ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Lion Wedding 2


__ADS_3

#**Masih pov Titi


Tuan**



"**Tuan Lion tersenyum manis saat menjabat tanganku, aduh rasanya aku mau pingsan.. kyaa.. aku senang sekali.. seperti mendapat durian runtuh, ohh ya ampun maafkan aku mas" batinku


Aku segera melepaskan tangan pengantin pria dan berganti pada pengantin wanita walau rasanya tidak rela melepaskan jabatan tangan Tuan tampan itu


Sementara Mas Rasyid hanya terdiam di belakangku memperhatikan tingkahku yang aneh, lalu kemudian mas Rasyid bergantian menjabat tangan tuan Lion dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru, aku tadi sampai lupa untuk mengucapkan itu, tidak pingsan saja sudah untung huhhh.... dasar aku payah..


Pengantin wanitanya sangat cantik, dia mengenakan gaun putih pernikahan, mereka berdua sangat serasi, maaf ya Nona Lily aku mengagumi suami mu dalam hati


Aku tau ini dosa tapi sangat sulit bagiku untuk mengendalikan perasaanku ini


Aku janji deh perasaan ini tidak akan mengubah rasa cintaku terhadap suamiku,


Aku berhadapan dengan pengantin wanita yang cantik, senyumnya tidak kalah manis dari pengantin prianya


Bajunya**



**Bajunya sangat indah, pemakainya sangat cantik, aku mengucapkan selamat menempuh hidup baru sembari menjabat tangannya,kemudian berlalu turun dari pelaminan bergantian dengan para tamu yang lain


Robi,Putra,mas Rasyid, dan Putri juga turun kemudian mengikutiku


Kami tidak menunggu pesta sampai selesai, kami langsung pergi setelah sesi ucapan selamat karena anak anak sudah terlihat lelah


Aku menghampiri Desi untuk berpamitan

__ADS_1


"De kaka pulang sekarang ya.. anak anak udah pada capek tuh kayanya"


"Oh ya udah kak hati hati di jalan, tunggu di Lobi depan dulu biar aku hubungi supir biar kalian diantar pulang ke paviliun" Desi segera menghubungi supir lewat telpon dan tidak lama supir pun datang saat kami sudah berkumpul di lobi gedung tempat acara resepsi pernikahan itu


Saat kami sampai di Paviliun semua orang bergantian untuk membersihkan tubuh dengan mandi dan berganti baju


♡TITI POV END ♥


Makan malam seadanya karena semua pelayan sibuk mengurus keperluan pernikahan di sana, lalu segera pergi tidur karena merasakan tubuh mereka sangatlah lelah.


Keesokan harinya pagi pagi sekali Desi sudah mengetuk pintu paviliun tempat Titi sekeluarga menginap, hari ini mereka berencana akan jalan jalan keliling Jakarta sampai puas


Tok tok tok


Ceklek pintu terbuka dari dalam saat Titi dengan sigap membuka pintu, dia sudah menduga kalau itu adiknya yang datang


"Gasik pisan kamu udah siap, emang kita mau berangkat jam berapa de?"tanya Titi sesudah membuka pintu dan dia ngeloyor pergi ke dapur karena dia sedang membuat minuman pagi untuk semua orang, susu untuk anak anak, kopi untuk dirinya dan suaminya, dan Desi mengekor di belakangnya


"Nggak usah kak, aku udah minum kopi tadi sama A Harun sambil sarapan, nanti kita berangkat jam 09.00 ya, ya udah aku mau ngasih tau itu doang, aku pergi dulu, aku juga mau siap siap, ehhh anak anak udah pada mandi belum nih"


"Sudah dong tante"jawab anak anak setempak, Desi tersenyum


"oke tante juga mau siap siap ya" Desi berlalu tidak lupa menyapa kakak iparnya yang sedang duduk diam sembari menikmati sarapannya


Rasyid mengangguk sembari tersenyum


Sejak pertemuan Mereka dengan Hendra dan Wanita cantik yang digadang gadang bakal jadi mama tirinya Robi, Rasyid jadi sering melamun, entah apa yang sedang dia pikirkan, tapi sayangnya Titi tidak menyadari itu


Waktu yang sudah ditentukan pun tiba mereka berjalan jalan dengan bahagia, tujuan mereka tidak lain adalah Dufan, Monas, ancol, tempat bersejarah seperti lubang buaya, dan banyak lagi lainnya


Malam hari barulah mereka pulang dengan wajah senang tapi lelah, mereka menyempatkan diri untuk makan malan di perjalanan dengan mampir di sebuah restoran cepat saji yang terkenal dan iklannya ada di tayangan televisi, kapan lagi mereka yang notabane nya dari desa bisa mencicipi makanan jenis itu yang aslinya.. tidak seperti di Desa yang hanya KW nya!

__ADS_1


Sampai dipaviliun keluarga Titi langsung teparr... mandi dan langsung tidur


Desi kembali ke kamarnya bersama sang suami


Besok Keluarga Titi akan pulang ke desa, mereka tidak bisa terlalu lama meninggalkan desa walaupun pekerjaan pembersihan lahan pasti sudah di handle dengan baik oleh para pekerja kepercayaan


♡♡♡♡♡♡


Setelah seminggu ladang dalam tahap pembersihan lalu dilanjutkan dengan mencangkul lahan agar siap di tanami lagi


Rencananya Rasyid ingin menanam semangka, melon, dan Labu dan juga Timun karena sekarang memasuki musim kemarau


Jenis sayuran lain tetap di tanam di beberapa Area yang lebih dekat ke gubuk dan jalan raya, sedangkan yang lain di tanam diarea yang lebih dalam yang dekat dengan hutan pinus milik perhutani (lahan milik negara)


Saat itu siang hari jam makan, siang saat Titi mengantar makan siang tiba tiba handphone suaminya yang dia letakan di dalam saku jaket yang digantungkan di gubuk berbunyi nada pesan


Titi hanya mengabaikan saja karena mungkin tidak penting, kalau penting pasti langsung telpon Titi lebih memilih untuk memanggil suaminya untuk segera berhenti bekerja karena jam makan siang sudah tiba


"Mas ayo kita makan siang dulu, cepat cuci tangan dulu mas, kalian juga ya bapak bapak" seru Titi kepada suaminya dan para pekerjanya


"iya" jawaban serempak yang membuat Titi tertawa


Drtttt drtttt drttt


Titi melirik ke jaket suaminya dan hendak memeriksa kenapa handphone suaminy bergetar tapi tidak ada nada deringnya


Tangan Titi terulur Tapi ternyata keduluan tangan panjang suaminya, Titi melihat ke wajah suaminya yang seperti tegang dan takut akan sesuatu, tapi Titi mengabaikannya dia pikir palingan telpon dari para konsumen sayur yang bertanya tentang pesanan mereka


Rasyid mengambil handphonenya dan melihat layarnya, seketika senyuman tipis menghiasi bibirnya, dan dia menjawab telpon sambil berlalu sedikit menjauh dari Titi dan kerumunan para pekerja yang akan makan siang


"Halo iya, ehm nggak juga, aku lagi istirahat mau makan siang ini"sepintas Titi masih mendengat percakapan pembuka tapi kemudian karena Rasyid menjauh jadi tidak terdengar lagi pembicaraannya yang entah dengan siapa, ada rasa tidak enak hati yang dirasakan Titi.. entah kenapa**!

__ADS_1


__ADS_2