
''Kamu.. ngapain kamu nyari aku lagi?''
''Mas,tolong aku mas'' ratap wanita itu sambil berurai airmata,dia menghampiri Mas Rasyid dan tiba tiba memeluk nya dengan erat,Mas Rasyid seperti membeku tangan nya diam tidak membalas pelukan sang mantan tapi juga tidak menhindar, tiba tiba hati ku sakit seperti diremas wajahku memanas dan mataku terasa perih, mungkin karena aku sedang mengandung jadi aku jadi sensitif, wanita itu masih saja menangis sambil memeluk suamiku, aku berdiri di belakang mas Rasyid mematung, dan posisi kepala wanita itu jadi menghadapku.
Degg... apa ini apa aku tidak salah lihat kenapa wanita itu tersenyum sinis ke arah ku, apa maksudnya coba?
kemudian aku melihat suamiku berusaha melepaskan pelukan wanita itu, dan pelukan itu terlepas tapi mereka masih berdiri berhadapan.
''ada apa sih? kok kamu nangis nangis gitu? mana Roby? tanya Rasyid sambil menengok kearah kursi mencari anaknya, Rasyid seperti terlupa dengan istrinya yang sedang mengandung dan masih berdiri di belakang nya, padahal biasanya Rasyid tidak mengijinkan Titi untuk berdiri terlalu lama. Titi bingung harus bagaimana, apa dia harus tetap berdiri atau duduk dab menonton drama apa ini?
''Roby ada di kamar yang dulu kau tempati nak'' sahut Bu Ami ibu mertuaku, ''aku kan sudah bilang untuk tidak mengajak istrimu karena ibu takut dia lelah, karena kamar di sini lagi di pakai Robi dan Dena''.
seketika Rasyid tersentak dan lalu membalikan badannya ke arahku, dia seperti baru menyadari kalau aku ada disini juga,tadi dia tenggelam di mana pikirannya sampai melupakanku, apakah pelukan sang mantan terlalu hangat dan nyaman? apakah msih ada getaran dalam dirinya untuk mantan penghianat nya itu?
''De sini ayo duduk dulu, mas urus Robi dulu ya, kamu capek ngga? kamu kok berdiri aja dari tadi ngga langsung duduk aja? ''dia menghampiri ku lalu menuntunku dengan melingkarkan tangannya di bahuku seperti biasa dan mengantarku ke kursi untuk duduk, aku hanya diam dan menatapnya dengan ekspresi datar, dia tidak merasakan aku sedang kesal dengannya, atau pura pura tidak tau? aku merasa dia menyembunyikan wajahnya dariku untuk menyembunyikan sesuatu yang ada di hatinya.
Dia kembali fokus ke mantan nya.
''Ada apa sebenarnya sih? kok kamu tiba tiba kesini dan sama Robi lagi, mana suami baru kamu itu? dia selalu mengatakan pada Dena sang mantan istrinya kalau suami Dena yang sekarang adalah suami baru nya, berarti ada suami dia suami lama nya ya, kesannya Dena itu punya suami dua. apa dia masih merasa kalau dia suaminya Dena?
''Mas' tolong aku mas, mas edo jahat mas dia selingkuhin aku dan saat ketahuan bukannya aku yang marah malah dia yang marah marah sampai mukul aku'' adu wanita itu dengan nada suara merajuk manis manjah.
...''Loh kok kamu minta tolong ke aku? suamimu yang selingkuh kok kamu ngadu nya ke aku? ngadu sana sama orang tua mu....
''aku udah bilang sama abah sama ambu tapi mereka lebih percaya sama mas Edo katanya aku mengada ada''katanya lagi sambil berjalan maju dan duduk di sebelah suamiku, aku memalingkan wajahku sambil menggertakan gigiku, isss kok ada ya wanita kayak gini, punya masalah sama suami nya larinya ke mantan suaminya, apa ngga salah? ya walaupun ada Robi di antara mereka sih.
''Mas Rasyid harus tau dulu aku meninggalkan mu karena abah sama ambu yang nyuruh, aku di nikahkan sama Mas edo juga karena di jodohkan sama mereka, itu bukan kemauanku masss..'' terang Dena masih dengan nada manis manja nya.
Mas Rasyid tertegun dia diam seperti memikirkan sesuatu lalu berucap ''apa kamu ngga bisa nolak waktu itu? apa kamu nggak cinta sama aku sampai kamu mau meninggalkan aku untuk menikah lagi, padahal kamu tau waktu itu aku lagi sekarat, dan aku kayak gitu karena orang tua kamu''mendengar ucapan Rasyid Titi merasa kalau ada penyesalan dalam hati Rasyid dia seperti tidak mau berpisah dari mantannya dan dia membenci mantannya karena marah saja.
Titi merasa sesak di dada nya, tangannya mengepal, dan Dena melihatnya, dia tersenyum tipis hampir tidak terlihat.
__ADS_1
Titi ingin sekali beranjak dan berlari pergi meninggalkan tempat itu tapi dia merasa tubuhnya sangat kaku tidak bisa bergerak, hanya bola matanya saja yang bergerak gerak menahan airmata nya agar tidak jatuh.
''Mas kamu mah nggak ngerti bagaimana rasanya jadi aku ih aku kan bingung walau ku masih mencintai mas dengan sepenuh hati tapi aku juga ngga mau di bilang anak durhaka, jadi nya aku nurut aja sama Abah sama Ambu'' rajuk Dena dan dia terus saja bergeser semakin dekat ke arah mas Rasyid dan bahkan hampir menempel.
