ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Tak mau kembali


__ADS_3

Titi berkutat di dapur untuk menyiapkan makan siang, Robi yang selama tinggal dengan papanya tidak bebas menikmati makanan,pun juga begitu saat bersama ibu kandungnya dulu, ibu kandungnya bukan tipe ibu rumah tangga yang baik yang rela susah susah memasak untuk keluarga, hanya sesekali dia memasak jika sedang ingin saja, selebihnya beli di warung.


Robi sangat antusias saat melihat Titi memasak,dia berinisiatif membantu Titi mengupas dan memotong sayuran, bahkan dia bertanya tentang bumbu bumbu yang akan digunakan, bumbunya apa saja dan bagaimana cara membuat bumbu tersebut, Titi memberi tahu dengan sabar dan telaten,Titi juga memberi kesempatan pada Robi untuk mengulek bumbu, dan Robi melakukan nya dengan penuh perjuangan, bumbu di cobek pun halus dengan baik walau ada beberapa yang muncrat muncrat saat Robi menggeprek bagian bumbu yang keras dan besar


contoh seperti kunir dan jahe itu akan lumayan sulit dihaluskna, harus digeprek dulu baru di uleg, atau bawang putih yang akan licin saat diuleg juga sehingga harus di geprek geprek dulu, kalian pada gitu ngga moms?


Tidak ada salahnya anak laki laki diajarkan untuk memasak,jadi ketika suatu saat tidak ada yang memasak untuknya karena satu atau dua hal yang mendesak,maka dia bisa memasak untuk dirinya sendiri. Dan bisa dilihat banyak koki hebat dan ternama yang adalah laki laki, jadi memasak itu.. bukan hal tabu bagi kaum mereka.


Proses memasak dilalui oleh Titi dan Robi dengan gembira dan selesai dengan cepat dan sempurna, Robi dijadikan tukang icip juga oleh mamanya wkwkwk


Setelah selesai dengan proses masak memasak,dua koki yang berbeda generasi itu pergi membersihkan diri dan memanggil anggota keluarga yang lain untuk segera berkumpul dimeja makan.


"Assalamualaikum..." suara salam terdengar dari arah pintu depan, Titi yang mendengar langsung menjawab dan bergegas menghampiri pintu untuk dibukakan,untungnya Titi sudah selesai membersihkan diri, Titi sudah menduga bahwa itu adalah Hendra


"Wa,alaikum sallam.."seru Titi sambil terus berjalan menghampiri pintu


CEKKLEKKK


Pintu terbuka dan benar saja itu adalah Hendra, pria itu menatap orang yang membukakan pintu untuknya, dan senyum manis pun dia berikan


"Silahkan masuk A"setelah membuka pintu Titi bergeser kesamping agar sang tamu bisa masuk, Hendra pun langsung masuk sesaat setelah dipersilakan dengan mengikuti jalan dari sang tuan rumah yang diam diam dia rindukan untuk bisa selalu dia temui


''Silahkan duduk dulu A, mas Rasyid bentar lagi sampai,dia tadi ke ladang dulu sebentar untuk mengurus seuatu, dannn.. Robi lagi dikamar, bentar lagi kita mau makan siang sama sama, dan kamu ikut makan siang aja sekalian... belum makan siang kan? '' Titi bicara sambil melihat wajah lawan biaranya, yang ternyata si lawan bicaranya sedang menatap lekat padanya


Tapi Titi mengabaikan hal itu, karena Titi sudah terbiasa mendapatkan tatapan itu sejak jaman sekolah menengah pertama dulu, tapi Titi tidak pernah berharap lebih, atau merasa Gr karena dari duluuuu.... Titi selalu berpikir kalau Hendra baik padanya sebagai teman atau adik kelas saja


"Iiya boleh, aku juga belum makan siang, berharap ada yang mau ngasih makan disini" Hendra menjawab dengan ditambahi candaan


"Ma siapa tamuuu... nya?"Robi keluar bersama adik adiknya dan saat melihat papanya dia yang ingin tau siapa yang darang jadi kaget dan langsung berhenti berjalan sehingga adik adiknya yang berada di belakangnya tidak sengaja menabrak tubuhnya

__ADS_1


"Ihhh kaka.. kok berhenti mendadak sih!" rajuk Putra" Ehh ada om Hendra nih.. omm.. apa kabar" Putra yang melihat Hendra langsung menghampiri dan menyalami tangan Hendra serta tidak lupa untuk mencium tangan Hendra, Putri juga melakukan hal yang sama, malah Putri juga menanyakan kabar Hendra


