
Hari ini Robi akan datang diantar oleh Hendra,Titi meminta Robi agar datang pagi pagi sekali karena mereka akan pergi ke Pondok Indah Mall (PIM) untuk berjalan jalan
Dan benar saja tepat jam 07.30 pagi Robi dan Hendra sudah sampai di paviliun mereka diantar oleh Desi, dilanjut sarapan bersama dan kemudian pergi menuju ke Mall yang ada di daerah Jakarta selatan itu
Sampai di Depan Mall mata Putra dan Putri terus saja mengawasi sekeliling, mereka merasa takjub dengan apa yang bisa mereka lihat, Robi menjadi kakak tertua yang baik dengan menggandeng kedua adiknya di tangan kanan dan kirinya berusaha untuk menjaga mereka agar tidak lepas daru pengawasan
Yang pertama mereka tuju adalah tempat bermain, lelah bermain mereka pergi ke tempat makan dan pilihan mereka jatuh pada tempat makanan cepat saji yang hits yang menyediakan ayam goreng tepung crispy (ga usah sebut merek lah ya, karena ini bukan iklan hehe..)
Rasyid dan Hendra berjalan di belakang anak anak dan Titi membawakan barang barang mereka layaknya bodyguards, dan mematuhi kemana saja anak anak itu mau pergi, main,makan, bahkan ke toilet
Setelah makan mereka berencana untuk menonton film di bioskop, mereka menonton film kartun sesuai kesepakatan bersama antar anak anak, orang tua hanya mengikuti saja, Tiba tiba ada seorang wanita yang memanggil Hendra
''Mas Hendra mas''Seru wanita itu sambil melambaikan tangannya, Hendra berbalik kearah wanita yang memanggilnya kemudian tersenyum manis dan membalas lambaian tangannya
Rasyid dan Titi saling melirik dengan tatapan heran dan bertanya tanya siapa gerangan wanita itu, tapi mereka berdua sepertinya tidak mengenalnya
Wanita itu mendekat, seorang wanita cantik dengan rambut hitam kemerahan dengan wajah full make up memakai baju kemeja pink sedikit ketat dan celana panjang jeans hitam serta sepatu kets
''Hai mas, sama siapa nih?''sapa wanita itu sembari mengacungkan tangannya ke arah Hendra mengajak berjabat tangan, Hendra langsung menyambut tangan yang terlihat putih mulus tanpa noda itu segera,sedangkan Robi terlihat memalingkan wajahnya sambil mendengus kesal
''Hai, mereka saudaraku dari desa, apa kamu tidak mengenal mereka, kalian bahkan dari satu RT yang sama loh''Sambut Hendra ramah dengan senyum yang selalu memghiasi wajahnya, Titi dan Rasyid saling berpandangan dan berpikir, siapa sih, dilihat dari dekat memang seperti pernah melihat wanita itu
''Kenalkan Mereka Rasyid dan juga ini istrinya Titi dan yang dua itu anak anak mereka dan kalau yang ini Robi anakku pasti kamu sudah kenal kan''ucap Hendra memperkenalkan semua orang yang bersamanya
__ADS_1
''Ohh apa ini Mas Rasyid yang anaknya Bu Ami ya?''seru wanita itu antusias dengan wajah berbinar seakan habis menang loteri
Rasyid terpaku dengan kening berkerut mencoba mengingat ingat sosok yang ada di depannya,tapi dia tidak ingat ada orang seperti sosok ini di sekitar tempat tinggalnya, atau pun masa lalunya, dia tidak ingat
''Iya dia Rasyid, kamu kenal''akhirnya Hendra yang kembali menjawab pertanyaan wanita itu
''Kamu kenal mas?''tanya Titi ke Rasyid
''Enggak''jawab Rasyid ragu
''Wah masa lupa sih sama aku mas, aku cici tapi dulu di desa aku di panggil cicih, hehe yang tinggal di samping rumahnya wa Wanti itu loh' sambar wanita itu sambil terkekeh
''Ohh kamu cicih, maaf aku ngga ngenalin kamu, habisnya sekarang beda banget sih'' ucap Rasyid
