ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Perbaiki niat


__ADS_3

Salon adalah tempat yang jarang sekali Titi masuki, dia hanya pergi ke salon ketika mengantarkan suaminya potong rambut, kalau potong rambut anaknya Putra dan dirinya sendiri Rasyid lah yang selalu berperan untuk jadi tukang potong rambut dadakan bagi keduanya, karena Rasyid sangat lihai memotong rambut, bahkan para tetangga juga ada beberapa yang suka dengan hasil potongan rambut Rasyid, sempat Terpikir oleh Titi untuk membelikan alat cukur lengkap untuk suaminya itu, tapi Rasyid mengatakan tidak perlu, karena dia tidak akan sempat melayani terlalu banyak orang yang meminta tolong untuk di cukur olehnya.


Sampai di salon Titi langsung menemui pemilik salon dan mengatakan bahwa dia ingin di make over, supaya terlihat cantik dan bisa menyaingi mantan istri dari suaminya tersebut, si pemilik salon yang merupakan seorang wanita yang anggun dengan selalu memakai pakaian sopan walau tidak menggunakan hijab tapi dari setiap tutur kata yang diucapkan nya bisa dipastikan dia adalah seorang yang taat pada agama, dia tersenyum dan mengelus tangan Titi sembari menatap mata Titi, dan dia berkata


''Make over ya Teh, bagus banget teh, biar suami makin sayang ya?, ya lebih baik di niatkan begitu teh biar menjadi kebaikan, apapun juga perbaiki dulu niatnya, iya kan teh?''


''Ayo saya yang akan menangani teteh secara langsung, teteh ini istrinya kang Rasyid kan ya? saya kenal dia, dia orang yang baik dan selalu setia dan sayang pada istrinya''ucap si pemilik salon


Titi tercengang menerima perlakuan spontan dari teh Darania si pemilik salon, memang benar apa pun itu tergantung dari niatnya, baiklah dalam hati Titi sekarang merubah niat yang dari ingin terlihat cantik biar tidak kalah dari Dena sekarang menjadi ingin menjadi lebih cantik untuk membuat suaminya bahagia, Bissmilah ya Ti


Titi melakukakan semua perawatan dari ujung kaki sampai ujung rambut, dari mulai manicure pedicure lulur pemotongan rambut dan bahkan rebounding, dan hal itu membuat nya menghabiskan waktu sampai petang di salon, beberapa saat yang lalu handphone nya Titi berbunyi tanda ada panggilan masuk, dan itu adalah panggilan daru suaminya yang mengkhawatirkan nya karena dia pergi dalam keadaan marah


Titi menarik nafas panjang berulang kali karena dia mengkhawatirkan anaknya yang mungkin akan menangis karena di tinggal terlalu lama, Tadi dia berkata pada Rasyid bahwa dia akan segera pulang setelah selesai, dan Rasyid berkata pulangnya hati hati, dan apa perlu di jemput tapi Titi menolak tawaran suaminya, dia bilang dia tidak apa apa pulang sendiri dan tidak perlu khawatir dan tolong jagakan putranya


Saat Titi sudah menyelesaikan pembayaran dan akan kembali ke rumah dia berjalan keluar dari salon dengan tangan mengaduk aduk tase mencari kunci motornya karena tidak kunjung ketemu Titi kemudian melihat ke dalam tas sambil masih tetap berjalan, hari sudah mulai gelap, pandangan mata mulai terbatasi karena redupny cahaya walaupun lampu lampu sudah menyala di teras teras toko dan lampu penerangan jalan, tiba tiba


Brukk...


seketika tubuh Titi oleng dan hampir terjatuh, untung saja ada tangan besar seseorang yang menahan badannya kalau tidak pasti dia akan merasakan sakit saat tubuhnya beradu dengan aspal jalan, tangan besar dan hangat seorang pria pastinya, karena parfum nya sangat maskulin,


Titi sangat kaget dan linglung untuk sepersekian detik, lalu begitu sadar dia menarik diri nya dari pelukan lelaki yang entah siapa itu dan minta maaf juga ucapan terima kasih dengan wajah masih tertunduk merapikan bajunya yang agak berantakan,


dia tidak mendapat jawaban dari pria yang sudah menolongnya, sehingga dia jadi penasaran siapa pria itu, dia mendongakan wajahnya dan mengulang ucapan nya tadi

__ADS_1


''Maaf ya saya tidak sengaja dan terima kass..''


EHH


''Mas itu kamu kan?, is si mas di mintai maaf bukan nya jawab malah liatin aku nya gitu banget'' seru Titi dengan kesal seraya mengerucutkan bibirnya


''Habisnya Mas terpesona sama kamu, kamu sekarang cantiknya nambah sepuluh kali lipat, mas sampai pangling tadi, mas kira kamu bidadari yang kesasar kesini, aduh hati mas sakit ini'' seru pria itu sambil memegang dada sebelah kirinya


''Ehh ehh kamu kenapa mas? aduh aku jadi bingung, ayo kita ke dokter aja, dimana ada dokter di sekitar sini yang deket ayoo'' seru Titi panik sambil menarik tangan pria itu, tapi pria itu tetap berdiri terpaku di tempatn


''Tunggu aku belum selesai bicara, Hati Mas sakit karena kemungkinan jatuh cinta padamu untuk ke sekian kalinya''


''Hah.. hmpt.. hahaha.. , kamu ini bisa aja si mas ih.. nyebelin.. padahal aku sudah panik banget tadi''seru Titi sambil mencubit pinggang suaminya, iya pria itu Rasyid yang tiba tiba saja ada disana untuk menjemputnya, dan herannya lagi Rasyid terlihat sangat rapi wangi dan tampan (satu sama ni yeh)


Makanan favorit Titi tidaklah seperti orang kaya yang di novel novel, makanan favoritnya hanya lah sekitar Bakso, ayam goreng, dan martabak yang penjualnya bisa kamu temukan di beberapa titik pinggir jalan.


