ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Putra pertama ku putra kedua suamiku


__ADS_3

Ini hari ke tujuh putraku lahir kedunia, dia sangat tampan dia mirip ayahnya, hidungnya yang mancung, kulit putih bersih, rambut lurus dan hitam legam, dari keseluruhan yang mirip denganku hanya rambutnya (wkwkwk) lebih banyak mirip ayah nya.


Bayi kecil yang sudah menjadikanku seorang ibu, bayi kecil yang sudah hadir untuk melengkapi hidupku, dia kuberi nama PUTRA ATHAYA AKBAR


Kami memanggilnya bayi Putra, dia sangat manis jarang sekali menangis, dia hanya merengek kalau popoknya basah atau dia BAB dan saat ingin minum susu, selebihnya dia akan tidur,dia masih terlalu kecil untuk bermain dia masih terlalu rentan bahkan untuk di gendong pun harus sangat hati hati


Putra ku aku berharap kelak dia akan jadi penyejuk hatiku, pelipur laraku dan penopang langkah tuaku, aku harap dia akan menjadi cahaya penerang jalan hidupku yang meredup.


Hari ini aqiqah di laksanan dirumah kami, kami menggelar acara sederhana dengan mengundang sanak saudara, Desi adikku pun ada di sini membantu ku untuk menurus persiapan acara aqiqah ini.


Uwa tonjong juga akan datang nanti siang, tapi aku meminta pada Mas Rasyid untuk tidak usah mengundang mantan istrinya, aku tidak mau nanti dia berbuat ulah, biarlah kami memberi tau Robi nanti, dia sekarang sudah besar, pasti dia akan mengerti tentang kehadiran adiknya.


''Assalamualaikum''seseorang mengucapkan salam dan aku seperti mengenali suara itu, seperti suara Aa....


Tidak... tidak mungkin itu suara dia, untuk apa dia ke sini,pasti itu suara orang lain.


''Wa alaikum sallam''sahut ku lalu aku beranjak ke arah pintu dan berniat mempersilakan tamu yang datang,tidak perlu membukakan pintu karena sebenarnya pintu sudah terbuka sedari tadi.


''Biar Mas aja ma yang buka, kamu jagain ade saja di kamar''seru suamiku yang keluar dari arah dapur dengan tergesa.


''Ya mas'' kataku manut.


''Mau cari siapa ya?''terdengar suara mas Rasyid menanyakan tujuan tamu yang entah siapa itu.


''Boleh saya ketemu Titi sebentar''


DEGG..


...Suara itu seperti nya benar itu suaranya A Yudi,aku seketika tegang,aku berpikir kalau iya itu A Yudi ngapain dia kesini?...

__ADS_1


...''Ma... ada orang nyari tuh''mas Rasyid masuk ke dalam kamar dan memanggil ku. terlihat di wajahnya menyimpan tanya, siapa gerangan lelaki yang mencari istrinya itu...


"siapa sih mas"aku malah bertanya sambil was was.


"Mas ngga tau.. ngga kenal,sudah sana kamu temuin dulu siapa tau ada hal penting"


" iya Mas bentar"


Aku mematung menatap seseorang itu,dia tersenyum padaku,senyumnya masih sama,tapi senyum itu tidak berarti apa apa bagiku, hatiku tidak merespon dengan baik, dulu senyum itu membuat ku tertipu, sekarang tidak akan lagi.


''Ada apa kamu kesini, sebaiknya kamu pergi saja sekarang juga,''kataku ketus


''Ti aku perlu bicara denganmu,atau seumur hidupku aku akan tetap berada dalam penyesalan''


''haha.. penyesalan, untuk apa menyesal? apa yang di sesalkan? lupakan saja! mudahkan! ''seru ku, aku tidak perduli kalau ada orang yang mendengar sauraku


''Baik silahkan duduk,tapi aku tidak punya waktu banyak,anak ku sedang menunggu ku'' sahut ku dengan ketus


Kami duduk di kursi ruang tamu posisi kami berhadapan terpisahkan meja di tengah kami


