ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
ADA APA DENGANMU


__ADS_3

''Ma.. aku tadi... aku tadi..''


Titi hanya diam tidak berucap satu katapun sedangkan airmatanya terus mengalir


Rasyid jadi ikut terpaku bingung mau mulai menjelaskan bagaimana


Titi kemudian beranjak dari tempatnya berdiri dan mendekati suaminya, tangannya terulur ke arah Rasyid dan berkata


''Mana handphone mu mas?''


Mata Rasyid terbelalak kaget dan terlihat gugup bingung entah kenapa


''SINI'IN HANDPHONE KAMU MASS'' seru Titi sembari mengeratkan giginya


''Buat apa sih ma, eee handphone aku lowbatre, mau aku charge dulu'' ucap Rasyid sembari kepalanya menoleh ke arah meja kecil samping tempat tidur yang biasa dia gunakan sebagai tempat penyimpanan charger miliknya


''SINI BIAR AKU YANG CHARGE HANDPHONENYA MAS, KENAPA SIH? BIASANYA JUGA AKU YANG KAMU SURUH BANTU NGECHARGE HP MU?''


Rasyid merogoh saku celana tempat dia menyimpan handphonenya, dan dengan ragu ragu mengeluarkan handphone tersebut, kemudian Titi langsung merebutnya


''LAH INI MASIH 54% KOK BATRAI NYA, KAMU INI ANEH MASS, ADA APA DENGANMU?''


Rasyid menggeleng pasrah, dan ngeloyor masuk ke kamar mandi kemudian terdengar suara percikan air


Dokk dokk dokk


Suara pintu di gedor dari luar


''MAS KOK HANDPHONE KAMU SEKARANG ADA PIN NYA? PIN NYA BERAPA INI MASS''teriak Titi sambil terus mengedor gedor pintu kamar mandi,Titi benar benar kesal karena dia tidak tau entah sejak kapan handphone suaminya di pakaian kunci pin, biar apa coba?


''Eee itu emh.. aku lupa nomer pinnya ma, bentar aku selesai'in mandi dulu ya''seru Rasyid dari dalam kamar mandi, tidak lama kemudian laki laki yang sudah berumur lebih dari 40 tahun itu keluar dengan handuk yang membelit tubuhnya

__ADS_1


Titi terpaku melihat keadaan suaminya yang masih tampak tampan di usianya yang sekarang ini, pantas saja banyak wanita dari masa lalunya yang selalu datang silih berganti menggoda keimanan dan kesetiaan pria ini, tapi Titi tidak akan mau di khianati oleh siapapun! dalam keadaan apapun!


Titi memalingkan wajahnya dari suaminya


''CEPAT PAKAI BAJU DULU SANA'' seru Titi


''Iya iya ini juga mau ngambil baju, biasanya diambilin sama kamu mah, kok sekarang enggak?''gumam Rasyid lirih, Titi mendelik kemudian mengepalkan tangannya, bisa bisanya laki laki ini masih mau dilayani setelah apa yang dia lakukan pada Titi didepan dan dibelakangnya


''Anak anak tumben sudah tidur, nggak nungguin aku pulang, kata kamu tadi mereka nanyain aku mulu, aku nya pulang kok mereka udah tidur aja, padahal belum jam 09.00''


''AKU SENGAJA SURUH MEREKA TIDUR LEBIH AWAL, TAKUT MEREKA KECEWA SEMAKIN PARAH SAMA AYAHNYA YANG MULAI LUPA SAMA MEREKA, DAN SIBUK ENTAH NGAPAIN DI LUAR SANA''ucap Titi sarkas,'' SUDAH NIH CEPAT BUKA KUNCI PIN NYA, ATAU AKU LEMPAR AJA BIAR HANCUR, BIAR KAMU LOST CONTACT SAMA PEREMPUAN YANG NAMANYA CICIH CUIH ITU''ucap Titi dengan dada yang mulai naik turun karena emosi yang ditahan


Rasyid memaku memandang Istrinya, dia bergeming tidak mengambil handphone yang diulurkan Titi,dahinya berkerut.


