
Hendra kembali ke Jakarta pada esok harinya, sekitar jam 9 pagi setelah sarapan, Hendra terlihat berat meninggalkan anak satu satunya yang dia punya, tapi karena kesalahannya lah dia kehilangan hak dan tanggung jawab itu
Titi merasa sedikit iba karena melihat kesedihan di wajah Hendra, tapi Titi tidak mau membiarkan Robi terlantar dan tidak terurus dengan baik, anak adalah anugrah dari tuhan, dia titipan sebenarnya... tapi kadang orang merasa anak adalah miliknya dan dengan seenaknya saja memperlakukan si anak tersebut
Sebulan kemudian surat pindah domisili untuk Robi sudah jadi dan sudah diantarkan oleh Hendra berikut surat adopsi yang sudah ditandatangani diatas materai
Pilihan sekolah baru juga sudah ditetapkan sekarang kesibukan Titi bertambah mengurus tiga anak, tapi Titi tidak terlalu kesulitan karena Titi sudah mengajarkan kemandirian pada anak sejak dini
Mengantarkan ke sekolah menjadi tanggung jawab Rasyid dan pada saat menjemput juga begitu, tapi kalau Rasyid ada keperluan mendesak lainnya maka Titi akan siap siaga menggantikan Rasyid
Hari minggu diisi oleh kegiatan bersama keluarga, dimulai oleh memasak di pagi hari bersama semua keluarga yang malah menjadikan dapur seperti kapal pecah wkwkwk, dan siangnya mereka kadang pergi ke rumah saudara atau pergi jalan jalan ke kota
Bu Ami juga sudah tau tentang keputusan Rasyid dan Titi untuk merawat Robi, dan bu Ami sangat terharu sekali dan mendukung mereka, bu Ami tetap menyayangi Robi seperti dulu
Pada hari minggu pagi biasanya Bu Ami,Risya beserta Dirham sering datang ke rumah, untuk sekedar sarapan bersama atau makan siang bersama
Desi juga sering melakukan panggilan video dan pada suatu malam Desi memberi kabar bahwa dia sedang berbadan dua, Tapi dia tetap tidak diperbolehkan untuk pulang oleh Tuannya, Tuannya memberikan kelonggaran pekerjaan padanya, Desi hanya diminta untuk mengawasi pelayan yang lain saja, dia tidak diperbolehkan untuk turun tangan langsung mengerjakan pekerjaan berat
Si Tuan yang sudah menganggap Desi sebagai adiknya malah mengatakan pada Harun dan Desi bahwa dia tidak keberatan kalau dia dibutuhkan bahkan direpotkan kalau untuk memenuhi ngidam nya Desi
Dan istri si tuan pun mengatakan hal yang sama, sungguh suatu berkah buat anak yatim piatu seperti Desi karena mendapat keluarga baru yang menyayanginya disamping keluarganya sendiri
__ADS_1
♡♥♡♥♡♥
Hari senin kembali hadir, hari ini ada rapat orangtua di sekolah Robi, Rencananya Titi yang akan menghadiri rapat tersebut karena Rasyid harus mengawasi pengangkutan hasil panen yang akan dikirim ke Jakarta
"Kak ayo... sudah siapkan?" Titi berdiri di depan pintu yang terbuka, Robi terlihat sedang memakai dasi sekolahnya, dan Topi nya dia masukan ke dalam tas terlebih dahulu agar tidak terbang dan hilang saat perjalanan menuju sekolah karena harus naik motor
"Iya ma, kaka sudah siapp.. let's go" seru Robi senang, ini pertama kalinya dia menghadiri rapat disekolah dan ada orangtuanya yang bersedia hadir, karena dulu tidak ada
''Wokeh kaka.. let's go''Titi tertawa setelah menirukan kata kata anaknya, Lalu keduanya berjalan menuju pintu untuk keluar, Putra dan Putri sudah menunggu diteras, lalu kemudian mereka berangkat bersama, Titi membonceng ketiga anaknya sekaligus, Putri duduk di depan, Titi sebagai tukang ojeg,Putra berada dibelakang Titi diapit oleh Robi yang duduk paling belakang
