ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
pilih dia atau diriku? tentukan pilihanmu sekarang!


__ADS_3

Titi masuk ke kamar nya lalu kemudian naik ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimutnya,dia menutup semua badannya bahkan sampai ke kepala.


ceklekk


suara pintu di buka,Rasyid masuk dan kaget melihat istrinya mujung begitu,dia mendekat dan berusaha membuka selimut di bagian kepala,tapi Titi menahannya.


''Deee... ngga boleh gitu selimutannya, masa di tutupi semua, kata orang kan pamali, kamu kenapa sih'' Rasyid berusaha kembali membuka selimutnya, dan terjadilah tarik menarik, karena tenaga Rasyid yang besar maka akhirnya Titi kalah juga,dia membuka selimutnya kemudian tidurnya berbalik membelakangi Rasyid.


''eh eh kok Mas di kasih punggung, sini mas mau lihat wajah mu de, bilang dong kamu mau nya gimana sayang''bujukan Rasyid membuahkan hasil, Titi membalik tubuhnya masih dalam mode cemberut.


''Ngapain mas malah disini, kan tadi janda mu minta di garuk tuh, gatel kali dia, mau nostalgia sama kamu kali mengenang masa masa indah kalian dulu, sana ngga usah peduliin aku mas''Titi berkata dengan suara keras.


Rasyid menggeleng dia baru menyadari istri kecilnya itu ternyata sedang cemburu


''kamu cemburu ya? kamu tambah manis deh kalau lagi cemburu,aku jadi gemes''goda Rasyid.


''ngga ngapain cemburu, rugi aku, janda mu itu kaya cewe gatel kurang belaian''


Rasyid tersenyum mengelus pipi cuby istrinya dan mencubit pipi kemerahan tersebut,Titi mengaduh dan masih dengan mode cemberut.


Rasyid menghela nafas lalu kemudian berkata lagi'' De kamu itu ngga usah cemburu,di hati aku cuma ada kamu sekarang,dia itu cuma masa lalu aku, tapi mau ngga mau aku harus terlibat sama dia karena Robi,aku juga ngga tau apa yang sebenarnya terjadi,tapi kalau Dena punya masalah aku takut akan berakibat buruk sama Robi''ucap Rasyid memberikan penjelasan agar istrinya yakin dia ngga akan kembali pada mantan istrinya.


''Tingkah nya dia itu menyebalkan Mas, masa sama mantan suami kok manis manja gitu,dia juga punya suami sendiri loh mas kalau kamu lupa.''


'Dia emang gitu tingkahnya dari dulu juga'' sahut Rasyid seakan membela mantannya


''Ohh gitu ya Mas? jadi entah dulu entah sekarang Mas suka ya dengan sikap manis manja nya dia sama semua laki laki berarti, karen sepertinya dia tidak bisa memilah untuk bersikap seperti itu pada siapa,atau dia pengen balikan sama kamu lagi kali mas' cerocos Titi dengan suara tambah tinggi dan kemudian Titi beranjak turun dari tempat tidur.


''Mau kemana de, sini mas bantu''

__ADS_1


Titi menepis tangan Rasyid,dia merasa kesal setengah mati karena Rasyid terkesan selalu membela jandanya,Titi menyembunyikan wajahnya duduk membelakangi suaminya,tubuhnya bergetar lalu kemudian dia terisak,Titi menangis semakin keras Rasyid berusaha menjangkau tubuh istri kecilnya untuk di peluk tapi selalu ditepis,Titi terus menangis sampai sesenggukan,dan Rasyid merasa bersalah telah membuat istri kecilnya menangis, dia bingung sebenarnya,karena dia tidak pernah berpikir sama sekali untuk kembali pada Dena dan meninggalkan Titi.


Rasyid memegang kedua bahu Titi dan menghadapkan Titi ke arahnya, dia kemudian menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya,sekarang tidak ada perlawanan,mungkin Titi sudah lelah menangis bahkan tangan istirnya itu mau melingkari tubuhnya membalas pelukannya.


setelah istrinya mulai tenang tidak lagi menangis Rasyid lalu melepaskan pelukannya,tapi istrinya itu tidak mau melepaskan malah tambah mengeratkan pelukannya.


''De itu kasian dede utunya kejepit, ini kenceng banget meluknya kamu''


''ngga kok ngga papa dede nya, aku ngga mau lepasin nanti kamu kembali lagi kesana''


''Enggak kok mas ngga ke sana lagi sekarang, besok aja sama kamu lagi kesana nya''


Titi melonggarkan pelukannya dan mendongak melihat wajah suaminya ''bener mas? tanya Titi


''Iya bener masa Mas bo'ong, entar Mas ngga di kasih jatah kalau bo'ong''sahut Rasyid sambil terkekeh dan menjawil dagu istrinya.


