ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Semua tak akan lagi Sama


__ADS_3

Titi terbangun dari tidurnya saat perutnya terasa sangat lapar,dia melenguh malas dan membuka matanya perlahan


Ehh kok ada dua malaikat kecil disamping kiri dan kanannya, Titi tersenyum melihat mereka dan bergantian mengelus kepala mereka dengan penuh kasih sayang, terbersit perasaan sedih,entah kenapa hatinya berkata bagaimana jika mereka berdua harus hidup tanpa ayah mereka?


Tapi kemudian Titi menepis pemikiran tersebut, Titi bingung sendiri dengan peraasaannya, dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya, tapi hatinya seperti selalu memintanya untuk menghindar dari pria yang menjadi imamnya sekian lama.


Titi malah termenung dan mencoba mengingat kilas balik kehidupannya dimulai dari hari dimana dia dinikahi oleh Rasyid


Sikap kaku Rasyid diawal pernikahannya, sikap bucin dan manis Rasyid saat dia mendapatkan haknya sebagai suami, sikap Rasyid yang terlalu sering menyembunyikan sesuatu darinya, susah untuk bermusyawarah, Tidak bisa bersikap tegas pada wanita yang mempunyai bibit pelakor dalam diri mereka, pencemburu dan posesif, para mantannya yang dulu mencampakan kemudian mengejarnya entah karena apa, mungkin karena harta!


Hal yang kadang Titi anggap remeh karena terlalu percaya pada suaminya, hal yang seharusnya bukanlah hal besar tapi kemudian ternyata menjadi seperti duri dalam daging


Titi mendesah mengingat semua itu, dia merasa dadanya sesak, dia merasa ingin pergi sejauh yang dia bisa dari suaminya tapi dia tidak menemukan alasan besar kenapa dia bisa merasa seperti itu.


Akan tidak etis apabila Titi menuduh Rasyid tanpa bukti, walau dia sudah melihat poto poto mesra itu dengan mata kepalanya sendiri,tapi sayangnya bukti bukti itu sudah dia hancurkan karena emosi, apa yang akan dia katakan pada keluarga suaminya tentang kelakuan Rasyid, mereka tidak akan percaya bahwa Rasyid berkelakuan buruk seperti itu


HAAAHH


Titi mendesah karena dia benar benar merasa lelah, ingin rasanya dia tetap dirumah saja, malas sekali membayangkan melihat wajah suaminya,tapi ibu mertua dan adik iparnya akab merasa curiga nanti


Akhirnya Titi memaksakan diri untuk bangun, mandi dan memasak, ini sudah hampir jam makan siang, dia tertidur lumayan lama dari pagi tadi, sebenarnya menurut orang tua jaman dulu, tidak baik tidur diwaktu pagi hari karena bisa saja kalai sering tidur dipagi hari seseorang bisa terkena penyakit kuning/liver


Tapi karena Titi merasa lelah dan kurang tidur, dan hanya sekali ini saja dia tertidur di pagi hari maka Titi tidak mau ambil pusing akan kemungkinan itu

__ADS_1


Saat masakan sudah siap Titi membangunkan kedua anaknya, meminta mereka untuk mandi, lalu mereka makan bersama dan bergegas pergi ke Puskesmas


♥♥♥♥


Disisi lain Rasyid sudah sangat gelisah menunggu anak dan istrinya, dia tidak mau tertidur dan tidak mau makan apapun yang ditawarkan ibunya


''Bu kok Titi dan anak anak belum sampai juga ya? Ca.. kamu tolong telpon kak Titi gih, kapan dia mau kesini!"Rasyid sudah merajuk sambil manyun


Bahkan sudah mulai kesal karena tidak sabar ingin melihat anak dan istrinya, sang ibu yang tidak tau ada masalah diantara anak dan menantunya hanya bisa geleng geleng kepala menyangka sikap Rasyid sebagai kebucinan akut


''Telpon aja sendiri kenapa sih, manja'' seru Risya sembari mencibir ke arah kakaknya


''Emm itu Handphone ku rusak, belum sempat beli lagi'' sahut Rasyid lirih,sambil menundukan kepalanya, dia jadi ingat tragedi handphone hancur dikamarnya


''Ituu emm.. Hp kakak rusak karena di lempar sama kakak iparmu''Sahut Rasyid masih dengan menundukan kepalanya


''APAAAA.. DILEMPAR???'' seru Risya kaget''Kok kak Titi aku jadi bar bar? pasti ada sesuatu diantara kalian kan? ada apa kak???


