ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Risya sugarna 2


__ADS_3

Ini sudah malam ketiga dan aku masih menunggu


10.30 malam


Akhirnya aku merebahkan tubuhku karena sepertinya tidak akan ada apapun, walau hanya sekedar pesanpun TIDAK, tanpa bisa kutahan airmataku jatuh


Kenapa aku seperti ini? kenapa aku merindukannya dengan sangat? apakah dia merasakan hal yang sama denganku?


RISYA POV END


Kadang manusia hanya fokus pada perasaannya sendiri mereka pikir apa yang mereka rasa orang itu pun mungkin merasakannya juga, perlu anda tau guys..


Dirham tidak pernah mengatakan bahwa dia mencintai Risya, Dirham memang baik pada semua orang, tidak terkecuali pada gadis gadis yang ada di desa lain lain yang dia datangi untuk di sensus, dengan mengambil sedikit keuntungan bahwa dia akan mudah mencari alamat alamat rumah tujuan sensus


Tapi Dirham juga berusaha agar dia tidak hanya mendapatkan keuntungan sendiri, setiap kali pulang dari tempat tempat yang dituju dia akan membelikan makanan sebagai tanda terima kasih, TAPI bagi Risya hal itu dia anggap perhatian seorang lelaki kepada wanita yang tanda kutip.. yang laki laki itu sukai


Di malam yang ke delapan Risya sudah tidak bisa lagi menahan rasa rindunya, benar yang dikatakan Dilan bahwa rindu itu berat, Risya bahkan merasakan nafasnya sesak karena rindu yang dirasakannya, tidak terhitung berapa tetes air mata kerinduan yang Risya jatuhkan, kalaulah sangat gigih Risya menampung airmatanya mungkin satu tong air berukuran 1500L pun pasti sudah terisi penuh


Dan dengan membulatkan tekad sekarang Risya akan menghubungi Dirham, rasa malu akan dia kesampingkan,Risya mengambil handphone miliknya dan segera mendial nomor yang di beri nama ''Aa Dirham D'' dan tut tut tut nada sambung terdengar


Tapi pada akhirnya sang operatorlah yang menjawab panggilan dari Risya, Tidak menyerah Risya pun kembali melakukan panggilan, dan di panggilan ke 5 baru ada sahutan oleh suara yang asing di telinga Risya


''Hallo.. hai siapa ini ya?''suara jawaban dari seberang sana, suara wanita, dimalam hari seperti ini? ya walaupun ini baru jam 9.30 pm tapi.... ahh mungkin itu adiknya


''Hallo boleh saya bicara dengan A Dirham?''hening tak ada jawaban untuk beberapa detik


''Emm sebentar saya panggilkan, Mas mas ada telepon nih''terdengar suara lenguhan seperti orang yang baru bangun tidur, atau orang yang lagi mager


''Siapa de?'' terdengar sayup sayup suara pria yang dirindukan oleh Risya'' ga tau mas ngomong aja sendiri'' jawab si perempuan dengan suara yang terdengar ketus


''Hallo siapa ini ya?''

__ADS_1


''Hallo A, ini aku Risya, kok Aa tanya aku siapa sih emang nomer aku nggak di simpan ya?''


''Ah Risya apa kabar? ini hp aku ganti jadi nomernya pada hilang belum aku tambahin lagi, sudah aku catat sih di buku tapi belum sempat masukin lagi, ganti hp nya juga baru tadi siang''


''Aku baik A, Aa gimana kabarnya? kok katanya mau ngasih kabar ke aku kok nggak sih? ini sudah lama loh mas, aku nungguin kabar kamu tiap hari''ucap Risya sendu


''Ehm itu.. hp aku hilang pas perjalanan pulang dari situ, jadi selama seminggu ini aku nggak pegang hp, kan aku dah bilang ini baru beli tadi siang, kamu kenapa kangen ya sama aku hemm?''


''I i ya A aku kangen sama Aa, akuuu..'' kata kata Risya tidak berlanjut karena dia jadi sangsi apakah Dirham masih sendiri apa sudah punya pacar, atau bahkan malah istri, dan perempuan yang mengangkat teleponnya tadi itu siapa dia?


''Aku apa hayo, kok ngomongnya nggak di terusin bikin penasaran aja'' sahut Dirham sembari terkekeh


''Enggak a ga usah di bahas, aku cuma mau nanya kabar aja, kalau Aa baik baik saja ya sudah aku tutup telponnya ya A ''Risya tiba tiba merasa perasaannya tidak enak, entah kenapa


''Oh gitu kamu udah ngantuk ya, ya sudah dadah Ica, besok aku telpon kamu ya''


''Iya A aku sudah ngantuk, iya dadah Aa selamat malam''Risya kemudian menutup sambungan teleponnya


Besoknya Risya bangun dengan kepala terasa berat dan sakit, dan dia juga merasakan kalau badannya terasa sakit semua, pegal.


