
Dokter Dani datang tidak lama kemudian, dia meminta Rasyid memasang Termometer di ketiak Titi sedangkan dia sendiri menyiapkan alat pengukur Tensi darah dan stetoskopnya
Termometer berbunyi pip dan Rasyid segera mengambilnya kemudian menyempatkan diri melihat angka yang tertera disana kemudian memberikannya pada Dokter Dani
Dokter Dani Prasetyo adalah Dokter muda dengan satu anak yang masih balita jadi Dokternya sudah sold out ya pemirsa.. moon maap!
''Hemm.. 39 derajat celcius, anda Demam ibu.. dan sekarang apa yang anda rasakan?'' Dokter bertanya sembari memeriksa tensi dan detak jantung Titi
''Pusing Dok, rasanya kayak semua hal berputar putar, ketika saya memaksa uutuk tetap bergerak makan akan timbul mual bahkan muntah''Jawab Titi dengan lirih dan masih terus memejamkan matanya
Rasyid terus saja berdiri disamping tempat tidur mengamati Dokter yang sedang memeriksa istrinya, raut kecemasan di wajahnya masih sangat kentara, begitu juga dengan 3 anak mereka, walaupun sudah tidak menangis lagi
''Tekanan darah ibu termasuk rendah yaitu 90/100, yang lain semuanya normal, sepertinya ibu hanya kecapean saja, setelah ini ibu makan dulu sedikit, lalu minum obat dan istirahat'' kata sang Dokter
''Anda yakin Dokter kalau istri saya tidak apa apa? dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, apa saya perlu membawanya kerumah sakit?'' Rasyid masih saja sangat khawatir, dan saat mendengar penuturan Dokter pun dia masih sangsi, karena istrinya seperti sangat menderita
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Titi padahal semalam saja dia masih bisa pro saat main sama aku, apa karena dia mandi diwaktu yang sudah larut ya semalam?" batin Rasyid
''Istri anda tidak apa apa pak Rasyid.. hanya butuh istirahat saja, dan kalau perlu asupan vitamin diperlukan saat kita terpaksa melakukan banyak pekerjaan yang banyak, ini berlaku untuk anda dan anak anak juga, akan saya berikan beberapa jenis obat, untuk pusing dan mualnya juga vitamin agar bu Titi lekas sembuh''sahut Dokter Dani sembari tersenyum, dia memaklumi sikap Rasyid yang seakan tidak percaya kepada apa yang dituturkannya, karena apa? pasti karena rasa sayang yang begitu besar sehingga Rasyid sangat mengkhawatirkan istrinya itu
Dan sang Dokter pun berpamitan kepada Rasyid setelah memberi obat beserta aturan minumnya
''Nak tolong antar om Dokter kedepan ya, ayah mau membantu ibu makan dulu'' seru Rasyid pada anak anaknya dan Putri dengan sigap langsung mengambil tanggung jawab itu, ''Biar Putri yang antar yah'' seru Putri, Rasyid mengangguk sebagai jawaban, dan meminta anaknya yang lain menunggui mama mereka sementara dia akan mengambil makanan untuk Titi
Putri sudah kembali bergabung di kamar setelah mengantar om Dokter tampan keluar rumah, dan langsung duduk di dekat kaki mama nya lalu memijat mijat kaki mamanya dengan tangan kecilnya
__ADS_1
Melihat itu Putra pun ikut menanyai mama nya bagian mama yang sakit agar dia bisa mengurangi rasa sakitnya dengan memijat nya seperti yang adiknya lakukan
Sedangkan Robi masih duduk ditempat yang sama sedari tadi sambil menggenggam tangan wanita kesayangannya
Rasyid datang dengan makanan lalu kemudian membantu Titi untuk makan, Tapi saat mencoba untuk duduk Titi merasa dunia seakan berputar dengan sangat kencang dan hampir saja dia merasa mual lagi,akhinya Rasyid hanya menambahkan bantal lagi biar posisi kepala Titi agak sedikit lebih tinggi biar makanan tidak masuk ke arena pernafasan