''Maaf kan aku Ti! waktu itu aku pasti membuatmu kecewa,aku tau aku salah tapi aku terpaksa melakukan nya,Ibu mu almarhumah menemuiku,dia memintaku untuk menjauhi mu,karena beliau bilang aku tidak pantas untukmu, dan kamu akan di jodohkan dengan pria pilihan ibumu''


''Kamu jangan mengada-ada ya, tidak mungkin ibu ku kaya gitu,kalaupun iya kenapa kamu tidak bicara baii baik saja sama aku,kenapa malah menorehkan luka yang sangat dalam di hatiku? melahatmu lagi sekarang luka itu masih terasa sama''aku memalingkan wajahku tidak ingin menatap wajahnya.


''Aku tidak punya cara lain yang terpikir olehku waktu itu Ti, sebenarnya hatiku sangat sakit mengetahui kau akan meninggalkan ku untuk menikah dengan orang lain,tapi itu sudah berlalu,sekarang dengan melihat mu bahagia maka aku akan merasa bahagia, hanya satu pintaku maafkan aku''


''Baiklah pergilah sekarang,aku sudah memaafkanmu, sebenarnya aku tidak perduli lagi dengan apa pun alasanmu,bagiku kau adalah masa laluku, bagiku kenangan kita adalah ilusi, bagiku kau adalah seseorang yang tidak berarti LAGI''


Dia menatap ku sendu,dia berdiri dan mengulurkan tangannya kepadaku, mengajak untuk berjabat tangan,tapi aku tidak bergeming.

__ADS_1


''pergilah'' kataku tanpa melihat kearahnya


Dan kudengar langkah kaki menjauh meninggalkanku, dia pergi! aku tidak perduli dengan nya lagi, alasan yang sangat konyol yang dia jabarkan untuk permintaan maafnya tidak ingin ku terima, mengapa dia tidak membicarakan saja denganku baik baik, malah dia menunjukan kemesraan nya dengan wanita lain, dia sangat pengecut kenapa dia tidak memperjuangkan cinta kami dulu, dia tidak bertanya apa mau ku, ahhh sudahlah aku tidak perduli, mending aku menyusui putraku saja,dan aku pun kembali ke kamarku


''Sudah pulang ma tamunya?'' suamiku bertanya,semenjak anak kami lahir dia memanggilku Mama nya Putra bukan lagi dek seperti biasanya dulu.


''sudah mas!''


''Dia siapa sih ma?tanya suamiku dengan tatapan penuh selidik.


''Dia itu Yudi, mantan teman dekatku dulu sebelum aku bertemu denganmu mas''


''ngapain dia nyari kamu lagi,setelah sekian lama?''


''Dia cuma mau minta maaf katanya mas''


''Aneh sekali. . ke sini cuma mau minta maaf,maaf karena apa?


''Maaf karena dia selingkuh di depan mataku, maaf karena dia menuruti permintaan ibuku untuk menjauhiku,dia itu sungguh lucu minta maaf sekarang, tampang nya seperti orang mau mati saja'' ucapku


''Permintaan ibu mu untuk menjauhimu? apa maksudnya?


''Dia bilang ibuku datang padanya dan meminta dia untuk meninggalkan ku karena aku akan di jodohkan dengan pria pilihan ibu, dan aku pikir pria itu adalah kamu mas''


''sudahlah tidak perlu di pikirkan,toh dia sudah pergi sekarang, Putra masih tidur sebaik nya kamu makan dulu, aku ambilkan ya''aku mengangguk tanda setuju.


Di malam hari Ba'dha shalat Isya acara aqiqah dilakukan dengan diiringi shalawatan ketika pemotongan rambut nya Putra, setelah selesai di lanjutkan dengan makan bersama dan setelah itu selesai, para tetangga yang membantu masak maupun yang membantu berdo'a mereka semua sudah kembali ke rumah masing masing.


Hari sudah larut dan kami pun pergi ke lamar kami untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2