Rasyid mendesah percaya tidak percaya apa yang di katakan Dena. Tiba tiba perut Titi terasa kram dan dia mengaduh.
''aduh duh'' keluh Titi sambil mengelus perutnya yg sudah terlihat membuncit. Rasyid langsung membalikan tubuhnya dan melihat istrinya memegang perutnya lalu dia juga mengelus perut Titi ekspresi wajah kaget dan panik.
''kenapa de sakit perutnya kah?'' tanya Rasyid sambil terus mengelus perut berisi janin itu kadang tangannya juga beralih mengelus punggung Titi.
''Iya Mas kaya kram gini, kaya di remes gitu'' sahut Titi dengan wajah yang mulai memucat menahan sakit.
Tiba tiba Dena nyeletuk dengan muka masam nya
''Alah palingan dia manja itu Mas ngga mau kamu nolongin aku''
Rasyid tidak memperdulikan kata kata Dena dia beranjak berdiri'' tunggu sebentar di sini de, Mas ambilkan air minum hangat dulu ke belakang''
''is wanita kayak gitu aja di manjain, masih cantikan aku jauh kemana mana, kok wanita kayak gitu Mas Rasyid mau sih? gumam Dena yang masih terdengar oleh telinga Titi, Titi kemudian berteriak lagi
Rasyid keluar dari dapur membawa segelas air hangat dan segera memberikannya pada Titi
''ini di minum dulu de, kalau masih sakit nanti kita ke bu bidan aja biar di periksa kenapa!
Titi mengangguk lalu meneguk air pemberian Rasyid
''gimana enakan sekarang perutnya'' tanya Rasyid setelah menaruh gelas meja di hadapan mereka.
''iya sedikit enakan sih mas tapi masih sedikit sakit, aku pengen pulang mas, mungkin dede utun nya capek nonton sinetron!'' sebenarnya perut Titi tidak sesakit itu cuma agak sedikit tidak nyaman karena Titi merasa kesal melihat adegan dari suami dan mantan istrinya itu, jadi dia berpura pura untuk mengalihkan perhatiannya Rasyid, jangan sampai Rasyid terlena dengan sang mantan bisa bahaya, apalagi kalau sampai ada bibit bibit CLBK Titi tidak akan membiarkan itu terjadi.
''Ya sudah ayo mas antar pulang'' ajak Rasyid sambil membantu Titi berdiri, dari kata katanya Titi menangkap naga naga nya suami nya itu akan kembali lagi ke situ entah untuk apa?tapi Titi membiarkan saja dulu opini itu tinggal nanti bagaimana cara dia mencegah Rasyid untuk pergi lagi.
__ADS_1
''eh eh eh kok pergi mas mau kemana, aku lagi minta tolong ini gimana belum selesai ih... aku harus gimana mas?'' Rajuk Dena sambil menarik narik tangan Rasyid yang sebelah kiri karena yang sebelah kanan sedan memapah istrinya.
''lepasin tangan suamiku'' bentak Titi
ehh
Rasyid menatapku heran, tidak biasanya aku meninggikan suaraku, bahkan Titi berani menepis tangan Dena.
"Iihh tapi kan dia juga mantan suami aku dan ayah dari anakku'' bentak Dena tidak mau kalah dan berusaha menggapai tangan Rasyid lagi, tiba tiba ibu Ami keluar dari kamarnya karena mendengar keributan itu
''ada apa ini, kenapa kalian malah ribut ribut? seru bu Ami, " sudah Dena biarkan Rasyid mengantar istrinya pulang dulu, takut ada apa apa dengan kandungannya kalau dia kecapean"ibu mertuaku tiba tiba baik setelah aku ketahuan hamil dua bulan lalu, ya kehamilanku ketahuan setelah dua bulan usia kandungan nya.
''ya sudah.. tapi nanti mas kesini lagi loh, aku tungguin ya mas''ucap dena semakin manis manja menggoda.
''iya'' jawab Rasyid, Titi terkesiap mendengar jawaban suaminya, tapi kemudian dia melepaskan tangan Rasyid di bahunya kemudian berjalan dengat cepat keluar dari rumah mertuanya.
Rasyid kaget lalu auto mengejar istri kecilnya yang seperti sedang merajuk.
''De de jangan cepat cepat jalannya takut jatuh'' seru Rasyid sambil tergesa memakai sandalnya lalu mengejar istrinya, tapi dia masih sempat mendengar Dena berkata agar jangan terlalu lama perginya.
sampai di rumah Titi berdiri kaku di samping pintu dengan ekspesi wajah yang seperti ingin menelan orang hidup hidup, menunggu suaminya sampai karena kunci di bawa suami nya.
"kamu kenapa sih de? kamu tuh harusnya ngertiin Mas lagi menghadapi masalah kamu sabar sedikit dong'' gumam Rasyid sambil membuka pintu dan menggiring istrinya masuk, Titi langsung masuk ke kamar dengan secepat kilat dan
Brakkk.. dia menutup pintu kamar dengan keras, Rasyid yang sedang mengunci pintu dari dalam mendesah bingung dan galau, fokusnya terbagi dua antara istri kecil kesayangan dan mantan istri terindah.
#chathor
gimana kelanjutannya? apakah Rasyid akan kembali lagi ke rumah ibunya untuk memenuhi permintaan mantan terindahnya?
tunggu di up selanjutnya.
__ADS_1
hope you guys like it.
jan lupa sentuh like dan ketik koment kalau malah ketik banyak banyak ketik aja up atau next.