''Kamu kok berubah sih de? Mas seperti tidak mengenal kamu semenjak kita pulang dari pernikahannya Tuan Lion''desah Rasyid


''APA AKU BERUBAH??? NGGA SALAH TUH MAS? NGGAK KEBALIK TUH, MALING KOK YA TERIAK MALING!''masih dengan suara yang ditekankan


''Ngomong apa sih de kamu tuh, aku makin nggak ngerti aja sama kelakuan kamu!" Rasyid memalingkan wajahnya disertai melempar senyum sinis


Rasyid akhirnya meraih handphone yang di sodorkan Titi dan melakukan sentuhan pada handphone nya di titik titik kunci pin, dan handphone pun terbuka kuncinya, Titi segera merebut handphone tersebut dan membawanya menjauh dari Rasyid, seketikaa Rasyid mendesah dan wajahnya penuh dengan berbagai ekspresi yang tidak biasa, tapi Titi mengabaikannya


Titi tidak pernah menge'cek hanphone suaminya karena dia percaya suaminya setia dan tidak akan macam macam, tapi setelah beberapa hal terjadi diantara mereka , kepercayaan itu perlu dibuktikan


Setelah diposisi duduk ditempat tidur Titi mulai membuka menu di handphone tersebut, ada beberapa chat wa dari beberapa nomer, Titi mensrcol terus kebawah dan dari dua pesan teratas yang disematkan adalah nomernya sendiri dengan nama istri kecilku dan ada satu lagi nomer yang disematkan dengan nama ''Cinta pertamaku''


DEGGG


Mata Titi sudah mulai berembun, dan dadanya pun sudah terasa sesak


Titi membuka chat suaminya dengan seseorang yang diberi nama ''Cinta pertamaku'' Titi mulai terisak, Rasyid mendekat dan hendak mengambil alih handphonenya, tapi Titi yang melihat gerakan suaminya dari sudut matanya segera menghindar,dan terus mensrcol terus chat mereka berdua sampai pada sebuah poto mereka berdua yang sedang duduk bersebelahan dengan sangat dekat, poto diambil dari depan oleh seseorang

__ADS_1


Dipoto tersebut wajah Rasyid tampak tegang tapi berusaha tersenyum, sepertinya dia disuruh tersenyum, dan si perempuannya tersenyum dengan sangat manis dan terlihat bahagia


''Sudah ma, siniin handphoneku''ucap Rasyid


Titi membaca caption di poto tersebut yang bertuliskan ''Kita serasi ya mas?''


Dan balasannya dari Rasyid adalah ''iya''


Titi benar benar geram pada suaminya, dia tidak bisa lagi menahan gejolak dalam dadanya, dan kemudian dia menangis pilu dengan masih mencoba membaca setiap kata dari chat yang suaminya lakukan dengan wanita lain


Pantas saja belakangan Suaminya betah pegang hanphone dan selalu senyum senyim sendiri ketika berbalas pesan


BRAAKKK


Tiba tiba Titi membanting handphone suaminya kelantai hingga hancur berantakan dan otimatis langsung mati lah itu handphone, sepertinya Titi mengumpulkan semua tenaganya untuk membanting handphone tersebut sehingga bisa jadi hancur berserakan jadi serpihan kecil


Rasyid terbelalak dan berseru


''Lah kok dibanting ma handphonenya? aduh hancur kan jadinya'' Seru Rasyid sembari memunguti serpihan dari smartphone mahal yang baru dibelinya sekitar dua bulan lalu


GREPPP


Rasyid melotot saat hendak mengambil kartu seluler miliknya tapi keduluan oleh Titi


CEKKETEK


Bunyi kartu seluler dipatahkan


Rasyid sampai ternganga dan membentak Titi


''KAMU TUH GILA YA? DI KARTU ITU KAN BANYAK NOMOR NOMOR PENTING PARA KONSUMEN SAYUR KITA DAN YANG LAINNYA''

__ADS_1


PLAKKKK


Rasyid menampar Titi dengan keras sampai Titi terjatuh dan disela bibirnya mengeluarkan darah


__ADS_2