ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Otw Jakarta


__ADS_3

"Kita nginep di... Rumahnya Tuan Lion.. awalnya aku mau pesan hotel, nah aku minta rekomendasi hotel yang tidak terlalu mahal tapi nyaman untuk ditempati keluarga seperti kita, tapi Desi langsung bilang itu tidak perlu karena Tuan Lion secara khusus meminta kita tinggal di paviliun belakang rumahnya dia, ya sudah kebetulan kita bisa gunakan uang yang seharusnya buat sewa hotel untuk membeli oleh oleh nanti pas sudah mau pulang"ucap Rasyid dengan nada datar tapi matanya dia berbinar binar senang, haha siapa yang tidak senang kalau uangnya selamat


Hari ini adalah hari keberangkatan mereka ke kota, karena Rasyid takut nantinya terlalu capek kalau membawa mobil sendiri akhirnya dia putuskan untuk menyewa mobil Rental beserta supirnya


Rental mobil yang di kelola oleh Hendra si ayah kandungnya Robi, Rasyid juga akan mengunjungi Robi nanti di Jakarta, dan Robi juga akan diajak ke pesta pernikahan majikan dari Desi dan Harun itu


Jam 06.00 mobil carteran sudah menunggu didepan rumah Rasyid, setengah jam kemudian mereka berangkat setelah sarapan pagi, Titi tidak lupa membawa bekal makanan dan minumana karena akan butuh waktu 7 jam untuk sampai di ibukota


Bagian belakang mobil penuh dengan barang bawaan, mulai dari baju ganti dan peralatan mandi juga oleh oleh khas desa mulai dari sayuran segar hasil ladangnya Rasyid juga singkong, pisang, dan makanan sejenis rengginang,gaplek, oyek,juga gula kelapa,dan gula aren.


Siapa tahu saja kalau Tuan tampan itu mau memakan jenis makanan desa seperti itu, kalaupun tidak ya.. kan bisa di makan oleh para pekerja yang bekerja di sana, mulai dari satpam, pelayan, tukang masak, supir, dan tukang kebun mereka berjumlah sekitar 12 orang dan dari mereka semua pastilah doyan dengan jenis makanan desa yang Rasyid bawa


Pada awal perjalanan Putra dan Putri sangat antusias melihat pemandangan dari kaca jendela mobil, semua hal yang mereka lihat akan mereka komentari, dan juga akan langsung bertanya saat melihat sesuatu yang belum pernah mereka lihat, seperti SPBU dangan warna dominan merah dan putih, Rumah susun, atau rumah besarrrrr dengan pagar tinggi mengelilingi, mini market yang banyak mereka temui bahkan hampir di semua tempat, bahkan ada dua jenis minimarket dengan ciri khas warna yang berbeda selalu ada di tempat yang berdekatan


Jarak satu minimarket ini juga tidak terlalu jauh, satu minimarket yang di dominasi warna merah dan yang satu Putih (Indonesia banget ya)


Mobil mobil jenis mobil berat selain truk, kalau truk anak anak ini sudah sering melihat di desa


Yang mereka belum pernah lihat adalah jenis mobil dumtruk, mobil Molen (pengaduk pasir atau aspal) besar, mobil truk gandeng, mobil keren sejenis Lamborgini, dan lain lain

__ADS_1


Dua jam kemudian anak anak mulai mengantuk lalu tertidur di pangkuan ayah dan mama nya (biasanya ayah mah jodohnya ibu ya, eh ini mah ayah sama mama, ngga papa lah ya)


Siang hari jam 14.00 mereka tiba di Rumah besar milik majikannya Desi, rumah besar tiga lantai yang sangat besar dan luas, yang pertama kita lihat adalah pagar tembok tinggi, dan gerbang dari besi yang di cat warna hitam dan warna emas pada bagian atasnya saat mobil sampai di depan gerbang dan mobil meminta ijin untuk masuk, dua orang satpam menanyai siapa mereka dan ada urusan apa datang ke sana


