
8 tahun kemudian
Putri Athaya Akbar adalah seorang gadis yang berasal dari desa, tapi kalau kamu melihatnya sekilas kamu pasti tidak akan mengira kalau gadis itu adalah seorang gadis yang berasal dari desa
Penampilan rapi dengan pakaian mahal dan aksesoris yang juga dari merek ternama, kenapa kok gadis desa bisa bergaya seperti itu? jawabannya adalah karena gadis ini di kelilingi oleh 3 orang pria yang sudah seperti Dewa baginya
Siapakah 3 pria seperti Dewa tersebut? ya mereka tentu saja sang sang ayah Rasyid Sugarna, Robi Sugarna ,dan Putra Athaya Akbar
Kelas 9 SMP adalah masa masa dimana seorang gadis terlihat mekar seperti bunga Mawar yang cantik dan wangi, tapi apakah dia juga seperti halnya mawar yang mempunyai duri?
Rambut hitam lurus panjang walau tanpa efek Rebounding, kulit putih bersih, tinggi badan ideal untuk ukuran anak kelas 9 SMP yaitu 155 cm, mata dengan warna kornea yang hitam dan jernih, dan bibir mungil yang penuh, sebagai pelengkap adalah hidung kecil mungil dan agak pesek hidung mama Titi mau turun kemane kalau bukan ke anaknya yee kan... Tapi justru dengan ukuran hidung ini yang membuat dia terlihat menggemaskan
''Hallo kak Robi, emm kakak kapan pulang? Putri nungguin kakak, sekarang kan hari selasa kak, nah.... hari minggu besok itu sudah liburan sekolah loh''celoteh gadis remaja saat menghubungi kakak sulungnya, dia langsung aja nyerocos walau yang di seberang saluran telepon belum mengatakan apapun
''Putriii.. kebiasan nih, salam dulu yang benar! nyerocos aja kaya petasan banting!'' omel pria di seberang saluran telepon
''Hehe iya kak lupa, assalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh, tuh udah'' ucap Putri sambil terkekeh senang walau diomelin kakak tertuanya
''Wa'alaikum sallam warohmatullohi wabarokatuh, eumm kakak sibuk dek, kayaknya ngga bisa pulang, kakak lagi banyak kontrak nyanyi di acara besar di televisi, palingan bulan depan baru bisa mudik" Robi menjelaskan garis besar kesibukannya, walau dia tau itu akan membuat adiknya kecewa bahkan bisa menyebabkan adik perempuan kesayangannya merajuk
''Yahhh.. kakak ngga asik nih, ya udah deh aku tutup teleponnya ya, wasalam''
Tut tut tut
Suara nada sambungan terputus
Robi hanya terkekeh geli mendapati adik perempuan kesayangannya kesal dan langsung menutup sambungan telepon mereka, dia kemudian menarik napas dalam, memang dia sedang disibukan oleh kontrak untuk tampil di acara baik off air maupun on air, tapi dia juga tau kalau moment liburan sekolah adalah moment yang paling ditunggu adiknya itu untuk bisa menghabiskan waktu dengan dirinya
Seketika dia teringat dengan gadis berkerudung yang berada diwarung kopi kecil di sebelah kantor management yang menaungi dirinya yang adalah seorang penyanyi dan bintang iklan
Gadis yang sudah mencuri perhatiannya, dari pertama kali mereka bertemu
♡♥♡♥♡♥
Rasyid merasa pusing mendengar rengekan putri satu satunya yang dia miliki, iya Putri menginginkan di masa libur sekolahnya nanti dia akan menghabiskan di Jakarta bersama kakak sulung kesayangannya, kenapa Rasyid sulit untuk memberi izin?
