
''Assalamualaikum'' terdengar sallam yang kompak dari satu orang dewasa dan tiga orang anak
''Wa'alaikum sallam''dijawab serentak pula oleh tiga orang dewasa yang berada di dalam rumah
''Mamaaa, Putri pulang'' seru Putri, anak perempuanku satu satunya
''Iya sayang, sini masuk.. mama ada di sini'' Titi menyahut dari ruang keluarga
''Aku ganti baju dan sholat dulu ya mah, ehh ada papa, papa kapan sampai? papa apa kabar?'' Robi yang senang karena melihat papanya kemudian langsung mendekati Hendra, menyalami dan tidak lupa mencium tangan, dan bertanya kabar
''Papa sampai tadi jam 8, dan kamu sudah berangkat sekolah tadii.. ,sudah sana katanya mau ganti baju dan sholat! ngobrol ama papanya nanti aja, masih banyak waktu, sholatnya di dahulukan'' sela Hendra mengingatkan
Putra dan Putri juga menyalami Hendra kemudian langsung bergegas ke kamar mereka masing masing untuk mengganti baju dan sholat
Rasyid yang masuk paling terakhir melihat ke arah Titi san Hendra yang duduk berhadapan terhalang meja, di depan mereka terlihat ada dua cangkir yang sudah kosong, Rasyid meneliti kedua wajah manusia dewasa yang berbeda jenis kelamin itu, tapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dari sikap dan bahasa tubuh mereka, dia lalu bergerak melangkahkan kakinya ke arah kamarnya
''Mass mau kemana? sini atuh, aku disini loh'' tegur Titi yang melihat suaminya ngeloyor berjalan kearah kamar mereka, dia menengok dan menjawab
''Aku belum sholat juga ma, kamu udah sholat belum? yuk sholat dulu''ucap Rasyid dengan tanpa ekspresi apapun
''Aku udah sholat tadi, sesaat setelah adzan aku langsung jalankan'' jawaban yang jujur dan cepat, tepat, jangan dikira dia cuma duduk dan mengobrol sepanjang waktu saat Rasyid menjemput anak anak, ooo tidak! silahkan saja kalau mau berburuk sangka!
Akan ada saatnya Titi menceritakan apa yang perlu diceritakan kepada suaminya,karena tidak ada rahasia diantara mereka, tapi tentang perasaan di masa lalu, yang saat ini bahkan perasaan itu sudah tidak ada, tidak perlu untuk diceritakan karena malah akan menimbulkan perasaan sakit yang tidak bisa di mengerti
__ADS_1
Yang jelas perasaan sakit itu yang karena cemburu,jadi ya yang baca tau ya, cerita mana yang tidak akan diceritakan oleh Titi ke Rasyid.. heummm.. okelah!
Semua orang sudah berkumpul lagi dijam 3 sore ini, duduk bersama sambil bercerita hal yang remeh temeh tapi asyek untuk jadi bahan cerita.
Tentang cerita si sulung yang jadi rebutan temen cewek disekolahnya, yang bahkan ada temen cewek yang berani datang ke rumah dengan modus belajar bersama,atau minta ajarin main gitar, atu rumus matematika yang sulit. Anak baru gede yang penuh dengan semangat.. bicara tentang mereka membuatmu bisa menghabiskan waktu berjam jam
Waktu bergulir, jam 16.30 Titi beranjak untuk masak setelah menunaikan sholat Ashar, dan yang lain tetap melanjutkan perbincangan seru mereka, tadinya Robi juga ingin membantu Titi untuk memasak tapi Titi menyarankan Robi agar menghabiskan waktu yang tidak banyak itu dengan mengobrol saja dengan papanya, momont yang jarang terjadi kan? dan Robi pun setuju karena papa nya besok pasti sudah kembali lagi ke Jakarta
Malam hari seusai semua aktivitas dijalankan yang berada diujung hari adalah istirahat, tidur malam.
