ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
To The Next Level 1


__ADS_3

Satu bulan Desi menjalani pelatihan di ART TOP selama itu yang rajin menanyakan kabar lewat pesan atau panggilan telepon hanya Harun dan Titi kakaknya, hampir setiap hari sedangkan Iman hanya sesekali saja mengirimkannya pesan dan menelpon.


Ada rasa kecewa di hati Desi karena sikap Iman, Desi merasa sikap Iman berbeda, dulu Iman lah yang paling telaten menggangunya dengan gombalan gombalan receh yang sialnya Desi merindukan hal itu.


Apakah perhatian dan sikap Iman hanya karena rasa penasaran karena bersaing dengan Harun yang notabane nya adalah teman sepekerjaannya, merasa penasaraan siapakah yang akan menang dari persaingan tersebut, dan sayangnya mereka berdua tidak ada yang jadi pemenang.


Pria itu tidak tau kalau dia sebenarnya mendapatkan tempat lebih di hati Desi, Karena saat bersama Iman, Desi merasakan kenyamanan bisa tertawa lebar tanpa harus menjaga imej, makan belepotan tanpa malu akan di tertawakan atau di rendahkan, sebenarnya Harun pun tidak menuntut Desi untuk menjadi pribadi yang lain, yang lemah lembut, yang penuh kesopanan atau apaun itu, Tapi perasaan dari Desi sendirilah yang membuatnya jadi begitu.


Saat bersama Harun, jantung Desi selalu berdebar debar, dia merasa harus tampil sempurna, malu malu kucing, dan sering kehilangan kata kata saat menatap wajah pria itu, apa ini? Desi merasakan jantungnya tidak normal, perasaan apa ini?


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Titi meletakan telepon genggam nya di atas lemari kecil samping tempat tidur dia baru saja menyelesaikan percakapan dengan adik semata wayang nya, Titi merasa khawatir dengan keadaan adiknya, dia merasa masalah Desi lebih besar dari yang sebenarnya dia katakan


kriieet


suara pintu terbuka perlahan dan munculah kepala kecil dari celah pintu yang belum terbuka lebar, dan pria kecil itu berjalan cepat dengan langkah kaki kecil tanpa alas kaki, pri kecil itu mendekat ke arah Titi dan merentangkan tangannya sembari berseru


''Mama.. mama..''celotehnya


Dan muncullah juga pria dewasa tampan dengan senyum sejuta wath nya.


'pria ku' bathin Titi


Senyuman di balas senyuman manis pula oleh Titi, dia melangkah mendekat pada pri kecilnya dan menangkap tubuh balita tersebut


''Apa sayang?, Putra dari mana sama ayah?''tanya Titi pada putranya


''Main obin obinan mah, obin bembem besal'' jawab putra


''Wah.. seru dong'' sambut Titi sembari mengelus rambut anak itu, kemudian mangangkatnya ke dalam gendongannya dan menciuminya dengan gemas.


''Mama aku mau mamam''


''Wah anak mama lapar ternyata, ayo kita mamam, Putra mau mamam apah?''


''Mie goreng special pake telor buatan mama''


''oke, mama buatin''


''ayo ayah.. ayah mau makan apa?''


''Ayah mau mie goreng juga ahh.. biar saman sama putra ayah ini''sahut Rasyid sembari menjawil pipi anak nya

__ADS_1


Selesai makan siang Titi membawa putranya ke dalam kamar, dia meminta Rasyid membuatkan segelas susu untuk Putra agar putra nya bisa tidur siang dengan tenang.


Rasyid mengisyaratkan bahwa dia ingin bicara pada Titi dan Titi memberi isyarat balik dengan gerakan bibir, bahwa dia akan menidurkan anaknya dahulu, Rasyid mengangguk dan berlalu menungggu di ruang keluarga.


''Ada apa yah?''


''Begini mah.. ayah punya rencana untuk membeli mobil pick up, agar nanti kita dengan mudah bisa memasarkan hasil panen kita ke pasar induk,bagaimana menurutmu mah?''


''Mama sih setuju saja, asal uangnya sudah cukup, agar kita tidak usah berhutang''


''Inn sya allah cukup mah,jadi kapan sebaiknya kita pergi ke dealer mobil majenang!''


''Besok pagi aja yah, sekarang kita harus menyelesaikan pembayaran pekerja''saran Titi, Rasyid menyetujuinya dan segera kembali ke ruang depan yang sekarang dirubah menjadi kantor kecil, ruangan yang sebenarnya hanya seperti warung tanpa etalase.


Diruang kerja inilah sebagian besar hari hari Rasyid habiskan, kalau tidak masa penanaman atau pemanenan maka perkerjaan di area ladang dia serahkan pada orang yang bisa dia percaya.


Apabila masa tanam atau masa panen pun Rasyid hanya turun ke ladang untuk mengawasi, tidak heran sekarang tampilan Rasyid sudah seperti juragan, dengan kulit yang putih bersih, pakaian yang rapi dan tubuh yang wangi.


Titi datang ke ruangan kerja suaminya dengan membawa secangkir kopi kesukaannya dan sepiring bolu kukus buatannya sendiri,


''Wah makasih sayang, mas baru aja mau minta bikinin, eh sudah datang sendiri kopinya''canda Rasyid sembari tersenyum manis, setelah itu dia menarik tangan istrinya untuk duduk di pangkuannya


''iss mas ih malu atuh, nanti ada yang lihat''Titi protes tapi tetap menurut untuk duduk di pangkuan suaminya,'bodo ah.. suamiku sendiri ini'bathin Titi


''Yang.. mau ngga kalau misalnya kita bikinin adik buat Putra?''


