
**Titi pov begin
kami sampai di tempat Bidan setelah naik motor sekitar sepuluh menit, aku langsung memakirkan motor yang kami kendarai, karena mas Rasyid mengeluh perutnya sedang tidak enak maka aku yang mengendarai motor tersebut dan mas Rasyid yang membonceng, awalnya mas Rasyid ngeyel kalo dia tidak apa apa dan masih bisa mengendarai motor, tapi aku segera menyalakan mode kesal, sehingga mau tidak mau mas Rasyid manut untuk aku bonceng
Tempat bu bidan Nani lumayan ramai di sana ada sekitar 3 orang yang datang sebelum kami dan 5 orang yang datang setelah kami, mereka rata rata ibu ibu hamil, ya maklumlah ini kan tempat Bidan, aku sebenarnya heran kenapa mas Rasyid memilih ke tempat Bidan padahal tempat pak Mantri biasanya tidak terlalu banyak orang mengantri, tapi aku tidak mau berdebat dengan mas Rasyid, kasian dia perutnya sakit gara gara makan rujak pesanan ku yang katanya sangat pedas padahal menurutku biasa saja dan seger banget malah, heran deh!
Tiba giliran antrian kami, aku memapah suamiku untuk segera masuk, karena kulihat dari tadi dia duduk diam saja, mungkin perutnya sangat sakit
"Monggo bu mau periksa kandungan ya?" Bu bidan bertanya sembari tersenyum dan mas Rasyid yang menjawab
"Iiya bu tolong periksa istri saya bu, saya rasa dia sedang hamil"aku kaget seketika melihat wajah suamiku dengan sejuta pertanyaan di benakku
"Kok aku sih mas, kan kamu tadi yang bilang perutmu ngga enak"Titi berseru kesal
" Sudah mah mamah aja dulu yang periksa nanti giliran ayah belakangan"Titi tercengang tapi karena bingung dia malah menurut untuk duduk di ranjang periksa
Bu Bidan Nani menyingkap baju yang kupakai di bagian perut, lalu bertanya kapan aku terakhir dapat tamu bulananku, dan aku ingat bulan lalu aku masih dapat tamu bulanan ku walau cuma dua hari lalu selesai tidak seperti biasanya yang bisa sampai 5 atau 6 hari
Tapi masalahnya aku menggunakan kontrasepsi implant yang jangka waktu pakainya 3 tahun dan ini masih baru aku pakai satu tahun setengah jadi harusnya masih ada satu tahun setengah lagi
Mas Rasyid juga tau tapi kenapa dia menyarankan aku ke Bidan dia bilang mungkin aku hamil, atau gara gara aku makan rujak jadi mas Rasyid pikir aku hamil.. yang benar saja suamiku ini! kok bisa dia berpikir begitu
"Bu tolong ibu pipis dulu dan tampung airnya di wadah ini ya" bu Bidan Nani memberiku sebuah wadah kecil untuk menampung uri*eku untuk di test
__ADS_1
Aku menurut saja masuk ke toilet dan kembali dengan uri*e di wadah kecil itu
Bu Bidan mengambil alat test kehamilan dan mencelupkan alat itu ke uri*e dan tidak lama kemudian bu bidan berkata bahwa memang aku hamil, AKU HAMIL bagaimana bisa? aku pakai implant loh ini
"Tapi bu saya pakai implant bu, bagaimana bisa saya hamil,saya pasang implantnya juga di sini loh, ibu ingat nggak? ibu yang masang"aku panik tapi saat aku melihat ke arah suamiku dia malah sedang tersenyum bahagia dia bahkan segera menghampiriku dan memelukku
"Tuh kan mas juga bilang apa! pasti kamu hamil lagi, ini karena do'anya Putra di ijabah oleh allah mah" seru mas Rasyid senang dia bahkan menyalami bu Bidan yang tersenyum tapi tampak tegang, mungkin dia takut kalau aku marah karena implant yang dia pasang tidak bisa mencegah kehamilanku, aku menatapnya aku sebenarnya ingin memakinya
"Bu Bidan gimana bisa ini terjadi, lalu apa gunanya implant yang anda tanam di lengan saya?"
