ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Mama kenapa?


__ADS_3

Satu tahun berlalu dengan baik, Robi yang sudah bisa menjadi Imam sholat buat adik adiknya, dia juga bertambah rajin mengaji dan tumbuh menjadi anak yang tampan dan sholeh, postur tubuh yang mirip dengan papanya dan wajah perpaduan antara Hendra yang tampan dan Dena yang cantik menjadikannya idola di lingkungan sekitar rumah dan di sekolah, kini Robi sudah duduk di kelas 9 dan sebentar lagi adalah acara kelulusannya,dia sedang sibuk berlatih menyanyi untuk tampil diacara perpisahan sekolah


Sedangkan Putra sudah duduk di Sekolah dasar kelas 6 dan sedang menghadapi ujian akhir sekolah


Dan Putri sudah duduk dibangku sekolah dasar kelas 2


Rasyid sibuk dengan ladangnya yang sedang musim tanam,Tapi Rasyid masih rutin untuk mengantar anak anak ke sekolah.


Saat Tengah hari Titi akan di sibukan dengan penjemputan anak anak, begitu juga dengan hari ini, Titi sudah sibuk dengan urusan dapur sejak terbangun dipagi hari, memasak untuk sarapan keluarga dan pada pekerja


Mencuci baju walaupun sudah menggunakan mesin cuci tapi karena bukan mesin cuci yang otomatis makanya Titi harus bolak balik menge'chek, mengisi air, menambahkan sabun, menguras, dan memindahkan ke tabung pengering dilanjutkan dengan penjemuran


Sembari menunggu mesin cuci mengerjakan tugasnya, Titi memasak untuk makan siang, setelah matang mengantar jatah makan siang Rasyid dan para pekerja di ladang, setelah itu baru menjemput anak anak di sekolah, Waktu pulang sekolah adalah jam 13.30


Membawa anak anak pulang, meminta mereka ganti baju dan terus makan siang, mengerjakan PR kemudian tidur siang.


Hal yang sepele kalau dikatakan tapi menguras tenaga dan pikiran, kadang Titi merasa sangat lelah, tapi dia tidak pernah mengeluh.


Hari itu entah mengapa kepala Titi terasa sedikit pusing, semalam sehabis kegiatan malam favorit Rasyid Titi memutuskan untuk mandi lagi di hari yang sudah sangat larut karena merasa badannya lengket oleh keringat sehingga merasa tidak nyaman, Rasyid sempat melarang Titi untuk mandi, tapi Titi memaksa, karena sangat merasa tidak nyaman, alhasil Titi tidur dalam keadaan Rambut yang basah, mungkin Itulah penyebab Titi merasa pusing saat bangun dipagi hari tadi


Siangnya setelah anak anak pergi tidur siang, Titi merasa dunia seperti berputar, setelah meminta tolong bi Darmi untuk datang kerumah karena Titi belum sempat merapikan meja makan dan mencuci piring tapi pusing dikepalanya malah semakin menjadi


Beruntung Titi masih sempat menelepon bi Darmi,saat bi Darmi datang Titi sudah terbaring ditempat tidur dengan memejamkan matanya rapat


Bi Darmi pun merapikan meja makan dsn mencuci piring piring kotor bekas makan siang, setelah itu pulang.


Sore hari Saat mendengar kumandang Adzan Ashar anak anak bangun dengan sendirinya karena sudah terbiasa, mereka lalu menunaikan shalat Ashar berjama'ah di imami oleh Robi, mereka mulai curiga saat mendapati ibu mereka tidak ikut sholat berjama'ah, tapi mereka berpikir mungkin ibu mereka sholat sendiri di kamar, tapi setelah mereka selesai sholat dan masuk keruang keluarga mereka tidak melihat ibu mereka juga.


"Kakak.. kok mama ngga kelihatan, di dapur juga ngga ada, apa mama tidur ya kak?"tanya Putri pada kedua kakaknya

__ADS_1


Putra menatap adiknya berpikiran yang sama lalu menatap kakaknya, bertanya pada kakaknya dengan isyarat mata, Tapi Robi juga ternyata tidak tahu jawabannya


"Ayo kita lihat ke kamar mama!"Sahut Robi kemudian dan disetujui oleh kedua adiknya, lalu mereka bertiga berjalan beriringan menuju kamar orang tua mereka


Tok tok tok


Robi berdiri paling depan kemudian mengetuk pintu kamar yang ada didepannya


Hening


Tidak ada sahutan


ketiga anak itu saling berpandangan


"Buka aja kak pintunya, kayaknya ngga di kunci deh" ucap Putra, dan Robi pun langsung menekan dan mendorong pegangan pintu, dan benar pintu tidak terkunci dan bisa dibuka dengan mudah