Makan sedikit saja sudah bagus dirasakan Titi, karena rasanya tidak karu karuan yang dia inginkan hanya istirahat secepatnya
Minum obat dan langsung Tidur
Saat itu hari sudah menjelang maghrib, anak anak diminta untuk mandi dan menunaikan sholat lalu makan malam dan belajar, walaupun anak anak seperti enggan meninggalkan mama mereka tapi Rasyid berkata agar mama mereka bisa istirahat lebih tenang agar bisa sembuh lebih cepat dan pada akhirnya anak anak itu menuruti perintah ayah mereka
Rasyid setia menunggui Titi, bahkan saat makanpun dia membawa makanannya ke kamar
''Masih pusing banget ya de? masih kayak berputar putar?''Rasyid bertanya pada Titi sembari mengelus elus kepala istri kecil kesayangannya, sesekali dikecup kening Titi takjim penuh rasa cinta, yang ingin dia salurkan
Suhu badan Titi sudah tidak sepanas sore tadi, cuma masih agak hambar saja
''Masih pusing mass.. tapi udah ngga berputar putar seperti tadi obatnya Dokter Dani lumayan manjur alhamdulillah'' sahut Titi yang sekarang sudah mau membuka mata walau tatapannya masih sayu
"Alhamdulillah kalau gitu, kamu mau makan apa sayang, biar aku siapin! harus banyak makan biar cepet sehat''
''emm mau bakso mas, jangan pakai mie tapi banyakin toge ama caesymnya, pake in sambal dikit juga, bolehkan mas?"Sambut Titi antusias, membayangkan rasa bakso berkuah yang masih panas membuatnya menelan saliva nya
''Ehmm bakso ya? mau bakso yang dimana? Bakso mang Mul atau bakso Rudal atau bakso lumayan atau bakso kabayan?'' tanya Rasyid sembari beranjak berdiri memakai jaket,mengambil dompet dan Topi
__ADS_1
''Bakso Rudal yang Guede mass, jangan lupa sambalnya, tanyain anak anak juga siapa tahu mereka mau!''
''Iyaa.. ya sudah aku berangkat dulu ya, kamu istirahat lagi, nanti aku suruh anak anak nemenim kamu disini! ucap Rasyid sambil mendekat dan mencium kening istrinya lalu beranjak keluar kamar menuju kekamar anak anaknya untuk meminta mereka menjaga mamanya, kemudian pergi naik motor biar cepat bisa kembali
Setengah jam kemudian Rasyid sudah kembali dengan satu kresek besar bakso yang masih panas, kemudian dia memanggil anak anaknya untuk makan, menyiapkan satu porsi untuk Istrinya dan membawanya ke kamar
Titi makan dengan lahap seakan belum makan satu hari penuh, sampai sampai keringat membanjiri keningnya, Rasyid dengan telaten mengusap keringat dikening Titi dan sesekali mengusap noda noda disekitar bibir istrinya itu
setelah Titi selesai makan gantian Rasyid yang makan, sekarang dia memilih untuk makan dimeja makan dan meminta anak anaknya yang sudah sekesai makan bergantian menjaga mama mereka
Rasyid makan sambil merenung
*Titi sakit karena terlalu capek, apakah aku sudah kembali tanpa sengaja mengabaikannya dan membebani dia dengan semua tugas rumah dan menjaga anak anak?
Apa yang harus aku lakukan agar istriku tidak terlalu capek lagi, mengurus rumah dan tiga anak memang bukan suatu hal yang mudah walaupun sudah di bantu bi Darmi
Atau karena dia terlalu capek karena tuntutan ku setiap malam yang tidak pernah absen mengusik tidurnya, ahh tapi aku tidak tahan kalau dekat dekat dia.. rasanya selalu ingin menggigitnya tanpa ampun heeuhh*..
Rasyid kemudian beranjak untuk mencuci mangkok bekas makan semua orang, setelah selesai diapun kembali masuk ke kamarnya
Anak anak masih disana ada yang terlentang dan ada juga yang berbaring tengkurap, mereka sedang bercerita semua yang mereka lalui disekolah pagi tadi
Rasyid tersenyum dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri
♡♥Bersambung♥♡
__ADS_1