
*ku buka album biru
penuh debu dan usang
kupandangi semua gambar diri
kecil bersih belum ternoda
pikirku pun melayang
dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
tentang riwayatku
kata mereka diriku selalu dimanja
kata mereka diriku selalu ditimang
nada nada yang indah
selalu teruai dari nya
tangisan nakal dari bibirku takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
telah mengangkat tubuh ini
__ADS_1
jiwa raga dan seluruh kehidupan rela dia berikan
kata mereka diriku selalu di manja
kata mereka diriku selalu ditimang
ohh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku*
***Flashback on
''Ti kamu mau kan nikah sama Rastid,ituloh anaknya bu Ami'' ibu memegang tanganku, menepuk nepuknya pelan sambil memandang wajahku.
''Bu Titi kan masih kecil, dan ibu juga tau aku lagi dekat sama Yudi, Titi sama Yudi saling mencintai bu,kami berencana untuk menikah setelah nanti umur aku 17 tahun itu berarti 3 tahun lagi,jadi masih ada waktu buat a Yudi buat ngumpulin uang buat nikahin Titi'' Titi menjawab malu malu sembari menundukan wajahnya menyembunyikan rona merah di wajahnya.
Ibu Irma berpikir dan kemudian dia berkata lagi, ''tapi ibu Ami berjanji akan membantu keburuhan kita Ti, ibu tidak enak menolak nya dan kita juga membutuhkan bantuan nya, dengan dibantu oleh bu Irma kita tidak akan kesulitan hanya untuk makan nak''bu Irma masih dalam mode membujuk,dia merasa raganya kini sudah tidak sekuat dulu lagi,dia semakin sering sakit dan hanya Titi saja harapan nya untuk bisa bertahan hidup, sebenarnya dia bisa saja membiarkan Titi pergi bekerja ke kota tapi dia terlalu mengkhawatirkan nasib Titi nantinya,orang mana tau kehidupan seperti apa yang akan Titi hadapi di kota besar,salah salah dia malah terjerumus ke pekerjaan tidak baik,kalau Titi menikah dengan anaknya bu Ami setidaknya hidupnya akan terjamin karena kekayaan dari keluarga itu.
''Nak ibu mohon pikirkan sekali lagi,setidaknya kalau kamu menganggap ibu itu penting buat kamu maka menikahlah dengan Rasyid,dia itu tampan loh kalau kamu tidak tau, ibu tau Yudi juga anak yang baik tapi ibu pikir kamu akan lebih terjamin hidupnya kalau sama Rasyid''ibu tetap keukeuh pada pendirian nya.
''kamu mau kemana nak?''
''emm.. itu bu ee... Titi sudah janji mau ketemu a Yudi, kata a yudi mau ajak aku nonton layar tancap di desa sebelah bu, emm boleh ya bu, soalnya Titi sudah terlanjur janji'' Titi menjawab dengan takut takut sambil menundukan kepala nya.
''pergilah, tapi jangan pulang terlalu malam,dan sebaiknya sih kamu mulai jauhi dia,dan nurut sama ibu buat nikah sama Rasyid, jangan jadi anak pembangkang karena itu tidak baik,kan kamu tau itu'' ucap ibu sambil berlalu masuk ke dapur untuk menyiapkan masakan untuk sore.
Titi berjalan dengan semangat tinggi karena akan bertemu pujaan hati, walau tadi sempat bimbang karena tekanan ibu tapi mengingat Yudi yang selalu membuat jantungnya berdisko ria dia jadi sedikit lupa.
dari kejauhan tempat mereka janjian sudah terlihat keramaian pesta hajatan yang menjadikan layar tancap sebagai hiburan untuk para tamu,walau Titi tidak mengenal keluarga itu tapi dia kan cuma numpang nonton aja, itu ngga masalah karena banyak orang selian Titi yang juga berbondong bondong untuk menonton.
Titi celingukan mencari keberadaan sang pujaan hati, dan dari jauh di melihat Yudi berada di samping kanan tempat tontonan sedang berbicara pada seorang gadis, ehh tunggu siapa gadis itu ya, kok kelihatannya mereka akrab sekali, aku berjalan mendekat ke arah a yudi dan gadis itu,tapi kok ehh si gadis memegang tangan a Yudi dan a Yudi diam aja. aku mendekat.
__ADS_1
''aa '' Panggil ku dan terlihat sekali kalau a Yudi terperanjat mendengar suaraku, tapi anehnya gadis itu malah semakin mendekat ke a Yudi dan semakin menggenggam tangannya.
''ehh Titi kamu nonton juga? sama siapa? yudi menyapaku seakan kita itu tidak janjian di sini,hatiku serasa di remas, sakit. mereka masih bergenggaman tangan dengan erat seperti halnya sepasang kekasih.
apa ini? kok a Yudi gini sih? apa maksudnya coba ?
''emm.. a aa kenapa sih? aa lupa kita janjian nonton bareng? siapa dia a? maksudnya aa apa sih a aku nggak ngerti? ''sahut Titi dengan sesak di dada melihat kemesraan Yudi dengan gadis itu.
''ehh kamu siapa sih pake tanya tanya nyolot gitu sama pacarku'' si gadis yang menjawab pertanyaanku, dia melepaskan genggaman tangannya dan mengarahkan tangan kanan nya ke arahku sembari berkata ''aku Ira pacar nya a Yudi, kamu siapa?''
Deggg...
gadis itu mengenalkan diri sebagai pacar nya Yudi dan Yudi cuma diam saja tidak menyangkal.
Seketika airmataku jatuh tak tertahankan,aku berbalik dan pergi begitu saja, aku berjalan sambil menangis tidak perduli banyak orang yang memperhatikanku.dunia rasanya hancur. saat aku memalingkan wajah ke arah Yudi karena ingin tau apa dia mengejarku atau tidak tapi ternyata tidak. dia masih berdiri di sana dengan tangan yang di gelayuti gadis tadi, dia sama sekali tidak perduli.
aku menangis sepanjang perjalanan pulang,aku berlari agar cepat sampai kerumah, kepalaku mulai berdenyut karena menangis terlalu lama, ya perjalanan dari tempat tontonan di desa sebelah itu harus aku tempuh dalam waktu satu jam berjalan kaki.
aku tidak menyangka Yudi tega berbuat seperti itu, aku malu aku sakit hati, dia yang dulu selalu mengejarku sekarang dia mencampakanku dengan semudah itu, bahkan tanpa penjelasan sedikit pun.
Braakkk... pintu terbuka dengan keras lalu aku langsung masuk dan mencari ibu.
''Bu.. aku bersedia menikah dengan anaknya bu Ami, ibu cepat ke rumah bu Ami untuk menentukan tgl pernikahannya''
''loh.. katanya kamu mau nonton sama Yudi kok udah pulang aja, cepat sekali'' ibu melihatku dengan heran.
''kok kamu nangis, kenapa sih, ada apa? kamu pulang nya ngga di anter Yudi?''
''sudah bu jangan pernah sebut nama pria itu lagi, Titi ngga mau dengar,Titi sudah ngga ada hubungan dengan si kriting itu lagi, bukannya ibu senang kalau Titi mau menikah dengan anaknya bu Ami? ya sudah Titi akan menikah dengan dia saja''
__ADS_1
''baiklah kalau gitu ibu akan kerumahnya bu Ami sekarang juga, ya sudah kamu jangan nangis lagi, sana kamu makan yadi ibu sudah masak'' ucap bu Irma sambil kemudian dia berlalu membuka pintu dan keluar, dia bergegas pergi ke rumah calon besan nya.
Flasback of