
♥MASIH RASYID POV
Drttt drttt drttt
''Hallo mas, aku aduhh.. kaki ku sakit mas, tadi keseleo di kamar mandi arghhh.. mas kesini ya, kamar aku nomer 37 ''tuttt bunyi sambungan terputus, awalnya dia memintaku menemuinya di restoran yang ada di hotel ini, tapi katanya kakinya terkilir dan dia memintaku menemuinya di kamarnya, tanpa rasa curiga aku datang ke kamarnya, aku juga khawatir kalau dia kesakitan dan butuh bantuan mengantar dia ke tempat berobat.
Sampai di depan kamarnya aku ragu ragu untuk mengetuk pintu, aku merasa ada yang melarangku untuk melanjutkan niatku menemui wanita itu, tapi disisi lain hatiku mengatakan bahwa wanita itu butuh pertolongan, lalu aku lanjutkan mengetuk pintu
Tokk tokk tokk
Ku ketuk pintu kamar nomor 37 didepanku
CEKLEK
Suara pintu terbuka
GLEKKK
Aku menelan salivaku dengan sangat berat dia.. wanita itu menyambutku dengan pakaian yang sangat tipis menerawang dan dengan make up full, bibir merah dan alis serta bulu mata lentiknya, dia menarik tanganku, dan berkata
''Mass aduh, tolongin aku nih, kaki aku sakit tau, nih lihat tadi keseleo, ahh..'' suaranya membuatku merinding, tapi entah kenapa aku tidak bisa menolaknya, aku masuk! dia menutup dan mengunci pintunya
''Katanya kaki kamu sakit, ayo kita ke dokter''ucapku dengan perasaan campur aduk, antara tegang dan gugup, bohong kalau aku bilang aku tidak tergoda, aku sudah beberapa minggu tidak bisa menyentuh istriku, karena aku kesal dengannya, hal itu menyebabkan nafsuku seakan sudah diubun ubun, dan mataku disuguhi pemandangan yang memancing syahwat, aku berusaha menahannya, mengendalikan gejolak dalam dada
Darahku berdesir hebat saat tangannya menyentuh tanganku, dia mengangkat tanganku dan menciumnya lalu kemudian meletakan tanganku di pinggangnya
Aku gemetar... ada bisikan yang mengatakan ''Jangan Rasyid.. pergilah'' tapi kakiku tidak mampu kugerakan
Benda yang biasanya menjadi senjataku untuk menaklukan istriku tapi sekarang benda itu yang menjadi bumerang bagiku
Kala dia menegang sempurna dia mampu membuat pikiranku menjadi lemah tak bisa berpikir jernih
Cici mengelus dadaku aku semakin gemetar, kulihat senyumnya yang memang berusaha menggoda ku, dia mendekat menempelkan badannya yang seksi dan berjinjit mendekatkan bibirnya pada bibirku
CUPPP..
Dia menciumku, mataku melotot kaget tapi tetap tidak bisa melakukan apa apa, kenapa aku hanya terdiam tak melakukan perlawanan atau pun penolakan
Dia ******* habis bibirku, tangannya liar meraba raba seluruh badanku, aku lemasss
__ADS_1
Aku di tarik menuju keranjang dan dia mendorongku sehingga aku jatuh dengan posisi terlentang di tempat tidur hotel itu
Bajuku terbuka, terlepas, begitu pun dengan c**anaku, dan tidak ada lagi satu kain pun yang menempel di badanku dan badannya
Ini seperti aku diperkosa tanpa perlawanan
(Gerrrr..aku mual nulisnya hiks)
Dia kembali melu**t bibirku dengan rakus, kemudian dia menggesekan tempat yang selalu menjadi pusat kenikmatan ber*inta
DRTT... DRTTT...DRTT
Aku mendengar suara handphoneku bergetar dan seketika pikiranku terbuka, aku ingat pasti itu Istriku Titi
Aku mendorong tubuh bugil wanita yang berada di atasku, tapi dia bertahan tidak mau beranjak
DRRTTT.. DRTTT...DRTTT
Kembali getaran di handphoneku terdengar merdu di kamar hotel yang sepi, karena sumber suara ******* dari mulut Cici sedang terhenti
Cici malah menepelkan tubuh kami dia menekan pusat tubuhnya di kepala senapanku,dan arghh rasanya nikmat, hampir saja aku terbuai kembali saat getaran dari handphoneku kembali terdengar, Fix aku yakin itu pasti panggilan dari Titi istriku,aku harus segera mengangkatnya
Entah kenapa tenaga ku seperti pulih, aku mendorong wanita itu, walau karena usahaku mendorongnya aku harus menyentuh dua gunung yang tidak berapi itu, tapi aku tidak perduli
Itulah yanh ada di pikiranku saat itu, aku segera mengambil handphoneku dan mengangkat panggilan tersebut
Aku DIAM mendengarkan pertanyaan yang disertai teriakan dari sebelah sana
Cici masih berusaha menggodaku dia masih berusaha menyentuh senjataku yang sudah mulai terkulai lemas karena rasa takut kalau sampai istriku tau, takut kalau nanti akibatnya keluargaku bisa hancur
Aku mendorong wanita itu lagi
BRUKKK
Dia terjatuh tapi aku hanya meliriknya masih sambil mendengarkan makian dan teriakan dari istriku
Setelah sambungan telepon terputus aku mengambil lagi bajuku dan memakainya, lalu aku pulang dan aku benar benar takut untuk menghadapi istriku
Kata orang takut itu karena salah
__ADS_1
DAN AKU BERSALAH
Aku harus bagaimana???
