ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Terima kasih ku


__ADS_3

''Ris kamu ngga ada gitu sesuatu yang mau kamu omongin ke kakak?'' Tanya Titi kepada Risya di suatu sore saat mereka hanya duduk berdua di kursi panjang yang di sebut Risban/Resban oleh orang jawa (kursi panjang yang ada senderannya yang terbuat dari kayu)


Titi menatap Risya dengan tatapan hangat khas seorang kakak


''Maksud kakak tentang apa? sahut Risya sambil terkekeh pelan


''Tentang apa aja,mungkin aja kamu punya unek unek atau apalah ke kakak, agar kakak bisa memperbaikinya''ujar Titi berusaha mengorek isi hati adik iparnya tersebut


''Eum kalau kak Titi aku ngga ada masalah justru aku sendirinya yang merasa nggak enak hati sama kakak karena di masa lalu sikap aku kurang baik sama kakak, Ica minta maaf ya kak''ucap Risya dengan tatapan tulus kepada Titi, tapi Titi malah tertawa dan bilang


''Apaan sih kamu, yang dulu sudah berlalu lah.. kakak udah maafin, mungkin karena dulu kamu belum mengenal kakak dengan baik aja,kalau ke kak Rasyid gimana Ris?" Titi mulai mencari tau kenapa sikap Risya ke Rasyid jadi jauh dari kata sayang


Risya menatap Titi sebentar kemudian mengalihkan lagi pandangannya,terlihat seperti sedang berpikir keras


''Eum entahlah kak, aku ngerasa kak Rasyid itu jadi nggak sayang lagi sama aku, beda sama dulu sebelum menikah bahkan dulu pas dia nikahnya sama kak Dena dia seakan menghilang dari kehidupan aku, dia ada tapi nggak pernah nanyain aku, ngga pernah beliin aku jajan lagi seperti dulu, nggak pernah ngajak aku ngobrol atau pergi ke pasar atau hanya sekedar nanyain aku apa kabarku juga tidak pernah, dia itu seperti ada dan tiada''


''Malah pas sembuh dari sakit yang dia terbaring lama, lalu kemudian diceraikan sama kak Dena dia ngelihat aku aja nggak pernah peduli, kami tinggal satu rumah tapi kakak seperti hanya tinggal seorang diri, kerjaanya melamun, marah marah ngga jelas sampai kak Titi nikah sama dia kala itu


''Dia mulai seperti menemukan hidupnya lagi, bisa tersenyum lagi, Tapi tetap seperti menganggap aku ada dan tiada, entahlah kak dia itu tidak berperan sebagai kakak lagi buat aku''

__ADS_1


''Dulu kalau ada tontonan pada acara hajatan orang, aku pasti di ajak nonton sama dia, di beliin jajan walau hal itu seperti hal sepele tapi bahkan hal itu hilang sama sekali setelah dia menikah, dia itu selalu hanya terfokus pada satu dunia saja, dia seakan lupa bahwa dia punya adik bahkan seperti lupa bahwa dia punya ibu''


''jadi ya aku harus gimana sih, aku mau nanya kabar ke dia aja, aku malah takut seandainya dia malah marah atau acuh sama aku''gitu kak, aku bisa lihat kok hubungan kak Titi sama Desi, sikap kak Titi yang khawatir sama keadaan Desi, marah kalau Desi nggak ngunjungin kakak, bahkan dulu kakak hampir maksa Desi untuk tinggal bareng sama kita walau akhirnya kakak ngalah sama sikap keras kepalanya Desi, aku tau semua itu karena kakak sayang sama Desi''


''Coba kakak bandingkan sama kak Rasyid apa ada dia kayak gitu, aku nikah aja dia cuma jadi wali nikahnya aku doang, mana ada dia ngasih aku hadiah special dari seorang kakak, mana ada dia tanya ini itu tentang calon aku, kakak yang lain pasti akan menyelidiki orang seperti apa yang akan menikahi adiknya, kak Rasyid mah boro boro'' ucap Risya dengan menggebu gebu disertai dengan ekspesi marah,sedih dan juga kesal


''Kak Titi mewakili mas Rasyid meminta maaf sama kamu,nanti kakak akan bicara sama dia, semoga kedepannya dia bisa menunjukan bahwa dia sayang sama kamu, dia pernah cerita sih sama kakak kalau dia juga ngerasa kehilangan sosok adik, dia kira kamunya yang nggak perduli sama dia, ternyata semua hanya salah paham ya hehe... kalian berdua harus duduk berdua dan bicara loh, bicarakan apa yang kalian rasakan dan inginkan, jangang hanya saling mendiamkan dan berpikir dengan cara sendiri sendiri, akhirnya kalian saling menghindari''


''Iya kak, kak Titi bener, Terima kasih kak untuk semua yang kakak lakukan buat aku dan ibu dan specialnya karena kakak sudah berhasil membuat kak Rasyid bahagia, juga karena sudah ngasih aku dua keponakan yang lucu hehe... jawab Risya, kemudian mereka berdua berpelukan sejenak


Sekarang Titi mengerti masalahnya apa setelah ini dia harus bicara sama suaminya


Titi menepuk bahu Risya berulang dengan pelan kemudian Titi berjanji akan mengembalikan kakak dari wanita muda itu seperti dulu


Kemudian meraka berdua masuk kerumah dan pergi ke kamar masing masing untuk istirahat


♡♡♡♡♡


''Mas''

__ADS_1


''Hemm''Rasyid menjawab dengan deheman karena dia sedang sibuk mendusel duselkan hidungnya di rambut kepala sang istri yang wangi shampoo


Saat itu mereka sedang duduk bersandar dikepala tempat tidur sehabis pertempuran melenakan yang baru saja selesai


Jam di dinding sudah menunjukan pukul 22.30 malam


''Tadi sore aku sudah bicara sama Risya, tau nggak dia bilang apa?''


''Bilang apa dia?''


''Mas mas kamu mah emang ngga peka ihh.. kamu kalau memang sayang sama adikmu tunjukkan dong, mana ada orang sayang kok nyapa aja malas, telpon kek kalau dia lagi jauh, tanya kabar kek, kasih sesuatu kek, minimal lebaran tuh beliin baju apa sesuatu yang lain, ini mah nggak apa apa sama sekali, ya Risya ngira kalau kamu nggak perduli sama dia''berondong Titi


''Emm aku bingung sih mah mau mulainya gimana, orang dia kalau ditanya jawabnya jutek, aku kira dia benci sama kakaknya ini''


''Dia bukan benci mas, tapi dia lagi kesel sama kamu, kakak kok ya ngga ada sayang sayangnya, ngga ada perhatiannya dikit kek'' omel Titi


''Iya deh aku sekarang ngerti bahwa itu semua pokok masalahnya dari aku, aku akan perbaiki, Terima kasih sayangku''ucap Rasyid sambil menciumi pucuk kepala istrinya dengan penuh perasaan


''Emm iya sama sama mas, aku sayang sama mas''gumam Titi, Rasyid tersenyum mendengarnya dan dia menjawab sambil terus menciumi seluruh wajah istrinya

__ADS_1


''Mas apalagi jangan ditanya! sayangnya ke kamu pake bangetttt'' Sayang banget'' mmmuach mmuach..'' Rasyid mengetatkan pelukannya dan mereka terlelap kemudian sambil terus berpelukan sampai pagi


Sampai adzan shubuh berkumandang di pagi hari barulah pelukan itu terlepas karena mereka berdua sama sama bangun untuk mandi wajib dan dilanjutkan dengan menunaikan kewajiban kepada yang maha kuasa


__ADS_2