Saat mencoba bangun karena ingin ke kamar mandi kepalanya terasa seperti berputar, dan rasa ingin muntah juga menyerangnya, bukan cuma itu bahkan perutnya juga ikut ikutan mulas, ya ampun apa yang terjadi?


Risya kembali terduduk dan pusing dikepalanya semakin menjadi, akhirnya dia memilih untuk merebahkan tubuhnya lagi dan memanggil ibunya


"Bu ibu.. ibu kesini dong.. ica pusing bu" tidak lama kemudian ibunya datang dengan tergesa


"kenapa Ca? vertigo kamu kambuh lagi kah? tanya ibu Ami sambil memeriksa dahi Risya


"iya bu.. tolong ambilin obat Ica ya bu, pusing banget ini, berasa pingin muntah dan mules juga bu" gumam Risya pelan tapi masih bisa di dengar jelas oleh ibunya, bu Ami beranjaka mengambilkan makanan dan obat yang biasa Risya konsumsi saat sakit kepalanya kambuh


Setelah Risya tertidur cukup lama karena efek obat yang dia minum sang ibu kembali menghampirinya, memberikan makan siang dan obatnya lagi, setelah itu dia akan kembali menyuruh anaknya tidur tapi bu Ami sangat penasaran kenapa sakit kepala anaknya datang tiba tiba padahal anaknya itu tidak habis kecapaian, pasti ada hal besar yang dipikirkan oleh anak itu

__ADS_1


"Ca kamu sebenarnya kenapa? lagi mikirin apa sih?"tanya Ibu Ami sesaat setelah mengembalikan piring dan gelas bekas makannya Risya


Risya terdiam tidak tau mau menceritakan apa yang dipikirkannya mulai dari mana


"Ca jawab dong"cecar ibu Ami tapi dengan nada suara lembut penuh kasih sayang


"Itu bu, A Dirham kayaknya sudah punya istri deh, semalam Ica telpon dia yang ngangkat perempuan bu, padahal itu malam hari,dan posisi A Dirham saat itu sudah sedang tidur, itu berarti mereka berada di tempat yang sama di malam itu bu hik hik hik.." Tangis Risya pecah kemudian.. dia menangis sampai tersedu sedu


Bu Ami menghela nafas, dia tau anaknya menyukai pemuda kota itu, tapi dia tidak menyangka efek dari kepergian pemuda itu untuk kembali ke kota nya bisa sampai membuat sakit kepala Risya kambuh, Risya memang sering mengalami sakit kepala kalau terlalu capek atau terlalu banyak pikiran


Bu Ami mengambil tangan Risya yang saat itu di posisi berbaring, bu Ami menepuk pungung tangan anaknya dan kemudian berkata


"Kamu tenang dulu, kita belum tau kebenarannya seperti apa? apa kamu sudah nanya perempuan yang angkat telpon kamu itu siapa ke Dirham?"tanya Bu Ami dengan lembut


"Belum bu? aku takut mau nanya, takut itu beneran istrinya hik hik hik"jawab Risya masih dengan isak tangisnya


"Ya sudah kamu tidur dulu ya, nanti ibu pinjam handphone kamu buat telpon Dirham"


Risya terperanjat kaget mencoba bangkit untuk duduk tapi kemudian meringis sambil memegangi kepalanya yang terasa berputar putar lalu kemudian merebahkan lagi kepalanya


"Ibu ngapain mau telpon A Dirham sih Sssss aduhh pusinggg bu, muter semua ini enghh" Risya melenguh menahan rasa yang tidak bisa dia jabarkan


"Udah ngga papa ibu cuma mau ngobrol biasa aja sama Dirham, kamu nggak usah khawatir, kita akan tau apa perasaan Dirham ke kamu setelah ibu nanti bilang bahwa kamu sedang sakit, kamu tau kan maksud ibu"kata bu Ami sembari tersenyum, entah apa maksud senyumannya itu


Kemudian wanita paruhbaya itu keluar daru kamar anaknya dan segera melakukan panggilan kepada Dirham dari handphone anaknya


Tut tut tut


Nada sambung terdengar


"Hallo ca, kamu lagi ngapain, udah telpon aja masih pagi begini, kangen ya" suara jawaban dari seberang sana membuat bu Ami terdiam beberapa saat, kemudian berdehem dan menjawab

__ADS_1


"khem ekhem Nak Dirham, ini ibu nya Risya, kamu apa kabar nak?"


__ADS_2