''Mas beneran jangan pergi ya, jangan tinggalin aku sendiri, aku udah ngga punya ibu mas,kalau Mas pergi ninggalin aku aku mau ikut ibuku aja ''


''His kok kamu ngomongnya gitu, istighfar de kamu tuh lagi hamil jangan ngomong mac macem'' seru Rasyid kesal,bisa bisa nya istri kecilnya berpikir seperti itu, Titi tidak menjawab ternyata dia sudah tertidur, Rasyid berdecak kesal tapi kemudian dia menarik nafas panjang dan menghebuskannya, lalu dia ikut terlelap bersama istri kecilnya dengan memeluknya erat setelah menciumi puncak kepalanya. dia mengesampingkan mantan istrinya.


keesokan harinya Rasyid belum terbangun hari masih jam empat pagi,tapi dia merasa ada sesuatu yang menempel di bibirnya benda kenyal apa ini,rasanya manis, bibirnya tertekan lagi dan basah,Rasyid mendesah karena merasa masih ngantuk dan merasa terganggu,dia membuka matanya dan ada wajah istrinya begitu dekat dengannya.


Cupp


eh.. ternyata itu istrinya yang menciumnya, nakal sekali, dia harus bertanggung jawab karena membangunkan macan yang sedang tidur, Rasyid kemudian melanjutkan apa yang sudah di mulai oleh istrinya,dan olahraga pagi pun berlanjut sampai tubuh di banjiri keringat,walau Rasyid masih ingat untuk melakukan nya dengan lembut karena tidak mau melukai calon anak keduanya,setelah selesai mereka berdua kembali berbaring sebentar lalu kemudian membersihkan diri dan menunaikan kewajiban pada sang illahi.


Tok tok tok


tok tok tok

__ADS_1


pintu diketuk dengan keras, waktu di jam dinding baru menunjukan pukul 6.30


siapa yang bertamu pagi pagi buta


''Biar Mas aja yang bukain pintu, kamu lanjutin aja masaknya''Rasyid beranjak membukakan pintu.


ceklekk


pintu terbuka dan tiba tiba seseorang menyeruduk masuk dan memeluk Rasyid


''ayah.. ayah kok semalam ngga kerumah nenek aku tungguin ayah loh''seru anak kecil laki laki.


''iya nih Mas udah kau bilang aku tungguin malah nggak balik balik lagi, aku tungguin sampai larut malam loh''sahut suara perempuan dengan suara keras.


''maaf semalam ayah ketiduran nak'' Rasyid berjongkok untuk memeluk anaknya,dia memilih untuk menjawab pertanyaan anaknya dan mengabaikan pertanyaan mantannya,''Ayo duduk dulu, Mama Titi lagi masak, nanti kita makan sama sama ya, kamu belum makan kan nak?


''Belum yah, Robi mau makan sama ayah''


''Boleh, ayah tinggal dulu kebelakang buat bantu Mama Titi''lalu Rasyid beranjak ke dapur dan melihat apakah istrinya sudah selesai masak atau belum, dia menemukan bahwa istrinya sudah selesa masak saat mematikan kompor, Rasyid mengambil piring untuk tempat sayur, tapi dia tergoda untuk memeluk istri kecilnya,Rasyid mendekat kemudian melingkarkan tangannya diperut istrinya dari belakang, Titi terlonjal kaget, dia menoleh dan cuppp.... di kecup nya pipi istrinya itu dengan gemas,kalau tidak mengingat ada Robi dan ibunya Robi pasti Rasyid sudah membawa istri mungilnya ke dalam kamar dan mengulang kegiatan yang di sukai seperti tadi.


''Is is is ditungguin Robi katanya ngambilin makanan malah lagi bermesraan di dapur'' sembur Dena dengan muka ditekuk.


Titi Dan Rasyid tidak menjawab dan malah hanya saling tersenyum, Rasyid kembali mengecup pipi istrinya dan mengajaknya ke meja makan,Dena mendengus kesal, dia menghentakan kakinya dan kembali ke ruang makan.


''Tara ayam goreng special buatan Mama Titi sudah siap di santap''Rasyid meletakan piring berisi ayam goreng dan tumis bayam di meja makan di depan anaknya, dia mengambil kan piring menaruh nasi ayam dan bayam lalu kemudian memberikannya pada Robi,anak itu menerima nya dengan suka cita dan memulai makan.


Rasyid menarik kursi dan menyuruh istri kecilnya duduk di sampingnya, sedangkan Robi duduk berseberangan dengan ayahnya, dan makhluk yg di sebut mantan itu di abaikan olehnya, Dena mendengus menarik kursi sendiri dan duduk, kemudian mengambil makanan sendiri.


'awas aja kamu gadis jelek miskin,aku pasti bisa mendepakmu dari sisi Mas Rasyid dan aku bisa kembali padanya' bathin Dena

__ADS_1


__ADS_2