"Om apa kabar?"ucap Putri setelah mencium tangan Hendra


"Om baik sayang, kamu bagaimana kabarnya?"Hendra mengelus kepala Putri kemudian mengangkat gadis kecil itu ke dalam gendongannya, Robi mendengus melihat ke arah Hendra


Robi terlihat kesal dan bimbang, mungkin dia ingin pergi kembali ke kamarnya saja saat melihat Hendra, atau mungkin Robi berpikir kenapa Hendra ada disini dan kenapa ayah dan mamanya tidak ada yang memberi tahu dia


Titi yang selalu memperhatikan sikap Robi sejak kedatangan Hendra langsung mendekat ke arah Robi dan merangkul pundaknya lalu di bawa ke meja makan


" Ayoo kita duduk dulu, bentar lagi ayah pulang dan kita akan makan bersama" ucap Titi menenangkan Robi,sedangkan Putri sudah di bawa Hendra ke meja makan dan Putra mengikuti untuk menuju meja makan dan duduk di kursinya


"Assalamualaikum mama.. kakak.. adek.. ayah pulang, Eh mas Hendra.. kapan sampai mas? abis darimana ini? atau sengaja datang kesini?Rasyid pulang dari ladang dan langsung ke ruang makan


"Aku baru aja nyampe Syid.. kamu abis dari mana"basa basi Hendra


"Kita nunggu ayah aja makannya, udah gih sana mandi dulu" Titi menjawab sembari mendorong lembut tubuh suaminya agar cepat ke kamar mandi


♡♥♡♥♡♥


"Eumm.. masakanmu selalu enak Ti" puji Hendra saat menyantap makanan di piringnya


"Ini aku masak dibantuin Kak Robi loh A! pasti enak lah. iya kan nak?ucap Titi sembari tersenyum dan melirik ke arah Robi


Robi cuma tersenyum untuk menjawab perkataan Titi


"Ohh ya? wah papa tidak tau kalau Robi pinter masak" seru Hendra antusias


Robi hanya melirik kearah papanya tapi langsung melanjutkan makannya tanpa menjawab pertanyaan dari laki laki dewasa yang sudah mengecewakannya

__ADS_1


"Pintar loh dia, bantu motong motong sayuran dan bantu bikin bumbu"sambung Titi untuk mencairkan suasana


"Syukurlah anak ayah sudah pinter masak, jadi nanti kalau sendirian dirumah bisa masak, dan tidak kelaparan lagi" sambar Rasyid menyindir laki laki dewasa yang duduknya secara kebetulan tepat berada di depannya


Titi melirik kesal terhadap Rasyid, Titi takut kalau terjadi perang,Titi lebih suka kedamaian, Rasyid cuek saja.. toh yang dia katakan benar adanya, dan Robi tersenyum tipis melirik kearah ayahnya, Robi merasa senang karena ayahnya berada dipihaknya


Hendra merasa tertohok dengan kata kata Rasyid tapi apa yang dikatakan Rasyid adalah benar, Hendra menghela nafas agar emosinya tetap stabil dan tidak terpancing oleh apapun


♡♥♡♥♡♥


Setelah makan malam selesai anak anak disuruh masuk ke kamar mereka masing masing, Titi mengatakan pada anak anak bahwa para orang tua perlu bicara sesuatu yang penting


Robi sudah menduga kalau topik pembicaraan para orang tua adalah dirinya, Robi merasa takut kalau mama Titi dan ayahnya akan memintanya kembali kepada papanya dan dia akan disuruh kembali ke Jakarta dan kembali terlantar disana


Robi bertekad akan melarikan diri lagi bahkan sejauh mungkin karena dia tidak mau diajak kembali mengikuti papanya yang cuek.


Tok tok tok


Suara pintu kamar Robi diketuk


Dan saat Robi membuka pintunya Titi lah yang berdiri di depan sana


"Rob.. yuk kita bicara sama ayah sama papamu dulu.. kamu belum ngantuk kan sayang?"Robi pun mengangguk dan menjawab "Robi belum ngantuk kok ma"


"Ya sudah ayo" Titi menggandeng tangan anaknya untuk duduk bersama dan bicara, agar permasalahan yang mereka hadapi mendapatkan jalan keluarnya


♡♥♡♥♡♥


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2