"Maaf bu, saya sudah memasang implant nya dengan benar, dan kejadian ini tidak pernah terjadi sebelumnya, saya sudah memasang beratus ratus bahkan mungkin beribu ribu implant dan tidak pernah ada kejadian gagal seperti ini,saya mohon maaf apabila ini menjadi kesalahan saya"
Aku menghembuskan napas aku sangat kesal, ini tidak seperti yang di rencanakannya, Aku paling benci kalau rencanaku tidak berjalan seperti seharusnya, aku bahkan menepis tangan mas Rasyid yang membelai kepalaku, Aku kesal!
"Maaf Bapak Ibu karena Bu Titi sekarang hamil maka Implantnya sebaiknya di lepas saja, takutnya kalau tidak di lepas nanti malah mengganggu perkembangan janin"ucap bu bidan dengan hati hati karena dia tau pasiennya sedang kecewa dengan kegagalan implantnya
Singkat kata implantnya telah di lepas dan sekarang aku berpamitan untuk segera pulang aku merasa pusing karena melihat darahku saat operasi kecil pengeluaran implantnya
Pada saat berpamitan bu bidan berkata dengan nada bercanda agar aku melupakan kekecewaanku dia bilang
" Bu ternyata obat di implantnya kalah sama obatnya bapak ya haha... "
aku cuma mendengus mendengar itu sedangkan mas Rasyid tersenyum senyum terus, iss aku jadi makin kesal sama pria yang menyebabkan aku hamil lagi ini
__ADS_1
Bisa kalian bayangkan di umurku yang baru 22 tahun aku sudah hamil anak keduaku, yang aku rencanakan aku akan hamil lagi nanti setelah implant ku gagal ini habis masa pakainya itu berarti satu setengah tahun lagi, tapi apa boleh buat karena ini sudah terjadi, aku sebenarnya tidak bisa kesal sama suamiku karena dari sekian pertempuran yang kami lakukan akulah yang memicunya, entah kenapa aku suka sekali menggoda suamiku itu, sekarang aku malah dapat bonus anak, aku bingung sebenarnya aku harus senang atau harus sedih
pov Titi end
Ya begitulah kadang rencana kita yang kita sangka yang terbaik tapi ternyata rencana Allah lebih baik, Titi sekarang sudah bisa menerima kenyataan kegagalan implantnya yang membuahkan janin yang sedang berkembang di perutnya sekarang.
Umur janin yang dia kandung baru 6 minggu dan saat dia memberitahu putranya seperti yang dia duga, putranya sangat senang sampai dia melompat lompat kegirangan, aku membiarkan dia senang untuk sesaat dan kemudian aku mengajaknya bicara
''Putra sayang sini mama mau bicara nak''seru Titi memanggil anak laki lakinya yang sedang tertawa bersama ayahnya, mereka terlihat sangat bahagia, Putra mendekat ke arah mamanya dan memeluk mamanya,
''Putra sayang sama mama, Putra senang mama mengabulkan keinginan Putra untuk punya adik''Mata Titi berkaca kaca, dia melihat suaminya naik ke tempat tidur di sampingnya dengan tetap tersenyum bahagia
''Begini nak, mama mau bicara, kamu dengarkan mama ya''
''iya ma, Putra dengerin mama kok, Putra janji bakal jadi anak yang menurut apa kata mama''
''Putra tau mama sedang hamil sekarang? mama tau waktu itu Putra bilang Putra mau adik perempuan,''
''iya mah Putra mau adik perempuan seperti adiknya teman Putra,dia lucu sekali loh mah''
''Nak tapi mama tidak tau adikmu nanti akan perempuan atau laki laki, kita tidak tau sayang, tapi mau itu perempuan atau laki laki, Putra mau nggak janji kalau Putra bakal sayang sama adiknya walau nanti yang lahir laki laki, hemm ya sayang ya, mama mohon''Titi menampakan pupy eyesnya pada Putra berharap anaknya itu mau berjanji demi kebaikan, syukur syukur nanti yang lahir perempuan
Putra terlihat berpikir, dia ingin adik perempuan tapi kok mamanya bilang kalau mungkin adiknya laki laki, bagaimana jika adiknya benar benar laki laki apakah dia akan menyayangi adiknya tersebut?
__ADS_1
''Tidak mah Putra maunya adik perempuan''