Karena Putri ingin pergi sendiri ke Jakarta, dia tidak mau ditemani oleh Putra kakaknya, Putri beralasan bahwa Putra itu ngga asik, lebih banyak diemnya daripada pri aktif sama kegiatan yang Putri sukai, tidak seperti kakak sulungnya yaitu Robi
Putri selalu saja membadingkan kasih sayang Robi dan Putra yang notabane nya adalah kakak kandungnya, menurut Putri kakak sulungnya Robi lebih menyayanginya dari pada Putra
''Ayah bilang enggak tanpa ditemani kak Putra titik!!! ''seru Rasyid yang mulai habis kesabaran mendengar rengekan anaknya sementara dia sendiri sedang sibuk mempersiapkan renacana bulan madunya bersama Titi Istrinya ke pulau Bali
''Isss Ayah ngga asik ahhh.. Putri kesel'' anak perempuan itu pun akhirnya beranjak pergi ke kamarnya dengan tidak lupa membanting pintu untuk menunjukan kekesalannya
BRUUGHHH
''Astaghfirullah al'adzim.. anak perempuan satu satunya ya Allah gitu kalau lagi ngambek, untung aja ngga copot tuh pintu'' ucap Rasyid sambil mengelus dadanya
''Ada apa sih yah?kok si adek ngamuk?'' tanya Putra dia berjalan tergesa keluar dari kamarnya karena kaget, kemudian dia duduk disamping ayahnya
__ADS_1
''Itu adekmu.. dia ingin ke Jakarta sendiri, ngga mau ditemenin kamu, ya sama ayah ngga dibolehin lah, Jakarta itu rawan kejahatan, ayah khawatir walau sebenarnya Putri sudah terbekali ilmu bela diri, tapi tetap saja ayah ngga bisa tenang membiarkan dia ke sana sendirian'' keluh ayah Rasyid sembari melirik ke arah Putra anak keduanya
''Udah biarin aja sih yah, dia kan ke sana naik trevelnya om Hendra, ya walaupun supirnya anak buah dia, bukan dia sendiri, Putri udah gede juga, masa kemana mana harus dikawal sama aku, dia itu super aktif yah, aku capek ngikutin dia''Putra berkata lirih agar ayahnya bisa mengerti dan tidak selalu menyeretnya untuk jadi bodyguardnya Putri adiknya, walau dalam hati sebenarnya Putra juga ingin selalu melindungi adik perempuan satu satunya itu, tapi lebih baik kalau mereka memberi sedikit ruang agar adiknya itu bisa mandiri
Rasyid kemudian mendesah, teringat Titi sang istri yang juga pasti tidak akan membiarkan Putri pergi ke tempat jauh terutama kota besar seorang diri tanpa pendampingan
''Iya nanti ayah akan coba bicara sama mamamu, dan keputusan finalnya tetap ada di tangan mamamu,kamu tau sendiri kan, mamamu seperti apa, dia lemah lembut terhadap kalian,tapi kalau masalah prinsipnya dilanggarnya maka dia akan berubah seperti macan'' kata Rasyid yang diiringi senyuman saat membayangkan macan cantik tercinta yang sedang merajuk
''Ya sudah.. Robi masuk kamar dulu ya yah, nanti kalau mama sudah pulang kita bicarakan lagi, ngomong ngomong lagi kemana sih mama? lama banget perginya!'' Robi melongok ke arah luar rumah berharap melihat mamanya sudah pulang, tapi sepiii
''Tadi di bilang mau ke kota, belanja kebutuhan rumah sekalian buat seminggu, bawa mobil lagi, entah mau belanja sebanyak apa mamamu itu!" Rasyid menjelaskan tentang kemana istrinya hari itu
''Ya udah Putra ke kamar dulu''
''Hemm'' dijawab deheman oleh ayahnya
♡♥♡♥♡♥
Suara mobil diparkir di bagasi samping rumah
''Yah ayah, sini dong yah bantuin mama bawa belanjaan''seru seorang wanita dewasa, ditangannya sudah banyak sekali kantong kresek besar dan kecil
''Iya mah, ayah disini, masih ada emang dimobil?''Rasyid menghampiri istrinya tapi kemudian dia diberi kode untuk mengambil belanjaan yang masih tertinggal di mobil
Selesai mengangkat semua belanjaan dan ditaruh di dapur kini Titi sedang duduk dikursi samping meja makan sambil minum kopi, dia merasa butuh asupan kafein agar tidak lesu
''Mah tadi itu anak gadismu minta ijin ke ayah.. katanya dia mau ke Jakarta nanti pas liburan sekolah, tapi dia mau kesana sendirian, ngga mau ditemenin sama Kakaknya Putra'' ucap Rasyid sembari tangannya maju merapikan rambut istrinya yang sedikit terburai dan menyelipkannya di belakang telinga istrinya itu
Titi mengernyitkan dahinya mendengar aduan sang suami, '' biar nanti mama yang bicara sama Putri'' ucapnya kemudian
Titi berpikir untuk menelepon anak sulungnya,agar dia bisa meminta tolong membujuk adik perempuannya untuk tidak ke Jakarta kalau tanpa ada yang mendampingi
'' Mas aku mau menghubungi Robi dulu sebentar''Titi merogoh sakunya dan menghubungi Robi
Tut tut tut
Nada sambung terus berbunyi sampai pada akhirnya sambungan terputus sendiri
''Lah kok ngga diangkat! anak ini pasti lagi sibuk dia, lagi nyanyi apa lagi syuting iklan ya''Titi bergumam gumam karena panggilannya tidak diterima
Rasyid yang memperhatikan hanya diam saja
Tut tut tut
Titi mencoba membuat untuk yang kedua kalinya
''Hallo mamah, maaf tadi ngga ke angkat ma keburu putus sambungannya, ada apa mah?''akhirnya panggilan dijawab oleh Robi
''Assalamualaikum sayang.. kamu lagi sibuk ngga? mama mau bicara sebentar!'' ucap Titi
__ADS_1
''Wa'allaikum sallam, nggak papa mah, Robi udah minta izin break sebentar syutingnya, biar Robi bisa bicara ama mamam dulu''ucapan Robi menerbitkan senyum di wajah Titi, Rasyid masih saja memperhatikan istrinya sembari meminum kopi buatan Titi sedikit demi sedikit
''Gini nak, Tadi kata ayahmu si Putri adikmu minta izin mau ke Jakarta saat nanti liburan sekolah, ehmm.. hari senin besok kayanya, kira kira kamu bisa bantu mama jemput dan dampingi dia ngga selama liburan di Jakarta, soalnya dia ngga mau diantar sama adik laki lakimu, kamu tau sendiri kan Putra seperti apa!''
