
Hari ini Ibu Ami beserta Risya dan suaminya sudah tiba di Puskesmas, jadi Titi meminta ijin yang untuk melihat keadaan anaknya yang ditinggalkan bersama keluarga mang Ujang
Keadaan Rasyid masih sama, pusing dikepalanya membuat dunianya seakan berputar dan menyebabkan dia mual kalau beranjak bangun, sedangkan suhu tubuhnya sudah kembali normal
Saat Titi berpamitan untuk pulang, Rasyid menggenggam tangannya tidak mau ditinggalkan, tapi Titi berkeras hati, dia lebih khawatir pada anak anaknya yang masih kecil, toh Rasyid sudah di temani oleh ibu dan adiknya dan juga obat obatan sudah tersedia didekatnya
Entahlah... Titi merasa hatinya hampa. Titi merasa enggan menyentuh suaminya tatkala mengingat poto poto mesra suaminya dengan perempuan yang disebut *cinta pertama oleh suaminya itu
Kadang hatinya terasa dicubit mengingatnya, hanya karena kecemburuan yang tidak beralasan Rasyid membalasnya dengan benar benar selingkuh, entah sejauh mana mereka melakukan perselingkuhan karena kalau Titi bertanya selalu saja Rasyid terdiam tidak mau menjelaskan, kalau mereka tidak melakukan apa pun kenapa Rasyid tidak bisa menjelaskan.
Apa mereka sudah tidur bersama???
Sampai dirumah Titi langsung mandi dan mengganti bajunya, memasukan bajunya ke mesin cuci beserta baju kotor suaminya yang dia bawa tadi
Lalu kemudian menelpon mang Ujang menanyakan dimana anak anaknya, setelah tau anak anaknya ada di rumah mang Ujang maka Titi meminta anak anaknya untuk diantar pulang, karena nanti siang ba'dha Dzuhur Titi akan membawa anak anaknya untuk menjenguk sang ayah, bagaimana pun Rasyid berhak terhadap perhatian anak anaknya.
Mang Ujang datang beberapa saat kemudian, Putra dan Putri langsung memeluk ibu mereka dan bertanya tentang keadaan ayah mereka, Titi mengatakan bahwa dia akan mengajak mereka menjenguk ayahnya di Puskesmas, jadi Titi meminta kedua anaknya untuk bersiap siap
''Kak Putra tolong mama ya, bantu adik bersiap siap, sejam lagi kita akan berangkat'' ucap Titi pada anaknya
''Siiiap ma, Putra laksanakan'' jawab Putra dengan semangat dia merasa senang karena akan diajak melihat keadaan ayahnya
Titi tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban terhadap Putra, kedua anak itu bergegas ke kamar mereka untuk bersiap
__ADS_1
''Mang.. emm aku pulang sebentar untuk mengajak anak anak menjenguk ayahnya, nanti mang Ujang tolong atur para pekerja ya mang, saya percaya sama mamang'' ucap Titi kepada pegawai kepercayannya itu
''Iyya siap bu, ohh ya bagaimana keadaan bapak bu?''sahut mang Ujang
''Dia emm vertigo nya masih belum ada perubahan, cuma Demam nya aja yang sudah reda''jawab Titi lirih
''Ohh gitu, ohh ya bu, nanti malam rencananya teman teman pekerja dan saya mau menengok bapak di Puskesmas, apa boleh bu?''tanya mang Ujang dengan nada bicara penuha kehati hatian karena sedikit banyak dia menyadari ada yang tidak beres dengan rumahtangga majikannya
''Iya silahkan, saya tidak akan melarang, tapi saya juga tidak menyuruh kalian loh, kalau kalian memang ingin menengok'' jawab Titi
''Baik bu, nanti saya bilang ke teman teman, dan satu lagi.. ehm.. boleh saya pinjam mobilnya bu, biar teman teman yang lain bisa berangkat bersama tidak perlu mereka menyewa motor motor punya tetangga''ucap mang Ujang terlihat sungkan