Mereka makan dengan santai dan penuh rasa syukur, mereka bahkan memesan beberapa makanan untuk di bawa pulang dan di bagikan kepada para pekerja yang selalu setia membantu Rasyid dan Titi.


Rasyid selalu memandang wajah wanita yang sudah di nikahinya 5 tahun belakangn ini, dia menyadari bahwa di hatinya sudah penuh dengan nama wanita itu, bukan karena sekarang setelah Titi keluar dari salon dengan hasil makeover nya teh Darania,tapi sejak dari tadi,sejak dirinya masih di rumah, termenung menjaga anak laki laki keduanya yang sedang tertidur pulas, dia merenung, sikap Titi yang seperti itu menandakan bahwa Titi hanya menginginkan dirinya untuk menjadi milik Titi seutuhnya, raganya, hatinya, saat Titi menemukan dia masih memberi celah pada Dena sedikit saja itu membuat istri kecilnya marah, cemburu bahkan berubah seperti psikopat yang tidak akan takut untuk menyingkirkan wanita lain yang ada celah untuk dekat dengannya


Titi selalu menganggap nya masih menyimpan nama Dena di hatinya, padahal sebenarnya tidak lagi, Rasyid bersikap sedikit lunak pada Dena karena adanya Robi di antara mereka dan itu tidak bisa dipungkiri, akan selalu terhubung sampai kapan pun, tapi karena sikap Dena yang selalu berusaha mengusik Titi dengan sikap nya yang menyebalkan dan ingin selalu menjadi pusat perhatian makanya Titi menjadi seperti itu, penuh dengan kecemburuan yang seakan bisa membutakan


Rasyid sekarang yakin seyakin-yakinnya bahwa Nama istri pertamanya hanya sudah menjadi masa lalu nya, Rasyid masih menatap lekat Titi dan Titi sepeti menyadarinya bahwa dia sedang di pandangi secara intens, dia mengalihkan perhatiannya dari makanan nya dan tatapan mereka bertemu, Rasyid mengulurkan tangannya dan mengusap pipi istrinya seraya berkata,

__ADS_1


''Kamu masih marah sama Mas ya de, dari tadi diem aja?''


''Emm enggak kok mas, aku lagi makan aja, makanya ngga mau banyak bicara,'' sanggah Titi, tapi Rasyid masih menemukan kilatan emosi di mata istri kecilnya itu, Rasyid beralih menggenggam tangan kiri istrinya yang tidak digunakan untuk makan


''Mas minta maaf de, mas tau mas kurang tegas sama Dena, mas pikir tidak baik terlalu jahat dan keras pada Dena, dia itu mamanya Robi, mas takut Robi akan membenci mas kalau mas kasar sama mamanya!''dan Titi menjawab dengan santai nya


''Ya aku tau mas, aku juga cuma mama nya Putra kan mas? jadi kamu baik sama aku karena aku mama nya Putra, sama dengan Dena kan mas?''


''Ya enggak lah, beda bukan gitu, kamu kan istri mas de, bukan hanya mamanya Putra,


kalian berdua berbeda''


''Oh ya? bedanya aku istri kamu jadi kamu itu tidur sama aku, kalau sama Dena nggak tidur bareng lagi, tapi perlakuan nya masih tetep aja sama! bisa nggak kamu bedakan perlakuan kamu sama aku sama Dena, jangan mau deket deket dia lagi, dia itu sudah bukan muhrim kamu mas!, ini mah di gelayuti tangannya aja masih mau! atau malah senang! '' Titi mengucapkan kata kata itu dengan penekanan tapi dengan suara rendah dan menggertakan giginya


Rasyid tercengang dengan jawaban istrinya yang menandakan dia mulai tersulut emosi lagi, dia bahkan menarik tangannya paksa dari genggaman tangan Rasyid


''Enggak gitu de, oke mas akan jaga jarak dengan Dena mulai sekarang, tidak akan ada lagi touching, mas jaga jarak!''


''Mas.. kalau mas ngelakuin itu dengan perasaan terpaksa, mending ngga usah, hal ini harus dengan kesadaran sendiri dari hati mas sendiri, kalau mas merasa touching dengan mantan istri itu benar, silahkan lanjutkan!'' Titi berhenti makan, walau makanan mereka belum habis, lalu beranjak mengambil makanan akan di bawa pulang, makanan itu sudah di bayar sekalian tadi.


Pulang dengan memacu kendaraan nya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Suaminya yang tadi massih duduk termenung memikirkan ucapan sang istri, menelaah setiap kata yang keluar dari mulut sang istri yang berubah menjadi sarkas.


Sampai di rumah Titi langsung memasukkan motor yang dia kendarai ke dalam bagasi baru, yang mereka bangun sebulan yang lalu, memarkirkan ny dengan rapi, kemudian segera mencari putra kesayangannya.

__ADS_1


Terdengar suara deru motor milik sang suami, Titi memanggil mang Yakub untuk membukakan pintu dan sekalian membagikan makanan kepada temannya yang lain jugA, sedangkan dia sudah bersama anaknyA yang sedang berada di ruang keluarga seperti biasa menonton acara film kartun di tv


__ADS_2