Apa yang harus aku lakukan???
Aku pulang dengan menyetir mobil dalam keadaan pikiran kacau, dan bodohnya lagi aku lupa untuk menghapus chat ku bersama Cici
Aku hampir saja menabrak seekor kucing hitam yang melintas ditengah jalan, dan filingku mengatakan, pasti aku akan mendapat ganjaran dengan sesuatu yang buruk
Ganjaran atas ketidak mampuanku menolak rayuan Cici, ganjaran atas kepasrahanku saat wanita yang bukan istriku menyentuhku
Walau belum benar benar terjadi hubungan int*m diantara kami, tapi aku menyadari kalau itu sudah sebuah perselingkuhan
YA TUHAN... MAAFKAN AKU
Dan sesampainya dirumah aku benar benar dihadapkan pada situasi yang walaupun aku tau aku yang salah tapi aku tidak bisa mengendalikan diri sehingga aku melayangkan tanganku pada istriku, istri kecilku, istri kesayangku.
MAAFKAN AKU SAYANG
Aku benar benar menyesal
Dan hari hari selanjutnya yang ada hanya kehampaan, istriku bahkan tidur di kamar lain dirumah kami
Walau dia masih memasak untuk ku dan anak anak, masih mencuci bajuku, masih membuatkan ku kopi, tapi tidak ada lagi cinta dimatanya untukku.
Saat kutatap matanya,disana ada kekosongan, disana ada airmata yang tertahan, sakit hatiku melihat itu semua, dan itu karena aku
Aku tidak mampu mengatakan padanya apa yang sudah aku lakukan dengan Cici, aku tidak mau dia memandangku dengan tatapan jijik,lebih baik dia membenciku karena prasangka
Sejak kejadian itu aku jadi tidak berselera makan, aku makan hanya sedikit, aku tidur tidak pernah nyenyak tapi Titi seolah tidak tau, atau dia sudah tidak perduli lagi padaku, aku menyesal sayang, tolong maafkan aku
Aku tidak pergi ke ladang tapi Titi tidak pernah bertanya kenapa, dan anehnya anak anak juga seperti menjauhiku, mereka seperti tidak mau saat aku ingin tidur menemani mereka, pasti mereka langsung mengusirku dengan berbagai alasan
Dan pada saat Titi mau bepergian dia selalu menolak ku temani dan lebih memilih membawa motor atau mobil sekalipun, belanja ke pasar lebih sering mengajak istrinya mang Ujang, semua seolah tidak menganggap ku ada
Sampai akhirnya aku terbaring sakit dengan infus di tangan kananku di sebuah ranjang puskesmas yang dingin dan masih tetap istriku lah yang membawaku kesini
Tapi tetap juga dia merawat ku bagai robot yang tidak memakai hati, saat ibu dan adikku datang dia seperti punya kesempatan untuk segera pergi dariku
__ADS_1
Dan sampai jam 14.00 ini dia belum kembali, aku merindukannya, merindukan senyumnya, merindukan tawanya, merindukan kebawelannya
♥bersambung