ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Perang strategi


__ADS_3

Dena pov


Wanita jelek itu menyebalkan sekali, ingin rasanya aku meremas wajahnya, dia sok imut manja dan lebay, lihat saja aku pasti bisa menaklukan kembali mas Rasyid.


aku harus benar benar mengatur strategi agar bisa mengalahkan dia, aku tidak sudi tempatku di gantikan oleh wanita sepertinya.


Bahkan mas Rasyid meminta Robi anakku untuk memanggil nya Mama, iiiiuuuu jijay deh aku... apa dia sudah hilang akal, pasti nih wanita pakai guna guna sehingga mas Rasyid bisa sayang banget sama dia.


Jelas jelas aku itu lebih tinggi lebih cantik lebih bahenol daripada dia, hehhh... ini semua gara gara bu Ami mertuaku ehhh... mantan mertua ku ding iya gara gara ibu yang menjodohkan mas Rasyid sama dia, jadi gini deh saat aku ingin kembali ke mas Rasyid dia sudah ada istri yaaa walaupun istri nya kayak gitu tapi mas Rasyid itu tipe setia dan susah move on sebenar nya.


saat aku melihat tatapan mesra dan perhatian mas Rasyid ke wanita jelek itu aku jadi kesel karena dulu tatapan itu hanya untukku dan aku ingin sekarang pun begitu, bahkan sekarang mas Rasyid seperti tidak perduli padaku, aku harus berbicara sama mas Rasyid berdua saja, aku ingin tau apa isi hatinya, apa dia masih mencintaiku seperti dulu apa tidak?


kalau mas Rasyid masih cinta aku rela bercerai sama mas Edo.


''Masss.. bisa ngga kita bicara, aku ada hal yang penting yang harus aku bicarakan berdua sama kamu,BERDUA AJA MAS!'' aku tekankan kata berdua biar si Toet keki haha.


''NGOMONG AJA DISINI, kenapa harus berdua'' ehh yang jawab malah si Teot.

__ADS_1


''Hisss.. aku cuma mo ngomong penting doang kenapa sih kamu tuh nyolot aja'' aku melihatnya geram karena Mas Rasyid mengusap usap punggung wanita itu dan sesekali membelai rambutnya, Aku juga mau...


''Sudah jangan berdebat, biar Mas bicara dulu sama Dena ya De, kamu mau kan temenin Robi dulu bentar,ku bicara di depan dulu ya''Mas Rasyid membujuk si Teot dan si akhirnya mengangguk walau matanya menatap tajam padaku,dan kubalas senyuman smirk,he he he hati hati lu suami lu gue gondol lagi tau rasa lu..


Aku berjalan lebih dulu dengan gaya manis manja berlenggak lenggok di depan, Mas Rasyid mengikuti ku,kami duduk di kursi yang ada di teras depan rumah mereka, disana ada dua buah kursi kayu dan sebuah meja berbentuk segiempat kecil di taruh di tengah antara dua kursi.


Aku mencoba mengintip dari balik kaca jendela apa yang di lakukan wanita Teot itu di dalam bersama anakku dan kulihat mereka berbincang kecil entah membicarakan apa, fokus ku sekarang ke mantan suami ku dulu, mantan suami yang terlihat semakin tampan dan gagah setelah aku meninggalkan nya.


"Mas.. kalau aku bercerai sama mas Edo bagaimana mas? aku bertanya sambil menatap wajahnya, hatiku berdesir saat tatapanku singgah di bibir nya yg kirindukan kecupan nya, dan mas Rasyid sepertinya mengetahui tatapan itu, dia memalingkan wajahnya, dia berdehem dn berkata


"kalau ada masalah di keluarga itu di bicarakan baik baik sama suami mu itu jangan malah pergi dari rumah apalagi terpikir untuk bercerai, dan terlalu cepat mencari yang lain kasihan Robi dia nanti bingung kenapa ayah nya ganti ganti terus" sindir mas Rasyid.