Karena perjalanan dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh makanya Titi terpaksa membonceng tiga anaknya sekaligus, kalau perlu pergi ke tempat jauh maka Titi akan menggunakan mobil,lagipula Titi mengendarai motor tidak pernah melebihi 40 kilometer perjam, kecuali dia sendirian dan tidak membonceng siapapun maka Titi bisa mencapai 60 kilometer/jam
Sampai di Paud Melati Titi menghentikan motornya, Titi meminta Robi untuk mengantar Putri hingga ke dalam kelasnya, lalu kemudian menuju SDN Malabar 01 Putra pun turun dan lagi lagi Robi mengantarkan Putra sampai ke kelasnya barulah mereka menuju ke SMP MUHAMADIYAH MALABAR dan keduanya segera menuju ke kelas dimana rapat akan segera dilaksanakan
Tapi beberapa anak akan tetap berada di sekolah untuk menampilkan kemampuan mereka dalam hal kesenian seperti menari, menyanyi, atau membaca puisi, begitu pula dengan Robi ternyata anak itu pintar bernyanyi, suara cukup bagus, Rasyid dan Titi merasa surprise saat mengetahui kemampuan anak terbesar mereka itu
Rapat di buka oleh pembawa acara, sambutan dari kepala sekolah dan ketua komite sekolah selalu menjadi salah satu rangkaian acara, Rapat hari ini adalah Rapat paripurna yang akan menetukan besarnya jumlah sumbangan para orang tua murid untuk kepentingan pembangunan sarana dan prasarana sekolah
Hiburan dari penampilan anak anak berbakat, menyelingi acara rapat tersebut
Tiba giliran Robi untuk tampil, anak remaja tampan itu memakai baju kemeja merah maroon, celana kain hitam dan sepatu sport hitam, anak laki laki tampan, Titi tersenyum bangga melihat anaknya naik kepanggung
__ADS_1
Sang pembawa acara mengumumkan
''Iya inilah penampilan dari anak baru pindahan dari ibu kota Jakarta, anak tampan ini bernama Robi Sugarna anak kelas 8 A dan dia akan bernyanyi untuk kita semua dengan judul laguuu.. Sahabat sejati yang dipopulerkan oleh Shelia on 7, waktu dan tempat dipersilahkan" ucap pembawa acara, kemudian Robi pun mulai bernyanyi dengan diringi permainan piano salah satu guru kesenian disana
"Anakkuu.. Robiii.. " Titi berseru refleks saat melihat anaknya tampil
"Dia anak kamu bu? ganteng sekali anak ibu! ehh tapi kok ngga mirip ya? apa dia mirip sama ayahnya ya bu?"tanya seorang ibu wali murid lain yang duduk di sebelah Titi,tapi Titi tidak kenal
"Ehh... iya dia lebih mirip ayahnya hehe.." jawab Titi dengan nada canggung, Titi merasa hatinya tidak nyaman saat mendengar pertanyaan itu tapi Titi menepisnya
Titi kembali mengalihkan perhatiannya ke panggung, terlihat Robi melambaikan tangannya ke arah Titi dan dibalas lambaian tangan juga oleh Titi, Titi tersenyum lebar
"MAMA TITI Robi sayang Mama" seru Robi sambil menunjuk ke arah Titi tiba tiba disela sela nyanyiannya, perhatian semua orangpun teralih padanya
Titi berkaca kaca lalu melakukan gerakan kissbye pada Robi dengan gerakan bibir "mama sayang Robi"tanpa suara
Tepuk tangan meriah terdengar sesaat lagu selesai dinyanyikan, Suara sorakan dari teman temannya terdengar menyerukan nama anak tampan itu, Robi membungkukan sedikit badannya pertanda salam, kemudian tersenyum manis serta melambaikan tangannya, lalu berjalan turun dari panggung
Rapat selesai pada jam 12.00 siang Titi segera mengajak anak anak pulang, tapi Titi mengajak anak anak mampir di warung bakso langganan mereka, disana Titi menelpon suaminya untuk bertanya apakah mau dibawakan bakso ke rumah atau Rasyid mau menyusul ke warung bakso langganan mereka itu
♡♥♡♥♡♥
__ADS_1
Bersambung
sssssstttt jangan lupa like sama komentarnya ya