''Emang Putra kenapa ma? biasanya Putra siap sedia jadi pengawal tuan Putri kita wkwkwk..''ucap Robi malah terkekeh dengan omongannya sendiri
''Enggak tau mama juga, mama belum bicara sama dia, mungkin dia ada acara sendiri kali sama teman temannya dia''Ucap Titi lagi
''Sebenarnya minggu depan itu aku lagi sibuk sibuknya mah, jadwal aku padat sekali, tapi kalau Putri mauuu, nanti biar Assitenku yang jemput dia ke desa, dan kalau udah disini yaaa, nanti aku luangin waktu buat nemein dia jalan jalan atau ya kalau aku sibuk banget nanti Aku minta Assistenku yang nemenin Putri'' Robi berkata panjang lebar
''Assisten kamu yang orang jawa itu nak? yang namanya Ekaaa eka siapa ya mama lupa''
''Iya mah yang itu, Eka prasetya mah, dia orang baik baik kok mah, aku tau keluarga dia, dijamin aman kalau ditemenin dia mah'' Robi membanggakan assistennya
''Ya udah kalau gitu, nanti mama bilang ke Putri, tentang semua keadaan kamu, semoga dia mau mengerti, kamu tau sendiri kan dia tuh anaknya gimana! Tuan Putri! wkwkwk, ya udah mama tutup dulu telponnya ya, kamu silahkan lanjut kerja, maaf mama ganggu kamu''ucap Titi mengakhiri pembicaraan
''iya ma, ngga papa, apapun untuk mama tersayang, ya udah wasalam mu'alaikum''
''wa'alaikum sallam''
Titi menaruh handphone di meja sesaat setelah sambungan telepon dengan anaknya terputus
''Gimana ma?'' Rasyid bertanya dan Titi menceritakan seperti tadi yang dia bicarakan sama anaknya Robi
♡♥♡♥♡♥
Sesungguhnya dalam hidup manusia tidak ada kata tamat sebelum ajal menjemput manusia tersebut, setiap hari berganti dengan minggu dan minggu menjadi bulan, kemudian menjadi tahun
Di setiap pase kehidupan selalu ada saja masalah, entah itu masalah besar atau kecil,
Dan umur kita juga bertambah, waktu kita di dunia semakin sedikit, kita semakin dekat dengan akhir hidup kita yaitu kematian.
Saat kematian tiba dan saat itulah cerita tentang kita berakhir
Dan pertanyaan yang selalu ingin kita tanyakan kepada orang terkasih kita adalah '' Apakah kau bahagia hidup bersamaku?''
''Apakah kau bahagia menjadi istriku? ''
''Apakah kau bahagia menjadi suamiku?''
Dan jawabannya adalah ''Aku bahagia karena aku bersyukur pada tuhan karena aku berjodoh denganmu''
Dengan semua hal yang aku dapatkan setelah menjadi pasanganmu, suami, anak anak, ibu mertua, saudara ipar rasa saudara kandung, harta yang sedikit ataupun banyak yang harus disyukuri, ya.. semua akan terasa bermakna kalau kita selalu bersyukur.
Dan cerita tentang Kehidupan Titi Rashawi akan berakhir disini dan berlanjut dengan cerita anak anaknya.
Semoga kalian suka
♥ TAMAT♥
__ADS_1