"kamu gila ya, aku kan sudah punya Titi" sentak mas Rasyid.


"Emm... ya kamu ceraikan saja istri jelekmu itu mas, kembalikan di ke tempatnya dan kamu balik sama aku, gimana? ucapku sambil aku gapai tangannya dan ku elus.


Dia menarik tangannya kasar sambil berteriak,"Kamu emang sudah gila, mana mungkin aku menceraikan kannya, dia kan lagi hamil"

__ADS_1


" Kalau jadiin aku istri kedua gimana mas? aku ngga keberatan kok!" rayu ku lagi sambil kembali ku elus tangannya, haha.. aku lihat dia tubuhnya menegang pasti dia tidak tahan akan sentuhanku.


"kamu ngaco, kenapa sih sama kamu itu, dulu kamu yang ninggalin aku kayak sampah sekarang kok kamu mau balik saa aku sampai rela jadi istri kedua,aku ngga mau dan ngga bakal mau poligami, aku nggak yakin bisa adil"sembur Mas Rasyid.


"kamu balik sama suami mu sanah.. selesaikan urusan kalian, tolong jangan ganggu hidupku lagi, soal Robi kalau kamu keberatan ngurusin dia, tinggalkan dia disini sama aku, aku akan mengurusi dia disini bersama Titi, dia pasti mau nerima Robi" serunya lagi dia lalu berdiri dan akan beranjak pergi tapi aku mencegahnya, aku dengan cepat mendekat ke arahnya dan ku peluk erat tubuhnya..


Grabbb...


Dia membeku aku merasakan tubuhnya menegang terpaku entah karena kaget atau malah menikmati sentuhanku, ku elus tubuhnya, aku resapi wangi tubuhnya, ahhh.. wangi nya sekarang sedikit berbeda, lebih maskulin dan lebih wangi.


" MASS..KALIAN NGAPAIN" hadehh penggangu datang. lagi enak enak memeluk malah,dan seketika itu juga mas Rasyid mendorong ku,aku terkaget dan hampir terjatuh telentang kalau saja mas Rasyid tidak menyelamatkanku dengan menarik tanganku,ahh.. ini kesempatan aku pikir, aku sengaja menabrakan tubuhku ke tubuh mas Rasyid sehingga mas Rasyid terbalik jatuh terlentang dan aku berada di atas tubuhnya, asyeekkk.. lumayan. dan teriakan itu kembali terdengar semakin keras.


"MASSS.. ASTAAGHFIRULLAH AL ADZIM. dan tiba tiba GUBRAKK eh suara apa itu? mas Rasyid mendorong ku sambil berteriak


"DE KAMU KENAPA? mas Rasyid menyingkirkan ku dengan kasar dan bergegas menghampiri istrinya yang pingsan, ya wanita jelek itu pingsan dan tertawa dalam hati, kulihat mas Rasyid menggendong wanita itu membawanyake dalam menuju je kamar mereka.


Mas Rasyid kembali keluar dari kamar mengambil kayu putih di atas meja di samping tv dan kemudian kembali masuk ke kamar,aku bingung harus berbuat apa, dan aku takut kalau wanita itu kenapa napa dan aku yang di salahkan, aku harus pergi dari sini, aku menghampiri anakku Robi dan mengajaknya ke rumah nenek Ami nya. sewaktu Robi bertanya ada apa dan kenapa dengan Mama Titi nya aku bilang dia ngga papa cuma kecapean dan butuh istirahat makanya aku dan dia harus pergi ke rimah nenek nya dulu.

__ADS_1


aku was was juga apa yang terjadi dengan wanita itu, kalau metong sekalian sih malah sukur, jadi aku bisa kembali sama mas Rasyid, tapi apa nanti mas Rasyid ngga nyalahin aku ya, ahhh bodo ahh.. pikirkan cara lain lagi nanti, aku pergi dengan tergesa dari rumah itu, sambil berharap ada hal yang menguntungkan ku setelah ini.


DENA POV END


__ADS_2