Hendra kemudian memberitahu bahwa mereka akan pergi menonton film di bioskop dan menawarkan pada Cici apakah dia mau ikut sama mereka atau tidak, untung saja dia tidak mau karena dia ada keperluan lain dan wanita itu segera beranjak pergi meninggalkan rombongan Rasyid
Titi menarik nafas lega tapi Rasyid terlihat jadi sering termenung tidak fokus pada keadaan sekitar
Mereka melanjutkan acara jalan jalan dengan menonton
Keluar dari bioskop hari sudah menjelang mahgrib, saat Titi mengecek ponselnya ada beberapa panggilan dari Desi dan pesan, dan pesannya mengatakan bahwa Desi ingin makan malam bersama dengan mereka, jadi mereka di minta untuk pulang sebelum jam 18.00
Dan Titi menyanggupinya,kemudian dia bicara kepada Rasyid dan Hendra dan juga anak anak
Saat mereka tiba kembali di paviliun rumah besar tuan Lion jam di dinding menunjukan pukul 17.00 jadi mereka bisa mandi dulu dan istrihat sebentar sebelum makan malam
__ADS_1
Besok adalah hari pernikahan Tuan Lion, Pagi hari jam 10.00 acara ijab kabulnya dan siang hari jam 14.00 sampai jam 17.00 adalah Resepsi pernikahannya karena Tuan Lion tidak punya keluarga besar jadi rumah hanya di penuhi oleh orang orang dari WO yang sedang menghias rumah dan tetap tidak ada keluarga yang memeriahkan suasana
Calon istri tuan Lion yang tadinya tinggal bersama di satu rumah itu, seminggu sebelum pernikahan tinggal di hotel untuk acara pingitan
Tuan Lion meminta makan malamnya di bawa ke kamar saja, dan setelah selesai barulah Desi bisa memulai acara makan malamnya dengan keluarga kakaknya
Sajian istimewa disajikan di meja makan paviliun tempat Titi menginap, karena Desu ingin mengenalkan keponakannya dengan makanan kekinian maka Desi memesan Pizza,burger,kentang goreng, beserta minuman bersoda
Tapi tetap Desi juga menyiapkan makanan special berupa nasi dan lauk pauk dan sayur special lainnya
''Wah ada pizza ma, seperti yang di tv yang waktu itu aku tanyain ke mama itu lih ma''seru Putra
''Iya.. ini special buat tiga keponakan aku'' sambut Desi dan Titi hanya mengangguk sambil tersenyum, dia juga baru melihat makanan jenis ini secara nyata dihadapannya, maklum Titi belum pernah tinggal di kota atau pergi ke kota besar, baru pertama inilah
''Ma mama, aku mau yang bulet itu ma''bisik Putri pada Titi, dan segera Titi ambilkan satu burger dan meletakkannya di piring yang ada dihadapan Putri
Semua orang sudah duduk di kursi masing masing, Para laki laki, Harun, Hendra, Rasyid,Robi duduk di satu sisi yang sama sedangkan Titi,Putri, Putra dan Desi di sisi lain di satu meja makan
Dan mereka pun makan dengan lahap,selain Putra dan Putri, Rasyid dan Titi juga ikut mencicipi makanan ala barat yang belum pernah mereka makan itu, sedangkan Robi yang walaupun sudah sering memakan makanan jenis ini tapi dia juga suka dan menjadikan makanan itu sebagai favoritnya
Sebenarnya jenis makanan barat seperti yang diceritakan di atas sekarang sudah merambah ke desa desa, tapi tentu saja rasanya beda karena memang juga KW bukan yang aslinya
Jadi Titi sengaja tidak mengenalkan makanan itu pada anak anaknya karena sebenarnya tidak terlalu baik dikonsumsi terlalu sering, apalagi dengan kwalitas yang masih diragukan sumber kebersihannya dan sumber kehalalannya
Makan malam selesai dan mereka semua beranjak dari tempat duduknya, dan berpindah keruang santai,tinggal Titi dan Desi yang masih tinggal disana membereskan sisa sisa makan malam
__ADS_1