Terlihat ibu mereka sedang Tidur berselimut tebal, mereka bertiga masuk berniat membangunkannya ibunya, mereka tau ibunya tidak akan sengaja tidur dijam ini, karenanya mama mereka sendiri yang bilang kalau tidur dijam itu akan mungkin terkena penyakit, jadi Titi melarang anaknya tidur di waktu itu kecuali sedang sakit


Itulah yang ada dibenak anak anak itu


Mereka lalu menghampiri tempat tidur dimana Titi berbaring, Robi duduk ditepi tempat tidur dan berusaha membangunkan mamanya dengan menyentuh tangannya


Dan Robi terlonjak kaget karena kulit tangan Titi sangatlah panas, Robi langsung menyuruh Putra menelpon ayah mereka, dan menyuruh Putri menunggui mama mereka sementara dia berlari ke dapur untuk mengambil wadah dan air untuk mengompres kepala mama Titi


Titi masih diam tak bergeming saat kaim kompres ditempelkan ke dahinya berulang kali oleh Robi, lima belas menit kemudian Rasyid pulang dengan tergesa gesa


kekhawatiran terlihat jelas di mata ayah dari tiga anak itu,nafasnya menderu karena dia tadi langsung berlari dari kebun ke tempat parkir dan setelah sampai dia memarkirkan motornya didepan rumah lalu kemudian berlari lagi sampai dikamar


Melihat kondisi istrinya yang memejamkan mata, tapi dengan dahi berkerut seperti sedang menahan sakit, seketika hati Rasyid terasa di Remas, dia teringat tadi malam istrinya terpaksa mandi di hari yang sudah larut karena ulahnya

__ADS_1


"Mama.. ma.. kamu kenapa sayang? badan kamu panas sekali,hei sayang buka matamu sebentar saja, aku disini, aku sudah disini sayang ayo bangun, kita ke dokter" Rasyid berusaha membangunkan istrinya dengan memanggil manggil Titi serta mengelus elus wajah istrinya


"euuhh.. pusing mass.. semuanya berputar putar, aku jadi mmuall.. hhuekkk.." Titi terbangun tapi tetap tidak mau membuka matanya dan bahkan dia malah muntah, untung saja muntahan Titi tidak mengenai Rasyid atau pun anak anak yang duduk di tempat tidur sisi lain dari yang di duduki Rasyid


Rasyid kaget, tapi repleks memijat leher bagian belakang Titi, Rasyid tidak perduli dengan kamarnya yang menjadi kotor, nanti bisa dia bersihkan, asal Titi tidak apa apa dulu


"Nak tolong bantu ayah ambilkan minum hangat buat mama ya" Rasyid minta tolong pada anaknya dengan tidak mengalihkan perhatiannya dari istrinya


"Iya yah, Robi ambilkan" Robi segera berlari menuju dapur dan mengambil apa yang diminta ayahnya, kemudian segera kembali lagi ke kamar


Rasyid menerima air hangat yang Putranya ambilkan lalu meminumkannya pada istrinya dengan perlahan, dengan penuh kesabaran dan kasih sayang


Putra dan Putri duduk terdiam dengan air mata yang mulai mengalir walau dua bocah itu menahan isak tangisnya, tak tau harus berbuat apa hanya bisa melihat apa yang ayah dan kakaknya lakukan


"Putra tolong ayah telponkan Dokter Dani, minta dia kesini untuk periksa ibu, katakan pada dia badan ibu panas, dan barusan muntah muntah" seru Rasyid pada Putra dengan tangan yang terampil membersihkan istrinya dari sisa muntahan lalu membaringkannya lagi


Putra pun bergegas menelpon dokter Dani menggunakan handphone mamanya


Beralih pada lantai yang kotor oleh muntahan istrinya dan dia bersihkan tanpa menunjukan rasa jijiknya pada anak anaknya


Titi kembali terdiam seperti tidur tapi dengan wajah yang masih mengkerut karena menahan pusing di kepalanya


Setelah Selesai dengan kegiatan pembersihan Rasyid pun duduk didekat istrinya dan sesekali mengganti kompres di dahi Titi


"Sudah Putri sayang, jangan khawatir mama pasti akan baik baik saja", ucap Rasyid yang ditujukan pada Putri nya yang saat itu sedang menangis tanpa suara


♡♥♡♥Bersambung


Maaf ya gaaess.. baru sempat update story lagi

__ADS_1


Makasih buat yang masih stay


love you all


__ADS_2