ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Punya Adik atau tidak sih?


__ADS_3

Titi pov


Setahun sudah umur Putra, dia sudah bisa berjalan tertatih tatih dan berbicara beberapa kosakata, dia sangat lucu, pipinya gembil dan matanya berbinar polos.


Selama setahun ini kulewati hari hari dengan penuh kesibukan merawat putra ku dan rumah kami, aku mengerjakan pekerjaan rumah sekaligus mengurus putraku sendiri, Mas Rasyid suamiku selalu sibuk bekerja mengembangkan lahan pertanian kami, sekarang kebun yang kami miliki sudah bertambah luas,mas Rasyid orang yang pintar mengelola keuangan, dia memberiku uang belanja lebih sampai aku bisa menyisihkan untuk menabung, dan sebagian besar uang hasil pertanian akan di simpan oleh mas Rasyid sendiri dan setelah terkumpul banyak maka dia akan memmbeli lahan baru sedikit demi sedikit.


Kadang karena terlalu sibuknya suamiku aku merasa kesepian, saat anakku tidur dan pekerjaan rumah sudah beres semua, aku duduk termenung memandang keluar rumah lewat jendela kamar , sebelah rumah adalah kebun milik tetangga yang di tanami berbagai jenis tanaman bumbu, seperti kunir,kencur, jahe, lengkuas dan lain lain, tanaman tampak tumbuh dengan suburnya, ijo royo royo.


Tapi saat aku melihat tanaman subur itu hati dan pikiranku berkelana ke mana mana, aku merindukan Desi adikku, sudah lama dia tidak datang kerumahku, terakhir dia datang pas acara aqiqah Putra, setelah acara selesai dia berpamitan pulang sekalian berpamitan akan pergi kerja ke kota, katanya sih ke kota kembang Bandung.


Setelah sekian lama dia tidak pernah memberi kabar padaku,tidak ada surat, tidak ada pesan lewat orang lain, atau pesan lewat sms pada telpon celluler.


Ya di tahun ini tahun 2010 telepon seluler memang sudah mulai banyak yang menggunakan,terutama orang bisnis atau orang yang tinggal atau bekerja di kota, aku sempat kasih nomer handphone tetangga kami yang punya kepada Desi agar dia bisa menghubungi sesekali, tapi nihil,sampai sekarang dia tidak pernah memberi kabar apa pun.


Tidak terasa aku sudah termenung selama dua jam dan berakhir ketiduran di sebelah anakku, Putra kalau tidur siang memang lumayan lama bisa dua sampai tiga jam dan sekarang dia belum bangun,aku keluar dari kamar, keluar dari rumah berniat untuk mengangkat jemuran baju di depan rumah seperti nya sudah kering,saat aku sedang asik menumpuk pakaian kering di atas tanganku tiba tiba ada orang lewat berseru memanggilku


''Ti..Ti.. kamu kok ya ayem ayem aja di rumah gitu,emang ngga ada firasat aneh aneh gitu?"bi Darmi tiba tiba nyeletuk


''Maksud bibi apa sih, aku kok ayem ayem, lah ini aku lagi ngurusin baju gini loh'' aku menjawab dengan suara rendah penuh tanda tanya tidak tau apa maksudnya.

__ADS_1


''Iya kamu ngurusin rumah sama anak kan? suami kamu siang siang gini tau ngga dia dimana dan lagi ngapain?


''Maksud bibi apa dih bi? suami aku kan lagi kerja di ladang, ini kan lagi musin panen bi''


''kamu itu lugu apa gob*ok sih, mau aja di kibulin suami mu, noh dia tadi abis jalan jalan sama anak sama mantan istrinya, kamu malah ayem di tinggalin di rumah gitu, jangan jangan mereka sedang bernostalgia,minta tambah tuh, keinget asyik asyik di masa lalu''bi Darmi nyerocos seperti ngomporin, dan aku sebenarnya kaget masa sih mas Rasyid ketemu Roby sama Dena ngga bilang ke aku.


''Masa sih bi? kok mas Rasyid ngga bilang ya sama aku?


''Yehh mana bibi tau, makanya jadi istri jangan keayemen tinggal laksanakan tugas dan berharap semua baik baik saja, pelakor lagi ngertrand sekarang mah Ti''


''Aku percaya sama mas Rasyid kok bi, dia nggak akan kaya gitu, mungkin mereka nggak sengaja ketemu''aku tetap positif thinking tak mungkin mas Rasyid CLBK sama uler keket itu.


''Ya sudah kalau kamu ngga percaya sama bibi, orang bibi sering kok lihat mereka pergi bareng, mereka itu janjian di pertelon ciembek sana, terus naik motor sama sama, tanya aja suami kamu kalau sudah pulang nanti''bi Darmi berkata sambil beranjak pergi,dia sepertinya yakin sekali, tapi aku merasa sangsi, masa sih mas Rasyid gitu.


Semoga yang di katakan bi Darmi cuma mengada ada saja, mungkin mas Rasyid cuma kebetulan ketemu sama Dena dan Robi,waktu berjalan semakin sore, Putra sudah bangun dan sudah ku mandikan dan sedang aku suapi, aku menggendong Putra sembari aku suapi di depan rumah sambil menunggu mas Rasyid pulang, tidak lama ada suara motor mendekat dan berhenti di depan pintu.


"Assalamualaikum. . Ma ayah pulang.."


"Wa'alaikum sallam.. iya ayah.. ini dede lagi maem loh yah.. ayah tau tidak dede maem nya pinter loh yah tuh lihat, sudah habis"

__ADS_1


"Ah iya jagoan ayah sudah pintar maemnya, nih ayah beliin mainan loh buat ade" Mas Rasyid mengacungkan kantong kresek hitam berisi mainan.


"Loh ayah beli mainan di mana emang? kok dari ladang dapat mainan?"aku bertanya sembari terheran heran dan kembali mengingat apa kata Bi Darmi, apakah mungkin?


"Tadi ayah ke pasar beli benih kacang sekalian beli mainan buat ade" mas Rasyid ngga bilang masalah Dena!


"Oh beli benih ya, beli benih nya kemana mas?


" Ke pasar dong ma"


"Pasar mana?"


"Pasar karang gendot"


"Sama siapa?"


DEGGG


"kok kamu tanya sama siapa sih ma? emang sama siapa?

__ADS_1


" kalau mas ke pasar sendirian kenapa nggak ngajak mama? sekali kali kek ajak mama ke pasar, bosan tau yah mama di rumah terus sudah hampir setahunan nggak pernah pergi ke mana mana! " Aku masih belum bertanya tentang apa yang di lihat bi Darmi, masih nunggu kejujuran dari mas Rasyid langsung, muka dia kelihatan gugup dan keringat keluar dari dahi nya.


Aku takut kalau dia tidak jujur padaku, aku tatap matanya dalam,dia memalingkan wajahnya dia gelagapan seperti orang kehabisan oksigen,hati dan pikiranku tambah berkecamuk, apa yang sebenarnya sedang terjadi?


__ADS_2