''Iya silahkan, nanti saya naik motor aja berangkatnya kalau gitu,lagian malam nanti saya juga pulang,kasian anak anak kalau harus tidur disana''
''Baik bu, saya permisi dulu kalau begitu'' mang Ujang beranjak menuju tempat istirahat para pekerja yang berada diteras belakang rumah Titi
''Nak sayang kalian kalau sudah siap, Panggil mama di kamar ya, hemm mama sedikit pusing mau rebahan dulu''ucap Titi yang benar adanya merasakan sedikit pusing karena lelah dan di Puskesmas semalam tidak bisa tidur nyenyak
Titi masuk ke kamar merebahkan tubuhnya di kasur dengan pandangan mata kosong, dan secara tidak sadar ada air bening mengalir dari kedua matanya, Titi membiarkan air mata itu keluar berharap akan dapat kelegaan nantinya, Titi tidak mau berpikir apapun saat ini, tidak dengan prasangka terhadap suaminya,tidak pula dengan beban pekerjaannya,dia mencoba mengosongkan pikirannya supaya rileks
Dan Titi pun tertidur
♥♥♥♥
__ADS_1
POV RASYID BEGIN
Hari sudah berganti menjadi siang dan siang sudah sebentar lagi menjadi sore, tapi istri dan anak anakku belum datang juga, mau menelpon mereka tapi aku tidak punya handphone karena handphoneku dihancurkan oleh istriku dan aku belum sempat membeli lagi, entah karena belum sempat atau karena aku malas dan trauma dengan yang namanya handphone
Karena sebuah handphone bermulanya aku terjebak hubungan gelap bersama mantan tunanganku
Bermula dari bertemunya kami kembali di Jakarta saat kami berjalan jalan di sela waktu untuk menghadiri pernikahan dari majikan adik iparku Desi
Entah darimana dia mendapatkan nomor handp handphone ku
Dia sering mengirim chat menanyakan kabar awalnya, lama lama dia mengirimi ku poto poto dia yang berpakaian seksi, dia terlihat cantik, lebih cantik dari semasa dahulu dia di desa dan saat dia jadi tunanganku
Dulu kami bertunangan karena kami dijodohkan oleh orangtua kami, awalnya aku kira dia menerima perjodohan itu karena dia hanya diam saja dan menerima cincin yang aku berikan padanya
Tapi beberapa minggu setelah hari pertunangan dia pergi ke kota, konon katanya dia akan bekerja disana, tapi dua bulan setelahnya dia kembali ke desa, dia mengembalikan cincin yang aku berikan dan berkata dia tidak jadi menerima pertungan kami, dia bilang silahkan cari wanita lain saja.
Aku merasa heran dan terhina dengan kejadian itu, aku jadi membencinya!
Tapi sejak pertemuan kami di mall dan kemudian chat, poto seksi dengan kata kata manis yang dia kirimkan aku menjadi luluh, rasa benci ku berganti menjadi rasa penasaran, ingin tau apa alasan sebenarnya dia dulu membatalkan pertunangan kami tapi sekarang dia malah selalu menggoda ku
Sampai pada suatu hari dia berkata dia sedang ada di Majenang kota, dia menginap di satu hotel disana, dan dia berkata dia butuh bantuanku dan berharap aku datang padanya
Entah setan mana yang berhasil membujukku aku datang kesana dengan alasan aku akan bertemu klien yang akan membeli kayu kayu hasil kebun, ya alasan itulah yang aku berikan pada istri kecilku yang lugu dan dia percaya walau ada tanda tanya di matanya
__ADS_1
Lalu aku datang pada Cici wanita yang menjadi cinta pertamaku dulu, entah perasaan apa ini, ada rasa takut, ada rasa penasaran, ada rasa bahagia, dan ada juga rasa bersalah pada istriku
♥Bersambung