ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Rindu ibu


__ADS_3


~☆sempat terpikirkan tuk mengakhiri perjalan ini


Lelah yang membuat perasaan hilang seketika 'selalu kucoba untuk mengelabuhi perasan ini


ingin nya ku jujur'tuk ungkapkan rasa, sulit tuk diriku menerima semua


inginnya ku jujur tuk ungkapkan rasa, betapa belum siapnya ku tanpamu


haruskah terdiam lama, ketika kau tak ada


hanya menjadi debu hilang tak berbekas


Tapi kehilangan mu ternyata ku memburu


harus melepas tapi ku tak ingin ketika terlepas hanya tersisa penyesalan ini


penyesalan ini huuu....


tepukan ringan di pundak ku menjadi penyemangat


usapan rambut darimu adalah bukti kasih


meski ku tak sempat membalas itu semua

__ADS_1


ku yakin kau selalu memahami


ibu ibu ibu maafkanlah atas perbuatanku


ibu ku mohon maafkan aku atas kelakuan diri*


Rindu ibu 'Rizki febian


Hari terus berganti dan tidak terasa hari peringatan ke 40 meninggal nya ibu Irma sudah terlalui,mereka menggelar acara sederhana di rumah peninggalan beliau, lalu rumah itu di tinggalkan kembali tanpa penghuni,kelak rumah itu akan di tinggali Desi setelah dia menikah.


sekembalinya Rasyid dan Titi dari acara 40 hari peringatan meninggalnya bu Irma mereka berada di kamarnya, Titi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu kemudian bergantian dengan Rasyid, saat keluar dari kamar mandi dan hendak kembali ke kamar Rasyid di kagetkan oleh panggilan ibunya.


''Rasyid bawa istrimu kemari ibu mau bicara" ibu Ami ibunya Risyad berbicara kepada anaknya ketika anaknya melintas di ruang keluarga sesaat setelah mandi.


'' Baik bu sebentar Rasyid panggilkan" sahutnya


..."Sini ibu mau bicara penting ini'' Bu Ami berseru tidak sabar karena melihat anak dan menantunya berjalan perlahan....


''Ibu sudah memutuskan untuk membuat kan rumah untuk kalian, agar kalian bisa mandiri dan membangun rumahtangga kalian sendiri''Ibu Ami menatap anak dan menantu nya dengan tatapan datar tanpa ekspresi.


''Baiklah ibu kalau memang menurut ibu itu yang terbaik, kami manut saja''sahut Rasyid dengan binar di wajahnya, Titi tau dari sejak pertama mereka menikah Rasyid memang menginginkan punya rumah sendiri.


''kenapa kau terlihat bahagia sekali, apa kalian tidak senang ngewulani ibu?, sehingga saat aku izin kan kalian mempunyai rumah sendiri kalian begitu bahagia''todong bu Ami yang masih dengan wajah datarnya.


''Ahh.. ibu mana mungkin begitu, aku cuma merasa senang karena akan punya rumah baru itu saja'' sela Rasyid sambil memalingkan wajah,dia takut kegembiraan di hatinya yang membuncah akan terlihat oleh ibunya.

__ADS_1


''Tapi ibu bikin kan rumah kalian hanya dengan dinding kayu, bukan dengan Bata merah'' sahut bu Ami lagi dengan senyum smirk nya,entah apa maksud dari senyum itu.


''ya sudah hanya itu yang ingin aku bicarakan,soal mulai kapan di bangun rumahnya nanti kita bicarakan lagi sama uwa mu yang tukang kayu''


''Iya bu baik kalau begitu kami pamit pergi ke kamar duluan ya bu, Rasyid lelah sekali, hari ini banyak singkong yang harus di panen''gumam Rasyid sembari menutup mulutnya yang menguap.


''hhoamm.. selamat malam ibu''


sekembalinya ke kamar Titi duduk bersandar di tempat tidur, sambil kemudian kembali mengingat almarhum ibunya, dan selalu saja airmata nya menetes tanpa bisa ia tahan,Rasyid yang melihat hal itu dia tertegun,lalu menghampiri istrinya kemudian naik keatas tempat tidur dan duduk di samping istrinya lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


''ingat ibu lagi ya de?'' Titi mengangguk dan terdengar desahan nafas dari suaminya,Elusan tangan di rambutnya membuat Titi sedikit lebih tenang.


''Sudah jangan di tangisi terus, biar ibu mu tenang di alam sana, kamu harus ikhlas,kamu kan tau sekarang ibu tidak merasakan sakit lagi,dia sudah berada di tempat yang indah,kalau kau terus bersedih seperti ini pasti ibumu di sana ikut sedih melihat mu''bujuk Rasyid dan Titi menganggukan kepala tanda mengerti,lalu Rasyid mengusap airmata istrinya.


''Sudah ayoo kita tidur ini sudah malam dan mas capek banget'' gumam Rasyid sembil kemudian merebahkan tubuh istrinya dan dia juga ikut berbaring di samping istrinya kemudian memeluk istrinya erat, sampai kemudian kedua nya terbang ke alam mimpi.


#Cathor


gimana guys,sudah sampai di sini apakah kalian suka?


kalau suka like dan koment dong biar aku tau


ditunggu juga kritik dan saran nya ya.


__ADS_1


bagi kalian yang masih punya ibu, jangan sia sia kan kesempatan kalian untuk berbakti, karena kalau beliau sudah tiada maka penyesalan itu tidak akan menggerogoti hati dan jiwamu.


__ADS_2