuka pintu langsung saja senyuman manis tercetak diwajah kedua pria beda usia tersebut
♥♡♥Bersambung
♥Mau up lagi ngga?
Like, koment jangan lupa ya!
kasih bunga dan kopi please
sayangggg kalian semua
__ADS_1