Robi malam itu mengijinkan papa nya untuk tidur dikamarnya, agar mereka punya waktu untuk bicara dari hati kehati,tanpa ada adik adiknya yang rusuh dan kepo
''Pah.. papa gimana sekarang di Jakarta? eum papa sudah nemuin tante yang baik baik belum, yang bisa mendampingi hidup papa? jangan sendirian terus apalagi kalau cuma menghabiskan waktu papa dengan oara tante genit yang kalau Robi liat mereka berasa ingin muntah Robi!'' saat sudah berbaring kedua laki laki beda usia dari du generasi itu melihat kearah atap ruangan yang mereka tempati
''Tapi pa! Robi lebih suka main musik dan nyanyi, kalau belajar atau mengajari anak anak lain bahasa asing.. entahlah apa Robi bisa apa tidak'' rajuk Robi yang mempunyai cita cita sendiri ingin berkecimpung di dunai industri musik
''Yaaa ngga papa, kalau passionnya kamu di musik ya silahkan, bisnis papa kan cuma perlu kamu awasi aja, disana udah ada guru guru bersertifikat yang mengajar anak anak les, kamu akan dibutuhkan saat ada wacana baru tentang pembelajaran metode terbaru, atau saat saat rapat para orang tua, tapi rapat ini jarang terjadi, itu kan bukan sekolah formal, palingan rapat kalau ada masalah besar aja! kamu harus tau kalau hidup itu pasti.. akan ada aja masalahnya''tangan Hendra terulur mengelus kepala anak semata wayangnya
''Dannn ini''Hendra bergerak bangun dan mengambil tasnya yang ada di meja samping tempat tidur, mengeluarkan sebuah buku dengan warna Orange berlogo sebuah bank di negaranya
''Papa siapkan ini buat kamu, didalam sini ada kartu dan nomor pin'nya sudah papa tulis di kertas nih liat, papa selipin di antara sela buku akun'nya ya! dan ini ada kartu Atm'nya juga, ini isinya sudah lumayan banyak loh, dan ini buat keperluan kamu sehari hari atau kalau ada keperluan buat sekolah dan keperluan lain yang tidak bisa kamu minta dari mama Titi mu itu! kasihan jangan apa apa minta dia, dia juga masih punya dua adikmu dan keperluan mereka juga banyak''
''Hati hati nyimpen'nya jangan sampai ilang, kalau ilang langsung kasih tau papa oke!" kata Hendra panjang lebar yang hanya ditanggapi oleh anggukan dengan mata yang berkaca kaca Robi.
__ADS_1
''Makasih pa! Robi akan gunakan dengan baik''ucap Robi sambil menerima buku akun dan isinya yang diulurkan Hendra
''Ingat jangan boros, kamu harus belajar mengatur uangmu, gunakan untuk hal yang benar benar bermanfaat''peringat Hendra, dia tau anaknya bukan anak yang boros dan konsumtif tapi dia tetap harus memberikan arahan dan peringatan
''Iya pah.. Robi tau'' ucap Robi sambil tersenyum dan bergerak mendekat pada papa'nya dan memeluknya
Hendra menyambut pelukan anaknya dan tidak lupa untuk mengelus kepala anak semata wayangnya itu
''Besok papa kembali ke Jakarta dan ngga tau kapan papa kesini lagi, kamu tau kan papa tidak bisa sering sering pergi, karena harus mengawasi jalannya bisnis papa disana, kalau kamu mau kamu bisa datang ke Jakarta untuk liburan dan ajak mama Titi mu serta adik adikmu juga'' melepas pelukan dan kembali merebahkan diri di tempat tidur waktu sudah menunjukan jam 22.00 malam
''Kalau aku ajak ayah juga boleh pa?'' ucap Robi sembari mengedipkan sebelah matanya, dan Hendra tertegun melihatnya apa Robi tau ya, tentang perasaanku ke Titi?
'Ya bolehlah, kenapa ngga boleh?'' ucap Hendra berusaha bersikap innocent
''Ya kali aja papa maunya cuma mama Titi yang aku ajak hehe.. ''ucap Robi yang langsung dibalas cubitan di pipi oleh papa'nya
''Isss kamu tuh malah ngeledek papa sih, kamu jangan kaya gitu! tau sendiri kan ayahmu itu pencemburu buta, entad malah jadi salah paham lagi!''
''Iya deh iya, Robi tau hehe.. , abisnya mama Titi itu imut banget ya pa? udah punya anak banyak tetep masih kayak anak gadis wkwkwk''bisik Robi yang membuat Hendra membulatkan matanya
''Ehh kamu tuh nakal ya'' ucap Hendra sembari berusaha mencubit perut anaknya yang berusaha menghindar sambil tertawa kegelian
Mereka terus saja bercanda sampai lelah dan kemudian tertidur
__ADS_1
♡♥Bersambung♥♡