''Jangan dulu lah Mas, kasihan Putra masih kecil,minimal nanti setelah dia berumur 5 tahun dan aku akan berusaha kasih dia adik''


''Lah kok lama banget sih Yang.. Mas kan mau bikinnya sekarang''


''Ihh kamu mah, bilang aja minta jatah''


''Lah iya dong masa mas dianggurin, semalam udah ngga di kasih, masa sekarang ngga di kasih juga''mode cemberut on pada Rasyid


''Sekarang kan siang mas ih.. kalau ada tamu gimana?''bisik Titi takut kedengaran orang lain,karena dia gemas pada suaminya maka di cubitnya pipi suaminya itu


''hemm''


Rasyid mode ngambek on, manyun dan diam.


Titi merasa bingung, dia takut kalau kalau ada tamu yang berkunjung, untuk melakukan pemesanan sayuran yang seminggu lagi akan di panen,dan Putra nya juga sudah tidur siang cukup lama, dia takut sebentar lagi putranya akan terbangun, setelah berpikir pikir dan melihat wajah suaminya yang di buat mode merajuk walau masih tetap memeluk dirinya Titi jadi merasa iba, dia berbisik pada suaminya


''Ayo deh mas, tapi cepet ya jangan lama lama''

__ADS_1


Dan dengan penuh semangat empatpuluhlima Rasyid segera menggendong Titi di depan tubuhnya seperti menggendong bayi, Titi kaget tapi kemudian terkikik geli, melihat tingkah suaminya, dan hal yang menjadi kebutuhan biologis pun mereka tunaikan, Dulu pria ini yang pernah dia ragukan kesetiaannya,suami yang pernah tidak bisa tegas terhadap mantan istrinya, tapi sekarang semua sudah berubah


Suami yang dulu sering diam sekarang menjadi suami yang hangat dan ceria, suami yang penuh perhatian dan kasih sayang.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Apakah ada yang penasaran dengan keadaan mantan istrinya si Dena yang selalu di sebut uler keket oleh Titi?


Dena sekarang dia tinggal di kota, dia ikut dengan suaminya,dia membawa Robi juga bersama nya, dan suaminya itu adalah Hendra, iya Hendra yang sempat ragu untuk menikahi Dena karena sifat Dena yang masih suka mancing mancing perhatian mantan suaminya, dan dengan sifat ganjen dan genit manis manja nya kepada setiap lelaki tampan yang dia temui dan satu kejutan yang mungkin tidak pernah Rasyid pikirkan dan tidak mudah Rasyid percaya adalah sebuah kenyataan bahwa golongan darah Robi tidak sama dengan golongan darah miliknya atau pun milik Dena.. kenapa? karena ternyata Robi bukan anak kandung dari Rasyid, sebuah pukulan besar dalam kehidupan Rasyid, pukulan terhadap kepercayaannya dan harga dirinya, bagaimana bisa anak itu bukan anak kandungnya? benarkah karena anak itu tidak mirip dengannya di wajah dan tingkah lakunya itu karena dia bukan anak biologisnya? Dan pertanyaannya siapa ayak biologis Robi?


Dan ternyata Robi adalah anak dari Hendra! bagaimana bisa?


FLASHBACK ON


klunting klunting klunting


Bunyi nada dering panggilan pada handphone Titi,Segera Titi angkat karena Putr sedang tidur dan takut membuatnya terganggu lalu terbangun


''Halo, assalamualaikum..''Titi menjawab panggilan tersebut


''wa'alaikum sallam''suara bariton seseorang menjawab di seberang sana, dahi Titi mengernyit heran mendengar suara itu, ada apa gerangan dia menghubungi nomer Titi


''Iya ada apa A? Titi bertanya dengan segala kemungkinan di benaknya


''Begini Ti, saya mau mengabarkan bahwa saya akan menikah dengan Dena hari minggu dua hari dari sekarang, saya harap kamu dan keluarga mau hadir di acara kami''wahhh.. kejutan.. ternyata A Hendra masih mau sama si uler keket bathin Titi


''Ahh begitu, nanti saya bilang ke mas Rasyid dulu ya A, saya tidak tau mas Rasyid mau datang atau tidak''


''Baiklah,tolong kabari saya ya Ti, perihal kamu bisa datang atau tidaknya''


''oke A,nanti Titi kabari''


Sambungan telpon di putus dan Titu segera mencari suaminya untuk menyampaikan hal ini dan meminta pendapatnya apa mereka perlu datang apa tidak.


Rasyid bilang mereka akan datang, karena bagaimanapun hubungan mereka sekarang baik baik saja, dan Rasyid berhasil bersikap tegas pada Dena di setiap kesempatan mereka bertemu entah itu bertemu secara sengaja karena kebutuhan Robi atau tidak sengaja bertemu di pasar atau tempat umum lainnya.


Rasyid berhasil memberi ultimatum pada mantan istrinya tersebut bahwa mereka harus berada dalam jarak dua meter karena kedekatan mereka akan menimbulkan fitnah dan masalah baru.


awalnya Dena tidak terima dan marah marah dia bilang bahwa pasti Titi yang menyuruh Rasyid bersikap seperti itu padanya, dia bilang juga bahwa Titi hanya cemburu dan takut kalau Rasyid kembali padanya


Rasyid tidak perduli pada ocehan sang mantan, dia berkata dengan tegas bahwa dia akan mengambil Robi untuk tinggal bersamanya dan tidak akan membiarkan Dena menemuinya lagi, Rasyid berdalih Dena akan memberikan pengaruh buruk pada anak sulungnya, dan mau tidak mau Dena harus menuruti kemauan sang mantan suaminya.


Pada saat itu Dena sendiri pun tidak tau kalau Robi bukanlah putra dari Rasyid

__ADS_1


__ADS_2