''Emm itu itu''Rasyid tergagap kaget karena Risya seperti menyudutkannya


''ITU APA KAK?''Seru Risya lagi, ibu Ami bengong melihat kedua anaknya, dia sudah feeling sejak awal melihat sikap Titi yang buru buru pergi setelah dia datang dan lama tidak kembali kembali juga


''Ada apa ini Syid? apa yang kamu lakukan lagi, pasti kamu berulah lagi kan? Titi itu bukan wanita yang bisa mengabaiakan suaminya walau dia tahu ada ibu dan Risya disini,dia tidak akan bisa tenang kalau tidak melihat wajahmu, tapi ini kok??? ibu heran!!!'' ucap bu Ami tatkala melihat wajah anaknya yang terus menunduk dengan wajah sendu dan gelisah

__ADS_1


Akhirnya Rasyid dengan berat hati menceritakan semuanya pada ibu dan adiknya,beruntung saat itu Dirham sang adik iparnua tidak ada disana karena sedang membeli kopi di warung depan puskesmas, Risya yang mendengar cerita kelakuan kakaknya dia sudah mengeratkan giginya dan mengepalkan tangannya serta matanya melotot ke arah kakak kandung semata wayangnya itu


Risya bingung bagaimana harus bersikap pada kakaknya,dia auto jijik mendengar cerita aib kakaknya itu


Walau bagaimanapun dia juga seoranh wanita,dia tidak akan mampu bertahan tetap disisi suaminya kalau hal itu terjadi pada rumah tangganya


''KAKAK GILAAA YAA''hardik Risya ''Apa kak Titi tau kejadian itu kak?''tanya Risya melanjutkan


''Titi tidak tau, kakak ngga bisa cerita, kakak malu, kakak juga jijik dengan diri kakak sendiri hiks hiks''tangis Rasyis pecah, dia terisak dengan pilu, menyesali kebodohannya,tapi herannya tidak ibunya tidak juga adiknya, dua orang itu tidak ada yang mendekat dan menghiburnya,atau hanya sekedar menepuk bahunya


Mereka berdua hanya melihat kearahnya dengan tatapan mata yang sulit diartikan, yapi yang jelas mereka berdua marah padanya dan seperti ingin pergi meninggalkannya


''Ibuu huu huu... Risyaaaa... tolong aku apa yang harus aku lakukan sekarang? hiks hiks hiks...''racau Rasyid ditengah tangis pilunya yanh terdengar menyayat hati, untung saja ruangan rawat Rasyid adalah ruangan yanh dihuni satu pasien saja, kalau tidak entah bagaimana reaksi oranglain melihat itu


Ibu Ami dan Risya hanya mendesah


''Kamu keterlaluan syid, ibu tidak akan membelamu''ucap ibu Ami''Ibu dan ayahmu dulu, kami saling setia. tidak ada satupun diantara kami yang berlaku seperti mu!!! entah sifat itu kau mungut darimana? IBU KECEWA PADAMU''mata bu Ami berkaca kaca saat berucap,dia iba dengan menantu kesayangannya


''Ibu merasa berdosa pada Titi, karena ibulah dulu yang seakan memaksa dia untuk mau menjadi menantu ibu, dia gadis yang baik dan penurut, penuh kasih sayang tapi pintar,ibu merasa lebih baik dialah yang anak kandung ibu, bukan kamu!!!'' lanjut bu Ami lagi, yang kata katanya semakin membuat Rasyid merasakan sakit dihatinya, hatinya seakan akan diremas, dibanting lalu tercerai berai


''Ibuuu huuu huuu huu''tangis Rasyid semaiin pilu, dia merasa kepalanya semakin sakit seakan mau pecah, dan tiba tiba Rasyid seakan sesak nafas, tapi bu Ami dan Risya tidak menyadarinya karena mereka enggan melihat ke arah Rasyid


♥Bersambung

__ADS_1


__ADS_2