"Kami keluarganya Desi pak satpam, kami mendapatkan undangan pernikahan dari Tuan Lion, tapi kami datang lebih awal atas ijin beliau kami akan tinggal di paviliun belakang rumah ini sampai saatnya kami pulang kampung nanti"ucap Rasyid menjelaskan dengan gamblang


"Sebentar saya tanya dulu ke Rumah utama" ucap satpam itu lalu mengangkat gagang telepon dan melakukan panggilan ke rumah utama dan diangkat oleh kepala pelayan yang tidak lain adalah Desi


Kemudian Rasyid dan rombongan dipersilakan untuk masuk dan langsung di arahkan ke depan paviliun yang akan mereka tempati


Di depan paviliun Desi sudah menunggu dengan senyuman manis nan lebar, kebahagian saat bertemu keluarga yang kita sayangi adalah sebuah kebahagiaan besar yang patut kita perjuangkan walau jarak menghalangi


Jamuan makan siang juga di sediakan oleh Desi atas perintah tuannya


Anak anak makan siang lalu kemudian pergi mandi karena sudah menempuh perjalanan jauh, agar kuman yang mereka temui di jalan menghilang tersiram air dan sabun, lalu Titi meminta mereka agar istirahat tidur siang sebelum kakak mereka Robi nanti sore datang, sudah bisa di pastikan mereka akan terus bermain tidak mengenal lelah


Titi terlibat obrolan dengan adiknya sembari berbaring di kasur lantai kamar di sebelah tempat tidur yang di huni anak anak, sedangkan Rasyid duduk di teras paviliun bersama dengan Harun dan pak supir, hari ini tuan Lion juga ada di rumah Utama tapi dia akan lebih banyak berada di kamarnya atau ruang kerjanya


Dan hanya akan keluar untuk makan, itu juga kadang dia meminta makanannya diantar ke kamar jadi kemungkinan untuk bertemu beliau sangatlah kecil

__ADS_1


Di jam jam ini biasanya adalah waktu luangnya Desi jadi dia bisa melepas rindu dengan keluarganya sebelum mengawasi para tukang masak beraksi menyiapkan makan malan yang di mulai jam 5 sore


Jam makan malam tuan Lion adalah jam 19.00


"Kak kakak berapa hari di Jakarta? besok kalau aku sibuk banget sama persiapan pernikahan tuan apa kakak tidak apa apa jalan jalan sendiri?"tanya Desi dengan perasaan campur aduk antara ingin bercengkerama lebih lama dengan kakaknya tapi dia punya tanggung jawab besar mengawasi persiapan pernikahan tuannya


"Ngga papa lah.. kakak ngerti kok, toh ada Robi juga nanti,kamu bisa jalan jalan sama kami nanti setelah acara selesai dan Tuan tampanmu itu pergi bulan madu, kamu kan punya banyak waktu jadinya iya nggak sih?"cerocos Titi


"Iya kak.. kakak benar, ya sudah besok kakak jalan jalannya yang deket deket dulu aja sekitaran sini, nanti pergi ke tempat jauhnya sama kau" sahut Desi


"oke sepakat" mereka berdua bertos ria dan kemudian Desi meninggalkan Titi agar bisa istirahat dia kembali ke kamarnya sebelum tugasnya negaranya memanggil


Titi merasa badannya capek, pegal pegal, tapi saat dia mencoba untuk tidur dia tetap tidak bisa terlelap, dia hanya memejamkan matanya dan membolak balikan tubuhnya saja


Sampai kemudian Rasyid menghampirinya dan mengatakan bahwa sang supir ingin berpamitan sekarang


Titi keluar dari kamar dan menghampiri pak supir, mengucapkan terima kasih banyak sudah diantar ke tempat itu


Pak supir pergi kemudian Harun juga berlalu kembali ke kamar menghampiri istrinya, Rasyid kemudian pergi mandi dan meraka kemudian menyusul istrinya berbaring di kasur lantai yang empuk dan nyaman (pasti kasur lantai mahal kan ya.. orang kaya sih, coba kalau kasur lantai di desa paling empuknya bentar doang hehe)

__ADS_1


__ADS_2